
“Aku mengaku kalah. Mulai sekarang aku mengakuimu sebagai tuanku. Kapan pun anda memanggilku, aku akan segera muncul,” ucap Burung Rajawali Petir lalu dia merubah kembali wujudnya menjadi Pedang Tarian Petir.
“Sekarang masuklah ke dalam Dunia Jiwaku.”
Long Bai kembali menyatukan tubuh dengan Heilong setelah dia berhasil menundukkan Pedang Tarian Petir ini.
Pedang Tarian Petir itupun juga ikut menghilang dan masuk ke Dunia Jiwa Long Bai.
“Bai gege, kemana pedang itu menghilang?” tanya Yang Tzuyu.
“Aku menyimpan pedang pusaka itu di dalam Dunia Jiwaku karena aura energi petir yang memancar dari pedang pusaka itu terlalu menarik perhatian,” jawab Heilong santai sambil menghilangkan perisai es yang melindungi mereka.
“Hebat!! Kamu akhirnya bisa menaklukkan pedang pusaka itu. Padahal Kakakku saja sudah menyerah untuk menaklukkan pedang pusaka itu,” ucap Yang Tzuyu tersenyum sambil memberi bertepuk tangan.
“Hari sudah mulai gelap. Sudah saatnya kita kembali ke penginapan,” ucap Heilong sambil menatap langit.
“Baik, mari kita kembali ke penginapan,” jawab Yang Tzuyu.
Mereka berdua akhirnya berjalan kembali ke penginapan.
**
Lembah Embun Salju.
Karzan, Frankover dan Nash sedang asik memanggang burung dara untuk makan malam mereka.
Tiba-tiba suhu udara di tempat ini menjadi turun dengan sangat ekstrim sampai membuat api yang mereka gunakan untuk memanggang membeku menjadi es.
“Hihihi …”
Suara tawa seorang wanita yang sangat menakutkan tiba-tiba terdengar dari kejauhan dan suara itu semakin lama menjadi semakin dekat.
“Ini adalah suara tawa dari penyihir es,” ucap Karzan.
“Minmei akhirnya kamu datang,” seru Frankover.
“Keluarlah! Jangan bersembunyi lagi. Kami sudah lama menunggu kedatanganmu di tempat ini,” teriak Nash.
__ADS_1
Tubuh Minmei segera muncul dari butiran salju yang turun. “Hehe ... Maafkan aku karena terlambat datang kemari sehingga membuat kalian lama menunggu.”
“Sudah cukup basa basinya, cepat katakan apa rencanamu untuk menyerang Sekte Snow Moon karena aku sudah tidak sabar untuk bertarung. Sudah lama aku tidak menggerakkan otot-ototku ini,” ucap Nash sambil mengepalkan tangan kanannya yang berapi-api.
“Kenapa kamu sekarang berubah menjadi sangat tidak sabaran. Santailah sebentar, aku juga belum makan. Biarkan aku mencicipi dulu rasa dari burung dara yang kalian masak ini.”
Minmei lalu mengambil burung dara yang telah membeku itu dan menyerahkannya ke hadapan Nash. Dengan suara menggoda dia berkata. “Aku tidak bisa memakan makanan yang sudah menjadi es ini, bisakah kamu memanaskannya lagi untukku.”
“Huh ... Kalian para wanita memang banyak maunya,” protes Nash lalu dia mengulurkan tangan kananya, api segera muncul dan membakar burung dara itu.
“Itu hal yang wajar karena kalian para pria juga banyak menuntut dari kami. Hehe …” balas Minmei.
Minmei mulai memakan burung dara bakar itu dengan lahap lalu tangan kanannya melemparkan sebuah peta ke arah Nash.
“Lihat dan pelajari peta itu. Itu adalah peta Sekte Snow Moon,” ucap Minmei.
Nash segera membuka peta itu dan mempelajarinya bersama dengan Frankover dan Karzan. Nash lalu menandai beberapa tempat yang dianggapnya strategis.
Tempat-tempat yang telah dia beri tanda, rencananya akan digunakan sebagai tempat untuk melarikan diri jika keadaan tiba-tiba berubah membahayakan mereka.
“Aku sudah mempelajari peta ini. Lalu bagaimana rencanamu untuk menyerang Sekte itu?” tanya Nash.
