LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V3 # CH 302 MULAI LATIHAN


__ADS_3

“Ya, aku sudah melihatnya. Sekarang aku mengerti alasan Guru memberiku baju pelindung ini agar aku gunakan selama latihan bersamamu. Mohon bimbingannya mulai sekarang, kakak seperguruan,” ucap Xin Ye sambil menangkupkan tangan ke depan.


“Aku pasti akan melatihmu sebaik mungkin karena ini adalah pertama kalinya Guru meminta bantuanku,” jawab Nero. Kemudian Nero berkata pada Divine Beast Lambda. “Guru, mulai sekarang aku akan melatih dan menjaga Xin Ye sebaik mungkin seperti aku melatih adikku sendiri. Saat Guru kembali ke sini, aku pastikan bahwa Xin Ye sudah memahami tentang dasar-dasar energi kegelapan dan aura energi kegelapannya akan menjadi semakin kuat dan stabil.”


“Bagus, sekarang aku bisa bepergian dengan tenang. Kamu boleh menggunakan setiap ruang yang ada di dalam Istanaku untuk melatih Xin Ye, tapi aku melarangmu untuk membawa Xin Ye keluar dari tempat ini karena Xin Ye belum mendapatkan medali yang merupakan izin sebagai penduduk Benua Atlantis. Aku baru akan memberikan medali itu setelah Xin Ye sudah cukup kuat untuk melindungi dirinya sendiri,” perintah Divine Beast Lambda pada Nero.


“Baik, Guru. Aku akan mengingat pesan dari Guru.” jawab Nero.


Divine Beast Lambda kemudian menghampiri Xin Ye sebelum dia meninggalkan tempat ini. “Xin Ye, kepergianku ini mungkin hanya satu minggu karena itu kau tidak boleh bersantai-santai selama latihan.”


“Aku mengerti, Guru.” jawab Xin Ye sambil memberi hormat dengan sedikit membungkukkan badannya.


Divine Beast Lambda langsung terbang meninggalkan Istananya dan menuju ke Alam Dewa karena dia tidak ingin menunda-nunda waktu lagi untuk membuat sebuah senjata yaang akan di gunakan oleh Xin Ye.


Beberapa bulan yang lalu Dewa Tertinggi Li Ting telah memberitahukan pada para Divine Beast tentang pertarungan antar Heilong dan Dark Etheroz. Dan hari pertarungan itu sudah semakin dekat karena itu Divine Beast Lambda ingin cepat-cepat melatih Xin Ye agar dia bisa membantu Heilong saat pertarungan itu terjadi.


Dewa Tertinggi juga berpesan pada seluruh Divine Beast agar melatih orang-orang yang merupakan reinkarnasi dari Dewi Xi Shi karena Dewa Tertinggi sangat yakin bahwa Dark Etheroz pasti tidak akan bertarung sendirian , dia pasti akan membawa Tujuh Jendral Iblis untuk membantunya.


Jika Dark Etheroz memang benar membawa Tujuh Jendral Iblis untuk membantunya maka yang bisa melawan mereka hanyalah reinkarnasi dari Dewi Xi Shi karena hanya merekalah manusia yang memiliki kekuatan seorang dewa selain Heilong.

__ADS_1


Setelah Divine Beast Lambda pergi, Nero berjalan mendekati Xin Ye untuk mengenal dia lebih dekat lagi.


“Xin Ye ada yang ingin aku tanyakan padamu,”


“Kata'kan saja, kakak seperguruan tidak perlu sungkan seperti itu. Aku akan menjawab semua pertanyaan itu dengan jujur.”


“Darimana asal energi kegelapan yang ada di dalam tubuhmu itu? Energi kegelapan itu sangat kuat dan hampir setara dengan energi kegelapan milikku.”


Xin Ye lalu menceritakan pada Nero tentang asal-usulnya yang merupakan penduduk Planet Bumi lalu di reinkarnasikan ke Planet Dreamland. Xin Ye juga mengatakan pada Nero bahwa energi kegelapan yang dia miliki berasal dari Dao Xue Lian.


“Ternyata asal-usulmu hampir mirip dengan Heilong, kalian berdua sama-sama berasal dari Planet Bumi dan di reinkarnasikan ke tubuh seseorang yang ada di Planet Dreamland,” jawab Nero menganggap kepala.


