
Tidak terasa sebelas bulan telah berlalu di dalam Dunia Gerbang Waktu yang dibuat oleh Li Ziqi.
Selama beberapa bulan ini, Li Ziqi terus melatih Heilong dan Long Bai bertarung dengan sangat keras.
“Hari ini adalah hari terakhir kita melakukan latihan di dalam Dunia Gerbang Waktu. Aku ingin kalian berdua mengeluarkan semua kekuatan kalian agar aku tahu sudah sejauh mana perkembangan kemampuan bertarung yang kalian berdua miliki,” seru Li Ziqi.
“Baik guru,” jawab Heilong.
Li Ziqi lalu melemparkan sebuah pedang berwarna ungu. “Pedang itu adalah Pedang Petir Ungu. Di dalam pedang itu juga tidak terdapat roh senjata sama seperti Pedang Ocean Blue milikmu. Tapi, pedang itu adalah pedang berelemen petir. Jadi aku rasa dengan menggunakan pedang itu, kau bisa meminjam kekuatan elemen petir milik Long Bai.”
“Terima kasih guru,” jawab Heilong.
Heilong sekarang memegang dua pedang pusaka di tangannya.
Tangan kanan memegang Pedang Ocean Blue dan di tangan kiri memegang Pedang Petir Ungu.
“Ayo kita mula!! Serang aku,” teriak Li Ziqi.
Heilong segera mengangkat pedang yang ada di tangan kanannya keatas. Dia langsung meledakkan semua energi es miliknya dan memasukkannya ke Pedang Ocean Blue untuk mengeluarkan Jurus Pedang Membelah Tanah.
Li Ziqi juga mulai merilis salah satu jurus andalannya yaitu Tebasan Pemotongan Angin untuk menahan serangan Heilong.
"Swing ...”
Tiba -tiba tubuh Heilong menghilang dari pandangan Li Ziqi, rupanya Heilong menggunakan Jurus Sambaran Dewa Petir sebelum menembakkan jurus pedang membelah tanah.
“Hehe … Jadi mereka berdua berkerja sama untuk menyerangku, memang inilah yang aku inginkan karena itu aku sengaja memberimu dua pedang pusaka.” Li Ziqi tersenyum ringan.
Dalam sekejap Heilong sudah berada di belakang Li Ziqi dan menyerangnya dengan Jurus Pedang Membelah Tanah.
Li Ziqi yang menyadarinya segera berbalik dan menahannya dengan menggunakan Jurus Tebasan Pemotongan Angin.
“Boom …!!”
Suara ledakan yang sangat dahsyat terdengar. Tapi, serangan Heilong ternyata tidak berhenti sampai di situ karena sekarang dia bisa menggunakan Jurus Pedang Membelah Tanah berkali-kali.
Heilong terus menyerang Li Ziqi tanpa memberikan ruang untuk melakukan serangan balasan.
"DING ... DING … DING ... DING ..."
"BOOM ... BOOM ... BOOM …"
Dua sinar pedang dengan kekuatan yang besar berkali-kali saling berbenturan dengan keras satu sama lain, suara ledakan yang sangat dahsyat juga berkali-kali terdengar saat kedua kekuatan itu saling bertabrakan.
__ADS_1
Dalam sekejap mata, pedang mereka sudah berbenturan sebanyak dua puluh kali.
"Perkembangan kalian berdua ternyata sangat mengagumkan. Hanya dalam waktu satu tahun, tidak hanya kemampuan bertarung kalian saja yang mengalami peningkatan. Tapi, kerja sama kalian berdua juga menjadi semakin bagus,” puji Li Ziqi sambil menatap Heilong.
"Ini karena berkat bimbingan guru,” balas Heilong.
“Ayo kita lanjutkan latihan kita.”
Kali ini Li Ziqi mengambil inisiatif untuk menyerang Heilong lebih dulu. Sebab, Li Ziqi yakin jika kerjasama antara Heilong dan Long Bai mampu menandingi kekuatan miliknya.
“Tebasan Bintang.”
Pedang Li Ziqi tiba-tiba berubah menjadi sebuah pedang cahaya yang sangat besar dan mengarah ke arah Heilong.
“Jurus Membelah Raga,” teriak Heilong.
Saat jurus pedang Li Ziqi akan mengenai tubuh Heilong, tubuh Heilong segera menjadi air dan terbagi menjadi dua.
Kedua tubuh Heilong yang sama persis saling melirik satu sama lain.
