LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V2 # CH 139 TIDAK SENGAJA


__ADS_3

Heilong segera masuk ke kamar Xue Xian Hou sambil membawa makanan yang dia masak secara khusus untuk Xue Xian Hou di dapur yang ada di lantai dua tadi.


Dia menghentikan langkahnya sejenak saat melewati pintu masuk kamar Xue Xian Hou dan melihat sekeliling ruangan ini karena dia baru pertama kali masuk ke dalam kamar seorang Master Sekte.


Di sebelah kiri ruangan ini, ia bisa melihat dua buah rak buku yang cukup besar. Kamar Xue Xian Hou yang baru ini lebih besar dari kamarnya dulu waktu berada di snow moon palace.


Meskipun ruangan di lantai empat ini sudah dibagi menjadi empat ruangan, tapi ruangan yang dijadikan kamar Xue Xian Hou ini masih sangat luas. Xue Xian Hou akhirnya memutuskan untuk membagi lagi ruangan di dalam kamarnya ini menjadi tiga ruangan.


Xue Xian Hou mengetahui jika Heilong sedang memperhatikan setiap ruangan yang ada di kamarnya dan dia 'pun memberi tahu nama masing-masing ruangan itu sambil menunjuk dengan tanganya. “Di depan kita ada dua buah ruangan, yang di sebelah kiri itu adalah ruang kultivasi pribadiku dan yang di sebelah kanan itu adalah ruang tempat tidurku. Dan tempat kita berdiri ini adalah ruang tamu, kamu letakkan makanan itu di meja sebelah sana.”


Heilong segera pergi ke sebuah meja yang ada di tengah ruang tamu dan meletakkan makanan yang di bawanya di atas meja. Mereka berdua lalu duduk di kursi yang telah di siapkan samping meja, kedua kursi ini sudah di tata agar saling berhadapan.


Xue Xian Hou mengambil irisan buah pada salah satu piring menggunakan sumpit dan mencicipinya. “Hmm ... Ini sangat enak, apa nama makanan ini?”


“Yang Itu namanya rujak. Kalo kamu mau, aku bisa memberikan resepnya agar kau bisa membuatnya sendiri ketika aku meninggalkan tempat ini,” jawab Heilong sambil memberikan selembar kertas yang berisi resep rujak dan gado-gado.

__ADS_1


Xue Xian Hou tidak segera mengambil kertas yang di berikan Heilong tapi dia malah mengarahkan sumpitnya ke piring yang satunya dan mengambil sayuran yang telah dilumuri dengan saus kacang.


“Apakah resep makanan ini juga ada di kertas itu? Makanan ini juga enak, aku juga ingin tau resepnya.” tanya Xue Xian Hou.


“Aku sudah menulis resep kedua makanan ini di kertas ini. Tadinya aku akan memberikannya pada juru masak yang ada di sekte ini, tapi sampai saat ini anggota sektemu belum ada yang kembali jadi tidak ada salahnya jika aku titipkan padamu dulu,” ucap Heilong yang masih memegang kertas di tangannya agar di ambil Xue Xian Hou.


“Kalau begitu aku tidak akan sungkan,” jawab Xue Xian Hou.


Xue Xian Hou langsung mengarahkan jari telunjuknya untuk mengabil kertas itu dengan tenaga dalamnya dan melemparkan kertas itu ke dalam sebuah rak buku yang ada di samping. Dia sama sekali tidak memberikan Heilong kesempatan untuk menyentuh tangannya.


“Duduklah kembali, bukanya kamu tadi bilang mau menemani aku makan.”


Saat sedang asyik-asyiknya makan tiba-tiba Xue Xian Hou berbicara. “Untuk kejadian yang waktu itu, aku bersedia untuk melupakannya dan tidak akan membunuhmu tapi kamu harus menikahiku.”


“Uhuk … ” Heilong yang sedang asyik menikmati makanannya langsung tebatuk karena kaget mendengar ucapan Xue Xuan Hou. Dia segera mengambil segelas air minum dan meminumnya sampai habis lalu kembali bertanya untuk memastikan bahwa dia tidak salah dengar. “Apa kau serius, aku harus menikahimu?”

__ADS_1


“Jika kamu menolak tawaranku ini maka aku akan segera membunuhmu setelah aku menyelesaikan makanku. Perlu kau tahu, kau adalah satu-satunya pria yang telah melihat tubuhku jadi aku tidak akan bisa membiarkannya begitu saja dan aku juga membutuhkan bantuanmu untuk meningkatkan kultivasi dan membalaskan dendamku pada Klan iblis,” jawab Xue Xian Hou santai sambil menikmati makanannya dia sama sekali tidak menatap Heilong waktu berbicara.


“Saat ini aku belum siap untuk melakukan hal itu. Aku masih muda dan waktu itukan aku tidak sengaja. Apakah tidak ada cara lain untuk menebus kesalahanku?” ucap Heilong berusaha membela diri.


Xue Xian Hou menghentikan makannya dan meletakkan sumpit yang ada di tangannya lalu mengusap bibirnya yang indah dengan sapu tangan untuk membersihnya dari sisa makanan yang menempel. Kemudian dia berdiri dan berjalan mendekati Heilong sambil tetap membawa sapu tangan yang baru saja dipakainya untuk mengusap bibirnya.


Sapu tangan yang ada di tangan Xue Xian Hou tiba-tiba terlepas dari tangan dan jatuh di depan Heilong. Xue Xian Hou lalu membungkukkan badannya di depan Heilong untuk mengambil sapu tangannya yang terjatuh.


Diam-diam Heilong memperhatikan Xue Xian Hou yang sedang mengambil sapu tangannya yang jatuh didepannya, dia tidak bisa mengedipkan kedua matanya saat melihat Xue Xian Hou menbungkukkan badannya untuk mengambil sapu tangan itu.


Rupanya Xue Xian Hou diam-diam juga memperhatikan Heilong dan langsung mengarahkan pedang embun beku yang sudah ada di tangan kirinya ke paha Heilong sambil berkata dengan dingin.


“Bukankah tadi kau mengatakan padaku bahwa kau masih muda dan belum siap untuk melakukan hal itu. Apakah aku harus memotongnya agar selamanya kamu menjadi tidak siap untuk melakukan hal itu dan menjadi seorang kasim. Dan satu hal lagi, kata tidak sengaja tidak bisa di pakai untuk menutupi kesalahan seseorang. Bagaimana jika aku membunuhmu lalu aku mengatakan aku tidak sengaja membunuhmu karena pedangku tiba-tiba terlepas begitu saja dari tanganku saat aku terpeleset. Apakah orang-orang yang menyayangimu dapat menerima alasanku itu …?”


“Baiklah aku bersedia menikahimu tapi bolehkan aku meminta sedikit waktu karena saat ini aku masih harus mencari kekuatan yang lebih besar lagi agar aku bisa melawan para iblis itu jika kelak mereka datang menyerang lagi.”

__ADS_1


Heilong hanya bisa pasrah karena dia sudah tidak memiliki alasan lagi dan yang bisa dia lakukan untuk saat ini hanyalah mengulur waktu. Lagi pula dia tidak melihat Xue Xian Hou sedang bercanda.


“Aku akan memberimu waktu tapi tidak terlalu lama karena kita harus segera mempelajari jurus ini. Aku hanya memberimu waktu tiga tahun untuk menikahi,” ucap Xue Xian Hou sambil meletakkan dua buah kitab berwarna merah di atas meja.


__ADS_2