LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V2 # CH 170 BERTEMU KEMBALI


__ADS_3

Makam es seribu pedang.


Divine Beast Genbu yang sedang bermeditasi dengan tenang di ruangan pribadinya tiba-tiba dikejutkan dengan cermin komunikasi dewanya yang bingkainya menyala-nyalan dengan warna merah.


“ Siapa yang menggangguku saat aku sedang bermeditasi. Aku rasa berita ini sangat penting karena dia sampai menggunakan cermin komunikasi untuk menghubungiku. ”


Divine Beast Genbu segera mengalirkan energi murninya ke dalam cermin komunikasi dan gambar dua orang wanita cantik segera muncul dari dalam cermin itu.


“ Siapakah anda dewi..? Aku belum pernah melihat anda sebelumnya dan ada masalah apa sampai anda menggunakan cermin komunikasi dewa untuk menghubungi saya. ”


Wajar saya jika Divine Beast Genbu tidak mengenal dewi teratai putih karena Dyah Ayu Arum Kemangi baru sepuluh tahun naik ke dunia para dewa dan menjadi dewi dengan gelar dewi teratai putih karena dia berasal dari istana teratai putih. Jadi sebagai seorang dewi, sebenarnya dewi teratai putih masih belum memiliki banyak prestasi sehingga belum banyak dewa yang mengenalnya.


“ Aku adalah dewi teratai putih, dewi yang ditugaskan untuk menjaga bangsa unicorn. Dan gadis yang ada di sampingku ini adalah putri dari raja unicorn, putri Bianca. ” Dewi teratai putih lalu mengeluarkan sebuah lencana kristal bergambar kuda unicorn dan menunjukkannya pada Divine Beast Genbu. “ Ini adalah lencana tugasku yang diberilan langsung oleh dewa tertinggi saat dia memberiku tugas untuk menjaga bangsa unicorn. ”


Divine Beast Genbu segera melihat lencana yang ada di tangan dewi teratai putih dengan teliti, dari dalam lencana itu muncul aura yang sangat kuat dan menindas. Di alam para dewa, aura seperti ini hanya dimiliki oleh dewa tertinggi.


“ Aku percaya dengan apa yang kau katakan, sekarang lebih baik kau simpan kembali lencanamu itu. ”


Dewi teratai putih segera menyimpan kembali lencananya itu dan mengatakan tujuannya kenapa dia menghubungi Divine Beast Genbu. “ Aku menghubungi anda untuk memberikan informasi bahwa dewa unicorn telah menghapus peraturan yang melarang bangsa unicorn dan bangsa manusia untuk saling berhubungan dengan syarat kedua bangsa ini harus saling menghormati dan menghargai serta harus mematuhi peraturan yang ada di masing-masing bangsa. ”


Divine Beast Genbu tersenyum lebar. “ Sudah sangat lama sekali aku menunggu kabar baik seperti ini, sebagai dewa pelindung bangsa manusia di planet Dreamland, aku mewakili semua bangsa manusia yang ada di planet ini untuk berterima kasih dan menerima persyaratan itu. ”


“ Aku sudah selesai menyampaikan informasi penting ini. Sekarang kita beralih ke masalah berikutnya, aku ingin meminta pertanggung jawaban pada bangsa manusia yang telah menyentuh tanduk unicorn milik putri Bianca. Sebagai dewa suci dari para beast anda pasti tahu arti dari tanduk ini bagi bangsa unicorn, ” ucap dewi teratai putih.


“ Aku sepenuhnya mengetahui apa arti dari tanduk itu bagi bangsa unicorn karena itu aku meminta anda untuk mengatakan kepadaku siapakah nama manusia itu...? Aku akan segera mencarinya dan membawanya kemari untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, ” seru Divine Beast Genbu.


“ Dia adalah Heilong. Pemuda yang telah mewarisi kekuatanmu. ” jawab dewi teratai putih.


“ Heilong...??!! ” ucap Divine Beast Genbu terkejut karena beberapa hari ini Heilong selalu berada di makam es seribu pedang jadi bagaimana mungkin dia bisa bertemu dengan seekor unicorn. Divine Beast Genbu mencoba untuk mencari tahu apakah pemuda yang mereka cari benar-benar Heilong atau bukan. “ Maaf dewi tapi selama beberapa hari ini Heilong selalu berada di dalam istanaku dan tidak pernah keluar kemana-mana. Apakah anda benar-benar yakin bahwa pemuda itu adalah Heilong atau cuma orang yang kebetulan saja memiliki nama yang sama dengannya. ”

__ADS_1


Dewi teratai putih lalu menoleh ke arah Bianca lalu bertanya, “ Putri apakah kamu punya bukti yang bisa meyakinkan Divine Beast Genbu bahwa pemuda yang memegang tandukmu itu adalah Heilong. ”


“ Saya memiliki sebuah rekaman yang menunjukkan pertarungan kami berdua saat berada di dunia game, ”


Bianca mengulurkan tangan kanannya dan muncul sebuah bola kecil berwarna hitam yang memiliki diameter kurang lebih 4 cm. Dari bola itu lalu muncul cahaya seperti sebuah proyektor yang menunjukkan rekaman pertarungan antara Bianca dan Heilong. Muka Bianca langsung memerah saat proyektor itu menunjukkan rekaman Heilong yang menunggangi seekor kuda unicorn dan mencambuk tubuh kuda unicorn itu berkali-kali di bagian belakangnya sebelum akhirnya Heilong berhasil mencengkram tanduk kuda unicorn itu dan mengancam akan mematahkan tanduk itu.


