LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V1 # CH 109 TEKNIK PERISAI HAMPA UDARA


__ADS_3

Pisau-pisau es yang dikeluarkan oleh Luo Yi sudah semakin dekat dengan tempat Xue Xiang bediri, hanya dibutuhkan waktu kurang dari dua puluh detik untuk pisau-pisau es itu sampai ke tempat Xue Xiang dan menyerangnya.


Xue Xiang yang berdiri dengan tenang di tempatnya, tiba-tiba memejamkan mata dan berkonsentrasi penuh untuk mengalirkan energi esnya agar menyelimuti seluruh tubuhnya.


Secara perlahan, aura berwarna putih kebiru-biruan mulai menyelimuti tubuh Xue Xiang. Dan sesaat sebelum pisau es itu sampai di tempatnya berdiri, dia segera membuka matanya lalu meledakkan energi es yang menyelimuti tubuhnya.


"Teknik Perisai Hampa Udara," teriak Xue Xiang.


Energi es yang diledakkan oleh Xie Xiang segera membekukan udara yang ada di sekitarnya dan membentuk ruang hampa udara berbentuk setengah lingkaran berukuran setengah meter. Dia tidak bisa membuat perisai yang lebih besar lagi karena dia baru menguasai teknik perisai hampa udara ini hanya sampai tingkat satu.


Pisau-Pisau es yang dikeluarkan oleh Luo Yi langsung terjebak dalam perisai hampa udara dan kehilangan kekuatanya lalu berhenti di udara ketika memasuki ruang hampa udara yang di buat oleh Xue Xiang.


Xue Xiang sekali lagi memberikan kejutan pada Xue Xian Hou yang dari tadi duduk dengan tenang di kursinya, dia menatap Xue Xiang dengan tajam lalu mengalihkan pandangannya ke guru Xue Yun dan bertanya. "Xue Yun, muridmu ini memiliki potensi yang sangat luar biasa. Apakah kamu tidak keberatan jika setelah kompetisi ini selesai, aku akan melatih dia secara pribadi?"


"Bagaimana saya bisa keberatan. Dapat dilatih secara langsung oleh Master Sekte adalah keinginan semua murid Sekte Snow Moon. Aku rasa Xue Xiang juga menginginkan hal ini. Ini adalah sebuah anugrah baginya, aku sama sekali tidak keberatan Master Sekte," jawab guru Xue Yun sambil memberi hormat sebagai tanda terima kasihnya.


"Baiklah. Karena kamu tidak keberatan, maka aku akan mengumumkan hal ini di depan semua murid saat kompetisi ini selesai," ucap Xue Xian Hou.


Xue Xiang mengerakkan kedua tangannya untuk membalikkan arah pisau-pisau es yang terjebak dalam ruang hampa agar berbalik mengarah ke tempat Luo Yi.


Pisau-pisau es itu segera bergerak dengan cepat menyerang semua bayangan es Luo Yi saat Xue Xiang menggerakkan kedua tangannya maju ke depan.

__ADS_1


"Pyar ... Pyar ... Pyar ..." Suara semua bayangan es Luo Yi ketika di hancurkan oleh pisau esnya sendiri yang telah dikendalikan oleh Xue Xiang.


"Kamu?! Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Bayangan bayangan es ku," ucap Luo Yi terkejut melihat bayangan-bayangan es nya dihancurkan. Dia lalu membentuk dua buah pisau es di tangannya dan bergerak maju dengan sangat cepat menggunakan jurus langkah es untuk menyerang Xue Xiang sambil berucap. "Aku belum menyerah dan aku tidak boleh kalah."


Dalam sekejap, Luo Yi sudah berada di samping Xue Xiang lalu menyerangnya dengan pisau es yang ada di kedua tangannya.


Pisau es di tangan kanan Luo Yi berhasil menggores lengan kiri Xue Xiang, untung saja Xue Xiang menyadari serangan tiba-tiba yang dilakukan oleh Luo Yi sehingga dia memiliki waktu untuk menggunakan jurus langkah es agar serangan itu tidak menyebabkan luka yang fatal.


"Saudari ini adalah sebuah ujian kenapa kamu berniat untuk membunuhku," ucap Xue Xiang dingin sambil menatap Luo Yi tajam.


