
“ Tunggu,,, ada sesuatu yang ingin aku berikan padamu, ” Teriak Xue Xian Hou menyusul Heilong.
Heilong yang sedang berjalan menuruni tangga antara lantai empat dan lantai tiga langsung menghentikan langkahnya saat mendengar suara Xue Xian Hou yang memanggilnya lalu menoleh kebelakang. Dia bisa melihat Xue Xian Hou yang memakai mantel berwarna putih berjalan ke arahnya dengan cepat sambil membawa seruling yang terbuat dari batu giok berwarna hijau di tangan kanannya.
“ Fiuh,,, untung saja belum sampai ke lantai satu, ” ucap Xue Xian Hou sambil menarik nafas panjang saat sampai di tempat Heilong.
“ Kenapa kau terlihat begitu tergesa-gesa mengejarku,,,? Aku belum akan meninggalkan sekte ini, aku cuma akan kembali ke lantai satu, ” tanya Heilong melihat Xue Xian Hou menarik nafas dalam-dalam.
“ Aku tidak ingin ada orang yang tau saat aku memberikan hadiah ini, ” jawab Xue Xian Hou sambil memberikan seruling giok yang dibawanya pada Heilong.
“ Ini.. Untukku..? ” tanya Heilong dengan nada tak percaya sambil memegang seruling yang di berikan Xue Xian Hou.
“ Ya, seruling itu sengaja aku buat untukmu. Giok untuk membuat seruling itu bukanlah giok biasa tapi itu adalah giok naga hijau. Giok ini memiliki kelebihan dalam kekerasannya, giok ini hampir sekeras baja. Saat terdesak kamu bisa juga menggunakannya sebagai senjata. Aku harap kau senang dan menyimpannya baik-baik. ” jawab Xue Xian Hou.
“ Seruling yang sangat bagus karena kamu yang membuatnya sendiri sudah pasti aku akan menyimpannya baik-baik, ” jawab Heilong sambil menyimpan seruling itu di balik bajunya.Xue Xian Hou tersenyum melihat Heilong menyimpan seruling itu dengan hati-hati. Terlihat sekali dia sangat menghargai hadiah perberian dari Xue Xian Hou.
“ Kalo begitu aku akan pergi keluar sebentar untuk mencari udara segar. Sudah dua minggu aku selalu ada di dalam istana ini. ” ucap Xue Xian Hou berjalan melewati Heilong.
“ Kau mau kemana master sekte snow moon, ” tanya Heilong menghentikan langkah Xue Xian Hou.
Xue Xian Hou berbalik menatap mata Heilong tajam, “ Mulai hari ini jangan panggil aku master sekte snow moon. Sekte snow moon sudah hancur, aku sudah berniat untuk mengganti nama sekte itu dan mengubur semua kenangan-kenangan tentang Xianzi. ”
“ Lalu aku harus pangil apa ? ” tanya Heilong.
“ Jika kita sedang berdua panggil saja aku Hou'er karena kita sekarang sudah memiliki hubungan spesial tapi jika di depan anggota sekteku kau panggil saja namaku, ” jawab Xue Xian Hou.
Heilong mendekatkan wajahnya ke wajah Xue Xuan Hou sampai hidung mereka hampir bersentuhan dan menggodanya. “ Iya namaku, apa kau bisa memberitahuku hubungan spesial macam apa yang kita miliki sekarang. ”
Wajah Xue Xue Xian Hou kembali memerah karena malu. “ Kau mulai menggodaku lagi, ” ucap Xue Xian Hou membalikkan tubuhnya membelakangi Heilong untuk menutupi rasa malunya. “ Aku akan pergi latihan pedang di luar istana ini sebentar sambil menghirup udara segar karena mulai besok aku pasti jarang memiliki kesempatan untuk keluar sekte, aku harus fokus mengurus sekte. ”
__ADS_1
Setelah selesai berbicara Xue Xian Hou bergegas pergi meninggalkan Heilong. Kali ini Heilong yang ganti mengejar Xue Xian Hou. “ Hou'er tunggu sebentar, ” teriak Heilong berlari mengejar Xue Xian Hou, saat sudah dekat dia langsung memegang tangan kanan Xue Xian Hou untuk menghentikan langkahnya. “ Aku akan menemanimu. Terlalu berbahaya jika kau pergi keluar sendirian saat ini. ”
“ Lepaskan tanganku. Bukankah tadi pagi aku sudah memberitahumu agar tidak menyentuh tubuhku sebelum kita menikah, ” ucap Xue Xian Hou kesal.
Suara Xue Xian Hou mungkin terdengar sedikit kesal tapi Heilong tidak menemukan tanda-tanda penolakan dari tangannya saat dia memegang tangan itu. Heilongpun menjadi semakin berani. “ Aku akan melepaskan tangan ini saat kita hampir sampai di lantai satu, sekarang kita nikmati saja suasana yang indah ini. ”
Mereka berdua berjalan dengan perlahan untuk menuruni tangga ke lantai satu sambil bergandengan tangan. Selama perjalanan Xue Xian Hou sama sekali tidak menunjukkan penolakan saat tangannya di gandeng oleh Heilong, dia bagaikan seekor kucing yang awalnya sangat galak tapi secara perlahan berhasil dijinakan oleh Heilong. Saat akan sampai ke lantai satu Heilong melepaskan tangannya seperti apa yang telah dia ucapkan tadi.
