
“Benarkah rambutku akan kembali menjadi hitam jika aku berhasil menguasai semua jurus elemen kegelapan yang akan anda ajarkan padaku?” tanya Xin Ye tidak percaya.
“Benar, aku sama sekali tidak berbohong. Sekarang rambutmu berwarna perak karena aliran energi Yin yang sangat melimpah di dalam tubuhmu. Namun setelah kau menguasai jurus-jurus elemen kegelapan yang akan aku ajarkan sebentar lagi, energi Yin itu secara perlahan akan di ubah menjadi energi kegelapan sehingga rambutmu akan berubah warna menjadi hitam dan bercahaya seperti warna aura kegelapan yang memancarkan dari tubuhku,” seru Divine Beast Lambda.
Divine Beast Lambda langsung memperlihatkan aura kegelapannya di hadapan Xin Ye. Warna aura yang memancarkan dari tubuh Divine Beast Lambda tidak berwarna hitam pekat seperti apa yang di bayangkan Xin Ye selama ini, tapi auranya berwarna hitam bercampur dengan serpihan-serpihan cahaya yang berkilau seperti bintang.
“Warna aura yang sangat indah. Jika warna rambutku bisa berubah menjadi seperti itu, pasti aku akan menjadi lebih cantik dari sebelumnya,” ucap Xin Ye kagum.
“Bukan hanya cantik tapi kamu akan memiliki warna rambut seperti yang dimiliki oleh seorang Dewi. Selain itu aku masih mempunyai sebuah kabar gembira untukmu yaitu jarak antara Benua Atlantis dengan Planet Bumi tidak terlalu jauh, aku bisa mengirimmu kembali ke Planet Bumi tapi dalam bentuk roh dan untuk waktu yang tidak terlalu lama karena jika terlalu lama maka rohmu tidak akan bisa kembali lagi ke tubuhmu,” ucap Divine Beast Lambda.
“Kenapa aku hanya bisa kembali ke Planet Bumi dengan wujud roh saja?” tanya Xin Ye penasaran.
“Karena sekarang kamu bukan lagi penduduk Planet Bumi tapi kamu adalah Penduduk Planet Dreamland. Sedangkan Benua Atlantis ini adalah penghubung antara kedua Planet itu. Sang Pencipta telah membuat sebuah medan pelindung khusus yang mencegah penduduk kedua Planet ini untuk saling menyebrang kecuali dalam bentuk roh. Jadi kamu akan memiliki wujud seperti hantu jika kembali ke Planet Bumi saat ini kecuali sang Pencipta sendiri yang memberimu izin untuk menyebrang ke Planet Bumi dengan menggunakan tubuh fanamu secara utuh,” jawab Divine Beast Lambda.
“Lalu bagaimana caraku meminta izin itu?” lanjut Xin Ye bertanya.
“Dengan Berdoa. Sang Pencipta pasti akan mendengar Doa'mu di mana'pun kau berada. Jika Sang Pencipta mengabulkan Doa'mu maka kau pasti akan menemukan suatu cara yang tak terduga untuk melewati pembatas itu dan cara itu akan muncul secara tiba-tiba tanpa kau sadari entah itu di dalam pikiranmu atau melalui benda yang ada di sekitarmu,” jawab Divine Beast Lambda.
“Baik, aku akan mengingat semua perkataan anda dan aku juga akan selalu berdoa kepada Sang Pencipta agar memberiku petunjuk untuk bisa kembali ke Planet Bumi meskipun untuk sesaat karena aku sangat rindu dengan keluargaku yang ada di Bumi,” jawab Xin Ye tersenyum bahagia karena dia mendapatkan harapan untuk bisa kembali ke Planet Bumi.
“Bagus. Kau memang tidak boleh lupa dengan Sang Pencipta dan terus berdoa padanya karena dia adalah penguasa semua alam semesta ini. Bahkan Dewa Tertinggi'pun harus tunduk dan mematuhi segala perintah yang di berikan oleh Sang Pencipta,” ucap Divine Beast Lambda..
__ADS_1
“Sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan,” ucap Xin Ye tiba-tiba.
“Kau pasti ingin bertanya apakah Heilong akan memiliki kesempatan untuk pergi ke Benua Atlantis'kan?” tebak Divine Beast Lambda.
“Benar, seandainya dia bisa ke tempat ini maka aku bisa mengajaknya kembali ke Planet Bumi meskipun hanya sebentar dan dalam wujud roh,” jawab Xin Ye.
