LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V3 # CH 341 AMBIL SEMUA


__ADS_3

“Apakah kau tidak ingin menyusul mereka ke Gudang?”


Guru Yi Shu menjadi tidak sabar karena dia sudah menunggu cukup lama bersama dengan Heilong. Tapi Lu Zhan, Lin Chong Wei dan para anggota dari Pavilliun Saung Bambu itu belum juga kembali ke tempat ini.


“Kenapa Guru Yi Shu terlihat begitu cemas? Tempat ini sekarang sudah aman, tidak ada lagi iblis yang akan mengancam nyawa mereka,” tanya Heilong saat melirik guru Yi Shu yang ada di sampingnya.


“Sepertinya aku sudah mengatakan padamu bahwa Jenderal Long Yun sedang menuju ke gerbang perbatasan ini untuk melakukan pemeriksaan rutin,” jawab Guru Yi Shu.


“Aku masih mengingatnya, tapi Guru sendiri yang mengatakan padaku bahwa Jenderal Long Yun sama sekali tidak terlibat dengan semua ini,” jawab Heilong.


“Aku memang tidak pernah melihat Jenderal Long Yun terlibat dengan masalah ini secara langsung. Tapi bukti-bukti yang aku dapatkan sepertinya mengarah padanya,” ucap Guru Yi Shu berpikir keras mengingat setiap bukti yang dia miliki.


“Apakah Guru yakin?” tanya Heilong memastikan.


“Aku baru benar-benar yakin jika aku sudah bertanya langsung pada Kaisar Long Jin. Sekarang kita harus pergi dari tempat ini sebelum Jenderal Long Yun datang ke sini,” seru Guru Yi Shu.


“Baik. Mari kita menyusul ke Gudang penyimpanan milik para prajurit penjaga pembatas dan mengajak mereka semua pergi dari tempat ini,” ajak Heilong.


Mereka berdua langsung berjalan menuju ke Gudang penyimpanan yang berada di sudut paling kiri dari wilayah pintu gerbang perbatasan.


**


Di dalam gudang penyimpan, ternyata Lu Zhan membagi semua orang yang ada di sana menjadi dua kelompok.


Mereka yang berada di kelompok Lu Zhan memiliki tugas untuk mengambil semua bahan makanan dan rempah-rempah yang ada di dalam gudang ini. Sedangkan yang berada di kelompok Lin Chong Wei bertugas untuk mengambil senjata dan kebutuhan barang-barang untuk para penempa senjata.

__ADS_1


“Saudara Lin, apakah kau yakin jika Guru tidak akan marah saat dia mengetahui bahwa kita telah mengambil semua barang-barang yang ada di dalam gudang ini?” tanya Lu Zhan dengan nada serius.


“Tuan Long Bai tidak akan marah karena barang-barang tidak akan berguna di tempat ini sekarang. Semua benda-benda ini mungkin akan menyebabkan suatu masalah jika tetap berada di sini,” jawab Lin Chong Wei.


“Bagaimana bisa begitu?! Bukankah barang-barang ini sudah ada di sini sejak lama. Bagaimana bisa membawa masalah?” balas Lu Zhan cepat karena tidak setuju dengan ucapan Lin Chong Wei.


“Sekarang wilayah pintu gerbang perbatasan ini sama sekali tidak ada yang menjaganya karena semua prajurit yang asli telah di bunuh oleh para iblis. Coba kau bayangkan jika ada penduduk sekitar atau para iblis yang datang ke tempat ini dan mengambil senjata-senjata itu, apakah menurutmu ini bukan sebuah masalah yang besar?” ucap Lin Chong Wei sambil menunjuk ratusan senjata berbentuk pedang dan tombak yang ada di depannya.


“Yang kau katakan memang benar. Aku tidak berpikir sampai sejauh itu. Yang aku pikirkan hanya jika semua bahan makanan ini tidak di ambil, maka semua bahan makanan ini akan rusak dan membusuk,” jawab Lu Zhan menggaruk-garuk kepala.


