
“Sudah saatnya kita kembali.” Li Ziqi mengibaskan tangan kanannya dan penghalang yang terbuat dari jurus gerbang waktu itu pun hilang.
Heilong terlihat sedikit terkejut ketika melihat ruangan dalam Makam Es ini sama sekali tidak mengalami perubahan padahal dia sudah berlatih di tempat ini selama satu tahun. Akhirnya dia teringat perkataan Li Ziqi bahwa setahun di dunia gerbang waktu akan seperti satu hari di dunia nyata.
“Guru, apakah kamu bisa menggunakan jurus gerbang waktu itu berkali-kali?” tanya Heilong.
“Tidak. Jurus ini terlalu banyak menguras energiku. Aku hanya bisa menggunakan jurus ini maksimal delapan hari dalam sepuluh tahun. Aku sudah menggunakan satu hari untuk hari ini, jadi aku masih bisa menggunakannya untuk tujuh hari lagi,” jawab Li Ziqi.
“Hmm ... Jadi seperti itu.” Heilong terdiam sejenak seperti ada sesuatu yang sedang dipikirkan.
“Apakah kamu berencana untuk latihan lagi di dalam Dunia Gerbang Waktu?” tanya Li Ziqi setelah melihat gelagat aneh Heilong.
“Benar. Sebab, latihan di dalam Dunia Gerbang Waktu bisa menghemat banyak sekali waktu,” jawab Heilong.
“Tapi terlalu lama di sana juga tidak bagus. Kamu akan terlihat seperti pemuda yang lebih tua dari umurmu karena umur kita akan berjalan sesuai waktu di tempat itu. Jika kita di sana selama satu tahun maka umur kita akan bertambah satu tahun meskipun kenyataannya di dunia nyata hanya berjalan selama satu hari,” jelas Li Ziqi.
“Kalau begitu lupakan saja, kekuatanku sepertinya sudah cukup untuk saat ini.” Heilong langsung berubah pikiran karena takut wajahnya terlihat lebih tua sebelum waktunya.
“Haha … Aku sudah bisa menebak bahwa kamu akan menjawab seperti itu. Mana mungkin playboy sepertimu mau terlihat lebih tua di depan para gadis. Baiklah, sekarang kamu keluarkan Batu Ilusi Bunglon dan letakkan batu itu di tempat Batu Pelangi Matahari di simpan,” seru Li Ziqi memberi perintah.
Heilong segera mengeluarkan Batu Ilusi Bunglon yang sudah berubah bentuk menjadi mirip seperti Batu Pelangi Matahari dari dalam gelang galaxy miliknya dan meletakkan batu itu di posisi awal ketika dia mendapatkan Batu Pelangi Matahari dari Xue Xian Hou.
“Guru, sepertinya sudah saatnya kita meninggalkan tempat ini karena sudah tidak ada lagi yang bisa aku lakukan di sini. Harusnya wanita itu juga sudah menjemputku saat ini. Jangan-jangan dia lupa kalau telah meninggalkan aku sendirian di Makam Es ini,” ucap Heilong.
“Aku rasa dia tidak lupa, tetapi dia sedang bermeditasi,” balas Li Ziqi.
“Bagaimana Guru bisa seyakin itu?” sahut Heilong.
“Samar-samar aku bisa merasakan aura energi yang terus bergejolak di sekitar sini. Aura ini seperti aura seseorang yang akan melakukan terobosan kultivasi,” jawab Li Ziqi.
“Aku jadi penasaran sampai sejauh mana tingkat kultivasi milik wanita itu akan meningkat. Kalau begitu aku harus segera melihatnya.”
Heilong segera berjalan untuk meninggalkan Makam Es ini karena di sini hanya ada satu jalan saja, jadi tidak terlalu sulit bagi dirinya untuk meninggalkan tempat ini tanpa arahan dari Xue Xian Hou.
__ADS_1
**
Ice Snow Palace.
Seluruh ruangan di Ice Snow Palace telah di selimuti oleh kabut yang sangat tebal dan suhu udara di tempat ini juga turun dengan ekstrim menjadi sangat dingin.
Xue Xian Hou sedang duduk dengan tenang bermeditasi di tengah ruangan, saat ini seluruh tubuhnya sudah ditutupi dengan lapisan es yang sangat tebal.
Heilong akhirnya keluar dari kolam yang ada di kamar pribadi Xue Xian Hou. Ketika keluar dari dalam kolam, dia sangat terkejut saat melihat kabut tebal yang menyelimuti seluruh ruangan.
