LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V3 # CH 293 HADIAH DARI BENUA SELATAN


__ADS_3

Heilong akhirnya sampai di meja makan yang ada di halaman rumah itu sambil membawa semua makanan yang di masak di dapur. Dia juga melihat Xue Xian Hou sudah ada di sana dan duduk di kursi yang ada di samping meja sambil menunggu kedatangannya.


“Apa kau sudah lama di sini?” tanya Heilong sambil menata makanan yang dia bawa di atas meja.


“Tidak, aku baru saja datang ke sini mungkin belum ada lima menit. Aku langsung duduk saja karena sama sekali tidak ada siapa'pun di sini,”jawab Xue Xian Hou sambil membantu Heilong menata makanan.


“Bukankah tadi Kakekmu ada di sini. Apa mungkin dia pergi ke Istana Suci Giok Salju untuk mencarimu karena kau tidak cepat kembali ke sini,” ucap Heilong sambil melihat daerah sekeliling mungkin saja ada jejak yang ditinggalkan Kaisar Xuan De.


“Itu tidak mungkin, aku bukanlah anak kecil jadi mana mungkin dia mencariku hanya aku tinggal beberapa menit saja. Lagipula aku sejak tadi mengadakan rapat dengan para Guru pembimbing di depan pintu gerbang sekte jadi jika Kakekku datang mencariku, aku pasti akan melihatnya,” jawab Xue Xian Hou.


“Kalau begitu mungkin dia sedang pergi ke Istana Divine Beast Genbu karena aku juga tidak melihat Divine Beast Genbu di sini,” ucap Heilong setelah dia sama sekali tidak menemukan tanda-tanda kehadiran Kaisar Xuan De di sekitar bukit ini.


“Apakah kau mau membawa semua makanan ini ke Istana Makam Es Seribu Pedang dan makan bersama di sana?” tawar Heilong.


“Lebih baik jangan karena Istana Makam Es Seribu Pedang bukanlah istana biasa tapi itu adalah tempat tinggal para Divine Beast. Istana itu sama seperti tempat suci, aku takut jika kita makan bersama di sana maka akan mencemari kesucian tempat itu,” jawab Xue Xian Hou.


“Lalu apa yang harus kita lakukan dengan semua makanan ini. Apakah kita menunggu Kakekmu kembali baru kita makan bersama? ” tanya Heilong menunjuk makanan yang ada di atas meja.

__ADS_1


Xue Xian Hou mengulurkan telapak tangan kanannya dan membuat sebuah penutup makanan yang terbuat dari kristal es. Lalu dia menutup semua makanan yang ada di atas meja dengan penutup makanan yang dia buat dan hanya menyisakan dua buah minuman.


“Dengan penutup makanan ini maka semua makanan itu akan tetap aman dan suhu kedua makanan itu tidak akan berubah karena tutup makanan itu bisa membuat ruangan yang ada di dalamnya menjadi hampa udara. Kita bisa minum itu dulu sambil menunggu ke datangan Kakekku,” jawab Xue Xian Hou menujuk dua buah kelapa muda yang sengaja tidak dia masukkan ke dalam penutup makanan.


“Baiklah, kita bisa minum itu sambil mengobrol sepertinya kita sudah lama tidak mengobrol santai,” ucap Heilong.


Xue Xian Hou mulai meminum air kelapa muda itu dan merasakan seluruh tubuhnya menjadi hangat. “Hmm … Minuman ini sangat enak dan bisa menghangatkan tubuh. Minuman Ini sangat cocok jika di minum di Benua Utara yang cuacanya sangat dingin.”


“Minuman itu terbuat dari Jahe Phoenix dan Ginseng Api Merah dari Benua Selatan. Jadi wajar saja jika minuman itu bisa menghangatkan badan. Jika kamu mau membuatnya sendiri suatu saat nanti maka aku akan memberikan kedua bahan itu karena aku masih memiliki banyak Jahe Phoenix dan Ginseng Api Merah di dalam gelang galaxyku. Aku bisa memberikan kedua bahan itu secara gratis padamu, anggap saja sebagai ganti dari rumah yang kau buat ini,” ucap Heilong.