Kesan ramah sudah hilang dari wajah Xue Xiang ketika menyadari niat membunuh dari Luo Yi.


"Aku tidak berniat untuk membunuhmu. Aku hanya berusaha menekanmu untuk menyerah, jika aku berniat membunuhmu aku akan menyerang titik vital yang ada di tubuhmu. Tapi perlu kau ketahui bahwa aku tidak akan pernah mengaku kalah karena aku tidak boleh kalah. Aku harus menjadi juara di kompetisi ini untuk membuktikan pada klanku bahwa aku bisa tetap menjadi kuat meski aku berada di luar bimbingan Klan Luo karena aku adalah penerus dari pendekar pisau langit Shi Tian," ucap Luo Yi penuh tekad sambil mengingat kehebatan kakeknya yang selalu dia dengar dari cerita ibunya.


Xue Xiang yang dari tadi terus menghindar, sudah mulai terdesak dan banyak luka goresan pisau di lengannya karena terkena pisau pisau es Luo Yi.


"Maafkan aku saudari. Kompetisi ini juga sangat penting untukku, aku juga tidak bisa kalah di sini," balas Xue Xiang.


"Teknik Perisai Ruang Hampa," teriak Xue Xiang.


Sekali lagi dia menggunakan jurus ruang hampa miliknya dan berhasil menjebak Luo Yi di dalamnya.

__ADS_1


Di dalam ruang hampa ini, Luo Yi mengalami kesulitan bergerak karena sama sekali tidak ada gaya gravitasi. Hanya Xue Xiang yang mampu bergerak dengan bebas di sini karena ini adalah ruang hampa yang di buat olehnya. Dia lalu bergerak ke belakang Luo Yi dan memukul bagian leher belakang Luo Yi.


"Kamu!!!" ucap Luo Yu sambil menoleh kebelakang untuk menatap Xue Xiang sebelum dia pingsan akibat terkena pukulan yang keras di tengkuk lehernya.


Tubuh Luo Yi yang Pingsan akhirnya jatuh ke tanah saat jurus perisai ruang hampa Xue Xiang menghilang.


Guru Shi Hui segera mendatangi tubuh Luo Yi yang pingsan dan segera memeriksanya.


Sejak awal pertandingan, sebenarnya Guru Shi Hui sudah mencemaskan keadaan Luo Yi karena Luo Yi adalah keponakannya. Rasa cemas di dalam dirinya langsung menghilang setelah memastikan Luo Yi hanya pingsan saja dan tidak terdapat luka yang serius di tubuhnya.


"Pertandingan pertama di babak ini telah selesai karena Luo Yi pingsan. Maka dengan ini aku umumkan bahwa pemenang di pertandingan pertama ini adalah Xue Xiang." teriak guru Shi Hui memberi pengumuman sambil mengangkat tangan kanan Xue Xiang atas.


Suara tepuk tangan para penonton segera memenuhi tempat ini setelah mendengar pengumuman dari guru Shi Hui. Banyak dari mereka juga meneriakkan nama Xue Xiang dan mengucapkan selamat. Xue Xiang merupakan salah satu murid yang cukup populer di sekte ini setelah Xue Xianzi.


"Xue Xiang, selamat kamu akan melaju ke babak empat besar," ucap guru Shi Hui.


"Terimakasih guru," balas Xue Xiang, lalu dia melihat tubuh Luo Yi yang pingsan di tanah dan bertanya. "Guru, apa aku boleh membantu menyadarkan saudari Luo Yi? Aku adalah siswi di kelas medis, jadi aku pasti bisa membantu dia sadar."


"Silahkan jika hal itu tidak semakin menguras tenagamu dan membuat luka di lenganmu menjadi bertambah parah," ucap guru Shi Hui.


"Baik guru, guru tenang saj. Hal ini tidak akan menyakitiku karena aku hanya akan mengalirkan sedikit energi murniku," ucap Xue Xiang sambil menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Xue Xiang berjalan menghampiri tubuh Luo Yi dan mulai mengalirkan energi murninya ke tubuh Luo Yi untuk membantunya sadar.


__ADS_2