LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V3 # CH 296 ISTANA DIVINE BEAST LAMBDA


__ADS_3

“Bangunlah, sudah saatnya kita kembali ke bukit itu. Kita sudah meninggalkan tempat itu sekitar satu jam, seharusnya Cucumu sudah kembali ke bukit itu dan sedang mencari kita berdua. Atau dia malah mengabaikan kita berdua dan asyik mengobrol berdua dengan Long Bai. Haha … ,” ucap Divine Beast Genbu tertawa.


“Baik,” jawab Kaisar Xuan De.


Kaisar Xue De langsung berdiri dan berjalan mengikuti Divine Beast Genbu dari belakang menuju ke bukit tempat Xue Xian Hou dan Heilong berada.


Saat tiba di bukit ini, Divine Beast Genbu dan Kaisar Xuan De tidak melihat Xue Xian Hou dan Heilong ada di sini. Kaisar Xuan De lalu masuk ke dalam rumah untuk mencari mereka berdua tapi dia juga tidak melihat mereka berdua di dalam rumah itu.


“Kemana sebenarnya mereka pergi? Apakah mungkin mereka kembali ke Istana Suci Giok Salju karena kebingungan mencariku?” ucap Kaisar Xuan De lirik.


“Tidak, mereka berdua tidak kembali ke Istana Suci Giok Salju tapi mereka berdua sekarang ada di danau yang ada di bawah bukit ini,” sahut Divine Beast Genbu.


Divine Beast Genbu bisa mengetahui keberadaan Heilong dan Xue Xian dan karena dia bisa melihat Li Ziqi dan Dao Xue Lian terbang di atas danau yang ada di bawah bukit itu. Dia tahu jelas bahwa mereka berdua akan selalu berada di dekat Heilong karena Pedang yang merupakan tubuh fana mereka berada di dalam Dunia Jiwa Heilong.


Kaisar Xuan De langsung pergi ke danau itu untuk membuktikan perkataan dari Divine Beast Genbu. Ternyata benar, mereka berdua ada di bawah bukit ini sama seperti apa yang di katakan oleh Divine Beast Genbu tapi dia tidak pergi menghampiri mereka karena dia takut kehadirannya hanya akan mengganggu konsentrasi mereka berdua yang sedang fokus bermeditasi untuk menyerap energi es yang keluar dari danau itu.


“Syukurlah ternyata Cucuku ini tidak berbuat yang aneh-aneh meskipun saat ini dia sedang bersama dengan seorang laki-laki yang sangat dia cintai di tempat yang sangat sepi. Sepertinya dia masih ingat dengan semua nasihat dari gurunya saat dia baru bergabung dengan sekte ini. Baiklah aku akan menunggu mereka berdua di sini sampai mereka berdua menyelesaikan meditasi mereka.”

__ADS_1


Kaisar Xue De lalu duduk di bawah sebuah pohon besar yang tidak jauh dari danau itu untuk menunggu dan menjaga mereka berdua dari gangguan apa'pun sehingga mereka berdua bisa bermeditasi dengan tenang.


**


Goa Kirin Tanduk Emas, Benua Atlantis.


Xin Ye akhirnya tiba di kediaman Divine Beast Lambda setelah melakukan perjalanan selama satu hari penuh di dalam portal teleportasi.


Divine Beast Lambda tinggal di dalam sebuah Goa yang ada di dasar salah satu jurang di Benua Atlantis. Goa ini bernama Goa Kirin Tanduk Emas sama seperti nama ras dari Divine Beast Lambda.


“Apakah aku akan tinggal di dalam Goa ini selama Dewa melatihku?” tanya Xin Ye sedikit terkejut karena melihat tidak ada apa-apa di dalam Goa ini selain bebatuan-bebatuan yang cukup besar dan juga di sini tempatnya sangat gelap karena sinar matahari tidak bisa mencapai ke dasar jurang ini.


Di Beast Lambda kemudian menggunakan kekuatan elemen kegelapan yang ada di tanduk emasnya untuk menggeser baru yang sangat besar itu ke samping. Sebuah lubang yang sangat besar langsung terlihat setelah batu itu berhasil di geser.


