LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V1 # CH 101 BABAK KEDUA


__ADS_3

Guru Xue Yin segera berjalan ke atas panggung dan memberikan sedikit arahan.


"Aku ucapkan selamat kepada tiga puluh peserta yang lolos di ujian babak pertama ini dan akan melanjutkan ke babak kedua. Sebelumnya harus aku sampaikan bahwa di ujian babak kedua ini tantangannya akan jauh lebih berat dari ujian babak pertama karena di babak kedua ini kami akan menguji ketrampilan kalian untuk menghindari serangan. Oleh sebab itu, maka ujian kelincahan ini tidak bisa dilakukan di sini. Mari kita semua pergi ke Snow Moon Training untuk melihat tempat ujiannya."


Para juri dan peserta yang lolos ujian babak pertama segera mengikuti guru Xue Yin masuk ke Snow Moon Training.


Sedangkan untuk para peserta yang gagal lolos ke ujian babak kedua, mereka semua tetap diijinkan untuk menonton ujian ini. Tapi, mereka harus berada di luar pagar Snow Moon Training.


Setelah mereka sampai di Snow Moon Training, semua peserta bisa melihat sebuah kolam yang di atasnya diletakkan delapan belas papan kayu berbentuk kotak persegi yang disusun sedemikian rupa di atas air kolam hingga menjadi jalan setapak dengan jarak setengah meter dari masing-masing papan.


Di kanan kiri papan terdapat samsak yang terbuat dari pohon berduri yang bergerak bergelantungan saling menyilang menutupi jalan. Waktu gerakan setiap kayu ini berbeda antara satu dengan yang lainnya.


Guru Xue Yin menunjuk kolam itu dan berkata dengan tegas. “Di ujian babak kedua ini kalian harus melewati kolam itu melalui jalan setapak yang sudah disediakan. Dan kalian juga harus menghindari rintangan berupa pohon berduri yang bergerak tak beraturan di kedua sisi jalan. Jika kalian berhasil mencapai ujung jalan setapak ini, maka kalian akan di nyatakan lulus. Tapi jika kalian sampai terjatuh dan masuk ke dalam kolam air ini, maka kalian akan dinyatakan gagal. Selama ujian ini, aku sarankan pikiran kalian harus tetap fokus karena kalian harus menghindari rintangan ini sambil berpijak pada papan kayu yang cukup licin. Apakah ada pertanyaan?"


"Tidak," jawab ketiga puluh peserta bersamaan.


"Baiklah, jika tidak ada pertanyaan maka aku akan segera memulai ujian babak kedua ini. Urutan pertama adalah Xue Xianzi. Xianzi kamu mulai lebih dulu," ucap Guru Xue Yin.


"Baik guru," jawab Xue Xianzi lalu dia maju melangkah menuju ke tepi kolam.


Dia lalu memusatkan energinya ke kedua kakinya untuk mulai menggunakan jurus Langkah Es.


Jurus Langkah Es ini adalah jurus yang di ciptakan oleh Xue Xian Hou berdasarkan pemahaman dari jurus Tarian Bulan Salju. Dari segi kecepatan memang tidak secepat dan selincah gerakan Jurus Tarian Bulan Salju. Tapi jurus ini masih cukup jika digunakan untuk sekedar mempertahankan diri ketika berhadapan dengan lawan yang miliki tingkat kultivasi yang sama.

__ADS_1


Xue Xianzi mulai melompat dengan hati-hati ke papan pertama. Dia hampir saja terpeleset saat mendarat di papan pertama karena kurang fokus.


Xue Xian Hou yang melihat dari tempat duduknya menjadi sedikit gelisah dan bergumam dalam hati. “Dia masih saja selalu meremehkan sesuatu yang dia anggap mudah dan tidak bisa fokus."


Xue Xianzi diam di tempatnya beberapa saat untuk menstabilkan pijakannya sebelum dia lanjut melangkah ke papan berikutnya. Butuh waktu sekitar satu menit baru dia bisa menstabilkan pijakannya lalu dia mulai melihat ke papan berikutnya.


