LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V2 # CH 187 ISTANA ULAR


__ADS_3

“ Kenapa kamu terlihat begitu terkejut saat melihat angka yang muncul di layar monitor ini. Apakah ada yang salah dengan hasil tes IQ ku... ? ” tanya Lin Chong Wei saat melihat keterkejutan Heilong karena dia sebenarnya juga tidak tau apa itu sebenarnya tes IQ yang dia tahu hanyalah dia harus menjawab semua pertanyaan yang muncul di layar monitor dengan benar dan cepat karena setiap pertanyaan itu memiliki batas waktu tertentu. Jika tidak di jawab maka akan di anggap salah.


“ Tidak ada yang salah, justru ini adalah suatu berita yang sangat bagus. Angka itu mununjukkan bahwa kamu memiliki kecerdasan yang sangat tinggi dari manusia lain termasuk diriku. Sepertinya tidak salah jika Yang Shuo memintamu untuk membantu pengembangan proyek pembuatan bola cahaya. ” ucap Heilong menepuk pundak Lin Chong Wei.


Heilong kemudian berjalan menuju ke sebuah lemari besi khusus yang ada di sudut kanan ruangan dan membuka kemari besi itu. Dia mengambil sebuah tas berwarna hitam dan sebuah buku salinan tentang cara pembuatan lampu yang dibuatnya beberapa waktu yang lalu. Setelah mengambil kedua benda itu, Heilong menutup kembali lemari besi itu dan berjalan kembali ketempat Lin Chong Wei lalu menyerahkan kedua barang itu pada Lin Chong Wei.


“ Benda apa ini.. ? ” tanya Lin Chong Wei saat menerima tas berwarna hitan itu.


“ Bukalah, yang pasti kau akan sangat senang setelah mengetahui isi dari tas itu, ” jawab Heilong.


Lin Chong Wei segera membuka tas hitam itu dan menemukan sebuah kotak hitam berukuran 36 cm X 26 cm dengan ketebalan sekitar 6 cm. Dia kemudian mengeluarkan benda itu dari dalam tas dan meletakkannya di sebuah meja yang ada di sampingnya. Dia mengamati setiap bagian benda ini dengan teliti dan melihat bentuk benda ini hampir mirip seperti sebuah cangkang kerang yang memiliki dua bagian di dalamnya yang bisa di buka dan ditutup karena ada sebuah bagian yang mirip dengan engsel di bagian belakangnya.


Lin Chong Wei kemudian membuka benda itu dan menjadi sangat terkejut karena dia melihat sebuah layar yang mirip monitor sebuah komputer di bagian atas benda itu dan di bagian bawahnya di melihat banyak sekali tombol-tombol yang mirip dengan keyboard komputer.


“ Ben... Benda ini...??!! Jangan... jangan benda ini adalah.... " ucap Lin Chong Wei gugup karena saking terkejutnya sambil menunjuk benda itu dengan tangannya.


“ Benda itu adalah laptop. Itu adalah sebuah komputer namun dalam bentuk yang lebih praktis dan mudah dibawah kemanapun dan lebih ringan serta daya listrik yang dibutuhkan untuk menyalakan sebuah laptop tidak sebesar komputer. Aku memberikan laptop itu padamu dengan tujuan agar kau mempelajari cara menggunakan benda itu mulai dari sekarang karena benda itu pasti akan sangat berguna untuk mendukung proses pengerjaan proyek pengembangan bola cahaya yang sebentar lagi akan kita jalankan bersama dengan Yang Shuo. ” ucap Heilong menatap Lin Chong Wei.

__ADS_1


“ Terima kasih tuan... Terima kasih tuan... Aku sangat beruntung dapat memiliki benda seperti ini. Aku akan pasti akan mempelajari cara menggunakan benda ini dan menyimpannya dengan baik, ”


Karena saking senangnya Lin Chong Wei tanpa sadar sudah berkali-kali membungkukkan badannya pada Heilong hanya untuk berterima kasih. Dia kemudian mengambil sebuah buku yang juga di berikan oleh Heilong.


“ Lalu buku ini..? sepertinya ini juga bukan sebuah buku biasa, " tanya Lin Chong Wei sambil memegang buku itu.


