LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V2 # CH 231 XUAN WU VS HEILONG


__ADS_3

Kaisar Xuan Wu dan Heilong saling membenturkan tinjunya satu sama lain.


Kaisar Xuan Wu menggunakan kekuatan elemen es sedangkan Heilong terpaksa harus menggunakan kekuatan elemen apinya untuk melawan kekuatan elemen es yang sangat kuat dari Kaisar Xuan Wu.


“Hebat juga kau anak muda. Sepertinya adikku tidak memilih orang yang salah untuk menjadi calon suaminya,” puji Kaisar Xuan Wu saat melihat Heilong dapat menahan kekuatan elemen esnya.


“Terimakasih, aku anggap itu sebagai pujian dari calon Kakak ipar,” jawab Heilong tersenyum. “Sepertinya niatmu bukan hanya untuk menghilangkan kebosanan saja saat mengajakku berlatih tanding satu lawan satu. Kamu pasti memiliki niat yang lain.”


“Pintar sekali, Sebenarnya aku belum begitu percaya dengan kemampuan bertarungmu. Meskipun Jenderal Lian Zhou sudah banyak menceritakan keberanianmu saat mengalahkan Karzan, Nash, dan Jenderal Iblis Last,” jawab Kaisar Xuan Wu.


“Dengan kata lain sebenarnya kamu ingin menguji kemampuan ilmu beladiri milikku agar hatimu menjadi tenang,” tebak Heilong.


“Benar sekali. Xue Xian Hou adalah adikku satu-satunya karena itu aku harus memastikan dengan mata kepalaku sendiri bahwa orang yang akan menjadi suaminya kelak, mampu untuk melindungi dirinya sendiri dan adikku dalam keadaan apapun. Aku tidak ingin adikku kelak jatuh dalam kesengsaraan ataupun cepat menjadi janda,” jawab Kaisar Xuan Wu.


“Lalu bagaimana sekarang? Apakah sekarang aku sudah pantas untuk menjadi calon suami adikmu?” tanya Heilong tersenyum.


“Belum. Jika kau bisa menjatuhkanku baru aku akan mengakui kekuatanmu dan kau layak untuk menjadi calon suami adikku,” jawab Kaisar Xuan Wu.


“Baiklah, kalau begitu aku akan mulai serius. Akan aku tunjukkan bahwa aku mampu untuk melindungi Xue Xian Hou di masa depan saat dia nanti sudah menjadi istriku,” seru Heilong.


Dari atas sebuah bukit yang tidak jauh dari tempat Kaisar Xuan Wu dan Heilong sedang berduel. Seorang wanita dengan menggunakan cadar, diam-diam terus mengamati pertarungan mereka berdua dengan sangat serius sampai dia tidak bisa mengedipkan matanya. Tatapan mata indahnya selalu terfokus pada Heilong.


“Kalau begitu, aku juga akan mulai serius dari sekarang tidak akan aku biarkan kau bisa menang dariku dengan mudah,” jawab Kaisar Xuan Wu.


Kaisar Xuan Wu dan Heilong meledakan semua kekuatan yang ada di tubuh mereka secara bersamaan, hingga tubuh mereka berdua sama-sama terpental dengan jarak kurang lebih lima meter.


Kaisar Xuan Wu menjadi lebih bersemangat karena dia tidak pernah menyangka ternyata Heilong begitu kuat hingga bisa menangkis setiap jurus yang dia keluarkan dengan mudah. Kaisar Xuan Wu mulai mengumpulkan energi elemen esnya pada tinju yang ada di tangan kanannya dan siap melemparkan tinjunya ke arah Heilong.


“Tinju Es Badai Salju,”


Heilong Juga melakukan hal yang sama. Dia mengumpulkan energi elemen apinya agar berpusat di tinju yang ada di tangan kanannya sambil menatap ke arah Kaisar Xuan Wu dengan tajam.


“Tinju Api Unicorn.”


Jurus Tinju Api Unicorn adalah jurus api yang diajarkan oleh Bianca. Saat dia memberikan sebagian Bola Inti Energi Apinya kepada Heilong, tanpa disadari oleh Heilong ternyata Bianca juga memasukkan pengetahuan tentang Jurus Tinju Api Unicorn ini ke dalam ingatan Heilong dan Heilong baru mengetahui jurus ini ketika dia mencoba menggunakan kekuatan apinya tanpa menggunakan pedang saat dia berlatih di Dunia Gerbang Waktu.


Heilong dan Kaisar Xuan Wu melompat secara bersamaan dengan membawa tinjunya masing-masing yang dipenuhi dengan energi yang sangat mengerikan. Merekapun akhirnya saling bertukar pukulan di udara.


