
“Nona, Apakah kamu berasal dari Benua Selatan? Aku bisa merasakan jika di dalam tubuhmu mengalir energi api yang murni dan sepertinya itu bukanlah api biasa?” tanya Kirin Es dalam keadaan sekarat.
“Benar. Aku memang berasal dari Benua Selatan dan aku adalah Putri dari Kaisar Feng Chen. Aku mendapatkan kekuatan api ini dari Divine Beast Suzaku,” jawab Feng Tzuyu.
“Bagus. Apakah kamu juga menguasai Teknik Api Pelebur Raga?” lanjut Kirin Es bertanya.
“Aku menguasai teknik itu. Teknik Api Pelebur Raga adalah salah satu teknik yang ada di dalam Jurus Tarian Api Langit. Tapi untuk menggunakan teknik itu, aku harus membuka segel yang ada di tubuhku secara paksa,” jawab Feng Tzuyu.
“Apakah berbahaya jika segel itu terbuka?” tanya Kirin Es mengerutkan keningnya.
“Tidak. Aku hanya akan tidur selama beberapa hari saja dan akan kembali pulih saat terbagun,” jawab Feng Tzuyu tersenyum.
"Baguslah, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Dengarkan aku baik-baik! Setelah aku mati, kau harus segera mendekatkan tubuhku dengan pedang milik pemuda itu. Setelah itu, gunakan Teknik Api Pelebur Raga untuk menyatukan tubuhku dengan pedang itu. Pedang itu akan berevolusi menjadi pedang yang lebih kuat dari sebelumnya berkat kekuatan taring dan tanduk Kirinku,” ucap Kirin Es memberi instruksi pada Feng Tzuyu.
“Baik. Akan aku lakukan sesuai dengan perintah anda,” jawab Feng Tzuyu.
Kiris Es lalu melihat ke arah Heilong. “Anak muda, setelah pedang itu selesai di perbaiki. Kamu harus segera membuat segel kontrak dengan pedang itu.”
“Aku mengerti,” jawab Heilong.
“Aku titipkan dendamku padamu. Bunuhlah Buaya Salju itu dan terimakasih karena telah membantuku."
Setelah mengucapkan pesan terakhirnya, Kirin Es itu akhirnya meninggal dalam keadaan damai dengan wajah yang tersenyum.
“Bai gege, bisakah kamu keluar dari perisai es ini? Aku takut kekuatan api yang ada di dalam tubuhku akan melukaimu ketika aku membuka segel yang membelenggu kekuatanku,” ucap Feng Tzuyu.
“Kalau begitu aku akan meletakkan pedangku di sini dan segera keluar dari perisai ini. Tapi kamu juga harus berhati-hati karena aku juga tidak ingin kamu terluka.”
“En.” Feng Tzuyu menganggukkan kepalanya.
Heilong segera meletakkan pedangnya yang patah di dekat tubuh Kirin Es dan segera keluar dari dalam perisai es.
Sekarang yang ada di dalam perisai es hanya Feng Tzuyu dan mayat Kirin Es.
Feng Tzuyu lalu mengulurkan tangan kanannya dan bola api berwarna ungu keemasan segera muncul di jari telunjuknya.
Dia kemudian memasukkan api itu itu ke dalam mulutnya dan menelannya. Setelah itu, dia segera melakukan beberapa gerakan tangan dengan kedua tangannya di depan dadanya.
“Teknik Pembuka Segel Api Suci.”
__ADS_1
“Whoost ....”
Seketika api berwarna emas yang sangat kuat memancar dari tubuh Feng Tzuyu.
Seluruh tubuh Feng Tzuyu terendam dalam api berwarna emas ini. Perisai es yang dibuat Heilong juga mulai meleleh akibat terkena hawa panas dari api berwarna emas ini.
Segel berbentuk Burung Phoenix Emas di punggung Feng Tzuyu mulai bersinar dengan sangat terang dan perlahan-lahan mulai retak. Retakan-retakan di segel itu semakin lama semakin banyak sampai akhirnya segel itu hancur dan kemudian menghilang dari tubuh Feng Tzuyu.
Api emas yang memancar dari tubuh Feng Tzuyu secara perlahan mulai tenang. Tapi, api itu tidak menghilang. Api berwarna emas ini tetap memancar dari tubuh Feng Tzuyu dan membuat tubuhnya bersinar keemasan.
Heilong berjalan mendekati Feng Tzuyu tetapi Feng Tzuyu menghentikannya saat merasakan Heilong berjalan mendekatinya.
“Berhenti!! Jangan mendekat karena tubuhmu tidak akan kuat menahan hawa panas dari apiku ini. Dan aku tidak ingin kamu terluka,” ucap Feng Tzuyu.
