
Setelah cahaya itu mulai meredup Kaisar Xin Feng bisa melihat sebuah ruangan berukuran 4 x 5 meter dengan dinding yang terbuat dari emas dan lantai yang terbuat dari berlian.
Di tengah-tengah ruangan, Kaisar Xin Feng bisa melihat sebuah batu yang melayang di udara dan memancarkan cahaya lima warna yang menyilaukan mata.
“Aku yakin sinar yang sangat terang tadi berasal dari batu itu. Apakah batu itu adalah Batu Permata Phoenix,” ucap Kaisar Xin Feng yang terus berjalan mendekati batu itu untuk mengambilnya.
Ternyata untuk mengambil batu itu tidak semudah seperti yang dibayangkan oleh Kaisar Xin Feng. Saat tangannya akan menyentuh batu itu, tiba-tiba hawa panas yang sangat kuat muncul di sekitar batu itu dan menyerang tangan Kaisar Xin Feng sampai membuat tangannya seperti terbakar dalam lautan api.
“Sebenarnya dari mana asal batu ini? Kenapa suhu batu ini sangat panas sekali seperti suhu matahari?”
Kaisar Xin Feng memusatkan pikirannya untuk menyelimuti kedua tangannya dengan energi elemen angin. Tapi usahanya tetap saja belum berhasil, hawa panas yang memancar dari batu itu ternyata memiliki kemampuan untuk mengusir energi angin yang menyelimuti tangan Kaisar Xin Feng.
“Ah …”
Kaisar Xin Feng sedikit menjerit kesakitan karena hawa panas yang baru saja menyerang tangannya ternyata lebih panas dari pada yang sebelumnya. Hal ini bisa terlihat dari tangan Kaisar Xin Feng yang mengalami sedikit luka bakar.
“Kenapa hawa panas yang barusan lebih panas dari sebelumnya? Apakah ini karena aku menggunakan kekuatanku jadi batu itu mengeluarkan kekuatan yang lebih besar lagi untuk melawanku,” gumam Kaisar Xin Feng dalam hati.
Kaisar Xin Feng mencoba sekali lagi untuk mengambil batu itu, tapi kali ini dia lebih memperkuat energi angin yang menyelimuti kedua tangannya. Hembusan angin yang menyelimuti kedua tangan Kaisar Xin Feng ini bahkan membuat rak buku yang ada di sampingnya terbang menjauh sampai menabrak akhirnya berhenti karena menabrak pintu masuk ruangan.
__ADS_1
“Hiah …”
Kaisar Xin Feng terus mencoba untuk meraih batu itu sambil terus menahan hawa panas yang terus membakar tangannya. Ketika hawa panas yang melindungi batu itu semakin bertambah panas maka Kaisar Xin Feng juga memperkuat energi angin yang menyelimuti kedua tangannya agar kedua tangannya tidak hancur karena terbakar.
Hawa panas yang melindungi batu cahaya dan energi angin yang melindungi Kaisar Xin Feng saling beradu satu sama lain dan membuat suhu ruangan itu menjadi semakin panas dan bergetar dengan hebat seperti terjadi gempa. Perlahan-lahan lapisan emas yang ada di dinding ruangan rahasia itu mulai mencair dan memperlihatkan tiga buah simbol sihir berbentuk Harimau berwarna putih yang dikelilingi lingkaran api. Ketiga simbol sihir itu membentuk suatu formasi pelindung yang sangat kuat.
Kaisar Xin Feng mengerutkan alisnya saat melihat formasi itu. “Jadi Kakek melindungi batu itu dengan Formasi Pelindung Harimau Api. Pantas saja semakin aku memperbesar kekuatanku saat aku akan mengambil batu itu, pelindung yang menyelimuti batu itu menjadi semakin panas. Sepertinya batu itu bukanlah batu biasa dan banyak di incar oleh orang lain karena Kakek sampai harus menggunakan formasi yang biasa digunakan untuk melindungi istana hanya untuk melindungi sebuah batu.”