“Boom ….”


Tinju Es Kaisar Xuan Wu dan Tinju Api Heilong saling berbenturan dengan sangat keras di udara dan menimbulkan suara ledakan yang sangat keras.


“Hebat juga kekuatan api yang kau miliki, tapi kenapa Jenderal Lian Zhou tidak pernah mengatakan padaku bahwa kau memiliki kekuatan elemen api. Dia hanya mengatakan padaku bahwa kau menguasai kekuatan elemen Air, Angin dan Es. Jangan-jangan selama ini kau sengaja menyembunyikan kekuatan elemen apimu dan menggunakannya hanya di saat yang terdesak saja,” ucap Kaisar Xuan Wu.


“Bukankan setiap pendekar memang selalu harus menyembunyikan jurus andalannya dan hanya digunakan dalam kondisi mendesak saja. Itu sudah menjadi prinsip di dalam dunia persilatan,” jawab Heilong.


“Kau memang benar. Aku hampir saja lupa kalau ada prinsip seperti itu di dunia persilatan,” ucap Kaisar Xuan Wu.


Kaisar Xuan Wu mulai memusatkan pikirannya untuk menenangkan emosi dan pikirannya. Kelebihan dari kultivator elemen es adalah saat emosinya menjadi tenang maka kekuatan mereka akan menjadi semakin kuat.


Sekali lagi Kaisar Xuan Wu memusatkan energi elemen esnya agar berkumpul di tinju yang ada di tangan kanannya karena dia akan mengeluarkan Jurus Tinju Es Badai Salju tapi dengan kekuatan yang jauh lebih besar dari sebelumnya.


Heilong mengernyitkan dahinya karena merasakan tekanan energi elemen es yang sangat kuat memancar dari tinju yang ada di tangan kanan Kaisar Xuan Wu. Heilong memperkirakan bahwa kekuatan yang ada pada tinju es Kaisar Xuan Wu saat ini lebih kuat hingga tiga kali lipat dari tinju es yang sebelumnya. Kekuatan Es sebesar ini sangat tidak mungkin jika harus dilawan dengan menggunakan Jurus Tinju Api Unicorn.

__ADS_1


Heilong mulai menyalurkan empat puluh persen kekuatan apinya ke tangan kanannya dan membayangkan bahwa tangan kanannya adalah sebuah pedang. Bayangan api yang berubah menjadi pedang-pedang api seukuran harus mulai muncul dan mengelilingi tangan kanan Heilong.


“Tinju Es Amukan Badai Salju.”


“Tapak Racun Api”


Tinju Es Kaisar Xuan Wu membentuk energi yang berbentuk kepalan tangan es raksasa yang mengarah lurus ke arah Heilong. Sedangkan Jurus Telapak tangan Heilong membentuk telapak tangan raksasa yang di keliling dengan jarum-jarum pedang api.


“Boom ….”


“Sruing … Sring …. Sring ….”


Suara ledakan yang sangat keras terdengar sekali lagi, akibat benturan dua kekuatan yang sangat besar. Bahkan tanah tempat mereka berdiri juga ikut berguncang karena tidak kuat menahan besarnya tekanan yang disebabkan oleh benturan kekuatan mereka berdua.


Aura api yang sangat panas dan aura es yang sangat dingin membuat suhu udara di sekitar tempat mereka bertarung menjadi tidak berubah-ubah tidak menentu dan menimbulkan kabut asap yang sangat tebal.


Kekuatan elemen api dari Tapak Racun Api yang di keluar oleh Heilong terus mengikis Tinju Es yang di buat oleh Kaisar Xuan Wu. Sehingga Bayangan Tinju Es itu secara perlahan semakin menipis.


“Sebenarnya apa jenis api yang kau miliki? Kenapa suhunya sangat panas seperti panas matahari,” tanya Kaisar Xuan Wu sambil terus mengalir energi esnya kedalam Bayangan Tinju Es agar Tinju Es itu tidak hancur.


“Apiku ini adalah Api surgawi dan kekuatannya hampir sama dengan kekuatan api Phoenix yang dimiliki oleh Divine Beast Suzaku,” jawab Heilong.


Kaisar Xuan Wu terus mengalirkan energi esnya kedalam Bayangan Tinju Es miliknya. Heilong pun juga melakukan hal yang sama, dia mengalirkan energi api yang lebih besar lagi ke dalam Tapak Racun Apinya sehingga membuat jumlah jarum pedang-pedang api yang mengitari Bayangan Telapak Tangan Api menjadi semakin banyak. Dan Akhirnya.


“Boom ….”


