LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V1 # CH 82 BLITZ


__ADS_3

Dalam sekejap, ujung pedang Long Bai telah diselimuti oleh energi petir yang terus menyambar-nyambar.


“Swosh ....”


Long Bai lalu menggunakan jurus sambaran dewa petir tanpa bayangan dan tubuhnya langsung menghilang dari pandangan Heilong yang sedang mengamati dari kejauhan.


Lalu dengan sekuat tenaga Long Bai mengayunkan pedangnya ke batu yang sangat besar itu.


“Duar …”


“Boom …”


Batu besar itu langsung terbelah menjadi dua lalu diledakkan oleh petir sampai hancur berkeping-keping.


Long Bai bisa merasakan bahwa energi petirnya naik hingga dua kali lipat saat dia menggunakannya bersamaan dengan Pedang Tarian Petir.


Tiba-tiba aura energi petir yang memancar dari Pedang Tarian Petir menjadi semakin kuat. Tubuh Long Bai menjadi bergetar karena dia tidak mampu menahan tekanan aura energi petir yang sekuat ini.


Dia merasakan tubuhnya secara perlahan mulai diambil alih oleh Pedang Tarian Petir. Gerakannya mulai tak terkendali saat memegang Pedang Tarian Petir dan dia tanpa sadar mengayunkan pedang itu ke sekelilingnya.


“Duar … Duar … Duar …”


Setiap kali pedang itu diayunkan, maka petir yang sangat kuat akan muncul dari pedang dan menghancurkan benda yang ada di depannya.


Long Bai terus berjuang untuk mengendalikan pedang itu. Dia akhirnya menancapkan pedang itu ke tanah karena sudah tidak memiliki cara lagi untuk menahan gerakan dari pedang pusaka itu


“Duar … Boom …”


Lubang selebar dua meter langsung muncul di tanah saat Long Bai menancapkan pedang itu.


“Siapa kau sebenarnya? kenapa kamu berusaha mengambil alih tubuhku,” ucap Long Bai sambil memegang dengan kuat pedang tarian petir yang menancap di tanah.


“Aku adalah Roh senjata dari Pedang Tarian Petir, namaku adalah Blitz. Dan aku berasal dari ras Burung Rajawali Petir. Aku tidak ingin manusia lemah mengendalikanku. Jika kamu mampu menahan semua seranganku dan mengalahkanku maka aku akan mengakuimu menjadi tuanku,” ucap Roh pedang.


“Baiklah, kalau begitu aku akan menundukkanmu,” seru Long Bai.


**


Dari kejauhan, Heilong bisa melihat keanehan pada tubuh Long Bai. Dia lalu bertanya pada Li Ziqi yang ada di dalam dunia jiwanya.

__ADS_1


“Guru,apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Heilong.


“Dia telah membuat kesalahan besar,” jawab Li Ziqi.


“Kesalahan besar?! Apa maksudnya??” tanya Heilong penasaran.


“Saat kamu mendapatkan sebuah senjata yang mempunyai sebuah roh senjata, seharusnya kamu membuat kontrak terlebih dulu dengan roh senjata itu kecuali kamu sudah mendapat pengakuan dari roh senjata yang ada di dalam senjata pusaka itu. Jika kamu lupa melakukan itu maka roh senjata yang ada dalam senjata pusaka itu akan terbangun dan mengamuk. Dia akan berusaha mengambil alih tubuhmu,” jawab Li Ziqi.


“Apa ada cara untuk mengatasinya?” lanjut Heilong bertanya.


“Hanya ada satu cara. Dia harus bertarung dengan roh senjata itu dan mengalahkannya sehingga roh senjata itu itu akan mengakui dia sebagai tuannya,” jawab Li Ziqi.


“Kalau begitu aku akan membantunya,” ucap Heilong.


“Kamu tidak bisa membantunya. Elemen yang kamu miliki adalah air, es dan angin. Itu semua adalah elemen yang lebih lemah jika melawan elemen petir dan akan membuat petir itu akan menjadi semakin kuat. Hanya elemen tanah dan elemen petir itu sendiri yang dapat melawan kekuatan elemen petir. Dengan kata lain jika kamu datang untuk membantunya, kamu malah akan menyulitkan dia. Lebih baik kamu diam disini dan buatlah perisai es untuk melindungi tubuhmu dan gadis yang ada di sampingmu,” ucap Li Ziqi.


Heilong segera sadar jika di sebelahnya ada Yang Tzuyu. Dia segera keluar dari dalam Dunia Jiwa dan membentuk perisai es yang mengelilingi tubuhnya dan Yang Tzuyu.