“Kau jangan khawatir karena Heilong pasti akan datang ke Benua Atlantis ini. Aku dan Shen Long telah memerintahkan Nero untuk mengundang Heilong datang ke Benua Atlantis tapi dia ingin menyelesaikan masalah yang ada di Benua Timur dulu sebelum dia datang ke Benua Atlantis,” jawab Divine Beast Lambda.
“Akhirnya aku masih memiliki kesempatan untuk kembali ke Planet Bumi bersama dengan Kak Long,” ucap Xin Ye bahagia.
“Xin Ye, sepertinya kita sudah terlalu lama membuang-buang waktu di sini. Mari kita segera pergi ke Istanaku agar kita bisa segera memulai latihanmu,” ajak Divine Beast Lambda.
Saat tiba di dekat lubang itu, Xin Ye kembali dibuat terkejut saat melihat keajaiban yang terjadi di depan matanya. Awan putih yang sejak tadi menutupi Istana tempat tinggal Divine Beast Lambda, kini secara perlahan bergerak menjauh dan memperlihatkan kepada Xin Ye sebuah Istana yang terbuat dari kristal berlapis emas yang sangat indah melayang-layang di udara.
Sesaat kemudian sebuah anak tangga yang terbuat dari mutiara hitam muncul secara berurutan dari halaman istana itu dan terus menuju ke lubang yang ada di ujung Goa tempat dia dan Divine Beast Lambda berdiri.
“Ini benar-benar sebuah keajaiban yang sangat indah. Aku merasa sangat beruntung karena bisa melihat keajaiban seperti ini dalam hidupku,” ucap Xin Ye kagum.
“Kau harus terbiasa dengan semua keajaiban ini karena mulai sekarang kau akan tinggal di tempat ini dalam waktu yang cukup lama. Sekarang ikuti aku melewati anak tangga ini,” ucap Divine Beast Lambda.
Xin Ye mengikuti Divine Beast Lambda dari belakang saat berjalan melewati anak tangga mutiara hitam itu. Dia berjalan dengan sangat hati-hati karena takut terpeleset dan jatuh ke bawah karena saat matanya melihat ke bawah dia sama sekali tidak bisa melihat apapun selain kabut tebal yang mirip seperti awan.
__ADS_1
Divine Beast Lambda tiba-tiba berhenti di tengah-tengah anak tangga mutiara dan berbalik untuk melihat Xin Ye karena dia merasakan Xin Ye tetap diam di tempatnya dan tidak berani berjalan kedepan.
“Apa yang kau takutkan?” tanya Divine Beast Lambda.
“Entah kenapa kakiku tidak bisa di gerakan saat aku melihat ke bawah anak tangga mutiara hitam ini,” jawab Xin Ye dengan kaki gemetaran.
“Apakah kau takut ketinggian?” lanjut Divine Beast Lambda bertanya.
“Tidak, aku sama sekali tidak takut dengan ketinggian tapi entah kenapa saat melihat kebawah aku jadi merasa takut karena aku tidak bisa melihat dasar dari tempat yang ada di bawah kakiku,” jawab Xin Ye.
“Haha ... ”
Divine Beast Lambda tertawa terbahak-bahak lalu menghentakkan kakinya ke atas anak tangga mutiara hitam itu dan anak tangga mutiara hitam itu langsung menghilang. Dan mereka berdua langsung terjatuh ke bawah.
“Ahh .... !!”
Xin Ye berteriak sekencang-kencangnya karena ketakutan saat dia merasakan dirinya terjatuh dari anak tangga mutiara hitam itu. Dia merasa kehidupan yang baru saja dia peroleh akan kembali di renggut untuk selamanya.
Dalam pikiran Xin Ye, saat ini muncul banyak sekali pertanyaan tentang Divine Beast Lambda yang tidak bisa dia jawab sendiri.
Kenapa Divine Beast Lambda dengan sengaja menjatuhkannya dari anak tangga mutiara hitam itu? Kenapa Divine Beast Lambda yang seorang Dewa tega melakukan semua ini? Apakah selama ini, kebaikan yang di tunjukkan oleh Divine Beast Lambda hanyalah sebuah kepalsuan? Kenapa Divine Beast Lambda menginginkan kematiannya? Siapakah Divine Beast Lambda itu? Mungkinkah Divine Beast Lambda adalah bagian dari Bangsa Iblis?.
__ADS_1