LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V1 # CH 75 TAHU TEK TEK PINGGIR KAHYANGAN


__ADS_3

Dapur Restoran Bulan Merindu.


Setiap koki di dapur sedang sibuk menyiapkan makanan yang dipesan oleh para pengunjung restoran.


Tiba-tiba seorang gadis masuk ke dapur dan menemui kepala koki Lu Zhan. Gadis ini adalah kepala pelayan di restoran ini dan namanya adalah Li Mei.


“Li Mei, ada apa kamu datang ke dapur? kamu kan bisa meminta anak buahmu untuk mengantar daftar makanan pesanan pelanggan seperti biasanya,” tanya Lu Zhan yang terkejut melihat kedatangan Li Mei, sebab ini bukanlah hal yang biasa terjadi.


“Ini adalah pesanan khusus dari Nona. Dia memintamu membuat makanan sesuai dengan resep yang ada di kertas ini sebanyak empat porsi.” Li Mei memberikan resep makanan yang ditulis oleh Heilong.


Lu Zhan segera mengambil kertas itu lalu membacanya.


“Ini …?!”


“Apakah ada yang salah dengan resep itu?” tanya Li Mei ketika melihat raut wajah Lu Zhan yang berubah setelah melihat resep itu.


"Tidak, hanya saja resep ini terlalu sederhana,” jawab Lu Zhan.


“Kalau begitu cepatlah kamu buatkan makanan ini karena Nona sedang menunggu masakan ini di lantai dua,” ucap Li Mei.


“Baiklah, aku akan mengantarnya sendiri ketika makanan ini selesai aku masak,” jawab Lu Zhan.


Li Mei pergi meninggalkan dapur.


Lu Zhan segera menyiapkan bahan-bahan dan mulai memasaknya. Tidak butuh waktu lama hanya sekitar lima belas menit makanan itu sudah jadi.


“Pak, makanan apa yang sedang anda buat? Baunya sangat harum. Apa itu menu baru restoran kita yang bapak ciptakan?” tanya salah seorang anak buahnya.


“Ini adalah makanan khusus pesanan Nona. Dan resepnya juga diberikan oleh Nona. Aku juga heran padahal resepnya sangat sederhana tapi jika dilihat dari baunya yang sangat harum ini, rasanya pasti sangat enak,” ucap Lu Zhan heran dan dia segera menyimpan catatan resep itu di sakunya untuk dipelajari lain waktu.


“Kamu bantu aku mengantarkan makanan ini ke lantai dua,” ucap Lu Zhan sambil memberikan dua piring makanan kepada anak buahnya.


Lu Zhan dan anak buahnya segera pergi untuk mengantarkan makan itu ke lantai dua.


**

__ADS_1


Di Lantai Dua.


Heilong, Xue Xianzi, Yang Zhu dan Yang Tzuyu duduk dengan tenang dalam satu meja. Sama sekali tidak ada hal yang mereka bicarakan.


Lu Zhan Akhirnya datang membawakan makanan pesanan mereka. Dia datang bersama dengan salah seorang orang anak buahnya. Mereka berdua membawa empat buah nampan makanan tertutup dan segera meletakkannya di tengah meja.


Ketika tutup nampan itu dibuka, seketika bau harum dari saus kacang memenuhi meja dan membangkitkan nafsu makan mereka.


“Ini?! Apa benar ini makanan yang dibuat berdasarkan resep masakan yang kamu tulis tadi? ucap Yang Tzuyu sambil menatap Heilong.


“Benar. Ini adalah resep yang aku tulis dan nama makanannya adalah Tahu tek-tek pinggir kahyangan,” jawab Heilong.


“Kenapa Bau makanan ini bisa seharum dan seenak ini?” sahut Yang Zhu bertanya pada Heilong.


“Ini karena saus kacangnya. Saus kacangnya dibuat dari perpaduan antara Kacang goreng, Bawang Putih dan petis sehingga membuat aroma saus kacang ini sangat harum. Aku yakin kalian belum pernah merasakan aroma makanan seharum ini. Di tambah lagi potongan tahu yang kenyal, kentang dan telur yang gurih. Semua perpaduan bahan makanan ini pasti akan membangkitkan selera makan kalian,” jawab Heilong percaya diri.


“Lalu sayurannya dimana? sebagai penduduk Benua Utara, kami terbiasa makan sayuran,” tanya Xue Xianzi.


“Hmm … Sayuran ya, sebenarnya makanan ini tidak cocok dengan sayuran. Jika dimasukkan sayuran rasanya yang khas akan berubah.Tapi Baiklah, Pak Koki apakah anda punya mentimun dan kecambah?” tanya Heilong pada Lu Zhan.