Kedua kekuatan besar itu sama-sama hancur dan menghilang lalu berubah menjadi kabut asap yang sangat tebal akibat dari proses penguapan. Kabut tebal itu mengelilingi tempat mereka berdua berada.


“Kakek, apakah Kakek bisa melihat sesuatu di dalam kabut itu? Aku sangat mengkhawatirkan keadaan mereka berdua karena kekuatan yang barusan itu sangat dahsyat. Aku takut mereka berdua sedang terluka parah di dalam kabut asap itu,” tanya Lin Meylin cemas.


“Aku sudah mencoba menggunakan jurus mata cahayaku namun jurus mata cahayaku itu tidak mampu untuk menembus kabut asap yang sangat tebal ini. Sebenarnya aku juga sangat Khawatir tapi tidak ada yang bisa Kakek lakukan untuk saat ini. Lebih baik kita tunggu sebentar sampai kabut asap ini menghilang dengan sendirinya,” jawab Kaisar Fu Hao tak berdaya karena dia tidak bisa memenuhi keinginan Cucunya.


Lin Meylin mencoba melihat sekeliling tempatnya berada, barangkali dia bisa menemukan sesuatu yang bisa digunakan untuk mempercepat kabut asap tebal ini agar cepat menghilang. Akhir Dia teringat pada jurus ayahnya.


“Ayah, apakah ayah bisa menggunakan jurus angin ayah untuk mempercepat agar kabut asap tebal ini menghilang?” pinta Lin Meylin sedikit memohon.


“Akan Ayah coba. Mudah-mudahan cara ini berhasil.” jawab Lin Chong Wei.


Lin Chong Wei langsung mengeluarkan senjata Tombak Naga Angin dan menggerakkan tombak yang ada di tangannya itu ke atas. Lalu dia memutar-mutar tombaknya dengan sangat cepat dan bergerak berlawanan arah dengan arah jarum jam sehingga membentuk sebuah angin tornado yang memiliki arah putaran yang bisa menyedot benda-benda yang ada di sekitarnya agar masuk kedalam pusaran angin itu.


“Pusaran Angin Kematian.”


Jurus Lin Chong Wei ini ternyata berhasil. Secara perlahan, kabut asap yang sangat tebal itu mulai di serap oleh pusaka angin tornado yang terbentuk dari jurusnya.


Tidak butuh waktu lama akhirnya kabut asap tebal yang menutupi tempat itu langsung menghilang.


Mereka semua akhirnya menjadi lega saat melihat kondisi Kaisar Xuan Wu dan Heilong yang masih baik-baik saja. Mereka berdua berdiri saling berhadapan dan menatap dengan tajam satu sama lain.


Kaisar Xuan Wu menjadi sangat terkejut karena Heilong bisa menandingi kekuatan yang dia miliki padahal usia Heilong saat ini masih sangat muda. Bukan hanya Kaisar Xuan Wu saja ternyata yang menjadi terkejut tapi Kaisar Fu Hao juga ikut terkejut setelah menyaksikan kekuatan Heilong saat melawan Kaisar Xuan Wu dengan mata kepalanya sendiri.


Kaisar Fu Hao adalah orang yang paling mengerti seperti apa kekuatan yang dimiliki Kaisar Xuan Wu karena baru beberapa waktu yang lalu dia juga bertarung melawan Kaisar Xuan Wu, tapi mereka menggunakan senjata mereka saat bertarung jadi mereka berdua bisa mengeluarkan kekuatan penuhnya masing-masing.


“Semua yang dikatakan Menantu dan Cucuku ternyata memang benar adanya. Pemuda yang bernama Long Bai ini ternyata memang sangat kuat. Di tambah lagi dia memiliki kekuatan api yang hampir sekuat dengan api yang dimiliki oleh Kaisar Feng Cheng dari Kerajaan Red Phoenix. Tidak aneh rasanya jika dia mampu mengalahkan salah satu Jenderal Iblis di usia yang semuda itu. Mungkin inilah yang menyebabkan dia menjadi orang pilihan para Divine Beast,” gumam Kaisar Fu Hao dalam hati.

__ADS_1


“Saat ini dia sedang tidak fokus, entah apa yang sedang dia pikirkan. Inilah saatnya aku melakukan serangan balik. Bagaimanapun juga inilah adalah sebuah pertarungan, siapa yang lengah maka dialah yang kalah.”


Heilong melihat sebuah kesempatan yang sangat bagus untuk menyerang Kaisar Xuan Wu dan dia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Heilong langsung menggunakan jurus langka angin pemecah badai dan berlari ke tempat Kaisar Xuan Wu dengan sangat cepat.


