LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V2 # CH 155 GAME THE POWER OF JAVA ( PART 9 )


__ADS_3

Heilong segera membantu Mahapatih Gajah Mada untuk menyingkirkan dinding es yang menimpa tubuhnya. Dengan kekuatan penuhnya Heilong melempar dinding es itu kesamping karena hanya dialah satu-satunya orang yang bisa memegang dinding es ini tanpa terkena serangan balik dari dinding es ini. Setelah dinding es itu berhasil di singkirkan mereka berdua mulai mengobrol dengan santai.


“ Tidak pernah aku sangka sebelumnya jika aku akan jatuh ke dalam trikmu. Rupanya niatmu dari awal bukanlah untuk menyerangku melainkan untuk menghancurkan panggung tempat arena kita bertarung. Itu adalah sebuah siasat yang sangat cerdik. Seumur hidupku aku belum pernah menemukan lawan yang menggunakam trik semacam itu untuk mengalahkan musuhnya. ” ucap Mahapatih Gajah Mada sambil menggingat kembali saat Heilong meyeret pedangnya untuk membuat goresan-goresan pedang di atas lamtai panggung.


“ Tingkat kekuatan dan jurus-jurus yang aku miliki berada jauh di bawah anda. Jika aku terus memaksakan diri untuk melawan anda dengan kekuatan maka aku pasti akan kalah. ” jawab Heilong.


“ Benar-benar pemuda yang sangat pintar. Rupanya penilaianku selama ini tidak salah. Kelak kau akan menjadi seorang pendekar yang sangat hebat dan juga seorang penguasa yang bijaksana, aku harap kau akan tetap berada di jalan lurus. ” ucap Mahapatih Gajah Mada dengan tatapan tajam menuju ke arah Heilong dan tangan kanannya menepuk pundak Heilong.


“ Terimakasih atas pujiannya. Aku akan selalu mengingat semua nasihat-nasihat anda. ” ucap Heilong sambil sedikit membungkuk untuk menunjukkan rasa hormat pada Mahapatih Gajah Mada yang terus memberinya beberapa nasihat penting selama pertarungan.


“ Baiklah sesuai dengan perjanjian, aku akan memberimu kitab strategi perang ini. Di dalam kitab ini terdapat berbagai macam bentuk formasi perang dan cara-cara untuk menerobos formasi itu. Aku sangat yakin, kamu pasti akan sangat membutuhkan kitab ini kelak saat kamu menjadi seorang penguasa. ” Mahapatih Gajah Mada mengeluarkan sebuah kitab berwarna biru dari balik bajunya dan menunjukkan pada Heilong.


“ Sebenarnya aku memang sangat membutuhkan kitab itu untuk melawan seorang penghianat yang selama ini bersembunyi di dalam kerajaan kakekku dan menyamar sebagai seorang panglima perang kerajaan. ” jawab Heilong sambil melihat kitab yang ada di tangan Mahapatih Gajah Mada.


“ Kalo begitu kitab ini sekarang menjadi milikmu. ” Mahapatih Gajah Mada memberikan kitab itu pada Heilong lalu Heilong menyimpan kitab itu di gelang Galaxinya.


“ Terima kasih tuan atas hadiahnya. Aku akan menyimpan kitab ini dengan baik. ” ucap Heilong setelah menyimpan kitab itu.


“ Kalo begitu sekarang aku akan mengatakan nama dari kedua jurus yang aku gunakan untuk melawanmu. Ilmu menghilang yang aku gunakan itu namanya adalah aji mundri, sedangkan ilmu meringankan tubuh dan kecepatan gerakan yang aku gunakan namanya adalah ajian seipi angin, ” ucap Mahapatih Gajah Mada sambil menatap Heilong. lalu dia kembali melanjutkan kata-katanya. “ Sesuai dengan kata-kataku jika kamu bisa mengalahkanku selain memberimu potongan peta dan kitab strategi perang. Aku akan memberimu salah satu jurus andalanku sebagai hadiah. Sekarang pikirkan baik-baik, jurus mana yang akan kamu pilih. Pastikan bahwa jurus itu akan sangat berguna buatmu saat kamu sedang dalam kesulitan dan kamu belum pernah menjumpai jurus ini sebelumnya. ”


