
“Slash ...”
Kekuatan api dan angin berbentuk seperti bulan sabit berwarna putih yang membawa tekanan yang sangat mengerikan langsung mengarah ke Perisai Cahaya Matahari dan membelah Perisai Cahaya itu menjadi dua bagian.
Lin Meylin mengangkat alisnya karena terkejut saat Perisai Cahayanya berhasil di hancurkan Heilong dengan mudah.
“Kakak, jurus apa itu tadi? Aku belum pernah melihat kau menggunakan jurus itu sebelumnya. Jangan-jangan kau sengaja menyembunyikan kekuatanmu yang sebenarnya saat melawanku waktu itu,” tanya Lin Meylin penasaran.
Heilong menyimpan kembali pedang baja hitamnya dan menatap Lin Meylin yang wajahnya menunjukkan keterkejutan yang luar biasa pada dirinya. Kali ini giliran Heilong balas mengejek Lin Meylin karena dari tadi Lin Meylin terus mengejeknya.
“Benar sekali. Waktu itu saat kita sedang latihan bertarung. Aku sengaja menyembunyikan kekuatanku karena aku tidak mau menyakiti seorang gadis kecil yang sangat imut.”
“Hmm ... Jadi sekarang Kakak mengakui kalau aku bukan anak kecil lagi karena Kakak tidak lagi menahan kekuatan saat menghadapiku,” jawab Lin Meylin sambil meletakkan tangan kanannya di dagunya seperti orang yang sedang memikirkan sesuatu.
“Bukan begitu! kau tetap anak kecil. Aku tadi cuma kelepasan saja mengeluarkan jurus itu untuk menghormatimu karena kau juga mengeluarkan jurus barumu. Masa kau menggunakan jurus baru dan aku hanya menggunakan jurus yang lama,” sahut Heilong mengelak.
“Terserah Kakak,tapi karena aku sudah kalah maka aku harus menepati janjiku.”
Lin Meylin berjalan ke arah Heilong sambil tersenyum dan mengeluarkan sesuatu dari Gelang Galaxy yang ada di tangan kirinya. Pada waktu akan memasuki Dunia Gerbang Waktu, Heilong memang sempat memberikan Lin Meylin Gelang Galaxy pemberian dari Li Ziqi yang berisi pakaian yang bisa dia gunakan selama berada di Dunia Gerbang Waktu.
“Ini hadiah yang aku janjikan. Aku harap kakak suka dan mau menyimpannya. Itu adalah sapu tangan yang aku buat pertama kali menggunakan tanganku sendiri. Maaf jika hasilnya kurang bagus karena ini memang pertama kalinya aku membuat sapu tangan,” ucap Lin Meylin sambil memberi sapu tangan berwarna putih dengan gambar dua ekor naga dengan warna yang berbeda. Yang satu adalah gambar naga cahaya dan yang satu lagi adalah gambar naga petir.
__ADS_1
Heilong segera menerima sapu tangan itu dan melihatnya. “Jangan bilang begitu. Sapu tangan ini sangat bagus. Aku sangat menyukainya dan akan aku simpan dengan baik. Terimakasih ya adik kecil.”
“Kau masih saja menganggapku anak kecil,” jawab Lin Meylin sedikit cemberut.
“Iya … Iya Gadis Besar.” sahut Heilong spontan saat melihat wajah Lin Meylin yang cemberut.
Raut wajah Lin Meylin tiba-tiba berubah menjadi marah dan menginjak kaki kanan Heilong. “Siapa yang gadis besar. Kau pikir aku gendut.”
“Aduh ... Iya-iya maaf, gadis dewasa maksudku. Aku tadi salah ucap karena lidahku keseleo. Hehe ...” jawab Heilong tertawa renyah.
“Hmph ... Dasar buaya. Pintar banget mencari alasan,” sahut Lin Meylin mendengus kesal.
“Rawr ... Aku bukan buaya tapi aku adalah seekor harimau pemangsa yang suka memakan gadis cantik,” ucap Heilong bercanda sambil menurunkan suara dan gerakan mirip dengan seekor harimau yang akan menerkam mangsanya.
