
Divine Beast Genbu juga langsung kembali ke Istana Es Seribu Pedang setelah Xue Xian Hou meninggalkan tempat itu, sekarang hanya tinggal Heilong dan Kaisar Xuan De yang ada di rumah itu.
“Aku dengar sebelum kau berangkat ke Benua Atlantis, kau ingin menyelesaikan dulu permasalahan yang ada di Benua Timur. Tapi kenapa kau malah pergi ke Benua Utara dan tidak langsung pergi ke Benua Timur? Apakah menurutmu masalah yang sedang terjadi di Benua Timur itu tidak terlalu besar, jadi kau bisa menunda kepergianmu ke sana? ” tanya Kaisar Xuan De memulai obrolan.
“Bukan begitu, sebenarnya aku pergi ke Benua Utara ini juga untuk mengambil sesuatu yang akan aku bawa ke Benua Timur. Beberapa waktu yang lalu, aku dan para penempa senjata yang ada di Benua Utara ini telah membuat sebuah benda yang bisa membatasi kekuatan dari Bangsa Iblis ketika malam telah tiba. Dan aku sudah meminta mereka untuk membuat benda itu dalam jumlah yang besar, sekarang aku ingin melihat sudah sampai sejauh mana proses dari pengerjaan benda itu,” jawab Heilong.
“Apakah benda yang kau maksud itu mirip dengan sebuah bola cahaya yang ada di tengah-tengah meja itu?” tanya Kaisar Xuan De sambil menunjuk sebuah bola cahaya yang sengaja di letakkan Xue Xian Hou di atas sebuah meja untuk menerangi halaman rumah ini saat malam hari.
“Benar. Aku memang memberikan beberapa buah bola cahaya pada Hou'er untuk membantu melindungi Sektenya karena aku mengira Bangsa Iblis itu akan kembali datang untuk menyerang sekte ini setelah mereka tahu bahwa Batu Pelangi Matahari yang berhasil mereka curi adalah batu palsu,” jawab Heilong.
“Sekarang mereka tidak akan berani kembali menyerang Sekte ini lagi karena ada aku dan Divine Beast Genbu yang akan selalu melindungi tempat ini selama dua puluh empat jam,” seru Kaisar Xuan De sedikit geram saat mengingat bangsa iblis yang berani menyerang Cucunya.
“Aku juga merasa sangat senang dengan kepindahan Istana Divine Beast Genbu ke tempat ini. Dengan begini, aku tidak perlu khawatir lagi dengan keselamatan Hou'er saat aku pergi ke Benua Atlantis. Karena mulai saat ini, dia akan selalu dijaga oleh Kakeknya yang sudah menjadi manusia setengah Dewa,” ucap Heilong merasa lega.
“Haha … Kau terlalu memuji, pencapaianku ini karena anugerah dari Divine Beast Genbu. Kau jangan khawatir karena tidak akan ada yang bisa menyakiti Cucuku saat aku ada di sini. Lebih baik sekarang kau fokuskan pikiranmu untuk segera menyelesaikan semua urusanmu yang ada di planet ini lalu pergi ke Benua Atlantis,” ucap Kaisar Xuan De tertawa renyah.
“Baik,” jawab Heilong.
__ADS_1
“Aku akan kembali ke Istana Es Seribu Pedang dulu untuk menemui Divine Beast Genbu. Sambil menunggu Hou'er kembali ke sini bersama dengan muridnya, kau bisa kembali bermeditasi di Danau Es Seribu Pedang atau di Danau yang ada di belakang Istana Suci Giok Salju. Kedua danau itu memancarkan energi es yang hampir sama, kau bisa memilih sesukamu di mana kau akan bermeditasi untuk memperkuat tingkat kultivasimu,” ucap Kaisar Xuan De.
Kaisar Xuan De langsung pergi meninggalkan Heilong dan menuju ke Istana Es Seribu Pedang untuk menemui Divine Beast Genbu setelah dia mengucapkan semua yang dia katakan pada Heilong.
Li Ziqi dan Dao Xue Lian langsung keluar dari Dunia Jiwa Heilong saat tidak ada orang lain lagi di sana.
“Guru, kenapa kau tiba-tiba keluar!? Bukankah tadi Guru mengatakan bahwa Guru ingin istirahat,” tanya Heilong menatap Li Ziqi.