Xin Ye seketika menjadi terkejut karena dia bisa melihat sebuah dunia yang berbeda berada di balik lubang itu. Keadaan tempat yang ada di balik lubang itu sangat berbeda sekali dengan keadaan di dalam Goa ini bagaikan siang dan malam. Jika di dalam Goa ini keadaan sangat gelap maka keadaan tempat yang ada di balik lubang itu sangat terang dan udaranya juga sangat sejuk seperti pagi hari di atas pagunungan.


Xin Ye mengucek matanya beberapa saat melihat tempat itu karena dia merasa tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

__ADS_1


“Apakah sekarang aku sedang bermimpi?! Tempat yang ada di balik lubang itu sangat indah seperti surga. Aku belum pernah melihat tempat yang seindah ini meskipun aku sudah tinggal di dua Planet yang berbeda selama hidupku,” ucap Xin Ye dengan penuh kekaguman memuji tempat yang ada di balik lubang itu.


“Kau tidak sedang bermimpi. Itu adalah dunia kecil yang aku ciptakan dengan kekuatan Dewaku. Aku sengaja membuat dunia kecil ini berdasarkan gambaran Istana Dewi Angin yang pernah aku kunjungi saat aku berada di alam Dewa. Istana Dewi angin ini sangat indah dan istana ini juga terbang di antara awan-awan yang berwarna putih,” ucap Divine Beast Lambda.


“Berarti istana yang menjadi tempat tinggal anda berada di balik awan itu,” ucap Xin Ye sambil menunjuk kumpulan awan yang ada di depannya.


“Benar, ayo kita pergi ke Istanaku. Di sana aku akan melatihmu dengan sangat keras seperti apa yang telah aku katakan waktu itu dan aku tidak akan mengijinkanmu kembali sebelum kamu berhasil menguasai semua ilmu yang aku ajarkan,” ucap Divine Beast Lambda menatap Xin Ye.


“Baik saya mengerti Dewa. Saya berjanji akan berlatih dengan tekun karena ini semua demi kebaikan saya dan agar saya bisa cepat kembali ke Planet Dreamland,” jawab Xin Ye.


“Kenapa kau ingin kembali ke Planet Dreamland, bukannya ke Planet Bumi? Seharusnya di Bumi ada anggota keluargamu yang masih hidup. Apakah karena di Planet Dreamland ada kekasihmu?” sindir Divine Beast Lambda.


“Bukan begitu, sebenarnya aku juga ingin kembali ke Planet Bumi tapi aku tidak tahu caranya untuk pergi ke sana. Selain itu wajahku sekarang telah berubah menjadi wajah Xin Ye setelah aku di hidupkan kembali di Planet Dreamland. Anggota keluargaku di Planet Bumi pasti tidak akan mengenali aku jika aku kembali ke Planet Bumi,” jawab Xin Ye dengan sedikit sedih.


“Apakah kau sudah tahu bagaimana wajah Xin Ye? Aku rasa setelah kau berada di Planet Dreamland, kau sama sekali tidak pernah melihat cermin,” ucap Divine Beast Lambda. Kemudian Divine Beast Lambda memunculkan sebuah cermin di depan Xin Ye. “Lihatlah ke dalam cermin itu dan perhatikan dengan baik wajah yang muncul di sana.”


Xin Ye langsung menatap pantulan wajah yang ada di cermin itu dan pantulan wajah yang ada di cermin itu sangat mirip dengan wajahnya saat dia masih menjadi Sherly hanya warna rambutnya saja yang berbeda. Jika rambut Sherly berwarna hitam maka rambut Xin Ye berwarna perak.

__ADS_1


“Ternyata wajah Xin Ye sangat mirip dengan wajahku saat aku berada di Bumi. Selama aku di Planet Dreamland, memang aku sama sekali tidak pernah melihat cermin karena aku sudah putus asa dan mengira wajah kami berdua sangat berbeda saat aku melihat rambutku yang berwarna perak,” ucap Xin Ye masih menatap cermin.


“Itulah salah satu alasan kenapa Heilong bisa mengenalimu dengan sangat mudah saat kalian pertama kali bertemu di Planet Dreamland. Dan warna rambutmu yang berwarna perak itu akan berubah kembali menjadi hitam saat semua jurus-jurus elemen kegelapan yang aku berikan padamu bisa kamu kuasai dengan sempurna,” seru Divine Beast Lambda.


__ADS_2