
Heilong terus memperhatikan mereka bertiga yang makan dengan lahap sampai makanan di dalam piring itu benar-benar habis tak ada sisa.
“Bagaimana rasa makanan ini menurut kalian?” tanya Heilong setelah melihat mereka menyelesaikan makannya.
“Makanan ini rasanya sangat enak,” jawab mereka bertiga bersamaan.
“Kalau begitu hasil dari taruhan ini seharusnya sudah bisa di tentukan,” ucap Heilong sambil menatap Yang Zhu dan Yang Tzuyu.
“Saya mengaku kalah. Resep masakan anda sangat enak. Saya bersedia menyerahkan separuh saham dari restoran ini. Tapi, saya memiliki tiga pemintaan,” balas Yang Zhu.
“Katakanlah. Jika aku mampu pasti akan aku penuhi,” ucap Heilong.
“Pertama restoran ini adalah usaha milik keluarga, saya tidak pernah membiarkan saham ini jatuh ke tangan orang luar. Jadi aku meminta anda untuk menikahi putri saya Yang Tzuyu,” ucap Yang Zhu.
“Ayah, aku tidak setuju. Pernikahan adalah sesuatu yang menyangkut masa depanku seumur hidup dan aku harus memutuskan ini sendiri,” protes Yang Tzuyu menyela.
“Untuk permintaan pertama ini aku juga menolak. Pernikahan bukan hal yang bisa ditentukan dengan mudah dan ini akan dijalani seumur hidup, bukan cuma sehari dua hari. Namun jika suatu saat ada cinta diantara kami, aku pasti akan menikahi Putri anda,” jawab Heilong.
Yang Tzuyu menundukkan kepalanya setelah mendengar perkataan Long Bai. Tidak tau apa yang ada dipikirannya tapi sedikit senyuman muncul diwajahnya.
“Baiklah aku mengerti, putriku sepertinya juga tidak menyetujuinya. Permintaan keduaku adalah aku ingin mendapat dukungan penuh dari Kerajaan Blue Dragon untuk membuka cabang restoran ini di Benua Timur,” ucap Yang Zhu.
“Aku setuju,” jawab Heilong.
“Yang ketiga, aku ingin anda mengajari kepala koki kami dan membagi beberapa resep makanan,” ucap Yang Zhu.
“Ini aku juga setuju, sebagian dari saham restoran ini sekarang sudah menjadi milikku jadi aku juga berkewajiban untuk mengembangkan restoran ini,” jawab Heilong.
Heilong lalu melihat Lu Zhan. “Kepala koki siapa namamu?”
“Nama saya Lu Zhan,” jawab Lu Zhan.
__ADS_1
“Apakah kamu bersedia menjadi muridku? Aku akan memberimu beberapa resep masakan yang belum pernah kamu lihat dan akan mengajarimu cara memasaknya. Kelak kamu akan mengajari seluruh koki yang ada di semua cabang restoran kita,” tanya Heilong.
“Saya bersedia, Guru.” Lu Zhan bersujud tiga kali memberi hormat pada Heilong.
“Bagus. Resep masakan yang barusan kamu buat, aku berikan padamu. Kedepannya aku akan memberimu lebih banyak lagi resep masakan,” ucap Heilong.
“Terimakasih, Guru.” jawab Lu Zhan.
“Apakah masih ada permintaan lain lagi? tanya Heilong menatap Yang Zhu.
“Tidak. Itu semua sudah lebih dari cukup. Mari kita ke ruangan saya di lantai tiga. Saya akan memberikan lima puluh persen saham restoran ini di sana,” ucap Yang Zhu.
“Baiklah,” jawab Heilong menganggukkan kepala.
“Tuan, apakah anda tidak mau menyimpan uang anda dulu? Sebab, semua koin-koin emas ini begitu menarik perhatian,” ucap Yang Tzuyu.
“Tidak perlu. Kalian saja yang menyimpan semua uang itu, aku memberikan seratus juta koin emas ini kepada kalian sebagai modal untuk mengembangkan restoran ini,” ucap Heilong.
“Aku serius,” jawab Heilong.
“Terimakasih Tuan,i ni adalah berkah untuk restoran kami,” ucap Yang Zhu lalu dia menatap Yang Tzuyu. “Putriku, kamu kelola uang ini baik-baik untuk membuka cabang restoran kita.”
