LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V1 # CH 100 KITAB PEDANG TUJUH BINTANG


__ADS_3

Li Ziqi segera memasukkan mustika air buaya salju ke dalam mulut Feng Tzuyu lalu dia menuntun mustika itu agar mengarah ke dantian yang ada di tubuh Feng Tzuyu dengan menggunakan energinya.


Seketika cahaya biru dari mustika air buaya salju memancar dan menyinari dantian Feng Tzuyu.


Cahaya ini membersihkan seluruh api emas yang menyerang dantiannya.


Secara perlahan, cahaya biru itu mulai bergerak kembali menuju ke titik-titik meridian di seluruh tubuh Feng Tzuyu. Api emas yang menyerang titik meridiannya langsung meredup dan menghilang begitu terkena cahaya biru dari mustika air buaya salju.


"Sekarang api emas yang menyerang dantian dan titik-titik meridiannya sudah hilang. Aku ingin kamu memberi sedikit darahmu padanya untuk memperkuat kekuatan penyembuhan dari mustika air ini. Akibat pertarungan tadi, mustika air ini telah kehilangan kekuatannya sebanyak lima puluh persen," ucap Li Ziqi.


"Darahku?! Memangnya apa istimewanya darahku?” tanya Heilong terkejut.


"Darahmu mengandung energi air yang sangat kuat yang berasal dari benih elemen air yang diberikan oleh Roh Divine Beast Genbu. Dan di dalam darahmu juga memiliki energi penyembuhan dari jurus restorasi jiwa yang telah kamu kuasai," jelas Li Ziqi dingin.


"Baiklah," jawab Heilong.


Heilong segera membuat luka di telapak tangan kanannya dan darah mulai keluar dari lukanya itu. Dia lalu meletakkan telapak tangan kanannya di atas mulut Feng Tzuyu.


Darah yang menetes dari telapak tangan kanannya langsung masuk ke mulut Feng Tzuyu. Mustika air buaya salju mengeluarkan cahaya biru yang lebih terang setelah mendapat darah Heilong.


Wajah Feng Tzuyu perlahan-lahan menjadi cerah dan luka-luka yang ada di titik meridian dan dantiannya secara perlahan juga telah disembuhkan.


"Sebentar lagi dia akan pulih. lebih baik kita tinggalkan dulu dia untuk beristirahat disini karena Ada yang ingin aku bicarakan padamu. Mari kita pergi ke ruang depan," ajak Li Ziqi.


Sesampainya di ruang depan Li Ziqi langsung mengajukan beberapa pertanyaan pada Heilong.


"Apa yang sebenarnya terjadi pada tubuhmu saat kamu bertarung melawan iblis buaya darah itu? Beberapa saat yang lalu aku merasakan tingkat kultivasimu naik dengan sangat tajam. Tapi sekarang aku melihat tingkat kultivasimu menjadi turun kembali ke Lapis Emperor?" tanya Li Ziqi.


"Beberapa waktu yang lalu ketika melihat Buaya Iblis itu menyerang Feng Tzuyu yang sedang terluka parah. Aku menjadi sangat marah dan ingin membunuhnya, lalu jiwaku dan jiwa Long Bai menyatu. Tapi setelah pertarungan itu selesai, jiwa kami berdua kembali terpecah menjadi dua," jawab Heilong

__ADS_1


"Lalu dimana jiwa Long Bai sekarang?" tanya Li Ziqi.


"Jiwanya saat ini sedang tertidur di dalam dunia pikiranku. Sepertinya dia mengalami kelelahan," jawab Heilong.


"Lalu apakah ada perubahan pada jiwa kalian saat jiwa kalian berpisah kembali?" lanjut Li Ziqi.


"Tidak ada," jawab Heilong. Tapi kemudian dia teringat sesuai, “Sepertinya saat aku berada di dalam dunia pikiran, aku di datangi oleh sebuah bola cahaya dan dia memberiku pengetahuan tentang Jurus Pedang Tujuh Bintang."


Li Ziqi yang mendengar jawaban itu menjadi terkejut, dia melirik Heilong dan menatapnya dengan tajam, “Apa katamu?! coba kamu ulangi sekali lagi nama jurus yang baru saja kamu ucapkan."


"Jurus Pedang Tujuh Bintang," jawab Heilong.


