
Roh pedang itu segera melihat tingkat kultivasi yang Long Bai dan dia menjadi tersenyum. "Apakah dengan kekuatanmu yang seperti itu kamu yakin bisa menaklukkanku? Jika aku bersedia sekalipun, kekuatamu itu belumlah cukup untuk bisa menggerakkanku ketika aku dalam wujud sebuah pedang."
"Apa maksudmu?" tanya Long Bai.
"Ketika aku dalam wujud pedang, berat pedang itu mencapai sepuluh ribu kilogram. Dengan kata lain hanya kultivator yang sudah mencapai tingkat God lah yang bisa menggunakanku dengan bebas. Itupun jika mereka lulus dari ujian yang aku berikan," ucap roh pedang sambil menatap Long Bai tajam.
"Ujian...??? Ujian seperti apa itu, aku ingin mencobanya," seru Long Bai terlihat bersemangat.
"Baiklah. Sesuai keinginanmu, jika kau bisa melewati garis ini make kau akan lulus dari ujian yang aku berikan." Roh pedang menggerakkan ujung jarinya dan dia membuat garis panjang di depannya. "Majulah jika kau ingin mencoba."
Long Bai segera bergerak maju. Tapi baru sepuluh langkah, dia merasakan tekanan yang cukup kuat sehingga membuatnya susah bergerak.
Dia memutuskan untuk berhenti bergerak sejenak dan mengumpulkan kekuatannya.
"Apa hanya segitu saya kemampuanmu?" ucap roh pedang mengejek.
Mendengar ejekan itu, Long Bai segera mengeluarkan semua energimu es dan angin miliknya untuk membuat sebuah pelindung di tubuhnya dan mulai bergerak perlahan.
__ADS_1
Semakin jauh dia bergerak mendekati garis itu, tekanan yang ada disekitarnya menjadi semakin kuat. Setiap kali dia menggerakkan kakinya, maka akan muncul bekas jejak kaki karena menahan kuatnya tekanan yang menyerangnya.
ketika jaraknya dengan pedang itu hanya tinggal sepuluh meter, roh pedang ini tiba-tiba menggerakkan tangannya. "Aku ingin lihat seberapa kuat tekadmu."
Tiba-tiba petir menyerang tubuh Long Bai dan dia terpental mundur sejauh empat meter. "Apa maksudmu dengan menyerangku?"
"Aku tidak pernah mengatakan bahwa aku tidak akan menyerangmu selama ujian ini berlangsung karena serangan ini juga bagian dari ujian," jawab roh pedang dingin.
"Hehe … Ternyata kau cukup licik juga," ucap Long Bai sambil tertawa mengejek.
"Apa kau bilang!!! Beraninya kau menghinaku!!"
Petir yang lebih banyak dari sebelumnya tiba-tiba muncul dan langsung menyerang tubuh Long Bai.
"Huwaa...aaahhhh... " teriak Long Bai kesakitan saat petir menghujani tubuhnya dan dia terjatuh ke tanah.
"Hehe … Apa kamu belum mau menyerah?" ucap roh pedang sambil tertawa mengejek.
__ADS_1
Long Bai berusaha berdiri. Pakaiannya sudah compang camping, banyak sekali robekan di sana sini akibat serangan petir tadi. "Aku masih kuat. Aku belum menyerah.. !!"
Long Bai bergerak maju secara perlahan sambil menahan rasa sakit yang sangat luar biasa.
Roh pedang itu lalu menggerakkan tangannya selalu lagi, kali ini api yang kuat langsung menyembur dari tangannya dan menuju ke arah Long Bai untuk membakarnya.
" Huwaaa...Ahhhh..hhhh …" jerit kesakitan Long Bai bergema di seluruh ruangan saat tubuhnya terbakar dalam api dan terbang ke langit, setelah satu menit tubuhnya jatuh ke tanah.
"Akhirnya selesai juga. Bocah kecil ini kuat juga rupanya, tubuhnya tidak hancur ketika menerima api milikku," ucap Roh pedang menatap tubuh Long Bai yang telah di selimuti darah dan banyak luka di tubuhnya.
"Apa?!" Roh pedang itu tiba-tiba terkejut.
Tubuh Long Bai yang dipenuhi luka mencoba berdiri dengan susah payah.
"Aku masih bisa berdiri. AKU BELUM MENYERAH.. !!!! " Teriak Long Bai.
"Dasar Bocah keras kepala terimalah ini jurusku ini.”
__ADS_1
Badai api dan petir muncul di tangan roh pedang dan segera menyerang ke arah Long Bai.