Heilong mengerutkan keningnya dan mengingat kembali saat Mahapatih Gajah Mada menggunakan kedua jurus itu untuk melawannya. Akhirnya setelah beberapa menit berpikir dia bisa mendapat suatu kesimpulan. Dia tidak membutuhkan Ajian seipi angin karena jurus langkah angin pemecah badai yang sedang dipelajarinya saat ini kelak akan bisa menandingi jurus itu jika dia bisa berlatih sampai ke tingkat sempurna, selain itu dia masih bisa mempelari jurus sambaran dewa petir milik keluarga Long jika dia nanti mendapatkan elemen petir. Heilong justru sangat menginginkan jurus aji mundri karena dengan jurus menghilang ini akan memudahkan dia untuk memata-matai lawannya dan menyembunyikan diri saat dia dalam bahaya.


“ Aku sudah menentukan pilihanku. Aku menginginkan jurus aji mundri. jurus itu akan sangat berguna buatku saat aku dalam bahaya. ” ucap Heilong dengan suara tegas.


“ Baiklah aku akan memberikan jurus aji mundri padamu. Sekarang duduklah di depanku dan tutuplah kedua matamu. ” perintah Mahapatih Gajah Mada.

__ADS_1


Heilong segera duduk didepan Mahapatih Gajah Mada dan menutup kedua matanya sesuai dengan perintah. Mahapatih Gajah Mada segera mengarahkan telapak tangan kanan ke tubuh Heilong. Beberapa saat kemudian kabut yang sangat tebal muncul telapak tangan Mahapatih Gajah Mada dan masuk ke dalam tubuh Heilong. Kabut itu langsung menuju kedunia jiwa Heilong dan menjadi kabut di dalam dunia itu.


“ Apa kabut ini sebenarnya adalah salah satu bentuk dari penggabungan dua macam elemen. Seperti elemen air dan elemen angin yang menghasilkan elemen es. Elemen kabut ini seperti berasal dari penggabungan elemen es dan elemen air. Elemen kabut memang tidak pernah ada di planet Dreamland ini sebelumnya karena itu aku tidak pernah mendengar ada orang yang memiliki elemen seperti ini di sini, ini mirip dengan elemen kehampaan yang sangat-sangat langkah dan sampai sekarang aku belum mengerti apa kegunaan elemen kehampaan itu, ” pikir Heilong.


Heilong sedikit terkejut saat melihat semua ini lalu timbul beberapa pemikiran aneh di dalam otaknya. Kelak jika dia bisa menguasai semua elemen yang ada di dunia ini apakah dunia jiwanya bisa digunakan sebagai tempat tinggal untuk makhluk hidup karena saat dia mendapat elemen air lautan mulai terbentuk dalam dunianya. Hal yang sama juga terjadi saat dia mendapat elemen es dan angin, saat dia mendapat kedua elemen itu daratan es dan angin terbentuk di dalam dunia jiwanya sedangkan untuk elemen kehampaan yang dia dapatkan secara misterius itu membuat sebuah lapisan pelindung yang melindungi dunia jiwanya seperti lapisan atmosfir. Heilong tidak menyadari bahwa kegunaan dari elemen kehampaannya adalah untuk menggabungkan semua elemen yang ada di dunia ini. Elemen kehampaan akan mengubah semua bentuk elemen ke dalam bentuk asalnya yaitu bola inti energi murni sebelum di masukkan ke dalam dunia jiwa Heilong, tanpa adanya hal itu sangat mustahil bagi dirinya untuk menguasai semua elemen dengan mudah tanpa adanya serangan balik.


“ Bukalah matamu dan berdirilah. Sekarang kamu sudah menguasai jurus aji mundri dengan sempurna. Ini adalah sebuah potongan peta tempat keberadaan benua Atlantis yang merupakan hadiah terakhirmu. ” ucap Mahapatih Gajah Mada sambil memberikan sebuah potongan peta pada Heilong.


