LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V1 # CH 94 DUA PEDANG


__ADS_3

Heilong segera membuat segel kontrak dengan pedang barunya seperti apa yang sebelumnya telah diperintahkan oleh Kirin Es.


“Mulai sekarang kamu adalah Tuanku dan aku akan terus mengikutimu. Kapanpun kau memanggilku, maka aku akan segera muncul,” ucap roh Kirin Es yang kini telah menjadi roh senjata Pedang Taring Putih.


“Bagus. Apakah sebelumnya kamu sudah memiliki nama?” tanya Heilong.


“Namaku yang sebenarnya adalah Baise,” jawab roh Pedang Taring Putih.


Heilong berpikir sejenak. “Hmm … Baise artinya putih. Bagaimana jika kamu aku panggil White."


“Sesuai keinginan anda,” jawab roh Pedang Taring Putih.


“Bagus. Kalau begitu segera masuklah ke dalam Dunia Jiwaku,” ucap Heilong.


Pedang Taring Putih yang ada di tangannya langsung menghilang.


“Pffff ...”


Feng Tzuyu tiba-tiba memuntahkan darah lalu pingsan. Api emas yang memancar dari tubuhnya perlahan-lahan juga mulai padam.


Heilong segera berlari menuju ke tempat Feng Tzuyu begitu melihatnya pingsan. Dia lalu memegang Feng Tzuyu dalam pelukannya.


Heilong bisa melihat bahwa ada yang aneh pada tubuh Feng Tziyu. Api berwarna emas yang tadinya memancar dari tubuh Feng Tzuyu dan digunakan untuk menempa Pedang Taring Putih, sekarang berbalik menyerang titik-titik meridian dan dantian yang ada di dalam tubuhnya.


Heilong teringat perkataan Feng Tzuyu saat mereka sedang mengobrol di teras.


'Jika segel ini sampai rusak maka kekuatan energi api milikku akan berbalik menyerang tubuhku.'


“Tzuyu, kenapa kamu mengambil resiko yang begitu besar hanya untuk membuatkanku sebuah pedang baru?” ucap Heilong sedih sambil memeluk Feng Tzuyu.


“Tuan muda jangan bersedih. Ini semua adalah pilihan Tuan Putri. Dia pasti sudah mempertimbangkan semua resikonya,” ucap Wong Fei yang berjalan mendekat.


“Apakah ada cara untuk menyelamatkannya?” tanya Heilong.


“Hanya ada dua cara. Pertama, kita harus membawa Tuan Putri kembali ke Kerajaan Red Phoenix untuk membuat ulang segel yang ada di tubuh tuan putri. Tapi jarak antara Benua Selatan dan Utara cukup jauh. Aku takut keadaan Tuan Putri akan bertambah parah sebelum kita sampai ke sana. Dan cara yang kedua ...” ucap Wong Fei.


“Aku harus mengambil Mustika Air Buaya Salju,” Heilong memotong ucapan Wong Fei.


“Benar. Dari mana Tuan muda tahu tentang hal ini,” tanya Wong Fei penasaran.

__ADS_1


“Tzuyu yang memberitahuku. Dan tujuan kita datang ke tempat ini sebenarnya adalah untuk mengambil Mustika Air Buaya Salju saat Buaya Salju itu berhasil dikalahkan oleh Kirin Es. Tapi, apa yang terjadi tidak sesuai dengan perkiraan kami. Ternyata Buaya Salju itu lebih kuat dan berhasil membunuh Kirin Es.” jawab Heilong.


“Kalau begitu aku akan segera merebut Mustika Air Buaya Salju itu dari tangan Buaya Salju yang sangat licik itu. Aku titipkan penjagaan Tzuyu pada kalian,” ucap Heilong.


Heilong segera berlari menuju ke tempat Buaya Salju berada.


**


“Boom ...”


Ledakan api yang sangat besar terjadi saat gabungan ketiga jurus Wong Gie, Wong Shien dan Wong Thing mengenai tubuh Buaya Salju.


Gabungan ketiga jurus ini tidak mampu melukai tubuh Buaya Salju. Tapi hanya bisa menghancurkan perisai air yang dibuat oleh Buaya Salju.


“Jadi cuma seperti itu kekuatan gabungan jurus kalian bertiga,” ucap Buaya Salju tersenyum licik.


“Panah Shimizu,” teriak Buaya Salju sambil membuka mulutnya lebar-lebar.


Semburan air yang sangat kuat keluar dari mulut Buaya Salju dan berubah menjadi ratusan anak panah yang siap menghujani mereka bertiga.


“Perisai Es …”


Ratusan Panah-panah air itu tiba-tiba menghantam sebuah perisai yang terbuat dari energi es.


Heilong akhirnya muncul di depan mereka bertiga dan segera menggunakan perisai es nya untuk menahan serangan panah air milik Buaya Salju.