Kaisar Xin Feng sedikit mundur kebelakang beberapa langkah sampai dia keluar dari ruang rahasia itu. Kemudian dia mengulurkan tangan kanannya dan mengeluarkan senjata pusakanya berbentuk sebuah tombak yang terbuat dari giok.
Senjata pusaka itu bernama Tombak Giok Badai Angin. Senjata ini diberikan secara langsung oleh Divine Beast Byako kepada Kaisar Xin Feng agar senjata ini bisa membantunya saat dia menjalankan tugasnya sebagai seorang Kaisar yaitu melindungi Benua Barat.
“Tombak Angin Harimau Penghancur”
“Roar …. ”
“Boom … Boom … Boom …”
Jurus dari Kaisar Xin Feng ini membentuk bayangan energi angin berbentuk tiga ekor Harimau Putih. Bayangan Harimau Putih itu langsung menyerang tiga simbol sihir yang membentuk Formasi Pelindung Harimau Api dengan menggunakan cakar dan taringnya yang sangat tajam dan memancarkan energi angin yang sangat menakutkan.
__ADS_1
Ketiga simbol sihir itu langsung terbelah menjadi beberapa bagian dan akhirnya hancur berkeping-keping setelah di terjang oleh angin yang sangat kuat dan tajam yang memancar dari cakar bayangan Herimau Putih.
Kaisar Xin Feng langsung tertawa bahagia saat melihat jurus tombaknya berhasil menghancurkan formasi pelindung itu. “Ha ha ha ha… Akhirnya aku berhasil juga menghancurkan formasi pelindung ini. Senjata pusaka pemberian Divine Beast Byako ini memang sangat kuat, pantas saja Divine Beast Byako menyebut senjata pusaka ini sebagai salah satu harta langit.”
Kaisar Xin Feng langsung mengambil batu itu dengan kedua tangannya. Karena formasi yang melindungi batu itu sudah hancur maka hawa panas yang melindungi bagus itu sudah tidak muncul lagi saat tangan Kaisar Xin Feng menyentuh batu itu.
“Ternyata batu ini sama sekali tidak memiliki suhu panas tapi aku dapat merasakan tekanan dari kekuatan yang sangat kuat memancar dari dalam batu ini. Aku sangat penasaran batu apa ini. Lebih baik aku bawa batu ini ke Divine Beast Byako dan menanyakan padanya apakah ini benar Batu Permata Phoenix atau bukan?”
Kaisar Xin Feng langsung membawa batu itu pergi meninggalkan Ruangan Kesadaran Jiwa dan menuju ke Gunung Angin Harimau Putih untuk menemui Divine Beast Byako.
Selama di perjalanan, setiap prajurit penjaga istana yang dilewati Kaisar Xin Feng selalu dibuat terkejut saat melihat batu yang mengeluarkan sinar cahaya lima warna yang sangat indah. Para prajurit penjaga istana itu hanya diam saja dan tidak berani bertanya saat melihat batu itu karena batu itu berada di tangan Kaisar mereka.
Setelah sepuluh menit perjalanan akhirnya Kaisar Xin Feng sampai di Gunung Angin Harimau Putih. Meskipun jarak dari Istana dan Gunung Harimau putih cukup jauh, kira-kira sejauh lima puluh kilometer. Tapi dengan jalan yang dibuat khusus olehnya untuk dia gunakan secara pribadi dan di dukung dengan tingkat kultivasinya yang tinggi maka jarak sejauh ini tidak berarti apa-apa bagi Kaisar Xin Feng.
Saat sampai di hadapan Divine Beast Byako, Kaisar Xin Feng langsung memperlihatkan batu padanya sambil bertanya.
“Apakah batu ini adalah Batu Permata Phoenix?”
Divine Beast Byako mengamati batu itu untuk memastikan. Meskipun hanya dengan sekali lihat saja dia bisa mengenali nama dari batu itu tapi dia harus memastikan batu itu asli atau palsu.
__ADS_1
“Bukan,” jawab Divine Beast Byako.