LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V1 # CH 128 KEHANCURAN SEKTE SNOW MOON ( PART 6 )


__ADS_3

"Tring ... Tring..." suara pisau-pisau Shi Tian dan Karzan saling bertabrakan satu sama lain di udara sebelum akhirnya jatuh ke tanah.


"Kau rupanya bukan kakek-kakek biasa. Harus aku akui meskipun usiamu sudah tua, tapi gerakanmu masih sangat lincah dan tingkat kultivasimu juga sangat tinggi," ucap Karzan memuji lawannya.


"Aku cuma orang tua yang suka berlatih ilmu beladiri dan sangat mengagumi seni bela diri menggunakan pisau. Sebenarnya aku sudah lama menarik diri dari urusan dunia luar dan hanya berdiam diri di dalam Klanku untuk mencari penggantiku. Tapi apa yang kalian lakukan pada sekte snow moon telah mengusik ketenangan orang tua ini karena itu kalian semua harus menerima hukuman," ucap Shi dengan nada sedikit mengancam.


"Dasar kakek bermulut besar..!!" ucap Karzan geram mendengar ancaman Shi Tian.


Karzan mengeluarkan enam buah pisau hitam miliknya dengan kedua tangannya dan memasukkan energi kegelapannya pada pisau itu.


Aura berwarna hitam mulai menyelimuti pisau karzan seperti pusaran angin yang membuat pisau-pisaunya semakin tajam.


"Pusaran Pisau Kegelapan."


Karzan langsung melemparkan pisau hitamnya ke arah Shi Tian.


Pisau-pisau yang di lemparkan karzan berputar secara tak beraturan dan setiap kali pisau itu berubah arah maka jumlahnya akan menjadi dua kali lipat, tapi semua pisau itu tetap mengarah maju ke tempat Shi Tian berdiri.


Hal ini menyulitkan Shi Tian untuk menangkis pisau yang dilemparkan Karzan karena dia tidak bisa menebak arah pergerakan pisau itu dengan pasti.


Shi Tian berdiri dengan tenang di tempatnya sambil mengamati pergerakan pisau yang di lemparkan Karzan lalu dia mengeluarkan sebuah kipas berwarna putih dari balik bajunya.


"Pisau Kipas Es."


Ini adalah jurus yang sama seperti yang digunakan oleh Luo Yi saat melawan Xue Xiang, tapi jumlah pisau-pisau es yang muncul saat Shi Tian mengibaskan kipasnya jauh lebih banyak dari pada saat Luo Yi menggunakan jurus ini.


Shi Tian mengibaskan kipasnya ke depan, dalam sekejap dua puluh lima buah pisau es muncul dan langsung melesat untuk menghalau pisau hitam Karzan yang sudah semakin dekat.


"Trang …”


Kedua pisau itu saling bertabrakan dan akhirnya jatuh ke tanah.


Tubuh Karzan tiba-tiba menghilang dari pandangan Shi Tian dan muncul di belakang tubuhnya.


"Itu tadi hanya pemanasan saja. Sekarang coba kamu tahan jurus pisauku ini," ucap Karzan menyeringai sambil melemparkan pisau hitamnya lebih banyak dari sebelumnya untuk menyerang Shi Tian.

__ADS_1


" He...He..." Shi Tian cuma tertawa mendengar ucapan Karzan.


Shi Tian segera membalikkan tubuhnya ke belakang, lalu dia mengibaskan kipasnya dua kali sambil memasukkan energi es yang lebih besar dari sebelumnya ke dalam kipasnya.


Jumlah pisau es yang muncul saat Shi Tian mengibaskan kipasnya menjadi berlipat ganda, hanya dalam hitungan detik seratus buah pisau muncul dan langsung menyerang pisau-pisau hitam Karzan.


" Clang...Clang...Clang...," suara benturan pisau yang sangat kuat terdengar di udara sebelum pisau-pisau itu hancur dan jatuh ke tanah.


*


Tidak jauh dari sana Jendral Lian Zhou dan Heilong melihat pertarungan antara Shi Tian dan Karzan dengan penuh konsentrasi sehingga mereka bisa melihat dengan jelas semua gerakan-gerakan jurus yang mereka berdua gunakan.


"Hei anak muda, menurutmu siapa yang akan menang?" Jendral Lian Zhou bertanya pada Heilong tanpa melihat ke arahnya karena pandangannya masih tertuju pada pertarungan Shi Tian dan Karzan.