“ Benua Atlantis.. ? apakah benua itu benar-benar ada. ” Heilong sedikit terkejut karena menurut apa yang dia ketahui benua Atlantis adalah sebuah benua yang hilang tanpa jejak sehingga banyak yang menggaggap keberadaan benua itu adalah sebuah dongeng.


“ Benua Atlantis itu adalah sebuah daratan yang berada di antara planet Dreamland dan Planet Bumi. Benua ini berada di dalam sebuah lubang hitam yang menghubungkan kedua planet ini karena letaknya yang berada di lubang hitam yang merupakan penghubung antara kedua planet maka benua Atlantis memiliki tingkat peradaban dan kekuatan yang jauh lebih tinggi dari kedua planet itu, selain itu di benua Atlantis ada sebuah gerbang khusus yang langsung menuju ke alam dewa.” jawab Mahapatih Gajah Mada.


“ Berarti jika aku ke pergi ke benua Atlantis maka aku bisa kembali ke bumi, ” ucap Heilong dengan wajah gembira karena dia mendapat sedikit info tentang Bumi.


“ Tidak. ” jawab Mahapatih Gajah Mada singkat.


Mahapatih Gajah Mada menarik nafas panjang sebelum mulai menjelaskan. “ Dahulu kala saat awal penciptaan, Planet Bumi dan Planet Dreamland adalah dua buah planet yang saling terhubung tanpa ada batasan sama sekali. penduduk di Planet Dreamland di berkahi dengan fisik dan kemampuan ilmu beladiri sedangkan penduduk di Planet Bumi di berkahi dengan kecerdasan dan kemampuan dalam mengembangkan teknologi. Para penduduk di kedua planet ini hidup berdampingan dengam sangat rukun bahkan sampai terjadi hubungan perkawinan antara penduduk di kedua planet. ”


Heilong sedikit terkejut mendengar cerita ini karena apa yang dilihatnya saat ini sangat berbeda. Dia sama sekali tidak menjumpai portal yang menghubungkan planet ini dengan bumi tapi tidak bisa dipungkiri bentuk fisik manusia di sini sangat mirip dengan manusia yang ada di bumi. Dia pun akhirnya bertanya untuk menghilangkan rasa ingin penasarannya. “ Lalu di manakah letak portal penghubung antara kedua planet ini. ”


“ Tidak ada. ” jawab Mahapatih gajah mada.


“ Kenapa bisa tidak ada, ” tanya Heilong spontan karena terkejut


“ Dahulu bangsa iblis datang ke kedua planet ini dan mempengaruhi penduduk di kedua planet ini untuk saling berperang satu sama lain. Bangsa iblis menggunakan godaan hawa nafsu terbesar manusia yaitu harta, tahta dan wanita untuk mempengaruhi para manusia. Pada akhirnya manusia pun menjadi tidak tahan dengan godaan iblis dan sebuah peperangan besar pun terjadi, pertempuran ini menyebabkan kerusakan yang sangat parah dikedua planet. Sang pencipta menjadi sangat marah dan menarik dataran yang menghubungkan ke dua planet ini yaitu benua atlantis. Pada awalnya setengah daratan dari benua Atlantis ini berada di Planet Dreamland dan setengahnya lagi berada di Planet Bumi. ”

__ADS_1


“ Lalu apa yang terjadi dengan Benua Atlantis dan kedua Planet itu. ” Heilong tiba-tiba memotong penjelasan dari Mahapatih Gajah Mada karena rasa penasaran yang sangat besar.


“ Sang pencipta menyatukan kedua daratan dari benua Atlantis lalu menempatkan benua ini di dalam lubang hitam yang awalnya adalah portal penghubung antara kedua planet. Kemudian sang pencipta mulai memperbaiki kedua planet itu dan membuat sebuah pelindung yang membatasi kekuatan dari penduduk di kedua planet untuk menghindari terjadinya peperangan besar yang bisa menimbulkan kerusakan yang sama terulang kembali, serta tidak mengijinkan penduduk dari kedua planet ini untuk saling berhubungan. Jika secara tidak sengaja mereka memasuki portal maka mereka akan berhenti di benua atlantis, jika mereka memaksa untuk menyebrang maka tubuh mereka akan di bakar oleh pelindung yang dibuat oleh sang pencipta sampai menjadi abu. Hanya roh saja yang bisa dengan bebas melintasi portal kedua planet itu. Di benua Atlantis mereka bisa memilih menetap di sana atau kembali ke planet asli mereka, namun untuk bisa kembali ada beberapa syarat yaitu mereka tidak boleh lebih dari satu bulan berada di benua atlantis dan tingkat kultivasi mereka tetap sama seperti saat mereka masuk. ”