Saat melihat kedatangan Xue Xian Hou. Kapten Feng Yan dan para prajuritnya yang tadinya duduk-duduk santai segera berdiri dan memberi hormat.
“ Salam tuan putri, ” ucap mereka bersamaan.
“ Bangunlah, tidak usah terlalu formal. Kita tidak sedang di kerajaan, ” seru Xue Xian Hou yang meminta para prajurit dan kapten Feng Yan untuk berdiri kembali.
“ Terima kasih tuan putri, ” seru para prajurit sebelum mereka berdiri.
“ Kapten Feng Yan. Baru saja tuan Long Bai memberiku hadiah seribu buah bola cahaya dan meminta ijinku untuk memasang semua bola cahaya itu di istana suci giok salju. Aku ingin kamu dan para prajuritmu membantunya untuk meletakkan bola-bola cahaya ini sesuai instruksi darinya. ” ucap Xue Xian Hou memberi perintah pada kapten Feng Yan. Saat dia memberi perintah, kesan tegas muncul dari cara bicaranya. Ini sangat berbeda saat di berbicara dengan Heilong.
Heilong mengeluarkan sebuah peta dari gelang galaxynya dan memberikannya pada kapten Feng Yan. “ Di dalam peta ini aku sudah menandai setiap titik dimana posisi setiap bola cahaya ini harus diletakkan. Kamu letakkan sesuai tanda yang ada di peta ini dan nyalakan semuanya saat malam telah tiba. Ada satu hal yang harus aku beritahukan, tidak ada seorangpun yang di ijinkan untuk memasuki kamar master sekte selama proses peletakan bola-bola cahaya ini, ”
“ Siap, akan segera aku beritahukan pada semua prajuritku, ” jawab kapten Feng Yan.
“ Kapten Feng Yan,aku akan keluar sebentar untuk berlatih karena tempatnya tidak jauh cukup tuan Long Bai saja yang mengawalku. Kamu fokus saja untuk mengatur para prajuritmu karena malam sebentar lagi akan tiba,” seru Xue Xian Hou pada kapten Feng Yan.
“ Siap,” jawab Kapten Feng Yan.
Tanpa sepengetahuan Xue Xian Hou, Heilong mendekati kapten Feng Yan dan memberikan sebuah cincin penyimpanan lalu dia membisikkan suatu perintah rahasia. Setelah itu Heilong segera menyusul Xue Xian Hou yang sudah keluar duluan menuju ke sebuah bukit bersalju yang tidak jauh dari istana suci giok salju.
Ketika sampai di bukit itu, Heilong melihat Xue Xian Hou sudah memulai latihan ilmu pedangnya. Setiap gerakan pedang Xue Xian Hou sangat tajam dan cepat tapi terselip aura kemarah yang sangat besar dalam setiap gerakan itu. Heilong mengeluarkan pedang taring putihnya dan melompat ke tempat Xue Xian Hou.
__ADS_1
“ Biarkan aku membantumu melampiaskan semua amarahmu, ” ucap Heilong.
Xue Xian Hou tidak menjawab tapi dia mengarahkan pedangnya untuk menyerang Heilong. Xue Xian Hou terus menyerang Heilong tanpa henti sambil membayangkan bahwa Heilong adalah Minmei tapi Xue Xian Hou sama sekali tidak menggunakan tenaga dalamnya. Sedangkan Heilong terus menangkis setiap serangan pedang yang dikeluarkan oleh Xue Xian Hou.
Tanpa terasa hari sudah menjadi gelap. Xue Xian Hou akhirnya berhenti menyerang Heilong karena dia sudah merasa lelah. Heilong pun tersenyum sambil berbicara. “ Apa kau sudah puas sekarang. ”
“ Sedikit. Tapi terima kasih sudah mau membantuku, ” jawab Xue Xian Hou.
“ Sekarang duduklah didekatku, sesuatu yang indah akan segera dimulai, ” ucap Heilong sambil menepuk tanah bersalju di dekatnya.
“ Kamu tidak akan melakukan hal yang macam-macamkan, ” tanya Xue Xian Hou sedikit bergetar.
“ percayalah padaku, ” jawab Heilong singkat.
Xue Xian Hou menuruti perkataan Heilong untuk duduk di dekatnya. Sesaat setelah Xue Xian Hou duduk di sampingnya, Heilong segera mengeluarkan medali bambu hijau miliknya dan memberi perintah pada seorang dari jarak jauh.
Tiba-tiba Xue Xian Hou dibuat terkejut dengan pemandangan indah di depannya. Satu-persatu bola cahaya yang di letakkan di istana suci giok salju mulai menyala dengan cahaya warna-warni yang sangat indah. Saat semua bola cahaya itu menyala, istana suci giok salju telah berubah menjadi sangat indah bagaikan istana dari kahyangan.
“ Swing... Swing... Swing....”
“ Der... Der.... Der... Der... Dor... ”
Ratusan kembang api perlahan naik dan meledak di langit.
“ Sangat indah, apakah ini semua idemu, ” ucap Xue Xian Hou menatap Heilong.
“ Aku harap dengan hadiah ini, kamu bisa melupakan sedikit kesedihanmu, ” jawab Heilong.
*****
__ADS_1
Medali bambu hijau pernah muncul di ch 81
Yang penasaran dengan visual,aku sudah post beberapa visual di fb Nitacc.