LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V2 # CH 239 PETUNJUK


__ADS_3

Tiba-tiba Heilong merasa ada yang berubah pada tubuh Putri Xin Ye saat dia masih memegang tangannya. Suhu tubuh Putri Xin Ye mendadak turun dengan sangat drastis hingga menjadi seperti es.


Putri Xin Ye mulai menggigil kedinginan dan wajahnya berubah menjadi pucat. Tidak lama kemudian Putri Xin Ye kembali pingsan. Heilong yang ada di dekatnya langsung meraih tubuh Putri Xin Ye ke dalam pelukannya.


“Xin Ye ... Bangun! Apa yang sebenarnya terjadi dengan tubuhmu. Kita baru saja bertemu kembali, kenapa keadaanmu bisa menjadi seperti ini..? Cepat bangunlah, kau membuatku menjadi takut.”


Heilong berusaha memanggil nama Xin Ye berulang kali namun sama sekali tidak mendapat respon dari Putri Xin Ye. Sepertinya Putri Xin Ye memang benar-benar tak sadarkan diri.


Kaisar Xin Feng langsung menjadi panik karena cemas saat melihat Putrinya pingsan di depan matanya. Dia merasa semakin tidak berguna karena di saat seperti ini dia tidak bisa berada di dekat Putrinya.


“Putriku …! Bangunlah Nak, jangan membuat Ayah menjadi cemas. Ayah yakin kau pasti kuat menghadapi hawa dingin itu. Bukankah kau mengatakan sendiri pada ayah bahwa kau bisa menahan hawa dingin ini.”


Kaisar Xin Feng hanya bisa berdiri mendekati cermin komunikasi dan memukul permukaan cermin itu sambil memanggil-manggil nama putrinya dengan harapan dia bisa menembus kedalaman cermin itu agar dia bisa berada di dekat putrinya atau putrinya bisa mendengar panggilan darinya sehingga dia bisa sadar.


Melihat hawa dingin yang ada di tubuh Putri Xin Ye yang secara tiba-tiba berubah menjadi tak terkendali, Divine Beast Byako menjadi khawatir. Divine Beast Byako langsung menggunakan mata Dewanya untuk memeriksa Tubuh Putri Xin Ye yang ada di sisi cermin yang lain dan mencari penyebab dari perubahan yang terjadi pada tubuh Putri Xin Ye karena dia sangat yakin bahwa kekuatan dari Batu Pelangi Matahari sanggup untuk menahan hawa dingin yang keluar Tubuh Bulan Es Putri Xin Ye selama satu minggu.


Setelah lima menit memeriksa dengan menggunakan mata dewanya, Divine Beast Byako akhirnya mengatakan hasil dari pengamatannya itu kepada Heilong karena saat ini hanya Heilonglah yang berada paling dekat dengan Putri Xin Ye.


“Jangan Khawatir saat ini tubuhnya tidak apa-apa. Dia hanya pingsan karena energi Yin yang ada di dalam tubuhnya sedang bertarung dengan energi Yang yang berasal dari Batu Pelangi Matahari.” Divine Beast Byako diam sejenak sebelum dia melanjutkan kata-katanya. “Sebenarnya karena hal inilah kami mencarimu. Kami ingin meminta bantuanmu untuk menyelamatkan nyawa Putri Xin Ye dari ancaman hawa dingin yang berasal dari energi Yin yang dikeluarkan oleh Tubuh Bulan Esnya. Tapi sekarang rasanya kami tidak perlu meminta bantuanmu lagi karena setelah kalian menjadi sepasang kekasih maka itu sudah menjadi kewajibanmu untuk menyelamatkan hidupnya.”


“Apakah hawa dingin ini sangat berbahaya?” tanya Heilong menatap tajam ke arah cermin.

__ADS_1


“Benar, hawa dingin ini memang sangat berbahaya. Karena hawa dingin ini selalu menyerang energi hidupnya sehingga sisa hidupnya tidak akan lama lagi,” jawab Divine Beast Byako.


Setelah mendengar ucapan dari Divine Beast Byako, Heilong merasa dirinya sedang dipermainkan oleh takdir. Baru saja dia dipertemukan dengan orang yang dia cintai tapi sekarang takdir juga'lah yang berusaha untuk memisahkan mereka kembali.


Heilong bertanya pada Divine Beast Byako. “Apakah ada cara untuk menyelamatkannya?”


“Beberapa bulan yang lalu cara untuk menghilangkan hawa dingin dari tubuh putri Xin Ye ini sangat mudah dan sangat enak yaitu kau hanya perlu untuk menikah dengannya dan menghabiskan malam pertamamu dengannya tapi karena sekarang keadaan tubuhnya sudah menjadi semakin parah maka cara itu tidak bisa digunakan lagi,” jawab Divine Beast Byako.


“Apakah ada cara yang lain? cepat katakan padaku. Karena kondisi Xin Ye saat ini juga tidak memungkinkan untuk melakukan sebuah pernikahan.” ucap Heilong tidak sabar.


“Kau harus mencari Batu Permata Phoenix karena Batu itu memiliki hawa energi Yang yang cukup untuk menstabilkan hawa dingin yang ada di tubuh Putri Xin Ye,” jawab Divine Beast Byako.