Heilong akhirnya mengerti kenapa rohnya bisa terlempar ke Planet Dreamland bukannya ke planet lain, ternyata antara Bumi dan Dreamland terdapat sebuah portal penghubung dan memiliki sejarah masa lalu yang sangat indah. Pantas saja penduduk di planet ini memiliki fisik yang sama dengan penduduk bumi, ternyata pernah ada hubungan perkawinan di antara kedua planet ini.


“ Semua pertanyaanmu sudah aku jawab. Ini adalah peta yang menjadi hadiah utama di stage ini. ” ucap Mahapatih Gajah Mada sambil memberikan sebuah potongan peta pada Heilong.


“ Sebenarnya masih banyak yang ingin aku tanyakan pada anda, ” ucap Heilong sambil mengambil peda yang di berikan oleh Mahapatih Gajah Mada.


“ Kamu bisa menanyakan semua pertanyaanmu pada orang yang ada di stage ke tiga. orang itu lebih bijaksana dariku. ” jawab Mahapatih Gajah Mada.


Sebuah portal yang menuju ke stage ke tiga muncul di depan Heilong.


“ Baiklah sepertinya waktuku di tempat ini sudah habis. Sesuai saran anda aku akan menanyakan sisa pertanyaanku pada lawanku di stage selanjutnya. Terima kasih atas informasi dan bimbingannya. ”


Heilong pun segera pergi meninggalkan stage ke dua dan melompat ke dalam portal yang menuju ke stage ke tiga.


**


Setelah kurang lebih lima menit berada di dalam portal, Heilong akhirnya sampai di stage ke tiga. Tempat stage ke tiga ini sangat mirip dengan halaman bagian dalam sebuah kerajaan. Dimana di sekelilingnya dihiasi dengan pekarangan yang ditumbuhi berbagai jenis bunga-bunga'an beraneka warna yang sangat indah. Di tengah-tengah pekarangan itu terdapat sebuah bangunan kecil yang mirip dengan sebuah pavilliun dengan kolam ikan yang sangat luas di sebelahnya.


Heilong melihat ke arah kolam dan melihat seorang pria tinggi besar dengan perawakan yang gagah sedang berdiri di samping kolam dan memberi makam ikan. Pria itu memakai jubah berwarna emas seperti seorang raja. Heilong segera pergi mendekati pria itu.


“ Apakah anda adalah lawanku di stage ke tiga ini, jika benar bolehkan saya tahu siapa sebenarnya nama anda..? ” tanya Heilong dengan nada sopan karena dia belum tahu identitas dari lawannya ini.

__ADS_1


Pria berjubah emas itu akhirnya berbalik menghadap ke arah Heilong dan melihat Heilong dengan pandangan yang ramah. Perasaan kagum muncul pada diri Heilong saat melihat pria di depannya, dalam tubuh pria itu memancarkan aura berwarna keemasan yang sangat berwibawa. Kemudian pria itu mulai berkata dengan nada suara yang penuh berwibawa dan tegas seperti seorang raja. “ Benar sekali anak muda. Aku adalah lawanmu di stage ketiga ini. Namaku adalah Prabu Angling Dharma. Jika kamu dapat memenangkan stage ini, selain sebuah potongan peta yang merupakan hadiah utama, aku juga akan memberimu ilmu aji gineng. Dengan ilmu ini kamu bisa mengerti semua bahasa binatang, ilmu ini akan membantumu untuk menjadi seorang raja yang sangat bijaksana dan dengan ilmu ini kamu bisa dengan bebas bertanya pada binatang. ”


“ Apakah sang prabu bisa menjelaskan peraturan di stage ke tiga ini. ” tanya Heilong.


__ADS_2