“Baiklah, tapi aku tidak ingin mengambil semuanya karena kamu pasti juga membutuhkan kedua bahan itu. Jika tidak, mana mungkin kamu menyimpan kedua bahan itu dalam jumlah yang sangat banyak. Berikan aku seperempat bagian saja,” jawab Xue Xian Hou.


“Ulurkan tangan kirimu,” ucap Heilong.


Xue Xian Hou langsung mengulurkan tangan kirinya tanpa banyak bicara karena dia juga ingin mengetahui apa yang akan di lakukan Heilong. “Apa yang ingin kamu lakukan dengan tangan kiriku? Aku sama sekali tidak memiliki gelang penyimpanan sepertimu di tangan kiriku tapi aku memakai cincin penyimpanan di tangan kananku.”


Heilong langsung memakaikan gelang galaxy yang ada di tangan kanannya ke tangan kiri Xue Xian Hou. “Aku memberikan gelang galaxy itu sebagai hadiah karena cincin penyimpanan yang kau miliki tidak akan cukup untuk menyimpan kedua bahan itu meskipun jumlahnya hanya seperempat bagian.”

__ADS_1


Xue Xian Hou langsung melihat isi dari gelang galaxy yang ada di tangan kirinya karena dia menjadi penasaran saat Heilong mengatakan bahwa cincin penyimpanan yang dia miliki tidak akan cukup untuk menyimpan kedua bahan ini.


“Ginseng dan jahe sebanyak ini hanya seperempat bagian saja!?” ucap Xue Xian Hou terkejut saat melihat jumlah kedua bahan yang ada di dalam gelang galaxynya, hampir sama dengan tinggi bukit tempat dia berada saat ini.


“Ya, itu hanya seperempat bagian saja. Tapi jika kau mengkonsumsinya untuk dirimu sendiri setiap hari, kedua bahan itu tidak akan habis meskipun sudah kamu pakai selama sepuluh tahun,” jawab Heilong.


“Bagaimana kau bisa mendapatkan kedua bahan itu dalam jumlah yang sangat banyak? Kedua bahan ini termasuk bahan yang langka karena hanya bisa tumbuh di Benua Selatan saja karena Benua itu memiliki suhu udara yang tinggi dan struktur tanahnya sebagian besar adalah padang pasir,” tanya Xue Xian Hou penasaran.


“Ini adalah hadiah dari Kaisar Feng Cheng karena aku berhasil menyembuhkan penyakit yang ada di tubuh putrinya,” jawab Heilong.


“Jadi kamu adalah orang yang telah membantu Feng Tzuyu mendapatkan Mustika Air Buaya Salju. Ceritakan padaku bagaimana caramu mendapatkan Mustika itu karena setahuku buaya itu bukanlah buaya biasa karena buaya itu adalah Beast yang telah menjadi bagian dari bangsa iblis,” ucap Xue Xian Hou.


Heilong kemudian menceritakan pada Xue Xian Hou saat dia bertarung melawan buaya Salju. Dia juga tidak lupa menceritakan saat Buaya Salju itu akan kalah lalu menunjukkan wujud aslinya yang ternyata adalah Iblis Buaya Darah dan saat Feng Tzuyu menempa tubuh Kirin Es menjadi Pedang Taring Putih.


“Jadi pedang yang selama ini kau gunakan adalah pedang buatan Feng Tzuyu. Pantas saja pedang itu memiliki ciri khas seperti senjata yang dibuat oleh para penempa dari Benua Selatan,” ucap Xue Xian Hou lalu dia lanjut bertanya. “Apakah setelah itu kamu mengantarkannya pulang kembali ke Benua Selatan dan bertemu Kaisar Feng Cheng?”


“Benar, aku memang mengantarkannya pulang kembali ke Benua Selatan. Lalu …” jawab Heilong tapi langsung di potong oleh Xue Xian Hou.

__ADS_1


“Lalu Kaisar Feng Cheng memintamu untuk menikahi Feng Tzuyu. Benarkan tebakanku ini?” ucap Xue Xian Hou menatap mata Heilong.


__ADS_2