“Aku ingin pergi ke tempat Xue Xian Hou. Aku sudah berjanji padanya bahwa aku akan mengatakan rahasia tentang kalung Pure Heart yang ada di lehernya. Kau tetap di sini bersama Dao Xue Lian, tadi dia mengatakan padaku bahwa dia akan mengajarimu sesuatu,” ucap Li Ziqi kemudian dia langsung terbang meninggalkan mereka berdua untuk menemui Xue Xian Hou.
Heilong langsung teringat pada Kaisar Xin Feng yang pernah menggunakan jurus Mata Harimau saat berada di Hutan Nortland. Dia merasa bahwa jurus yang akan di ajarkan oleh Dao Xue Lian ini mirip dengan Jurus Mata Harimau milik Kaisar Xin Feng.
Heilong langsung duduk bersila di depan Dao Xue Lian dan menatap wajahnya. Jarak mereka berdua sangat dekat sehingga membuat Dao Xue Lian bisa melihat dengan sangat jelas kedua mata Heilong. Perasaan Dao Xue Lian kembali menjadi kacau saat menatap mata Heilong karena sorot matanya sangat mirip dengan sorot mata Li Xuan saat dia mengampuni nyawanya di pertempuran antara Dewa dan Iblis.
“Apakah seperti ini?”
Pertanyaan Heilong ini mengangetkan Dao Xue Lian dan langsung membuatnya kembali tersadar. Dia menjawab dengan gugup. “Be-Benar seperti itu … Itu adalah posisi terbaik untuk mengatur semua energi murni yang ada di dalam tubuhmu agar bisa terpusat di kedua matamu.”
__ADS_1
“Energi murni!?” tanya Heilong terkejut karena dia baru mendengar istilah ini meskipun dia sudah sering sekali menggunakan energi murni itu tanpa sadar.
“Apakah Gurumu belum mengajarimu tentang energi murni … ? Atau jangan-jangan kau tertidur saat gurumu menjelaskan tentang energi murni ini padamu,” tanya Dao Xue Lian menatap tajam.
“Seingatku, Guru Li Ziqi memang belum pernah mengajariku tentang energi murni ini karena hal pertama yang di lakukan saat baru mengangkatku menjadi muridnya adalah menghajarku sampai aku terluka parah.”
Heilong langsung teringat saat pertama kali bertemu dengan Li Ziqi di dalam Makam Es Seribu Pedang. Saat itu Li Ziqi ingin mengetahui seberapa besar kemampuan bertarung yang dimiliki Heilong, lalu Li Ziqi menghajar Heilong sampai terluka parah dan tak sadarkan diri.
“Hehe … Gurumu itu sepertinya sangat sayang padamu,” ucap Dao Xue Lian tersenyum.
“Apa maksudmu!?” ucap Heilong tak mengerti dengan ucapan Dao Xue Lian.
“Kau akan mengerti jika saatnya sudah tiba. Yang bisa aku katakan hanyalah, sebenarnya gurumu sama sekali tidak berniat untuk menghajarmu sampai terluka parah. Dan dia melakukan ini semua untuk kebaikanmu tapi saat semua itu sempurna, gurumu juga akan pergi meninggalkanmu,” jawab Dao Xue Lian Dingin.
Heilong menjadi semakin bingung dengan ucapan Dao Xue Lian, tapi Dao Xue Lian sama sekali tidak mau menjawab pertanyaan Heilong. Dia malah mengalihkan pembicaraan untuk segera memulai latihan Jurus Mata Dewa. Heilong'pun langsung menurut dan tidak bertanya lagi karena dia berniat untuk bertanya sendiri pada Li Ziqi setelah dia kembali.
Dao Xue Lian mulai memberikan instruksi pada Heilong. “Energi murni adalah energi yang dimiliki oleh makhluk hidup sejak mereka lahir dan energi itu sama sekali tidak memiliki elemen. Energi itu yang merupakan dasar dari energi Yin dan energi Yang karena itu para manusia biasa menyebutnya dengan energi Yin Yang. Pusatkan semua energi murnimu ke kedua matamu lalu biarkan energi murni itu membentuk ulang kedua matamu sambil memperkuat setiap saraf yang ada di matamu.”
__ADS_1