“Ada. Kami punya banyak sayuran di dapur kami. Aku akan segera mengambilkan sayuran itu untuk anda.”


“Tunggu sebentar!! Aku hampir lupa. Tolong bawakan juga bawang goreng,” tambah Heilong.


“Baik, Tuan.”


Lu Zhan segera mengambil semua bahan yang diminta Heilong setelah dia sampai di dapur. Dia lalu segera kembali ke tempat Heilong karena semua orang sedang menunggu kedua sayuran ini.


Setelah mendapatkan kedua sayuran itu dari Lu Zhan, Heilong segera memotong mentimun itu menjadi kotak kecil-kecil dan menaburkannya beserta kecambah dan bawang goreng di atas tahu tek-tek.


Seketika, bau makanan ini menjadi semakin harum berkat tambahan bawang goreng di atasnya. Tanpa terasa Yang Zhu meneteskan air liurnya karena merasa sangat lapar dan ingin segera memakan makanan itu.


“Nak, aku sudah tidak sabar ingin mencicipi makanan itu. Rasanya makanan ini terlihat sangat enak. Bolehkah aku mencobanya duluan?” tanya Yang Zhu.


“Ayah, jaga sikap ayah. Ayah membuat malu saja,” protes Yang Tzuyu agak cemberut melihat tingkah laku ayahnya yang seperti orang kelaparan. Walaupun sebenarnya dia juga sangat ingin segera memakan makanan yang ada di depannya itu.

__ADS_1


“Hehe ... Maafkan Ayah, Ayah cuma terbawa suasana,” ucap Yang Zhu menatap Putrinya sambil tertawa kecil.


“Tidak apa-apa. Mari kita segera mencicipi makanan ini,” ajak Heilong.


Yang Zhu segera mengambil sumpit dan mencoba mengambil potongan tahu yang telah dilumuri dengan saus kacang. Wajahnya langsung berubah terlihat sangat riang.


Tidak berhenti sampai di situ, dia lalu mencoba potongan kentang. Kemudian telur yang ada di piring itu. Semakin lama gerakannya mengambil makanan semakin cepat seperti orang yang telah lama tidak makan.


Yang Tzuyu yang duduk di samping ayahnya hanya duduk terpaku melihat gerakan makan ayahnya yang sangat cepat. Dia sampai lupa untuk mencicipi makanan yang ada di depannya.


“Nona Tzuyu, apakah anda tidak ingin mencicipi makanan ini? Kita sedang membuat sebuah taruhan jadi anda harus mencicipi makanan ini agar dapat menilainya,” ucap Heilong lalu dia melihat Xue Xianzi yang juga sedang bengong. “Zizi kamu juga makan.”


Mereka berdua segera tersadar dan mulai mencicipi makanan itu.


“Sungguh makanan yang sangat enak. Tidak sia-sia hidupku selama ini karena aku dapat menemukan makanan seenak ini. Tubuhku rasanya seperti berada di awan yang sejuk ketika merasakan kelezatan makanan ini,” ucap Yang Zhu setelah menghabiskan makanan yang ada dipiringnya sampai bersih.


Yang Tzuyu dan Xue Xianzi juga memiliki repon yang sama. Mereka berdua tidak bisa berhenti mengambil makanan yang ada di piring mereka dan segera memakannya dengan lahap.


Makanan di piring mereka semua akhirnya habis sampai bersih.


Lu Zhan dan Li Mei yang sejak tadi ada di sana tiba-tiba juga merasa lapar ketika melihat mereka berempat makan dengan lahap.


“Apakah makanan itu benar-benar sangat enak?” bisik Li Mei sambil melirik Lu Zhan.


“Aku juga tidak tahu. Tapi dilihat dari baunya saja makanan itu harusnya sangat enak,” jawab Lu Zhan.


“Apa kamu tidak mencobanya sama sekali waktu kamu memasaknya tadi?” tanya Li Mei.


“Aku tidak sempat membuat makanan lebih untuk mencicipinya karena kamu bilang itu adalah makanan khusus pesanan Nona dan nona sudah menunggu. Jadi aku buru-buru memasaknya dan mengantarkan kemari,” jawab Lu Zhan.


“Nanti kamu buatkan untukku ya setelah selesai bekerja. Aku juga ingin memakan makanan itu,” ucap Li Mei manja.


“Baik. Tapi, ini tidak gratis,” jawab Lu Zhan sambil berbisik di telinga Li Mei.


*****

__ADS_1


Jangan lupa Like dan komentar setelah membaca.


Terimakasih 🙏.


__ADS_2