Mereka semua memindahkan semua barang-barang yang ada di dalam gudang itu lalu menaruhnya di depan Lin Chong Wei dan Lu Zhan karena tugas mereka berdua adalah memastikan mana barang yang masih layak di simpan dan mana yang harus dibuang.


Heilong akhirnya sampai di gudang itu bersama dengan guru Yi Shu. Dan langsung bertanya pada Lu Zhan dan Lin Chong Wei.


Lu Zhan langsung menoleh ke belakang dan menjawab. “Tinggal sedikit lagi Guru. Aku hanya tinggal memeriksa beberapa karung rempah-rempah ini saja.”


“Aku juga sama Tuan, aku hanya tinggal memeriksa beberapa baju perang ini saja,” sahut Lin Chong Wei yang masih memegang sebuah baju perang di tangannya.


“Baiklah, kalau begitu aku akan menunggu di luar.”


Heilong kembali keluar dari gudang itu dan menunggu di luar karena bagian dalam gudang itu terlalu sesak dan juga banyak debu.


**


Hutan Petir Utara.

__ADS_1


Di tempat yang tidak seberapa jauh dari wilayah pintu gerbang perbatasan bagian utara, yaitu Hutan Petir Utara yang berjarak sekitar dua puluh kilometer dari pintu gerbang perbatasan.


Jenderal Long Yun memerintah pasukannya untuk berhenti dan mendirikan tenda saat mereka tiba di Hutan Petir Utara karena sekarang hari sudah mulai gelap dan banyak sekali Beast liar yang keluar untuk mencari makan. Jenderal Long Yun rencananya akan melanjutkan perjalanan besok pagi.


Para prajurit itu langsung turun dari kudanya dan menurunkan semua barang yang mereka bawa. Mereka segera membuat dapur umum dan mendirikan sebuah tenda yang sangat besar untuk tempat Jenderal Long Yun bermalam.


Namun seorang prajurit pengintai tiba-tiba datang melapor saat Jenderal Long Yun akan memasuki tendanya. Prajurit itu terlihat sangat buru-buru seperti ada suatu hal yang sangat penting dan harus segera di laporkan.


Prajurit pengintai itu langsung bersujud memberi hormat saat tiba di depan Jenderal Long Yun dan menyampaikan berita yang sangat penting. “Lapor Jenderal. Saya melihat ada pertempuran yang sangat dahsyat di sekitar pintu gerbang perbatasan bagian utara. Pertempuran itu menyebabkan pintu gerbang perbatasan menjadi hancur dan semua prajurit penjaga pintu gerbang perbatasan telah gugur.”


“Apa kau melihat wajah orang yang berani menyerang wilayah gerbang perbatasan bagian utara?” tanya Jenderal Long Yun geram.


“Lapor Jenderal. Saya hanya melihat ada seekor Naga berwarna hitam yang berukuran sangat besar. Naga itu menyemburkan api hitamnya di sekitar wilayah perbatasan. Banyak sekali mayat dari prajurit yang terbakar karena api berwarna hitam itu,” jawab prajurit pengintai


Rupanya prajurit pengintai ini baru sampai ke wilayah pintu gerbang perbatasan saat Heilong menggunakan jurus menghilangnya dan dia hanya melihat Naga Kegelapan Neraka saja di sana.


“Apakah kau yakin tidak ada orang lain lagi selain Naga Hitam itu?” tanya Jenderal Long Yun tak percaya.


“Tidak ada, Jenderal,” jawab prajurit mata-mata penuh keyakinan.


“Kau boleh kembali ke tempatmu sekarang,” seru Jenderal Long Yun memberi perintah.


Prajurit pengintai itu langsung pergi meninggalkan Jenderal Long Yun seperti sebuah bayangan. Tidak ada siapa'pun yang bisa melihat kepergiannya.


Sementara itu, Jenderal Long Yun langsung memerintahkan anak buahnya untuk mengemasi semua barang-barang bawaannya dan melanjutkan perjalanan menuju ke pintu gerbang perbatasan bagian utara malam ini juga.

__ADS_1


__ADS_2