“Tzuyu, apakah kamu benar-benar baik-baik saja?" tanya Heilong cemas.
“Jangan khawatir aku baik-baik saja,” jawab Feng Tzuyu mencoba menenangkan Heilong.
“Tetaplah di sana dan jangan mendekatiku. Aku akan mulai menggunakan Teknik Api Pelebur Raga,”ucap Feng Tzuyu.
Heilong menuruti semua perkataan Feng Tzuyu. Dia tetap diam di tempatnya dan hanya mengawasi Feng Tzuyu.
Feng Tzuyu mulai menggambar sebuah formasi berbentuk bintang dengan menggunakan api emas miliknya.
Dia lalu melemparkan formasi itu ke arah Kirin Es dan Pedang Ocean Blue.
Ketika sampai di tanah, gambar formasi bintang itu semakin membesar sehingga membuat pedang dan tubuh Kirin Es berada di pusat formasi.
Feng Tzuyu lalu membuat sebuah bola api yang cukup besar dan melemparkan api itu ke dalam formasi yang ada di depannya.
Saat sampai tepat di atas tengah-tengah formasi bintang, bola api itu tiba-tiba meledak dan serpihannya menuju ke tiap-tiap sudut formasi bintang.
Formasi bintang itu langsung tenggelam dalam kobaran api berwarna emas.
“Teknik Api Pelebur Raga,” teriak Feng Tzuyu sambil menyalurkan energi apinya untuk membesar dan memperkuat kobaran itu.
**
Wong bersaudara yang sedang bertarung dengan buaya salju tiba-tiba dikejutkan dengan kobaran api emas yang sangat besar.
__ADS_1
Wong Gie segera menoleh ke arah datangnya api emas itu dan dia tampak cemas karena dia mengetahui api emas ini tidak biasa.
“Sepertinya Tuan Putri telah menghancurkan segel yang ada di tubuhnya dan menggunakan salah satu jurus yang ada dalam Jurus Tarian Api Langit. Ini adalah kondisi yang sangat berbahaya. Kami harus membawa Tuan Putri kembali ke Kerajaan Red Phoenix untuk membuat segel lagi kecuali dia mendapatkan Mustika Air Buaya Salju,” ucap Wong Gie.
Dia lalu menoleh ke saudara-saudaranya dan memberikan perintah. “Saat ini keadaan Tuan Putri sedang dalam bahaya. Aku akan membagi kelompok ini menjadi dua. Wong Fei, Wong Gien dan Wong Ding kalian bertiga pergilah ke tempat Tuan Putri, pastikan tidak ada bahaya yang mendekatinya. Jika Buaya Salju ini tiba-tiba menyelinap ke sana, kalian bertiga harus segera menahannya.”
Wong Gie kemudian menoleh ke arah dua anak buahnya yang lain. “Wong Shien dan Wong Thing, kalian berdua tetap di sini untuk membantuku membunuh Buaya Salju ini. Bagaimana pun caranya kita harus mendapatkan Mustika Air Buaya Salju itu.”
“Baik ketua.”
Ketiga orang tadi segera memisahkan diri dan berlari ke tempat Heilong berada.
“Sudah lama kalian berdua tidak bertarung secara serius. Ayo kita kerahkan semua kemampuan kita saat ini.” ucap Wong Gie menatap Wong Shien dan Wong Thing.
Mereka bertiga kemudian meledakkan energi api yang ada di dalam tubuh mereka secara bersamaan.
“Whoost ...”
Api yang sangat besar langsung berkobar dari tubuh mereka bertiga.
“Ayo kita maju… Cakar Elang Api,” teriak Wong Gie.
“Tendangan Kuda Api,” teriak Wong Shien.
“Tapak Panda Api,” teriak Wong Thing.
Mereka bertiga menggabungkan kekuatannya dan mengeluarkan jurus pamungkasnya untuk menyerang Buaya Salju.
**
Wong Fei, Wong Gien dan Wong Ding akhirnya sampai di tempat Heilong berada dan segera menghampirinya.
Mereka bertiga lalu membuat perisai api yang sangat kuat.
Api berwarna emas itu akhirnya berhenti berkobar dan sebuah pedang yang mirip dengan Pedang Ocean Blue muncul dan melayang di udara. Pedang itu berwarna putih seperti warna taring Kirin Es.
“Bai gege, cepat ambil pedang itu,” seru Feng Tzuyu.
Heilong segera melompat dan mengambil pedang itu. “Pedang ini sangat bagus. Aku akan menamai pedang ini Pedang Taring Putih.”
__ADS_1