
Sambil menunggu para harimau salju itu selesai makan, Heilong menghampiri gadis kecil yang sedang keracunan itu untuk menghilangkan semua racun yang ada di tubuhnya. Mungkin saat dia menghilangkan racun yang ada di dalam tubuh gadis kecil itu, dia akan menemukan suatu cara untuk membersihkan sungai yang telah tercemar oleh racun ular.
“ Siapa namamu dan nama gadis kecil ini ? ” tanya Heilong sambil melihat tubuh gadis kecil yang pingsan itu telah menjadi biru seluruhnya.
Pria itu pun menjawab dengan ramah. “ Namaku adalah Lin Chong Wei dan putriku adalah Lin Meylin. ”
“ Sudah berapa lama putrimu terkena racun ini ? ” tanya Heilong.
“ Sudah hampir delapan jam putriku terkena racun ini, tuan. Aku mohon cepat sembuhkan putriku, ” jawab Lin Chong Wei sambil memohon.
Heilong bukanlah seorang dokter atau pun tabib jadi dia sebenarnya tidak tahu bagaimana cara memeriksa kondisi orang yang sakit karena itu dia menanyakan beberapa hal penting yang bisa membantunya untuk membuatkan masakan penyembuh. Di dalam buku resep masakan kerajaan langit ada sepuluh bab yang membahas tentang berbagai macam resep masakan yang bisa menyembuhkan penyakit dan menghilangkan berbagai macam racun.
Heilong kemudian mengeluarkan buku resep masakan kerajaan langit dari gelang galaxynya dan membolak-balikkan setiap halamannya sampai dia berhenti di bab ke empat belas yang membahas tentang racun ular. Di sana tertulis jika seorang manusia terkena racun ular lebih dari enam jam dan seluruh tubuhnya sudah menjadi biru berarti dia sudah dalam keadaan kritis dan semua organ tubuhnya telah terinfeksi racun ular, manusia itu akan mati tiga jam kemudian jika tidak segera ditolong.
“ Berarti aku hanya punya waktu satu jam untuk menyelamatkannya, aku rasa itu sudah cukup. ” ucap Heilong lirih tapi masih bisa didengar oleh Lin Chong Wei.
“ Apakah anda yakin bisa menyembuhkan putriku hanya dalam waktu satu jam..? ” tanya Lin Chong Wei cemas.
__ADS_1
“ Aku sangat yakin, kamu tenang saja jangan terlalu cemas. Aku akan segera menyembuhkan putrimu. ” jawab Heilong penuh percaya diri yang membuat kecemasan yang ada di dalam hati Lin Chong Wei hilang.
Heilong kemudian lanjut membaca halaman itu untuk mencari bagaimana cara menyembuhkan orang yang terkena racun ular lebih dari enam jam jam, dia akhirnya mendapatkan jawabannya. Di buku itu tertulis hanya bakso hati naga kuah ginseng es seribu tahun yang bisa mengobati seseorang yang terkena racun lebih dari enam jam dan semua organ tubuhnya telah terinfeksi. Kuah ginseng es seribu tahun memiliki khasiat untuk menetralisir semua racun ular dan hati naga berfungsi untuk mengembalikan fungsi organ tubuh yang telah rusak.
Heilong segera mengeluarkan hati naga dan ginseng es seribu tahun yang tersimpan di dalam gelang galaxynya, ginseng es seribu tahun ini dia dapatkan di sekitar danau es seribu pedang. Dia juga mengeluarkan pisau taring singanya karena saat ini yang dibutuhkan adalah kecepatan memasak maka dia mengambil empat buah pisau elemen angin.
Lin Chong Wei mengangkat alisnya dan menatap Heilong dengan terkejut. “ Apa yang sedang anda lakukan, tuan..??!! Bukankah tadi tuan mengatakan bahwa tuan akan menyembuhkan putriku, kenapa tuan tidak membuat ramuan obat tapi malah ingin memasak makanan. ”
“ Ini adalah caraku untuk menyembuhkan putrimu. Kau duduk saja dan lihatlah dengan tenang. Jangan mengganggu konsentrasiku memasak, jika sampai konsentrasiku terganggu maka masakan ini akan berubah menjadi racun yang akan membunuh putrimu, ” jawab Heilong sedikit berbohong untuk menakut-nakuti Lin Chong Wei agar dia tidak terlalu banyak bertanya lagi.
Heilong segera menyusun beberapa kayu bakar untuk membuat api unggun dan meletakkan sebuah panci di atasnya. Kemudian dia merebus ginseng es seribu tahun sampai semua sari-sari yang ada di dalam ginseng itu keluar dan menjadi kuah kaldu ginseng es seribu tahun.
Heilong kemudian memasukkan Bakso hati naga ke dalam kuah kaldu ginseng es seribu tahun dan menunggu sampai bakso itu matang.
“ Kira-kira berapa lama lagi makanan itu matang.. ? ” tanya Lin Chong Wei.
