
“Sudah jangan berdebat lagi. Sekarang adalah waktu yang sangat tepat untuk melewati pintu gerbang itu karena penjagaan di sana masih sedikit longgar. Jika sampai malam tiba, maka akan lebih banyak penjaga yang menjaga pintu gerbang,” seru Heilong melerai Lu Zhan dan Lin Chong Wei.
Lu Zhan dan Lin Chong Wei langsung berhenti berdebat setelah mendapat teguran dari Heilong.
Lu Zhan lalu melepaskan mahkota yang ada di kepalanya dan kembali ke penampilannya yang semula. “Apa yang harus kami lakukan Guru?”
“Kau menyamar menjadi pedagang penjual perabotan rumah tangga,” ucap Heilong menujuk Lu Zhan. Kemudian dia berganti menujuk Lin Chong Wei. “Paman Lin, anda menyamar sebagai pedagang penjual daging.”
Heilong kemudian mengeluarkan tiga buah gerobak pengangkut barang dari dalam gelang galaxynya dan berkata. “letakkan barang-barang yang aku tanyakan tadi ke dalam gerobak ini untuk membantu penyamaran kalian.”
Lu Zhan langsung mengeluarkan semua alat-alat memasak yang ada di dalam gelang galaxy miliknya dan segera menata semua barang-barang itu di dalam gerobak. Tapi Lu Zhan tidak mengeluarkan pisau pemberian Heilong karena benda itu terlalu berharga untuk di tunjukkan pada orang lain.
Lin Chong Wei juga melakukan hal yang sama, dia mengeluarkan beberapa kilogram daging Beast dan menata semua daging itu dengan rapi di dalam gerobak pengangkut barang.
“Lalu anda akan menyamar sebagai apa tuan?” tanya Lin Chong Wei penasaran saat melihat Heilong belum mengeluarkan benda apa'pun.
“Aku akan menyamar sebagai pedagang penjual batu,” jawab Heilong sambil mengeluarkan bongkahan batu berwarna ungu yang sangat banyak dan segera menatanya di dalam gerobak.
“Dari mana Tuan mendapatkan batu kecubung ungu sebanyak itu?”
“Benar sekali, bagaimana guru bisa memiliki batu kecubung ungu sebanyak itu? Jumlah batu ini sekarang mulai langka di Planet Dreamland karena sering diambil oleh para penambang untuk di jual lagi pada para penempa agar bisa dijadikan sebagai cincin penyimpan atau mahkota penyimpan.”
Lu Zhan dan Lin Chong Wei langsung terkejut saat melihat batu berwarna ungu yang sangat banyak itu karena mereka berdua tahu bahwa harga batu itu sangat mahal dan sangat susah di dapat.
“Aku mendapat ini dari warisan seorang Dewi yang tiba-tiba turun dari langit,” jawab Heilong santai.
__ADS_1
“Dewi!?” ucap Lu Zhan dan Lin Chong Wei terkejut setengah tidak percaya pada jawaban Heilong.
“Sudah, kita bahas masalah ini nanti saya. Cepat letakkan mahkota itu di atas kepala kalian karena kita akan segera melewati pintu gerbang itu,” perintah Heilong.
Mereka bertiga langsung meletakkan mahkota penyamaran di kepalanya masing-masing dan merubah penampilan mereka menjadi seorang pedagang. Karena mereka menyamar menjadi pedagang, maka mahkota yang ada di atas kepala mereka menjadi tidak terlihat.
Mereka bertiga mulai berjalan menuju ke arah pintu gerbang perbatasan yang jaraknya masih sekitar dua kilometer sambil menarik gerobak mereka masing-masing.
Di antara gerobak mereka bertiga, gerobak Lu Zhan'lah yang memiliki berat paling ringan karena masih banyak ruang kosong di dalam gerobaknya. Tapi kekuatan fisik Lu Zhan juga yang paling lemah di antara mereka bertiga karena Lu Zhan bukanlah seorang kultivator tingkat tinggi. Dia terlalu fokus untuk memasak sehingga sering lupa untuk latihan kultivasi dan sampai saat ini, tingkat kultivasi Lu Zhan masih berada di Lapis Warrior.
Heilong yang memimpin perjalanan, menyadari bahwa Lu Zhan mulai kelelahan saat dia melihat gerak langka kaki Lu Zhan semakin melambat dan jauh tertinggal di belakang, padahal ini baru setengah perjalanan. Dia memutuskan untuk berhenti sebentar sambil menunggu Lu Zhan sampai.
