
"Nama jurus ini adalah Pusaran Pelangi Raja Api Phoenix," ucap Feng Tzuyu.
Heilong terus memperhatikan setiap gerakan Kaisar Feng Cheng dengan teliti sambil mendengarkan penjelasan Feng Tzuyu tentang jurus ini.
Saat Heilong tengah berkonsentrasi, tiba-tiba dia dikejutkan oleh suara Li Ziqi yang muncul dari dunia jiwanya.
"Senjata yang digunakan oleh orang itu bukanlah senjata biasa. Tapi senjata itu adalah salah satu dari dua belas harta langit," ucap Li Ziqi.
Heilong menjadi terkejut saat mendengar kata "Dua belas harta langit" terucap dari mulut Li Ziqi. Dia tidak pernah menyangka bisa melihat harta langit yang lain selain kalung pure heart yang ada pada dirinya sekarang, meskipun saat ini kalung pure heart tidak dalam keadaan utuh tapi Heilong masih bisa merasakan kekuatannya.
Heilong segera memindahkan kesadarannya ke dalam Dunia Jiwa miliknya untuk mengobrol dengan Li Ziqi.
"Apa maksud kata-kata guru barusan? Apakah di Planet Dreamland ini memang benar-benar ada harta langit yang lain, selain kalung Pure Heart yang aku miliki bersama dengan para reinkarnasi Dewi Xi Shi" tanya Heilong.
"Benar. Saat aku masih berada di alam dewa, aku menemukan sebuah surat di ruangan ayahku dan aku membacanya. Di sana aku mendapat informasi bahwa di planet yang bernama Planet Dreamland terdapat lima buah harta langit," jawab Li Ziqi.
"Lima...?!" ucap Heilong terkejut.
"Benar ada lima. Dulu memang ada lima tapi sekarang harta langit yang ada di Planet ini bertambah menjadi enam. Karena sekarang kalung Pure Heart juga ada di Planet ini," jawab Li Ziqi.
"Lalu dimana kelima harta langit yang lain itu berada?" lanjut Heilongbertanya.
"Golok Naga Perkasa dimiliki oleh Divine Beast Seiryu. Perisai Cangkang Kura-kura Emas dimiliki oleh Divine Beast Genbu. Tombak Giok Badai Angin dimiliki oleh Divine Beast Byako. Dan Cakram Cakra Api Delapan Raja yang ada di depanmu itu. Sebenarnya senjata pusaka itu dimiliki oleh Divine Beast Suzaku. Sedangkan yang satunya adalah Sabit Bintang Kegelapan dan senjata pusaka itu berada di tangan Dark Etheroz. Aku rasa keempat Divine Beast mempercayakan senjata pusaka mereka pada pecahan roh mereka di planet ini dengan tujuan untuk melawan kekuatan dari senjata pusaka Sabit Bintang Kegelapan. Tapi karena mereka cuma pecahan roh maka mereka tidak bisa menggunakan kekuatan senjata itu dengan maksimal jadi mau tidak mau mereka berempat harus memberikan senjata itu pada orang yang tepat," jelas Li Ziqi.
__ADS_1
Feng Tzuyu tidak mengetahui bahwa Heilong sedang mengobrol dengan Li Ziqi di dunia jiwanya, dia hanya melihat Heilong sedang terdiam melamun melihat ayahnya.
"Bai gege apa kamu tidak apa-apa?" tanya Feng Tzuyu sambil menepuk pundak Heilong.
Heilong segera tersadar dan keluar dari Dunia Jiwanya lalu menatap Feng Tzuyu sambil berkata. "Aku tidak apa-apa jangan khawatir. Aku hanya hanya sedang memperhatikan senjata pusaka yang digunakan ayahmu. Senjata pusaka itu memiliki kekuatan yang sangat luar biasa dan senjata pusaka itu sepertinya bukan buatan manusia."
"Tentu saja senjata pusaka itu bukan senjata buatan manusia. Cakram Pusaka Cakra Api Delapan Raja adalah senjata pusaka yang diberikan secara langsung oleh Divine Beast Suzaku kepada Ayahku setelah ayahku berhasil melewati ujian dan berhasil menjadi pewaris kekuatannya. Senjata pusaka ini adalah senjata yang berasal dari alam dewa,” jawab Feng Tzuyu.