“Apakah Guru tidak memberitahumu bahwa dia memintaku untuk mengundang Heilong datang ke Benua ini, tepatnya di Pagoda Raja Api milikku,” jawab Nero.


Xin Ye mengingat kembali percakapan antara dirinya dengan Divine Beast Lambda. Akhirnya Xin Ye ingat bahwa Divine Beast Lambda memang pernah mengatakan hal itu saat dirinya akan masuk ke dalam lubang yang menjadi pintu masuk ke dalam istana ini.


“Guru memang pernah mengatakan hal itu saat aku akan masuk ke dalam istana ini, aku saja yang lupa. Hehe …” ucap Xin Ye tertawa kecil karena malu sekaligus bahagia.


Nero merasa aneh saat melihat wajah Xin Ye yang tiba-tiba berubah menjadi bahagia saat membicarakan Heilong dan dia'pun bertanya karena penasaran. “Apakah Heilong itu adalah kekasihmu yang baru saja di sebutkan oleh Guru?”

__ADS_1


“Benar, dia adalah kekasih sekaligus calon suamiku. Aku kira kami akan terpisah setelah kami mati, tapi aku tidak pernah menyangka bahwa Sang Pencipta akan sangat baik kepada kami berdua dan membuat kami berdua bertemu kembali di Planet Dreamland dengan status yang sama. Dengan status seorang pangeran dan seorang putri dari sebuah kerajaan yang sangat besar, kami berdua tidak mengalami kesulitan untuk mengatur rencana pernikahan,” jawab Xin Ye semangat saat membicarakan Heilong.


“Aku hubunganmu dan Heilong tidak akan berjalan dengan lancar,” ucap Nero menyindir.


“Apa maksud Kakak seperguruan?” tanya Xin Ye dingin.


“Tidak ada apa-apa, lupakan saja apa yang baru saja aku katakan. Lebih baik kita mulai latihanmu sekarang karena Guru pasti akan marah besar padaku jika kamu belum menguasai dasar-dasar energi kegelapan saat dia kembali,” jawab Nero mengelak.


Tadinya Nero ingin mengatakan pada Xin Ye tentang pernikahan yang akan dilakukan oleh Heilong dan Bianca saat Heilong sampai di Pagoda Raja Api, tapi dia mengurungkan niatnya itu karena dia merasa berita ini hanya akan mengganggu latihan Xin Ye saja. Biar Divine Beast Lambda sendiri yang akan mengatakan tentang masalah ini pada Xin Ye.


“Baik, apa yang harus aku lakukan sekarang?” tanya Xin Ye.


“Duduk dan bermeditasilah sambil menyerap energi kegelapan yang ada di sekitar tempat ini. Ini adalah pertama kalinya kamu menyerap energi kegelapan dari alam jadi titik-titik meridianmu pasti akan terasa sedikit sakit karena pergerakan dari energi kegelapan yang ada di alam, lebih cepat dari energi lainnya. Tapi kamu harus menahan rasa sakit itu sampai titik-titik meridianmu menjadi terbiasa untuk menyerap energi kegelapan yang berasal dari alam karena menyerap energi yang berasal dari alam adalah dasar dari latihan ilmu beladiri,” ucap Nero memberi instruksi.


Xin Ye langsung duduk bermeditasi lalu memusatkan konsentrasinya untuk menyerap energi kegelapan yang ada ada disekitarnya. Energi kegelapan yang berasal dari alam ini sangat cepat sampai berkali-kali menabrak dinding titik-titik meridiannya. Xin Ye berkali-kali mengeryitkan keningnya karena menahan rasa sakit saat energi kegelapan itu menabrak dengan keras ke dinding titik meridiannya. Tapi Xin Ye tidak berhenti untuk menyerap energi kegelapan ini karena dia sudah bertekad untuk menjadi seorang kultivator yang sangat kuat hingga bisa bersaing dengan Xue Xian Hou.


**


Benua Utara, Planet Dreamland.

__ADS_1


Xue Xian Hou dan Heilong akhirnya menyudahi meditasinya karena hari sudah pagi. Mereka berdua membuka matanya lalu berdiri untuk meninggalkan danau itu dan kembali ke bukit. Tapi saat mereka membalikkan badannya, mereka berdua melihat Kaisar Xuan De sedang tertidur dengan pulas di bawah sebuah pohon yang sangat besar.


__ADS_2