Divine Beast Genbu dan dewi teratai putih teelihat sedikit geram saat melihat keliaran Heilong ketika mempermalukan Bianca dengan cara mencambuk tubuhnya berkali-kali.


“ Bocah itu rupanya tidak henti-hentinya membuat masalah. Anda tunggulah sebentar dewi, aku akan segera memanggilnya. Saat ini dia sedang berada di halaman istana es seribu pedang. ” ucap Divine Beast Genbu yang terlihat sedikit malu karena tadi dia mencoba untuk melindungi Heilong.


Divine Beast Genbu segera pergi meninggalkan ruangannya dan pergi ke halaman istana es seribu pedang untuk memanggil Heilong.


“ Nak..., jika putraku mempermalukmu sampai seperti itu, kenapa kamu sama sekali tidak berusaha untuk membalasnya. Kamu bisa saja merubah wujudmu menjadi manusia agar dia turun dengan sendirinya dari punggungmu lalu membalasnya dengan kekuatan apimu. Bukankah seharusnya tingkat kultivasimu lebih tinggi putraku. ” tanya dewi teratai putih sambil mengelus kepala Bianca setelah melihat Divine Beast Genbu meninggalkan ruangannya.


“ Aku tidak tau ibu. Tadinya aku memang ingin melakukan hal seperti itu tapi entah kenapa aku tidak bisa melakukannya. Dalam diriku seperti ada sesuatu yang menahanku untuk menyakitinya,” jawab Bianca.


Dewi teratai putih hanya tersenyum mendengar jawaban Bianca.


*


“ Putri Li Ziqi apakah anda bisa mendengarku..? ”'


Li Ziqi yang sejak tadi mengamati Heilong dan Long Bai yang sedang berlatih jurus pedang elemen api segera memejamkan matanya dan menjawab panggilan Divine Beast Genbu.


“ Aku bisa mendengarmu, ada apa kau mencariku...? "


“ Apakah Heilong ada di situ..? "


“ Benar dia sedang ada di sini, aku sedang mengajarinya jurus pedang elemen api. Apakah kamu ada perlu dengannya...? ”

__ADS_1


“ Benar putri. Seorang dewi pelindung bangsa unicorn dan seorang gadis yang merupakan putri raja unicorn sedang mencari Heilong. Mereka menghubungiku dengan menggunakan cermin komunikasi dewa dan mengatakan bahwa mereka ingin meminta Heilong untuk bertanggung jawab atas perbuatannya yang memegang tanduk putri raja unicorn dan mempermalukan dirinya. Tadinya aku tidak percaya semua itu karena Heilong selalu berada di sini beberapa hari ini tapi putri itu memiliki bukti rekaman pertarungan mereka. ”


“ He... He... Bocah itu memang melakukan hal itu, jadi sudah seharusnya dia bertanggung jawab, ”


“ Jadi putri mengetahuinya...? ”


“ Ya. Saat aku baru tersadar dari tidurku aku dibuat terkejut oleh api surgawi yang dimilikinya lalu aku menanyakan bagaimana dia mendapatkan api itu. Dia kemudian menjawab bahwa dia mendapatkan api itu dari seekor unicorn dan menceritakan pertarungan mereka padaku. Katakan dimana Heilong harus menemui mereka, aku akan segera memerintahkan Heilong untuk pergi kesana. ”


“ Api surgawi...??!! Benar-benar sangat kebetulan sekali, bisa dikatakan dia adalah manusia paling beruntung di dunia. Baiklah, minta Heilong untuk datang keruang pribadiku karena cermin komunikasi dewaku ada di sana. ”


Divine Beast Genbu kemudian mengakhiri telepatinya dan kembali keruangannya. Sedangkan Li Ziqi langsung pergi ke tempat Heilong setelah dia membuka matanya.


“ Kamu pergilah ke ruang pribadi Divine Beast Genbu. Dia sedang mencarimu dan menunggumu di sana, ada hal penting yang ingin dia katakan padamu, ” ucap Li Ziqi sambil tersenyum aneh.


“ Aku...??!! ” Heilong sedikit terkejut karena tidak biasanya Divine Beast Genbu mencarinya.


“ Sudah jangan banyak tanya. Cepat pergilah kesana, ” seru Li Ziqi sedikit membentak.


Heilong tidak banyak bicara lagi dan langsung pergi ke ruang pribadi Divine Beast Genbu.


*


Tidak berapa lama kemudian Heilong sampai di ruang pribadi Divine Beast Genbu.


“ Akhirnya kamu datang juga, ” ucap Divine Beast Genbu melihat Heilong.


“ Ada apa anda mencariku...? guru mengatakan anda memiliki sesuatu hal yang penting untuk di bicarakan denganku, ” tanya Heilong penasaran.


“ Kau berbaliklah dan lihatlah cermin yang ada di belakangmu, ” ucap Divine Beast Genbu sambil menunjuk cermin yang ada di belakang Heilong.

__ADS_1


Heilong membalikkan tubuhnya dan menjadi sangat terkejut saat melihat cermin yang ada dibelakangnya. Di dalam cermin itu, dia melihat wajah ibunya yang selama ini hanya bisa dia lihat di foto-foto yang ditinggalkan oleh ibunya sebelum dia meninggal setelah melahirkan dirinya. Tanpa terasa air matanya mulai mengalir dan dia pun berjalan mendekati cermin itu dan menyentuh permukaan cermin dengan lembut.


“ Ibu..”


__ADS_2