Dia melihat pergerakan kedua pohon berduri itu untuk mencari celah. Setelah pohon yang kanan bergerak berayun dua kali dan pohon yang kiri bergerak berayun tiga kali, dia akhirnya menemukan jeda waktu yang agak lama dari kedua pohon berduri itu untuk melintas kembali di depannya.


Jeda waktu ini sekitar tiga puluh detik. Jeda waktu yang cukup lama ini memungkinkan tubuhnya untuk lewat. Dia segera melompat melewati rintangan pohon berduri itu dan mendarat dengan aman di papan yang kedua.


"Akhirnya aku menemukan pola pergerakan rintangan ini," ucap Xue Xianzi tersenyum.


Setelah berhasil menemukan pola pergerakan dari rintangan itu, gerakan Xue Xianzi menjadi semakin cepat ketika melompat dari papan satu ke papan yang lain.D


Para penonton yang melihat gerakan Xue Xianzi dari luar pagar menjadi kagum. Mereka ingin bersorak dan memberi tepuk tangan untuk menyemangati Xue Xianzi tapi mereka menahannya agar tidak mengganggu konsentrasi Xue Xianzi.


Di papan kesepuluh, Xue Xianzi berhenti kembali karena mulai dari papan kesebelas sampai ke delapan belas gerakan samsak pohon berduri menjadi semakin cepat.


Xue Xianzi duduk di atas papan dan kembali mengamati pergerakan pohon berduri itu dengan teleti. Dia memfokuskan pandangannya hanya pada kedua pohon berduri yang terus bergelantungan.


"Swing ... Swing ..." suara pergerakan pohon berduri ini dapat terdengar dengan sangat jelas ketika dia memfokuskan pikirannya dan di dukung juga dengan suasana yang tenang.


Setelah lima menit mengamati akhirnya Xue Xianzi mulai berdiri. Dia bersiap untuk melangkah maju. Sepertinya dia telah menemukan pola gerakan dari rintangan ini.

__ADS_1


Ketika kedua pohon berduri itu saling bergerak berjauhan dia langsung melompat ke depan dengan sangat cepat dan akhirnya berhasil mendarat di papan kesebelas.


Para juri yang sedang menonton pergerakan Xue Xianzi dari kursi mereka menjadi lega setelah melihatnya mendarat dengan aman karena beberapa saat sebelum mendarat, kaki kirinya hampir saja ditabrak oleh pohon berduri itu.


Xua Xianzi berhenti di papan kesebelas. Para penonton dan juri sempat heran melihat Xua Xianzi berhenti karena dia cuma berdiri diam di sana seperti sedang memikirkan sesuatu, tapi hak, itu tidak berlangsung lama.


Dia akhirnya melanjutkan melompat ke papan selanjutnya tanpa ada keraguan.


Papan kedua belas berhasil dilewati, papan ketiga belas sampai papan ke enam belas berhasil di lewati dengan mudah. Tapi ketika dia akan melompat ke papan ketujuh belas dia seperti kehilangan keseimbangan dan kaki kirinya ditabrak oleh rintangan pohon berduri.


Tubuhnya langsung terlempar ke sisi kanan dan jatuh ke dalam air kolam.


xxGuru Xue Yin yang melihat kejadian ini menjadi panik dan segera menceburkan dirinya kedalam kolam untuk menolong Xue Xianzi.


Sedangkan Xue Xian Hou langsung melompat menuju ke tepi kolam diikuti oleh guru Xue Yun.


Guru Xue Yun segera memeriksa Xue Xianzi setelah guru Xue Yin membawanya ke tepi kolam.


Guru Xue Yun memeriksa kaki kiri Xue Xianzi yang sedang pingsan dan tidak menemukan luka yang serius. Kaki Xue Xianzi hanya terkilir saja.


"Tidak ada luka yang serius pada kaki Xue Xianzi. Kakinya hanya terkilir biasa," ucap guru Xue Yun.


"Segera bawa dia ke ruang pengobatan untuk istirahat," ucap Xue Xian Hou.

__ADS_1


Guru Xue Yun segera membawa Xue Xianzi yang pingsan ke ruang pengobatan.


__ADS_2