“Bai gege, apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Yang Tzuyu.


“Roh senjata yang ada di dalam pedang tarian langit tiba-tiba mengamuk dan saat ini bayangan tubuhku sedang berusaha untuk menaklukkannya. Kita sementara diam di sini agar tidak mengganggunya,” jawab Heilong.


**


Pedang Tarian Langit tiba-tiba berubah menjadi burung rajawali berwarna biru dengan tinggi satu meter dan tubuhnya dikelilingi oleh energi petir yang terus menyambar-nyambar.


Langit yang tadinya cerah, secara perlahan mulai berubah menjadi mendung dan dipenuhi dengan petir yang menari-nari. Untungnya bukit ini jauh dari pemukiman penduduk.


Burung rajawali petir itu terus mengibaskan kedua sayapnya ke arah Long Bai dan petir yang kuat langsung muncul dan menyerang ke arah Long Bai disertai dengan hembusan angin yang cukup kuat.


Long Bai segera menggunakan jurus sambaran dewa petir untuk menghindari serangan itu dan tubuhnya menghilang dari pandangan burung rajawali.


“Jadi kamu mau main petak umpet denganku. Baiklah, akan kuhancurkan semua batu dan pohon di bukit ini agar kamu tidak punya tempat untuk sembunyi lagi,”ucap Burung rajawali petir geram.


Burung Rajawali Petir kemudian terbang ke langit dan mengibaskan kedua sayapnya dengan cepat. Dalam sekejap mata ratusan petir yang kuat turun dari langit dan menyambar semua batu dan pohon yang ada di bukit ini sampai hancur.


“Rupanya kamu sembunyi di sana. Sekarang kamu tidak punya tempat untuk sembunyi lagi,” ucap Burung Rajawali Petir.


“Aku tidak perlu sembunyi darimu karena kamu tidak akan bisa menandingi kecepatan lariku,” teriak Long Bai.

__ADS_1


“Menarik. Jika begitu kamu cobalah hindari semua serangan petir-petirku ini,” seru Burung Rajawali Petir.


Burung Rajawali Petir langsung melesat dengan sangat cepat ke arah Long Bai. Dia lalu mengarahkan cakarnya yang tajam dan telah dialiri energi petir untuk menyerang Long Bai.


Tapi, sebelum cakar itu berhasil menyentuh tubuh Long Bai. Long Bai telah menghilang lebih dulu dan muncul di belakang Burung Rajawali Petir.


“Sudah kubilang kecepatanmu tidak akan mampu menandingi kecepatanku. Sekarang aku akan merubahmu menjadi Burung Bakar untuk makan siangku,” ucap Long Bai.


Dia lalu mengeluarkan api di tangannya.


“Meriam Api.”


Bola api yang cukup besar muncul di tangan Long Bai dan meluncur dengan cepat ke arah Burung Rajawali Petir seperti tembakan sebuah meriam.


Burung Rajawali Petir melindungi tubuhnya dengan kedua sayapnya yang di arahkan ke depan untuk menutupi tubuhnya dan menahan serangan Long Bai.


Beberapa helai bulu sayap rajawali petir terbakar dan membuat burung itu semakin marah.


“Beraninya kamu membakar bulu-bulu sayapku. Aku akan mencabik-cabik tubuhmu dengan cakarku,” teriak Burung Rajawali Petir marah.


Dia langsung melesat ke arah Long Bai dengan kedua cakarnya yang tajam. Tapi, Long Bai sepertinya sudah punya rencana.


Long Bai terus berlari menggunakan jurus sambaran dewa petir untuk menghindari serangan dari Burung Rajawali Petir yang terus mengejarnya.


Tiba-tiba Long Bai tersenyum dan berhenti. Dia lalu menggunakan jurus sambaran dewa petir tanpa bayangan.


Dalam sekejap tubuhnya menghilang dan muncul di atas burung rajawali petir lalu memukulnya dengan keras ke bawah sampai jatuh ketanah.


Long Bai lalu melukai tangan kanannya dan mengalirkan darahnya ke atas tubuh Burung Rajawali Petir untuk mengaktifkan simbol sihir dari segel kontak yang ada di bawah kaki Burung Rajawali Petir.


Rupanya saat menghindari serangan Burung Rajawali Petir tadi, gerakan menghindar Long Bai telah di atur supaya membentuk simbol sihir dari segel kontrak senjata.


“Sekarang kamu telah kalah dan masuk ke dalam jebakanku. Mulai sekarang kamu akan menjadi senjataku dan aku akan memanggilmu sesuai dengan namamu yaitu Blitz,” seru Long Bai.


****


Jangan lupa like dan vote ya.


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2