Heilong lalu memutuskan untuk berjalan keluar kamar. Dan dia menjadi semakin terkejut ketika melihat tubuh Xue Xian Hou yang berada di dalam sebuah balok es tebal dan dikeliling oleh serpihan-serpihan es.
Xue Xian Hou yang menutup semua panca indranya tidak dapat merasakan kehadiran Heilong. Dia terus berkonsentrasi untuk menyerap semua energi alam di yang ada sekitarnya.
Aura di tubuh Xue Xian Hou mulai bergejolak seperti sebuah lautan yang diterjang badai.
Aura ini semakin lama semakin meningkat dengan sangat cepat. Dan membuat lapisan es yang menutupi seluruh tubuh Xue Xian Hou perlahan-lahan mulai retak.
“Crack ... Crack ...”
Aura yang memancar dari tubuh Xue Xian Hou menjadi semakin kuat dan membuat suhu udara di tempat ini menjadi semakin turun.
Xue Xian Hou mulai merasak ada sesuatu yang aneh di dalam tubuhnya. Tiba-tiba hawa dingin yang sangat kuat meledak dari dalam dantiannya.
Hawa dingin membentuk sebuah pusaran angin yang sangat kuat di sekitar tubuh Xue Xian Hou.
Serpihan-serpihan es yang sejak tadi terus mengitari tubuh Xue Xian Hou, kini berputar semakin cepat dan saling bertabrakan satu-sama lain.
Pakaian yang dikenakannya juga sudah hancur karena membeku dan berubah menjadi butiran-butiran salju.
“Gulp …” Heilong menelan ludah ketika melihat tubuh Xue Xian Hou yang polos dari kejauhan.
Meskipun ditutupi kabut yang sangat tebal tapi Heilong masih bisa melihat samar-samar tubuh indah Xue Xian Hou yang sangat halus dan putih seperti mutiara.
__ADS_1
Aura yang memancar dari tubuh Xue Xian Hou terus meningkat. diikuti dengan hawa dingin yang sangat kuat.
Aura itu tiba-tiba meledak dari tubuh Xue Xian Hou dan akhirnya dia berhasil menerobos.
“Grand emperor tingkat 1.”
Serpihan-serpihan es dan kabut yang menyelimuti tubuh Xue Xian Hou akhirnya menghilang.
Auranya perlahan-lahan mulai stabil, lalu dia segera membuka matanya. Xue Xian Hou seperti merasa telah dilahirkan kembali karena setiap titik-titik meridian yang ada di tubuhnya telah dibentuk ulang dan menjadi semakin kuat.
Xue Xian Hou lalu berdiri dan tersenyum lebar. “Akhirnya aku berhasil naik ke Lapis Grand Emperor, tidak sia-sia aku bermeditasi selama dua hari ini.”
Xue Xian Hou tiba-tiba merasakan kehadiran seseorang dan segera membalikkan tubuhnya ke belakang. Dia kemudian melihat Heilong yang mukanya memerah dan matanya melotot memandangnya.
Xue Xian Hou merasa ada yang aneh dengan tubuhnya. Sebab, dia dapat merasakan angin yang berhembus di sekitarnya langsung menyentuh kulitnya. Lalu dia melihat ke cermin yang ada di sebelahnya dan menyadari bahwa pakaiannya sudah hancur saat dia melakukan terobosan tingkat kultivasi tadi.
“Ahh ….. !!!” Xue Xian Hou menjerit terkejut.
“Kamu cepat berbalik, memangnya apa yang sedang kamu lihat!” seru Xue Xian Hou segera menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya dan meminta Heilong untuk berbalik dengan nada marah disertai dengan hawa membunuh.
Heilong yang tersadar karena teriakan tadi segera berbalik.
Xue Xian Hou segera mengeluarkan pakaian dari cincin penyimpanannya dan memakainya. Dia lalu mengambil pedangnya dan menyerang Heilong.
Heilong juga mengeluarkan Pedang Ocean Blue miliknya untuk menahan serangan Xue Xian Hou.
“Swing ... Swing ...”
“Ding … Ding … Ding …”
Pedang Xue Xian Hou menyerang Heilong tanpa ampun. Tampaknya dia sangat marah.
“Kamu!! Beraninya kamu mengintipku saat sedang bermeditasi. Apa saja yang telah kamu lihat?” ucap Xue Xian Hou geram disertai hawa membunuh yang sangat kuat keluar dari tubuhnya.
__ADS_1
“Secara tidak sengaja aku tadi lewat sini dan melihat kamu sedang bermeditasi. Aku melihat semuanya,” jawab Heilong.
“Semuanya?! Jadi kamu telah melihat semuanya. Kalau begitu aku benar-benar harus membunuhmu,” teriak Xue Xian Hou.