"Dari segi tingkat kultivasi mereka berdua seimbang, tapi dari segi pengalaman bertarung aku rasa kakek Shi Tian lebih unggul. Aku juga bisa menebak bahwa sebenarnya kakek Shi Tian belum mengeluarkan kekuatan penuhnya," jawab Heilong.


"Kamu benar, senior Shi Tian memang belum mengeluarkan jurus andalannya. Dugaanku ternyata tidak salah, kau memang memiliki mata yang sangat tajam," ucap jendral Lian Zhou.


"Apa anda tahu jurus andalan kakek Shi Tian?" tanya Heilong penasaran.


"Apakah memang sehebat itu jurusnya," ucap Heilong sedikit terkejut.


"Kita lihat saja, sepertinya dia akan segera mengeluarkan jurus andalannya," ucap Jendral Lian Zhou.


*


Setelah saling bertukar beberapa jurus Karzan dan Shi Tian berdiri di tempatnya masing-masing dengan tenang untuk mengatur nafas dan mengumpulkan energi.


"Anak muda siapa namamu?" tanya Shi Tian sambil melihat Karzan.


"Untuk apa kamu menanyakan namaku?" tanya karzan sedikit aneh.


"Aku akan membuatkan nisan yang bagus untukmu setelah aku membunuhmu untuk menghormatimu karena kau lah orang ketiga yang memancingku untuk menggunakan jurus ini," jawab Shi Tian.


"Dasar kakek-kakek sialan!!Aku akan membunuhmu lebih dulu sebelum kamu berhasil membunuhku," ucap Karzan geram

__ADS_1


Shi Tian meledakkan semua energi yang ada di tubuhnya sambil mengangkat kedua tangannya ke atas.


Energi yang memancar dengan kuat membuat tubuhnya melayang setinggi dua meter di atas tanah dan ribuan pisau perak keluar dari tubuhnya.


"Inilah saat kematianmu."


"Pisau Terbang Mengguncang Langit "


Ribuan pisau perak yang ada di sekitar tubuh Shi Tian bergerak ke arah Karzan seperti aliran arus air laut yang sangat kuat dan cepat.


Pisau-pisau perak ini akan menerjang apapun yang ada di depannya seakan-akan tidak ada yang bisa membendung pergerakan pisau ini.


"Jurus macam apa itu?!" ucap Karzan terkejut.


Karzan tidak mau kalah, dia juga meledakkan energi kegelapannya untuk mengeluarkan jurus andalannya dan ribuan pisau hitam muncul di sekitar tubuhnya.


"Pisau Jaring Laba-laba Kegelapan."


Ribuan pisau hitam yang di keluarkan Karzan segera berkumpul didepannya dan membentuk sebuah tembok yang mirip jaring laba-laba. Pisau-pisau hitam ini akan menjebak dan merobek-robek tubuh mangsanya saat dia mendekat seperti jaring laba-laba.


"Jadi kau ingin menahan pisau-pisau perakku. Itu adalah ide yang bodoh anak muda. Akan lebih baik jika kau lari menghindari pisau-pisauku, itupun jika kau punya waktu untuk lari," ejek kakek Shi Tian.


"Tutup mulutmu!! Dasar kakek-kakek cerewet," teriak Karzan marah.


" Ha..ha..." Shi Tian tertawa terbahak-bahak melihat emosi Karzan.


" Clang...Clang...Clang..."


Pisau-pisau perak Shi Tian akhirnya menabrak jaring pisau hitam Karzan dan terhenti. Shi Tian menarik kedua tangannya ke belakang dan pisau-pisaunya pun bergerak mundur kebelakang.


Melihat pisau Shi Tian bergerak mundur karzan menjadi lega dan mengendurkan kekuatan pisau jaring laba-laba kegelapannya.


"Haha … Apakah cuma seperti itu kemampuanmu kakek tua. Apakah kamu takut jika pisau-pisau kesayanganmu akan rusak ketika melawan jurus pisau jaring laba-laba kegelapanku," ucap Karzan sombong.


Shi Tian menyeringai dan menggerakkan kedua tangannya ke depan dengan cepat,gerakan ini membuat pisau-pisau perak yang tadinya bergerak mundur. Seketika berubah arah menjadi bergerak maju ke depan dan semakin cepat dari sebelumnya.

__ADS_1


"Apa!!! Dasar kau kakek-kakek licik," ucap karzan dengan kedua matanya melotot.


__ADS_2