Lin Meylin terus berlari di sekitar lapang yang ada di dalam dunia gerbang waktu saat Heilong mengejarnya dengan gaya yang mirip seekor hati mau. Mereka terus bermain-main kejar-kejaran seperti anak kecil.
Dari jauh Lin Chong Wei terus mengamati apa yang sedang dilakukan oleh putrinya dan Heilong. Lalu dia tersenyum sambil berkata lirih. “Sepertinya putriku menyukai Tuan muda Heilong. Jika Tuan muda juga memiliki perasan yang sama maka aku bersedia untuk menikahkan putriku dengannya. Lagipula dia juga yang telah menyelamatkan nyawa kami berdua dan memberikan kami kehidupan yang baru, jika dia meminta putriku untuk menjadi istrinya rasanya putriku juga tidak akan menolak.”
Tiba-tiba Lin Meylin berlari mendekat ke tempatnya sambil tertawa bahagia mirip sekali dengan seorang anak kecil yang tertawa lepas tanpa beban. Lalu dia bersembunyi di balik punggung ayahnya.
“Ayah tolong aku. Ada seekor Harimau Playboy yang mengejarku,” ucap Lin Meylin yang pura-pura ketakutan.
__ADS_1
“Nikahi saja Harimau Playboy itu. Biar dia menjadi jinak dan tidak mengejarmu lagi. Haha ...,” sahut Lin Chong Wei tertawa renyah.
Heilong dan Lin Meylin langsung berhenti bermain saat mendengar ucap Lin Chong Wei dan wajah mereka berdua berubah menjadi merah karena malu.
“Ayah, apa yang ayah katakan!!?? Kami cuma bermain-main saja untuk menghilangkan kebosanan saat berada di sini karena yang bisa kita lakukan di sini cuma berkultivasi saja,” jawab Lin Meylin malu-malu sambil menundukkan kepala untuk menyembunyikan wajahnya yang sudah sangat merah.
“Sebagai ayahmu yang terus merawat dan menjagamu sejak kecil, aku bisa tahu apa yang ada di pikiran anakku. Kau tidak bisa berbohong pada ayahmu ini,” ucap Lin Chong Wei sambil mengelus kepala putrinya.
“…” Heilong hanya melihat dengan diam karena dia merasa canggung. Sebenarnya Heilong tahu apa maksud dari perkataan Lin Chong Wei tapi untuk saat ini Heilong sama sekali belum siap untuk membahas tentang pernikahan karena sebelumnya dia sudah menjanjikan pernikahan kepada tiga orang wanita dan sampai saat ini belum ada yang dia tepati.
Tiba-tiba tanah yang ada di dalam Dunia Gerbang Waktu menjadi bergetar seperti terjadi sebuah gempa. Lin Chong Wei dan Lin Meylin menjadi sedikit waspada dan bertanya pada Heilong.
“Tuan, apakah ada yang menyerang tempat ini?”
“Kakak, apa yang sebenarnya terjadi?”
Heilong tersenyum dan menunjuk dinding pembatas yang mengelilingi Dunia Gerbang Waktu dengan tangan kanannya. “Tidak ada yang menyerang tempat ini. Kalian berdua tidak perlu takut. Ini adalah tanda bahwa latihan kita di tempat ini sudah selesai. Kita akan segera keluar.”
Secara perlahan dinding-dinding yang membatasi Dunia gerbang Waktu dan Dunia Luar mengalami retakan dimana dan satu persatu dinding-dinding pembatas itu mulai runtuh.
“Akhirnya latihan kita selesai juga. Aku sudah tidak sabar untuk melihat bagaimana keadaan dunia luar dan seperti apa reaksi orang-orang saat melihatku,” ucap Heilong sambil menarik nafas panjang untuk menghirup udara segar dunia luar meskipun saat ini mereka semua masih berada di dalam ruang kultivasi yang ada di dalam pesawat Max Lightning.
__ADS_1
“Tidak banyak yang berubah di dunia luar karena kau cuma seminggu meninggalkan dunia nyata. Apa kau sudah lupa dengan penjelasanku tentang teknik Gerbang Waktu,” sahut Li Ziqi.