Jawaban dari Feng Tzuyu ini telah mengkonfirmasi bahwa apa yang dikatakan oleh Li Ziqi semuanya adalah benar. Hal ini memunculkan rasa keingintahuan yang sangat besar di pikiran Heilong, dia ingin tahu seberapa besar kekuatan dari senjata pusaka dari alam dewa.
Dia kembali mengamati Kaisar Feng Cheng dari atas punggung Beast burung rajawali api.
Kaisar Feng Cheng masih berdiri dengan tenang di tempatnya sambil mengulurkan kedua tangannya ke atas untuk menyalurkan energi apinya.
Api ini menyebabkan suhu udara di sekitar pantai menjadi naik dengan sangat drastis. Langit'pun juga telah berubah warna menjadi delapan warna seperti warna pelangi karena terkena pantulan dari sinar yang dikeluarkan oleh kobaran api delapan raja.
Jendral ular wisa tirta yang berdiri di hadapan Kaisar Feng Cheng menjadi ketakutan karena dia dapat merasakan bahaya dari api yang berasal dari cakram pusaka yang dikeluarkan oleh Kaisar Feng Cheng. Sebab, kulitnya terasa seperti terbakar padahal api itu belum mengenai tubuhnya, dia hanya terkena pancaran kobaran api dari jarak tiga meter.
"Manusia kamu terlalu lemah, aku tidak mau melawanmu. Aku akan memberimu kesempatan untuk hidup. Sekarang aku akan pergi kembali istana ular dan menghadap rajaku," ucap jendral wisa tirta angkuh sambil berbalik untuk berlari menuju lubang pusaran air yang ada di laut selatan.
" Hehe … Rupanya kamu mau kabur ya? tidak akan semudah itu," ejek Kaisar Feng Cheng sambil menyeringai.
Kaisar Feng Cheng menyalurkan energi apinya lebih besar lagi ke dalam senjata cakramnya, seketika putaran cakram cakra api delapan raja menjadi semakin cepat dan delapan api yang ada di atas cakram pusaka itu langsung membesar lalu kemudian menyatu menjadi api berwarna pelangi.
__ADS_1
Api berwarna pelangi ini sekarang menyelimuti seluruh bagian cakram.
Kaisar Feng Cheng lalu meleparkan cakram cakra api delapan raja dengan kuat ke arah jendral ular wisa tirta berada.
Cakram cakra api delapan raja melesat dengan sangat cepat ketempat jendral ular wisa tirta berusaha melarikan diri dan secara tiba-tiba api yang menyelimuti cakram berubah bentuk menjadi siluet burung phoenix pelangi.
Jendral ular wisa tirta yang sedang berlari karena ketakutan tiba-tiba berbalik menoleh ke belakang karena dia merasakan hawa panas yang sangat menyengat dari belakang tubuhnya.
"Oh.Tidak … Aku tidak ingin mati di sini …Ampuni aku manusia," teriak jendral ular wisa tirta ketakutan.
Tapi sudah terlambat.
"Swing.."
Cakram cakra api delapan raja telah menabrak tubuh jendral ular wisa tirta dengan ganas dan memotong tubuh ular king cobra raksasa sepanjang lima puluh meter itu menjadi dua bagian dan langsung merubah kedua potongan tubuh ular itu menjadi abu dalam sekejap mata sebelum akhirnya terjatuh ke laut.
Heilong semakin kagum dengan kekuatan senjata itu, dia dapat melihat dengan jelas bagaimana api yang keluar dari cakram pusaka itu membakar monster king cobra raksasa menjadi abu dalam waktu kurang dari satu menit.
Cakram cakra api delapan raja langsung menghilang setelah berhasil membunuh monster ular king cobra itu.
Beast burung rajawali api segera membawa Heilong dan Feng Tzuyu turun menuju ke tempat kaisar Feng Cheng.
Saat mereka sampai di tempat Kaisar Feng Cheng, tiba-tiba mereka di kejutkan dengan kemunculan dua buah bayangan berbentuk mata yang terbuat dari api berwarna emas yang menatap Heilong dengan tajam.
__ADS_1