Tiba-tiba tubuh Heilong menghilang dari pandangan semua orang dan muncul di belakang tubuh Kaisar Xuan Wu. Heilong langsung melompat dan melayangkan tendangan saltonya ke arah wajah Kaisar Xuan Wu.


“Buk …. ”


Tendangan Heilong mengenai bahu sebelah Kiri Kaisar Xuan Wu karena tiba-tiba saja Kaisar Xuan Wu menyadari serangan Heilong dan bergerak sedikit menggeser tubuhnya untuk menghindari tendangan Heilong.


Kaisar Xuan Wu kemudian meraih kaki Heilong yang akan mendarat ke tanah lalu membanting tubuh Heilong di depannya.


“Bang ….”


Tubuh Heilong membentur tanah dengan sangat keras karena di banting oleh Kaisar Xuan Wu dengan kekuatan penuh. Kaisar Xuan Wu langsung menduduki tubuh Heilong yang masih tergeletak dia atas tanah dan menghantamkan tinjunya beberapa kali ke wajah Heilong.


Heilong mengumpulkan energinya yang tersisa dan menggerakkan kedua kakinya ke atas untuk meraih kepala Kaisar Xuan Wu dari belakang lalu melemparkannya dengan sangat kuat agar pergi menjauh dari atas tubuhnya menggunakan kedua kakinya.


“Bang ….”


Tubuh Kaisar Xuan Wu terpental sangat jauh karena dilempar oleh kaki Heilong yang sudah diselimuti dengan kekuatan elemen angin. Dan baru mendarat saat membentur sebuah pohon jati salju yang telah berumur ribuan tahun sehingga ukuran pohon itu menjadi sangat besar dan tidak hancur saat di tabrak Kaisar Xuan Wu.


Kaisar Xuan Wu dan Heilong sama-sama mencoba berdiri dengan susah payah karena tubuh mereka berdua menang terasa sakit semua.


Terutama Heilong yang mendapat serangan telak berkali-kali di wajahnya. Dia merasakan wajahnya seperti dipukul palu berkali-kali, untung saja kekuatan dari Jurus Restorasi Jiwa yang ada di dalam dirinya bisa aktiv dengan sendirinya saat tubuh Heilong mendapatkan luka sehingga semua luka yang ada di wajahnya telah sembuh dengan sendirinya.


Kaisar Xuan Wu dan Heilong saling menatap tajam satu sama lain seperti dua ekor binatang buas yang siap bertarung sampai mati.


“Long Bai, kita sudah menghabiskan banyak waktu untuk bertarung namun belum bisa menentukan siapa pemenang diantara kita. Bagaimana menurutmu jika kita bertarung menggunakan senjata dan bertarung dengan kekuatan penuh untuk menentukan siapa pemenang di antara kita,” tawar Kaisar Xuan Wu.


“Aku setuju karena aku juga tidak memiliki banyak waktu. Aku harus segera menyelesaikan pertarungan ini dan pergi ke tempat lain untuk menyelesaikan urusan yang sangat penting,” jawab Heilong.


Kaisar Xuan Wu langsung mengeluarkan Tombak Naga Es dan mengalirkan energi es yang sangat besar ke dalam Tombak Naga Es yang ada di tangan kanannya. Lalu berlari kearah Heilong sambil mengarahkan ujung tombaknya ke tubuh Heilong.


“Liukan Naga Es Menerjang Badai,”


“Roar …”


Aura berbentuk Naga Es muncul dari tombak Kaisar Xuan Wu dan langsung menyerang dengan ganas ke arah Heilong berdiri.


Merasa sedikit terdesak, Heilong langsung mengeluarkan pedang Blue Star Heaven Sword miliknya yang merupakan pedang terkuat yang dia miliki saat ini.


Heilong kemudian mengalirkan kekuatan energi api dan energi angin miliknya ke dalam pedang Blue Star Heaven Sword dan menggunakan gerakan untuk mengeluarkan Jurus Pedang Api Membelah Angkasa.


“Pedang Api Membelah Angkasa,”


Kedua kekuatan besar antara Kaisar Xuan Wu dan Heilong, sekali lagi akan berbenturan dengan sangat dahsyat. tapi tiba-tiba …


“Dunia Es Abadi.”


“Naga kembar pembeku Lautan.”


Hawa dingin yang sangat mengerikan langsung muncul di tempat Heilong dan Kaisar Xuan Wu berada dan membekukan kaki mereka berdua, tidak lama kemudian dua naga es kembar muncul dan melilit kedua tangan Kaisar Xuan Wu dan Heilong untuk menghentikan gerakan jurus mereka.

__ADS_1


__ADS_2