LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V2 # CH 224 ANCAMAN LI ZIQI


__ADS_3

Saat sampai di dapur Li Ziqi langsung berdiri di depan Heilong untuk menghentikannya.


“Tunggu sebentar, ada sesuatu hal yang sangat penting yang ingin aku bicarakan denganmu,” ucap Li Ziqi.


“Apa yang ingin guru katakan? Guru bisa mengatakannya di sini karena di sini cuma ada kita berdua,” ucap Heilong yang sempat terkejut karena tiba-tiba di hentikan oleh Li Ziqi.


“Ini mengenai rencanamu untuk mengembangkan teknologi di Planet Dreamland ini,” jawab Li Ziqi.


Heilong merasa sedikit bingung. “Apakah ada masalah jika aku mengembangkan teknologi di Planet ini? Bukankah guru tadi juga mendengar sendiri alasanku dan Lin Chong Wei ingin mengembangkan teknologi di Planet ini adalah untuk membantu para manusia yang tidak memilih kultivasi karena manusia yang tidak memiliki kultivasi atau yang kultivasinya lemah akan selalu di tindas di Planet ini.”


“Tentu saja ada masalah. Bagaimana jika seandainya teknologi yang kau buat bersama dengan Lin Chong Wei tiba-tiba disalahgunakan oleh orang-orang yang memiliki tingkat kultivasi tinggi,” seru Li Ziqi.


Heilong seperti tersambar petir saat mendengar pernyataan dari Li Ziqi, memang selama ini dia tidak pernah memikirkan tentang kemungkinan orang-orang dengan tingkat kultivasi tinggi akan menggunakan alat-alat yang akan dia buat.


“Memang apa yang akan mereka lakukan dengan alat-alat yang akan aku buat. Aku hanya akan membuat alat-alat sederhana yang bisa membantu kehidupan orang-orang yang tidak memiliki kultivasi,” jawab Heilong membela diri.

__ADS_1


“Sekarang kau bisa mengatakan untuk membuat alat-alat sederhana, padahal aku tadi mendengar dengan sangat jelas bahwa kau akan membuat alat-alat yang bisa membantu kehidupan orang-orang yang tidak memiliki kultivasi agar tidak selalu ditindas oleh orang yang memiliki kultivasi. Atas dasar itu saja aku bisa menarik kesimpulan bahwa di masa-depan nanti kau akan membuat senjata dengan menggunakan dasar-dasar dari teknologi.” ucap Li Ziqi dingin.


“Aku tidak mengerti apa maksud guru. Memangnya senjata apa yang bisa dibuat dengan dasar-dasar teknologi,” jawab Heilong pura-pura bodoh karena sebenarnya dia memang tidak tahu tentang senjata. Saat dia masih di Bumi yang dia ketahui cuma ilmu memasak dan fisika serta beberapa produk rumah tangga.


“Kau pikir aku tidak tahu bahwa di Planet asalmu yaitu Planet Bumi, ada sebuah pesawat tempur yang bernama Pesawat Tempur X Blash. Pesawat tempur itu dilengkapi dengan berbagai macam teknologi canggih seperti radar pelacak benda tak terlihat dan juga penembak bom atom yang memiliki daya ledak untuk menghancurkan sebuah pulau.” jawab Li Ziqi menatap tajam ke arah Heilong.


“Pesawat seperti itu harus dikendalikan dari kokpit pesawat. Selain itu sebuah pesawat tempur dengan fasilitas secanggih itu pasti memiliki sistem keamanan yang sangat ketat. Jadi bagaimana bisa pesawat itu dikendalikan oleh orang yang bukan pemiliknya,” jawab Heilong.


“Kau perhatikan tanganku,” seru Li Ziqi.