Wong Gie, Wong Shien dan Wong Thing terkejut ketika mereka melihat Heilong dapat menahan serangan dari Buaya Salju karena tingkat kultivasi yang dimiliki Heilong hanya berada di Lapis Emperor tingkat satu.


Tapi mereka bertiga tidak mengetahui bahwa jurus yang digunakan Heilong adalah jurus yang diwariskan langsung oleh dewa. jadi* tingkatan dari jurus ini lebih tinggi dari jurus yang ada pada umumnya.


Selain itu, dalam tubuh Heilong ada lima macam elemen kultivasi dan tiga buah pedang pusaka yang sangat kuat.


Menghadapi Buaya Salju yang berada di Lapis Grand Emperor sebenarnya adalah sesuatu yang mudah bagi Heilong saat ini.


“Paman, serahkan Buaya Salju ini padaku. Biarkan aku yang membunuh Buaya Salju ini dan merebut Mustika Air Buaya Salju miliknya. Kalian bertiga lebih baik lindungi Tzuyu,” ucap Heilong.


“Apa kamu yakin? Buaya Salju ini bukanlah Buaya biasa bahkan kami bertiga yang sudah mencapai Lapis Grand Emperor tidak sanggup melawannya,” balas Wong Gie.


“Aku sangat yakin. Cepat pergilah dari sini,” seru Heilong yang tidak ingin mereka bertiga menggangu pertarungannya melawan Buaya Salju.

__ADS_1


Ketiga orang itu langsung pergi ke tempat Feng Tzuyu.


Heilong berkonsentrasi sambil memejamkan matanya.


*


Heilong ternyata ingin mambangunkan Long Bai yang sedang tertidur di dalam Dunia Pikirannya.


Sesuai dengan kesepakatan yang telah mereka buat. Jika Heilong sedang bersama gadis lain kecuali Shen Yu, maka jiwa Long Bai akan tertidur dan hanya akan terbangun ketika dipanggil Heilong.


“Hei bangun! Aku butuh bantuanmu saat ini,” panggil Heilong.


“Hoam ... Apa yang sebenarnya terjadi? kenapa kamu menggangguku. Bukankah kamu seharusnya sedang bersenang-senang dengan gadis itu,” ucap Long Bai malas.


“Senang-senang gigimu terbalik. Tzuyu saat ini sedang dalam bahaya. Dia pingsan dan jatuh dalam keadaan koma setelah segel phoenix emas yang ada di tubuhnya hancur. Dan di luar sana ada seekor Buaya Salju yang sangat kuat sedang mengincar nyawa kita,” ucap Heilong.


Long Bai segera terbangun dan melihat keluar menggunakan mata batinnya untuk memastikan kebenaran perkataan Hei Long.


Dia memang melihat ada seekor Buaya Salju yang sangat besar dan seram sedang menatap ke arahnya dengan tatapan yang menakutkan. Sedangkan jauh di arah berlawanan, dia melihat seorang gadis sedang pingsan di tanah dan dijaga oleh enam orang.


“Buaya Salju itu kenapa terlihat begitu marah dan siap untuk membunuhmu. Apakah kamu mengganggunya?” tanya Long Bai.


“Buaya itu adalah monster yang sangat kejam. Dia memangsa setiap makhluk hidup yang ada di sekitarnya untuk diserap energi kehidupannya hanya untuk meningkatkan kekuatan yang dia miliki. Bahkan anak-anak sendiri yang masih berupa sebuah telur, tidak luput dari kekejamannya. Makhluk kejam seperti ini tidak layak untuk hidup," jawab Heilong.


“Jadi maksudmu kamu ingin aku membunuhnya. Tidak ... Tidak ... Lebih baik kamu hadapi Buaya Salju itu sendiri aku takut,” jawab Long Bai ketakutan.


Heilong langsung menjitak kepala Long Bai. “Dasar bod*h!! Aku malu memiliki bagian tubuh yang penakut sepertimu. Kita harus membunuh Buaya Salju itu atau Tzuyu yang akan mati.”


“Baiklah, aku akan membantumu kali ini karena gadis itu juga sagat baik,” jawab Long Bai dengan berat hati.


“Kalau begitu kita harus menggabungkan kekuatan kita,” ucap Heilong.


*


Heilong yang sejak tadi terdiam, perlahan-lahan mulai membuka matanya. Dia lalu mengulurkan kedua tangan dan memanggil kedua pedang pusaka miliknya.


Pedang Taring Putih segera muncul di tangan kanannya dan Pedang Tarian Petir muncul di tangan kirinya.


“Ayo maju.”

__ADS_1


Heilong langsung berlari menuju ke tempat Buaya Salju dengan membawa dua pedang di tangannya.


__ADS_2