“Baik ayah. Serahkan masalah ini padaku, aku tidak akan mengecewakanmu,” jawab Yang Tzuyu.
Heilong dan Yang Zhu segera naik ke lantai tiga, sedangkan Yang Tzuyu dan pelayan-pelayannya membereskan semua koin emas yang ada di lantai dua lalu menyimpan semuanya di dalam brankas yang ada di ruangan Yang Tzuyu.
Di lantai tiga Yang Zhu segera memberikan beberapa surat kepada Heilong untuk ditanda tangani. Setelah itu Yang Zhu kemudian memberikan sebuah surat yang merupakan bukti bahwa Heilong sekarang adalah pemegang lima puluh persen dari saham restoran ini.
“Saya harap kita bisa bekerja sama dengan baik untuk mengembangkan restoran ini,” ucap Yang Zhu sambil menjabat tangan Heilong.
“Aku juga memiliki harapan yang sama. Semoga kerjasama kita dapat mengembangkan bisnis restoran ini menjadi lebih besar lagi,” balas Heilong.
__ADS_1
Heilong segera menyimpan surat saham itu di dalam gelang galaxynya dan segera meninggalkan ruangan itu.
Dia lalu turun kembali ke lantai dua untuk menemui Xue Xianzi.
"Zizi, kemana kita akan menginap malam ini?” tanya Heilong.
“Aku juga tidak tahu. Biasanya begitu selesai membeli apa yang aku butuhkan, aku akan segera pulang kembali ke Sekte. Aku tidak pernah menginap di kota ini,” jawab Xue Xianzi.
Heilong lalu melihat Yang Tzuyu yang berdiri agak jauh dari tempatnya dan segera menghampirinya. “Nona Tzuyu, apakah ada penginapan di dekat sini?”
“Jangan panggil aku Nona, mulai sekarang kita adalah rekan bisnis. Panggil saja aku Tzuyu.” Yang Tzuyu lalu memberikan sebuah kunci berwarna emas. “Bangunan besar di belakang restoran ini adalah milik kami. Bangunan itu adalah sebuah penginapan. Karena jarang ada penginapan di kota ini maka kami memutuskan untuk melengkapi restoran ini dengan penginapan. Dan kunci itu adalah kunci kamar Vip.”
“Wanita itu apakah istrimu?” tanya Yang Tzuyu pada Heilong sambil menunjuk Xue Xianzi yang berdiri agak jauh.
“Tidak. Aku belum menikah. Dia cuma teman yang aku temui secara kebetulan ketika aku sedang berkunjung ke Sekte Snow Moon,” jawab Heilong.
“Jadi gadis itu rupanya berasal dari Sekte Snow Moon. Kalau begitu aku akan memberimu sebuah kunci kamar vip lagi. Kedua kamar ini saling berdekatan jadi kamu tidak perlu khawatir.” Yang Tzuyu memberi satu lagi kunci emas, entah kenapa perasaannya mendadak menjadi lebih lega. “Aku akan mengantar kalian berdua menuju ke kamar masing-masing, kebetulan kamarku juga ada di dekat sana.”
Mereka bertiga berjalan menuju ke penginapan yang ada di belakang restoran. Kebetulan semua kamar vip berada di lantai lima yang merupakan lantai paling atas, jadi mereka bisa melihat seluruh pemandangan kota ini dari jendela kamar mereka.
Setelah mereka tiba di lantai lima, mereka cuma melihat hanya ada sepuluh kamar di lantai ini karena ruangan dari tiap kamar di sini luasnya dua kali dari kamar yang ada di lantai bawahnya.
Kamar Heilong berada di ujung sebelah kanan dan kamar Xue Xianzi berada di sebelahnya. Sedangkan kamar Yang Tzuyu ada di depan kamar Heilong.
“Tangga itu menuju kemana? Apakah di atas ada ruangan lain,” tanya Heilong sambil menunjuk sebuah tangga yang ada di ujung ruangan.
“Tangga itu menuju ke atap. aku biasanya menghabiskan banyak waktuku di atap gedung ini untuk menikmati pemandangan saat malam hari,” jawab Yang Tzuyu.
*****
Jangan lupa tinggalin jejak setelah membaca.
__ADS_1
Terima Kasih.