“Apa kau lihat sekarang. Aku bisa mengendalikan pisau ini dari jarak jauh hanya dengan menggunakan tenaga dalam dan pikiranku saja. Aku sama sekali tidak perlu menyentuh benda itu agar aku bisa mengendalikannya,” Li Ziqi menggerakkan pisau yang ada di tangannya agar semakin mendekati Heilong. “Sekarang coba kau bayangkan bahwa pisau ini adalah pesawat yang kau maksud. Aku sama sekali tidak perlu masuk ke dalam kokpit pesawat hanya untuk mengendalikan pesawat itu, aku hanya cukup menggerakkan tanganku saja maka pesawat itu akan bergerak sesuai dengan keinginanku. Hal seperti ini bisa dilakukan oleh siapapun yang memiliki tingkat kultivasi yang tinggi.”


“Tidak ada yang bahaya jika hanya merebut pesawat tempur dengan cara seperti itu karena untuk bisa menembakkan bom atom kita harus tetap menekan tombol yang ada di dalam kokpit pesawat,” jawab Heilong.


“Kau ini bodoh yah!!” bentak Li Ziqi kesal sambil melemparkan pisau yang ada di tangannya kesamping sampai membuat tembok dilewati pisau itu hancur. “Lihatlah pisau itu baik-baik dan bayangkan jika pisau adalah pesawat tempur X Blash. Bagaimana jika aku mengendalikan pesawat tempur itu dengan kekuatan pikiranku dan meletakkannya di atas benua yang ingin aku hancurkan. Lalu aku meledakkan pesawat tempur itu dengan kekuatanku. Apa kau bisa membayangkan seberapa besar ledakan yang akan terjadi?”

__ADS_1


Akhirnya pikiran Heilong mulai terbuka, dia membayangkan bagaimana jika semua bom atom yang ada di dalam pesawat itu ikut meledak bersamaan dengan pesawat itu.


“Benua itu akan hancur dalam hitungan detik,” jawab Heilong.


“Sekarang kau tahukan, apa bahayanya jika ada teknologi di Planet ini. Teknologi dan Kultivasi adalah dua hal yang tidak boleh disatukan dalam satu Planet. Apakah kau tahu kenapa sang pencipta memisahkan kembali antara Planet Dreamland dan Planet Bumi setelah sekian lama kedua Planet ini saling menyatu?” tanya Li Ziqi.


“Aku tidak tahu karena aku belum lahir saat itu. Hehe ...,” jawab Heilong tertawa.


“Bodoh. Aku sedang serius saat ini, jangan main-main,” ucap Li Ziqi sambil memukul kepala Heilong. Kemudian dia lanjut menjawab. “Sebab, dari kehancuran kedua Planet ini jutaan ribu tahun yang lalu adalah sebuah Bom Nuklir yang telah diperkuat daya hancurnya oleh seorang kultivator yang ada di lapis God. Dan itu pulalah yang menyebabkan batas tingkat kultivasi yang ada di kedua Planet ini hanyalah sampai lapis God”


“Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang guru? Aku sudah berniat untuk membantu orang-orang yang tidak memiliki kultivasi agar mereka bisa hidup lebih baik di Planet ini. Dan aku sudah memulainya, masa aku harus tiba-tiba menghentikannya,” tanya Heilong kebingungan karena dia juga takut jika hal seperti itu juga terulang kembali.


“Baiklah karena sebenarnya niatmu baik dan kamu adalah muridku jadi aku akan lebih mudah untuk mengawasimu. Maka aku mengizinkanmu untuk mengembangkan teknologi di Planet ini. Tapi aku melarangmu dengan sangat keras untuk membuat senjata yang dilengkapi dengan teknologi canggih. Jika kau sampai melanggarnya, maka saat itu juga aku akan menghancurkan senjata yang kau buat itu dengan tanganku sendiri dan aku juga akan membunumu karena kau adalah otak dari dibuatnya senjata itu,” ancam Li Ziqi dengan dingin dan niat membunuh yang kuat sampai membuat tubuh Heilong sedikit bergetar.


“Baik. Aku akan selalu mengingat pesan guru. Aku berjanji, aku hanya akan membuat perabot rumah tangga dan alat transportasi saja,” seru Heilong.

__ADS_1


__ADS_2