"Apa kamu benar-benar yakin bola cahaya itu memberimu jurus pedang tujuh bintang," Li Ziqi meragukan jawaban Heilong.


"Ya. Aku sangat yakin karena setelah jiwaku tersadar, aku sempat membaca kitab itu sebentar dan aku menemukan bahwa jurus pertama dalam kitab jurus pedang tujuh bintang itu sangat mirip dengan pedang membelah tanah. Nama jurus itu adalah Pedang Membelah Bumi,” jawab Heilong.


"Coba kamu peragakan gerakan dari jurus itu di depanku," perintah Li Ziqi.


"Baiklah, ayo kita pergi ke halaman belakang."


Li Ziqi mengajak Heilong pergi ke halaman belakang istana yang ada di dalam pesawat Max Lightning.


Setelah sampai di halaman belakang, Heilong segera mengeluarkan Pedang Taring Putih dan memperagakan beberapa gerakan pedang yang mirip dengan jurus pedang membelah tanah.


Akan tetapi, ada sedikit perbedaan dalam gerakan jurus ini yaitu saat dia mengangkat pedangnya ke atas dan membentuk sebuah bayangan pedang yang sangat besar dari perpaduan antara energi angin dan es. Di bagian luar bayangan pedang itu tercipta ruang hampa yang sangat tipis akibat dari energi angin yang bergerak saling berlawanan. Ruang hampa ini akan menambahkan tekanan saat pedang itu menghantam tanah dan menimbulkan kerusakan yang jauh lebih besar dari pedang membelah tanah.


"Ternyata benar. Itu adalah gerakan jurus Pedang Membelah Bumi. Sepertinya dia lah orang yang selama ini aku cari," gumam Li Ziqi dalam hati.


"Cukup! Aku sudah melihatnya,sekarang simpan kembali pedangmu," ucap Li Ziqi

__ADS_1


Heilong segera menarik kekuatannya dan menyimpan kembali Pedang Taring Putih ke Dunia Jiwanya.


"Aku tidak berbohongkan?" tanya Heilong.


Kamu memang benar. Itu memang salah satu dari jurus Pedang Tujuh Bintang yang di ciptakan oleh dewa pedang Li Xuan," jawab Li Ziqi.


"Li Xuan?!" Heilong terkejut mendengar nama ini diucapkan Li Ziqi.


"Kenapa kamu begitu terkejut? Apa kamu pernah mendengar nama ini? " tanya Li Ziqi setelah melihat ekspresi terkejut Heilong.


"Aku tidak yakin. Tapi aku rasa aku pernah mendengar kisah tentang dia," jawab Heilong mencari alasan.


"Hmm, aku baru ingat kitab jurus pedang tujuh bintang ini telah lama hilang dari alam para dewa. Jadi jika tebakanku benar, bola cahaya yang menemuimu dan memberimu kitab pedang tujuh bintang kemungkinan besar adalah roh dari Li Xuan," Li Ziqi mencoba menebak.


"Aku tidak yakin karena bola cahaya itu tidak pernah menyebutkan jati dirinya ketika menemuiku," jawab Heilong santai.


"Baiklah, aku tidak akan bertanya lebih jauh lagi. Sekarang kembalilah ke kamar itu, sepertinya gadis itu sudah bangun," ucap Li Ziqi.


"Baik."


Heilong segera pergi ke kamar dan meninggalkan Li Ziqi sendirian di tempat.


Li Ziqi memandang punggung Heilong yang perlahan-lahan menjauh meninggalkannya.


"Kamu mungkin ingin menyembunyikan jati dirimu yang sebenarnya pada semua orang,tapi kamu tidak akan pernah bisa menyembunyikan jati dirimu yang sebenarnya dariku," ucap Li Ziqi lirih sambil memegangi liontin yang ada di dadanya,rambutnya yang indah terurai karena terpaan angin.


**


Sementara itu, di Sekte Snow Moon kompetisi babak pertama telah berakhir dan hanya ada tiga puluh peserta saja yang lulus dalam babak pertama ini dan akan melanjutkan babak ke dua.

__ADS_1


"Selamat kepada tiga puluh peserta yang lolos dalam ujian babak pertama ini. Selanjutnya kompetisi babak kedua akan diawasi oleh guru Xue Yin," ucap guru Xue Ling.


__ADS_2