
“Sial! Sepertinya prasasti ini adalah benda yang mengatur susunan hukum ruang dan waktu di dunia ilusi ini. Aku harus segera lari dari tempat ini sebelum bintang-bintang itu mencabik-cabik tubuhku.”
Heilong segera terbang dengan kecepatan penuh menjauhi batu prasasti itu dan menuju ke tempat awal dia memasuki dunia ilusi ini dengan harapan bahwa dia bisa keluar dari tempat ini sebelum serangan bintang-bintang pedang itu mengenai tubuhnya.
Namun, kecepatan yang dia miliki masih terlalu lambat jika dibandingkan dengan kecepatan pergerakan bintang-bintang pedang itu.
Hanya dalam waktu beberapa bulan nafas saja, bintang-bintang pedang itu telah berhasil menyusul Heilong dan menghadang jalannya.
Heilong yang dalam keadaan panik, segera merubah arah terbangnya dan berniat untuk mengambil jalan memutar. Tapi, usahanya itu ternyata sia-sia. Sebab, semua jalur telah di blokir oleh bintang pedang yang berjumlah ribuan.
“Sepertinya tidak ada cara lain selain menghadapi bintang-bintang pedang itu. Mungkin saja setelah mengalahkan mereka semua, aku akan bisa memahami tentang hukum pedang.”
Heilong mulai memusatkan energi es yang ada di dalam tubuhnya dan mengeluarkan jurus Perisai Es miliknya untuk melindungi tubuhnya dari serangan bintang-bintang pedang itu.
Akan tetapi, ada sedikit yang berbeda dari jurus Perisai Es miliknya kali ini karena bentuk Perisai Es yang muncul bukanlah sebuah perisai yang melindungi tubuhnya dari arah depan. Melainkan sebuah baju perang yang terbuat dari es.
“Ternyata apa yang sedang aku pikirkan juga bisa aku munculkan dalam dunia ilusi ini. Sepertinya dunia ilusi ini adalah dunia ilusi yang tak bertuan,” ucap Heilong menyeringai.
Heilong semakin bertekad untuk menaklukkan semua bintang pedang itu karena itu adalah satu-satunya cara untuk menjadi Tuan dari Dunia Ilusi ini.
Heilong lalu mengeluarkan pedang pusaka miliknya dan menggunakan jurus pedang andalannya yaitu Jurus Pedang Membelah Bumi untuk melawan bintang-bintang pedang itu.
Setiap kali dia mengayunkan jurus pedangnya, lusinan bintang pedang akan hancur seketika dan berubah menjadi abu.
Heilong semakin bersemangat untuk menyerang bintang-bintang pedang itu setelah mengetahui bahwa serangannya itu berhasil.
Tidak terasa, sudah hampir tiga jam Heilong bertarung dengan bintang-bintang pedang itu.
Meskipun semua bintang pedang itu tidak melakukan perlawanan ketika Heilong menyerangnya. Namun karena jumlahnya yang sangat banyak, semua energi yang ada di dalam tubuhnya hampir terkuras habis.
Entah sudah berapa kali dia menggunakan Jurus Pedang Membelah Bumi. Padahal jika berada di dunia nyata, dia hanya mampu untuk menggunakan jurus ini sebanyak sepuluh kali dalam satu hari.
“Hosh … Hosh …” suara nafas Heilong terdengar berat. Namun dia tidak bisa berhenti di sini karena masih ada ratusan bintang pedang yang tersisa sedang menuju ke arahnya.
“Sepertinya aku harus bertaruh dengan menggunakan jurus itu. Sebab, energi pasti akan terkuras habis jika aku menggunakan jurus pedang itu. Tapi kurasa hal itu memang sesuatu yang sangat wajar karena kekuatan dari jurus pedang ini mampu mengguncang langit.”
Heilong segera menggerakkan pedang pusaka ke atas menghadap ke langit sambil mengalirkan energi air dan api yang sangat besar ke dalam pedang pusakanya.
Aura energi air dan energi api yang sangat dahsyat memancar dari pedang pusaka yang ada di tangan Heilong dan menciptakan kabut tebal yang menutupi tubuhnya.
__ADS_1
...“Pedang Lautan Panas Mengguncang Langit.”...
Ombak Tsunami raksasa dan mengandung hawa panas yang sangat kuat segera muncul lalu menyerang semua bintang pedang yang tersisa ketika Heilong mengayunkan pedangnya.
Semua bintang-bintang pedang itu akhirnya hancur seketika bersama dengan habisnya semua energi yang ada di dalam tubuh Heilong.
Pedang pusaka yang ada di tangan kanannya akhirnya terlepas dan kembali ke dalam Dunia Jiwanya.
“Akhirnya aku berhasil menghancurkan semua bintang pedang itu. Tapi aneh sekali karena aku tidak mendapatkan pengetahuan apapun tentang hukum pedang setelah menghancurkan semua bintang-bintang pedang itu.”
Heilong yang sangat kelelahan akhirnya turun ke sebuah bintang yang tersisa dan duduk di sana untuk beristirahat sambil memulihkan energinya.
Akan tetapi, dia menjadi kebingungan karena bintang yang dia duduki adalah bintang tempat prasasti kuno itu berada. Padahal dia sangat yakin bahwa telah terbang cukup jauh dari bintang itu.