“Sekarang sudah waktunya kita tunjukkan kemampuan kita yang sebenarnya ke pada guru,” ucap Long Bai.
"Aku juga berpikir begitu. Aku akan menyerang duluan dengan menggunakan jurus ilusi," ucap Heilong menyeringai.
"Ilusi es."
Seketika seluruh tempat ini langsung berubah menjadi hamparan tanah bersalju saat Heilong menggunakan jurus Ilusi miliknya.
"Rupanya kamu mau mengelabuhiku dengan jurus ilusi lagi," ucap Li Ziqi.
Li Ziqi berusaha mengangkat pedangnya ke atas untuk mengeluarkan jurus Pedang Cahaya Bintang miliknya.
Namun, saat pedangnya baru bergerak setengah langkah. Tiba-tiba Long Bai muncul dari arah samping.
"Sambaran dewa petir tanpa bayangan."
Long Bai langsung menggunakan jurus andalannya dan melemparkan pedang Li Ziqi dari tangannya.
"Rantai es," tambah Heilong.
Empat buah rantai es langsung muncul di dunia ilusi dan mengikat tubuh Li Ziqi.
"Kalian pikir aku hanya bisa menggunakan jurus cahaya bintang hanya dengan menggunakan pedangku." Li Ziqi tersenyum dingin.
__ADS_1
"Ledakan cahaya bintang," teriak Li Ziqi.
Seketika energi cahaya yang ada di dalam tubuh Li Ziqi meledak dan seluruh tubuhnya memancarkan cahaya lima warna yang sangat indah.
Cahaya ini menghancurkan jurus ilusi es Heilong dalam sekejap.
"Sekarang giliranku. Fire thunder storm."
Li Ziqi mengarahkan pukulannya ke arah Long Bai yang masih menutup matanya karena cahaya yang menyilaukan dari jurus ledakan cahaya bintang yang dikeluarkan Li Ziqi.
Heilong yang menyadari ini langsung berlari ke tempat Long Bai berdiri dengan menggunakan Jurus Langkah Angin Pemecahan Badai.
Memang Jurus Langkah Angin Pemecah Badai tidak secepat Jurus Sambaran Dewa Petir karena Heilong baru mempelajari jurus ini hanya sampai tingkat dasar saja. Tapi, ini sudah cukup untuk dapat menyaingi kecepatan dari fire thunder storm yang sekarang menuju ke arah Long Bai.
Dalam sekejap Heilong sudah berdiri di depan Long Bai.
"Perisai es. "
Sebuah perisai es langsung terbentuk di depan Heilong dan menahan jurus fire thunder storm Li Ziqi.
"Kamu rupanya cukup cepat juga," ucap Li Ziqi.
Li Ziqi mengangkat tangan kanannya ke atas dan energi petir yang sangat kuat langsung muncul di tangannya. Energi petir itu lalu membentuk sepuluh buah tombak petir. Dia lalu melemparkan tombak petir itu ke arah Heilong.
Saat Tombak-tombak itu akan mendekati tubuhnya, Heilong langsung merentangkan kedua tangannya ke depan.
"Cermin Es," teriak Heilong.
Sebuah cermin yang terbuat dari es langsung muncul di depan Heilong dan menyerap semua tombak itu masuk ke dalam cermin, lalu beberapa detik kemudian cermin itu mengeluarkan tombak-tombak tadi dan berbalik menyerang Li Ziqi.
"Apa?! Jadi dia juga telah menguasai jurus cermin es." Li Ziqi terkejut.
Li Ziqi menggunakan apinya untuk membentuk sebuah perisai yang menyelimuti tubuhnya dan menahan tombak-tombak petir itu.
Secara mengejutkan Long Bai yang dari tadi berdiri di belakang Heilong dalam sekejap sudah berada di belakang Li Ziqi. Dia lalu menggunakan Jurus Sambaran Dewa Petir Tanpa Bayangan untuk menghancurkan perisai api Li Ziqi.
Setelah perisai itu hancur, dia langsung mengarahkan pedangnya ke arah Li Ziqi.
Li Ziqi tersenyum. "Kemajuan kalian berdua sangat pesat. Hanya dalam waktu satu tahun kerjasama kalian telah menjadi begitu kompak."
"Hosh … Hosh …"
Heilong menjadi sangat kelelahan setelah pertarungan yang sangat sengit ini. Nafasnya juga menjadi berat.
__ADS_1
Sedangkan Long Bai sudah kembali ke dalam Dunia Pikiran dan beristirahat setelah waktu dari penggunaan Jurus Membelah Raga Habis.