“Sepertinya kau harus melatih kekuatan fisikmu dan menaikkan tingkat kultivasimu saat kita tiba di Mansion Keluarga Long. Seorang koki juga membutuhkan kekuatan karena dengan kekuatan itu kau bisa memotong bahan makanan dengan cepat dan bisa mencari bahan makanan sendiri ke dalam hutan tanpa rasa takut,” ucap Heilong saat Lu Zhan datang mendekat.
“Kau naiklah di atas gerobakku, aku akan menarikmu sampai di dekat pintu gerbang itu untuk mempercepat waktu perjalanan kita,” ucap Heilong pada Lu Zhan.
“Jika aku naik di atas gerobak ini, maka beban gerobak ini akan menjadi semakin bertambah berat. Berat gerobak yang berisi batu kecubung ungu adalah yang terberat di antara kita bertiga. Maafkan aku Guru, aku tidak bisa melakukan hal itu karena aku tidak mau membebani Gitu,” jawab Lu Zhan menolak secara halus.
“Kau tenang saja, berat gerobak ini lebih ringan daripada berat energi es yang harus aku tahan saat aku akan mengeluarkan jurus-jurusku. Meskipun ada sepuluh orang yang naik di atas gerobak ini, aku masih mampu menarik gerobak,” jawab Heilong.
“Aku juga akan mendorong gerobak milik Lu Zhan dari belakang sehingga akan memperingan berat dari gerobak ini,” sahut Lin Chong Wei.
“Kau tidak punya alasan untuk menolak lagi. Sekarang cepatlah naik ke atas gerobakku karena sebentar lagi malam akan tiba,” perintah Heilong.
Lu Zhan akhirnya mau naik ke atas gerobak yang ditarik Heilong dengan perasan sedikit berat hati. Dia juga berjanji pada dirinya bahwa setelah sampai di Mansion Keluarga Long, dia akan berlatih dengan keras untuk meningkatkan kekuatannya sambil mengelola restoran barunya yang ada di dekat sana agar tidak menjadi beban bagi orang lain lagi.
__ADS_1
Setelah lima menit berjalan sambil menarik gerobak, mereka bertiga hampir sampai di depan pintu gerbang perbatasan. Lu Zhan akhirnya turun dari gerobak yang ditarik Heilong dan melanjutkan perjalanan itu dengan berjalan kaki, tapi Lin Chong Wei tetap membantu untuk mendorong gerobak yang di tarik Lu Zhan dari belakang.
“Berhenti!” Seru prajurit penjaga pintu gerbang yang melihat rombongan Heilong akan lewat.
Mereka bertiga langsung berhenti di depan prajurit penjaga pintu gerbang perbatasan.
“Benda apa yang kalian bawa di dalam gerobak kalian?” tanya prajurit lain yang ikut menjaga pintu gerbang.
“Kami bertiga adalah pedagang dari Benua Utara. Semua barang yang ada di dalam gerobak kami adalah pesanan dari Mansion Keluarga Long,” ucap Heilong.
“Aku ingin memeriksa barang yang kalian bawa untuk memastikan keamanannya,” ucap prajurit itu.
“Silahkan, tuan,” jawab Heilong tanah sambil membuka penutup gerobaknya.
Kelima prajurit yang ikut membantu menjaga gerbang perbatasan langsung memeriksa ketiga gerobak itu dengan teliti. Wajah para prajurit itu langsung berubah saat melihat isi gerobak yang di bawa Heilong yaitu Batu Kecubung Ungu.
Prajurit itu langsung melapor sambil berbisik pada prajurit pintu gerbang yang menghentikan Heilong, sepertinya prajurit yang menghentikan Heilong ini adalah pimpinan dari mereka.
“Barang yang kamu bawa itu terlalu berbahaya untuk di bawa masuk ke wilayah Kerajaan Blue Dragon karena itu kami harus melakukan pemeriksaan tambahan,” ucap prajurit penjaga pintu gerbang yang menghentikan Heilong.
“Baik, tuan. Kemana kami harus pergi untuk melakukan pemeriksa tambahan?” tanya Heilong sambil tersenyum.
“Kau, bawa mereka bertiga ke ruang pemeriksaan bawah tanah karena barang yang mereka bawa termasuk barang yang berbahaya dan harus di periksa oleh petugas yang ada di sana,” seru prajurit itu memberi perintah pada prajurit yang ada di samping pintu gerbang.
Heilong dan Lin Chong Wei tahu bahwa tidak ada yang namanya ruang pemeriksaan bawah tanah. Lin Chong Wei berusaha melawan saat akan dibawa pergi ke ruangan itu, tapi Heilong langsung meminta Lin Chong Wei untuk tenang karena dia ingin tahu apa yang sebenarnya akan di lakukan oleh para prajurit ini.
__ADS_1