“ Buku itu adalah buku tentang pembuatan bola cahaya atau yang biasa kamu sebut dengan lampu. Beberapa waktu yang lalu, aku sengaja membuat beberapa salinan buku tentang cara pembuatan bola cahaya yang rencananya akan aku berikan pada orang-orang yang ikut terlibat dalam pengembangan proyek ini karena ini bukanlah sebuah proyek biasa, jika kita berhasil mengembangkannya proyek ini maka kita akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar. Namun akan ada bahaya yang akan mengintai kita yaitu penduduk yang menguasai elemen cahaya. Jika kita berhasil memproduksi bola cahaya ini secara massal sepertinya para penduduk yang menguasai elemen cahaya akan memusuhi kita karena peran mereka untuk menerangi kota saat malam dengan kekuatan cahayanya akan semakin berkurang. Jadi sekarang kau simpan dulu kedua benda itu dan pelajarilah jika kau sedang santai. Sekarang kalian berdua ikutlah aku keruang kultivasi, aku akan membantu meningkatkan kultivasi kalian berdua dan memberikan beberapa kitab ilmu beladiri karena di masa depan sepertinya akan banyak orang yang akan mengincar nyawa kalian. Jadi kalian harus menguasai beberapa ilmu beladiri untuk dapat melindungi diri kalian sendiri. " ucap Heilong lalu dia menepuk pundak Lin Chong Wei. “ Terutama kau. Sekarang kau bukanlah orang yang lemah lagi dan bukanlah seorang sampah. Dantian yang ada di tubuhmu sudah aku sembuhkan jadi mulai sekarang kau harus giat berlatih kultivasi agar kau bisa melindungi dirimu sendiri dan juga putrimu. ”


Lin Chong Wei menganggukkan kepalanya. “ Anda benar. Sekarang aku sudah melatih kultivasiku, aku bukanlah seorang sampah lagi. Tidak akan aku biarkan kejadian seperti kemarin terulang lagi, karena kelemahanku aku hampir saja kehilangan nyawa putriku akibat terkena racun ular salju. ”


Lin Meylin memeluk tangan ayahnya dan berkata. “ Itu semua bukanlah kesalahan ayah, itu semua terjadi karena kecerobohanku. Saat aku kehausan aku tidak memeriksa dulu air yang akan aku minum padahal aku memiliki elemen cahaya yang bisa mendeteksi racun. ”


“ Benar yang kakak ucapkan, ” sahut Lin Meylin.


“ Sekarang ikutlah aku ke ruang kultivasi. ”


Heilong memimpin mereka pergi meninggalkan kokpit pesawat dan menuju ke ruang kultivasi yang ada di dalam pesawat.

__ADS_1


**


Laut selatan, Benua selatan.


Di dasar sebuah lubang yang ada di tengah-tengah laut selatan terdapat sebuah kerajaan ular yang sangat besar. Di sana seperti surga bagi para beast ular karena terdapat banyak puluhan ribu beast ular yang hidup disana, mulai dari beast ular yang tidak berbisa sampai beast ular yang paling mematikan.


Di dalam sebuah istana yang sangat besar dan indah. Seekor ular king cobra raksasa berwarna emas dengan mahkota kristal yang menghiasi kepalanya sedang berdiri di singgasananya.


Seekor ular salju tiba-tiba masuk kedalam istana dengan terburu-buru untuk melapor pada raja ular.


“ Apakah ada sesuatu yang penting hingga membuatmu datang menghadapku terburu-buru seperti itu jendral Rains, " tanya raja ular saat melihat kedatangan ular salju.


“ Lapor raja, pangeran Frost dan putri Frosty telah dibunuh oleh seorang manusia saat mereka berada di benua utara. ” jawab jendral Rains.


“ Apa katamu..!! Siapa yang berani membunuh putra dan menantuku itu apakah kau tahu siapa namanya, ” ucap raja ular geram.


“ Saya tidak tahu namanya raja. Tapi saja berhasil merekam wajahnya, ” jawab jendral rains

__ADS_1


Sebuah cahaya memancar dari dahi jendral rains dan memperlihatkan gambar wajah Heilong.


“ Manusia itu lagi. Bukankah manusia ada di dekat Feng Cheng saat dia membunuh jendral wisa tirta. ” ucap raja ular geram, lalu dia memberi perintah. “ Sebarkan wajah orang ini ke semua bangsa ular dan umumkan bahwa dia adalah musuh dari bangsa ular dan siapapun yang bisa membunuhnya akan aku beri hadiah yang besar. ”


__ADS_2