Minmei lalu meletakkan makanannya. “Lima hari dari sekarang akan di adakan ujian di Sekte Snow Moon. Saat itu aku akan menyelinap ke tempat rahasia mereka dan mengambil Batu Pelangi Matahari. Ketika aku berhasil mendapatkan batu itu, aku akan segera melemparkan bom cahaya ini ke langit. Saat kalian melihat tanda dariku ini kalian baru bisa menyerang Sekte Snow Moon dan menghancurkan Sekte itu menjadi abu.”
“Rencanamu sangat luar biasa. Kami akan menunggu di sini dan akan segera datang begitu kami melihat tanda darimu,” ucap Nash.
“Kalau begitu aku akan segera kembali ke Sekte Snow Moon agar mereka tidak mencurigaiku,” ucap Minmei dan dia segera pergi meninggalkan tempat itu.
Suhu udara di tempat ini secara perlahan mulai kembali normal saat Minmei telah pergi dari tempat ini.
“Sepertinya cintamu bertepuk sebelah tangan. Wanita itu sama sekali tidak melihat wajahmu ketika dia pergi dari sini,” ucap karzan mengejek Frankover.
“Tenang saja, saat aku menyelesaikan tugas ini. Aku akan punya cukup waktu untuk menundukkannya,” jawab Frankover santai sambil memainkan pistolnya.
Nash segera memperbanyak gambar peta itu dan menyerahkan salinan peta itu pada karzan dan Frankover.
“Kalian berdua simpan peta ini. Jika keadaan berbalik dan membahayakan kita, segeralah pergi ke daerah yang telah aku tandai untuk melarikan diri.”
__ADS_1
Mereka berdua segera menyimpan peta itu di kalung penyimpanan mereka.
**
Sekte Snow Moon.
Xue Xianzi yang baru pulang dari kota Waerebo segera pergi ke ruang alkimia dan menyerahkan bahan pembuatan obat yang telah dia beli.
“Guru Xue Yun, ini semua bahan pembuatan obat pesanan guru,” ucap Xue Xianzi sambil menyerahkan barang belanjaannya.
“Terimakasih Xianzi, tapi kenapa perjalananmu kali ini begitu cepat tidak seperti biasanya,” tanya Xue Yun.
“Saat perjalanan, aku mendapat tumpangan gratis dari seorang teman yang aku temui di jalan. Beast miliknya sangat cepat karena itulah aku bisa kembali hanya dalam waktu dua hari,” jawab Xue Xianzi.
“Jadi begitu. Oh iya aku hampir saja lupa, kemarin ibumu datang menemui untuk mencarimu lalu aku mengatakan padanya bahwa kamu sedang pergi keluar sekte untuk berbelanja bahan obat-obatan,” ucap Xue Yun.
“Lalu apakah ibu meninggalkan pesan untukku?” tanya Xue Xianzi.
“Ibumu hanya menitipkan sebuah pesan padaku agar memintamu untuk segera menemuinya begitu kamu kembali,” jawab Xue Yun.
“Jadi ibu sudah keluar dari latihan tertutupnya. Apa ibu menjadi bertambah kuat?” tanya Xue Xianzi.
“Jadi selama ini Master Sekte sedang latihan tertutup. Pantas saja akhir-akhir ini aku susah sekali menemuinya dan kemarin saat dia mendatangiku aku menjadi terkejut karena dia telah menjadi seorang Grand Emperor tingkat satu,” jawab Xue Yun.
“Ternyata ibu telah berhasil menerobos. Aku akan segera menemuinya. Terimakasih guru Xue Yun karena telah memberitahuku,” ucap Xue Xianzi lalu dia meninggalkan ruang alkimia.
Xue Xianzi segera pergi ke Ice Snow Palace untuk menemui Xue Xian Hou.
“Ibu, aku dengar kamu mencariku. Apakah ada sesuatu yang penting?” tanya Xue Xianzi saat melihat ibunya.
“Aku ingin kamu melanjutkan latihanmu. Kita masih punya waktu lima hari sebelum ujian dimulai,” ucap Xue Xian Hou.
“Baik ibu,” jawab Xue Xianzi.
**
Kota Waerebo.
__ADS_1
Seperti biasa selama di kota ini Heilong mempunyai hobi baru yaitu setiap malam dia selalu menghabiskan waktu malamnya di atas atap gedung penginapan untuk melihat pemandangan langit malam kota ini yang dihiasi dengan Aurora yang menari-nari.
Tiba-tiba Yang Tzuyu datang dari belakang dan berjalan perlahan ke arah Heilong.