“Apakah sejak tahu aku hanya berputar-putar saja ditempat ini,” ucap Heilong lirih sambil menatap prasasti kuno itu.
“Kau tidak dapat meninggalkan Dunia Ilusi ini sebelum berhasil menaklukkanku karena aku adalah penjaga dari Dunia Ilusi ini.”
Batu prasasti kuno itu tiba-tiba mengeluarkan cahaya dan berubah bentuk menjadi sebuah pedang cahaya yang sangat besar.
“Ternyata kau adalah sebuah roh pedang.”
Namun, dia sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhnya kali ini. Sebab, selain energinya yang belum pulih, roh pedang itu memancarkan tekanan yang sangat kuat hingga membuat Heilong seakan-akan Membeku seperti patung.
Tanpa menunggu lama lagi, roh pedang itu langsung melesat ke arah Heilong dan menusuk tubuhnya tanpa ampun.
“Ah …”
Jerit kesakitan Heilong menggema di dalam Dunia Ilusi ini saat pedang itu menusuk jantungnya.
Meskipun ini adalah Dunia Ilusi, semua luka yang dia dapatkan di sini juga akan dia rasakan di Dunia Nyata. Itu artinya jika dia mati di sini, maka dia akan mati di Dunia Nyata.
“Jika kau mampu bertahan dari rasa sakit ini, maka kau akan lulus dari ujian ini dan akan mendapatkan pemahaman tentang hukum pedang,” seru roh pedang.
Sesaat kemudian, petir yang sangat kuat mulai menyelimuti pedang pusaka itu dan menyerang tubuh Heilong bagaikan ratusan pedang yang menusuk-nusuk tubuhnya tanpa ampun.
Jerit kesakitan Heilong semakin menggema di dalam Dunia Ilusi yang sunyi ini. Namun dia tidak tetap berusaha agar kesadarannya tidak tenggelam dalam rasa sakit ini lalu menghilang.
Dengan menggunakan sisa-sisa kekuatannya, dia mulai menggerakkan kedua tangannya dan berusaha menarik pedang cahaya itu keluar dari tubuhnya.
__ADS_1
“Ternyata kau cukup kuat juga. Jarang sekali ada orang yang bisa menahan rasa sakit di antara hidup dan mati ini.”
“Hehe … Aku sudah pernah mati sebelumnya. Jadi rasa sakit seperti ini sudah pernah aku alami sebelumnya.”
Heilong berusaha keras untuk menahan tekanan aura dari pedang cahaya itu dan menariknya ke depan. Tentu saja dia merasakan rasa sakit yang sangat luar biasa, tapi tekad kuat yang ada di dalam dirinya berhasil meredam rasa sakit itu.
Heilong akhirnya berhasil mengeluarkan Pedang Cahaya itu dari dalam tubuhnya. Dan luka yang ada di dadanya langsung sembuh seketika tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.
“Bagus sekali anak muda. Aku mengagumi tekadmu yang kuat itu. Seorang ahli pedang memang membutuhkan tekad yang kuat bagai pedang sepertimu.”
Pedang Cahaya itu kemudian berubah kembali menjadi bentuk roh pedang.
“Kau telah membuktikan padaku bahwa kau layak menerima hadiah ini. Karena ini terima hadiah ini.”
Sebuah bola cahaya muncul dari jari telunjuk roh pedang itu dan masuk ke kening Heilong dan meninggalkan sebuah gambar berbentuk pedang cahaya di kening Heilong.
“Aku telah memasukkan pengetahuan tentang hukum pedang tingkat tinggi ke dalam alam bawah sadarmu. Mulai sekarang kau telah menguasai teknik tangan bagai pedang.”
Roh pedang itu kemudian menghempaskan tangan kanannya ke arah Heilong dan seketika Heilong keluar dari dalam Dunia Ilusi ini.
**
Heilong akhirnya sadar dan terkejut ketika melihat Li Ziqi sudah berada di depannya.
“Se-sejak kapan Guru berada di sini?” tanya Heilong gugup.
“Sejak seminggu yang lalu. Kau sudah bermeditasi selama seminggu. Untung saja saat ini kau berada di tempat ini. Jika tidak, kau pasti akan mati diserang oleh para Beast. Apakah kau berhasil memahami tentang hukum pedang?” jawab Li Ziqi balik bertanya dengan tatapan tajam.
Heilong tidak menjawab tapi dia segera mengulurkan tangan kanannya dan memasukkan energi api yang sangat kuat ke tangan kanannya.
Api berwarna putih segera muncul di tangan kanan Heilong lalu berubah menjadi sebuah pedang yang terbuat dari energi api. Tapi, kekuatan yang dimiliki oleh Heilong saat ini belum mampu untuk membentuk sebuah pedang energi yang kuat dan kokoh.
Namun, jika kekuatan ini digabungkan dengan jurus pukulan, maka kekuatan dari pukulan itu akan menjadi berkali-kali lipat.
*****
Akhirnya ekstra bab ini berhasil aku selesaikan juga. Jadi aku bisa fokus kembali untuk menulis LDP season 2.
Akhir Kata Terimakasih banyak pada reader yang telah setia membaca karyaku 🙏
__ADS_1