“ Dua puluh menit lagi. ” jawab Heilong singkat, kemudian dia balik bertanya. “ Kenapa kamu dan putrimu bisa ada di hutan ini..? Seharusnya kamu bukanlah penduduk di sekitar sini karena pakaian yang kamu gunakan adalah pakaian penduduk benua tengah. ”
__ADS_1
“ Benar. Saya memang penduduk dari benua tengah dan saya datang ke benua utara ini karena di undang oleh Yang Shuo dari pavilliun saung bambu, ” jawab Lin Chong Wei sambil menunjukkan medali bambu hijau pada Heilong.
Heilong segera mengambil medali itu dari tangan Lin Chong Wei untuk memeriksanya. Kemudian dia mengeluarkan medali bambu hijau miliknya sendiri dari gelang galaxy dan menaruhnya di sebelah medali hijau milik Lin Chong Wei untuk mengetahui medali bambu hijau itu asli atau palsu. Dan hasilnya adalah medali bambu hijau milik Lin Chong Wei benar-benar asli.
“ Jadi rupanya anda juga anggota dari pavilliun saung bambu..? ” tanya Lin Chong Wei saat melihat Heilong mengeluarkan medali bambu hijau miliknya.
“ Benar, aku memang anggota pavilliun saung bambu. Sebenarnya aku juga akan pergi ke sana. Sepertinya anda tidak memiliki kultivasi kenapa tidak meminta bantuan pengawal untuk mengantar dan melindungi anda selama perjalanan. ” tanya Heilong.
“ Kau benar, aku memang tidak memiliki kultivasi karena sejak kecil dantianku telah rusak dan banyak sekali terdapat lubang di dantianku akibat di serang oleh orang tak dikenal. Jadi setiap kali aku mencoba menyerap energi alam melalui titik-titik meridian yang ada di tubuhku maka energi itu akan bocor keluar dari dantianku sampai habis, inilah yang membuatku tidak bisa membentuk Qi dan memiliki kultivasi. Huffff.... ” Lin Chong Wei menarik nafas panjang lalu melanjutkan ceritanya. “ Aku memutuskan untuk mengembara dan mencari tabib yang bisa menyembuhkan dantian yang rusak. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk menyerah karena sudah sepuluh tahun mecari tabib seperti itu dan sudah ratusan tabib aku tanyai jawaban mereka sama mereka tidak menyembuhkan dantian yang telah rusak dengan ratusan lubang di dalamnya, dantian seperti itu sama saja dengan dantian yang sudah hancur dan mustahil untuk dipulihkan. Sejak saat itu aku menjadi manusia sampah yang tidak memiliki kultivasi. ”
“ Di dalam keputus asa'anku. Aku menemukan sebuah Goa di benua tengah, karena penasaran maka aku memutuskan untuk memasuki Goa itu dan aku menemukan sebuah buku yang berisi tentang teknologi yang terkubur selama jutaan tahun di dalam Goa itu. Sejak saat itu aku mempelajari semua isi yang ada di dalam buku itu dan berhasil membuat beberapa peralatan yang bisa membantu kehidupan seseorang tanpa kultivasi. Akupun akhirnya memutuskan untuk menjadi pedagang dan menjual peralatan yang berhasil aku buat tapi rupanya banyak pedagang yang iri dengan kesuksesanku karena daganganku sangat laris dan mereka tidak bisa membuat barang yang aku jual. Para pedagang itupun kemudian menuduhku sebagai penyihir aliran hitam dan malaporkanku ke kaisar Fu Hao, Karena laporan dari para pedagang itu maka Kaisai Fu Hao memerintahkan prajurit kerajaan Sky Empire untuk menangkapku. Sejak saat itu aku terpaksa hidup dalam persembunyian dan berpindah-pindah untuk menyelamatkan diri. Sampai aku bertemu dengan Yang Shuo yang tertarik dengan beberapa mesin buatanku dan memborongnya serta mengundangku untuk menjadi anggota pavilliun saung Bambu. ” ucap Lin Chong Wei mengakhiri ceritanya.
“ Jadi rupanya anda adalah pedangang yang membuat beberapa mesin yang ada di pavilliun saung bambu..? ” tanya Heilong terkejut.
“ Benar. ” jawab Lin Chong Wei tersenyum.
Tidak terasa Heilong dan Lin Chong wei sudah mengobrol selama dua puluh menit dan bakso hati naga itupun telah matang. Heilong mengambil bakso itu dan membaginya menjadi dua mangkok lalu memasukkan sedikit energi penyembuh elemen air nya sebelum di berikan pada Lin Chong Wei.
__ADS_1
“ Berikan ini pada putri dan mangkok yang satu lagi ini untukmu. Setelah kalian berdua memakan ini sampai habis maka penyakit kalian berdua akan sembuh. ” ucap Heilong sambil memberikan dua mangkok bakso.
Lin Chong Wei segera menerima kedua mangkok bakso hati naga itu dan langsung menyuapi putrinya sampai bakso yang ada di mangkok itu habis, setelah itu baru dia memakan bakso hati naga yang ada di mangkok miliknya.