“Baik, aku akan segera mencari Batu Permata Phoenix itu. Aku pasti akan mendapatkan batu itu biar sesulit apapun caranya, meskipun aku harus mendatangi setiap tempat berbahaya yang ada di Planet ini. Tapi aku ingin tahu, berapa sisa waktu yang di miliki Xin Ye untuk bertahan dalam kondisi seperti ini?” lanjut Heilong bertanya.


“Hanya Satu minggu …??!! Apakah tidak bisa lebih lama lagi, waktu satu minggu itu terlalu singkat. Aku sama sekali tidak memiliki petunjuk ke mana aku harus mencari batu itu,” tawara Heilong.


“Kau pikir kita sedang ada di pasar jadi bisa tawar-menawar. Ini menyakut nyawa orang yang kau cintai. Jika kau tidak bisa mendapat Batu Permata Phoenix dalam waktu satu minggu maka tubuh Putri Xin Ye akan mati karena di serang oleh hawa dingin akibat dari ledakan energi Yin dan dia akan berubah menjadi iblis.” seru Divine Beast Byako sedikit kesal pada Heilong.


Heilong terdiam sejenak untuk berpikir dan menganalisa keadaan di setiap Benua yang ada di Planet Dreamland. Dia mencari kemungkinan tempat-tempat yang memiliki hubungan dengan Phoenix karena kemungkinan besar batu itu pasti berada di tempat itu. Dia akhir mendapat sebuah jawaban setelah berpikir selama empat menit.


“Apakah Batu Permata Phoenix itu berada di sebuah tempat yang ada di Benua Selatan karena Divine Beast Suzaku berasal dari ras Burung Phoenix.” tebak Heilong.

__ADS_1


“Batu Permata Phoenix yang ada di Planet ini memang milik dari Divine Beast Suzaku tapi dia telah memberikan batu itu kepada orang lain dan sekarang kita tidak tahu keberadaan orang itu karena dia telah menghilang selama betahun-tahun,” jawab Divine Beast Byako.


“Siapa orang itu? Aku akan menggunakan seluruh jaringan informasi milik Pavilliun Saung Bambu untuk mencari informasi tentang orang itu,” tanya Heilong.


“Orang itu adalah Kakekku. Dia adalah Kaisar Xin Wu. Dia pergi meninggalkan wilayah Kerajaan White Tiger untuk mencari pencerahan untuk menjadi Dewa setelah menurunkan tahtanya kepada ayahku. Kakek sama sekali tidak meninggalkan petunjuk kemana dia akan pergi atau sesuatu yang berkaitan dengan keberadaan Batu Permata Phoenix,” sahut Kaisar Xin Feng.


“Mungkin saja Kaisar Xin Wu menyembunyikan Batu itu di sebuah tempat rahasia yang ada di Istana White Tiger,” tebak Heilong.


“Tidak. Batu itu sama sekali tidak berada di Kerajaan White Tiger karena aku sudah memeriksa setiap bagian Istana, termasuk tempat-tempat rahasia yang ada di ruangan pribadi Kakekku dan aku sama sekali tidak menemukan batu itu di sana bahkan sedikit petunjuk yang menyakut tentang batu itu juga tidak aku dapatkan. Aku rasa Kakek membawa batu itu pergi bersamanya karena batu itu sangat berbahaya jika berada di wilayah Kerajaan White Tiger,” jawab Kaisar Xin Feng.


“Kaisar Xin Wu … Xin Wu,”


Heilong berpikir sejenak dan mengucapkan nama Kaisar Xin Wu berulang-ulang karena dia merasa pernah mendengar nama ini sebelumnya tapi dia lupa di mana dia pernah mendengar nama ini. Heilong akhirnya ingat bahwa dia pernah mendengar nama ini sebelumnya di Hutan Northland.


Waktu itu, secara tidak sengaja Heilong menemukan sebuah Goa yang di dalamnya terdapat sebuah makam kuno setelah dia berhasil menangkap Gremlin dan membantai seluruh anak buahnya karena saat itu mereka berniat untuk memangsa Heilong. Jadi untuk melindungi dirinya, Heilong terpaksa harus membunuh mereka semua.


“Apakah Kaisar Xin Wu memiliki julukan Pendekar Angin Xin Wu?” tanya Heilong pada Kaisar Xin Feng.


“Benar sekali. Pendekar Angin Xin Wu adalah julukan dari Kakekku sebelum dia menjadi seorang Kaisar. Apakah kau pernah bertemu dengan Kakakku?” ucap Kaisar Xin Feng bahagia karena dia menemukan sedikit petunjuk.


“Aku tidak pernah bertemu dengannya tapi aku menemukan sebuah makam kuno yang bertuliskan Makam Pendekar Angin Xin Wu jadi aku merasa itu adalah makam orang yang sama,” jawab Heilong.

__ADS_1


“Cepat katakan padaku dimana letak makam itu. Mungkin saja Kakekku meninggalkan sebuah petunjuk tentang Batu Permata Phoenix di sana,” pinta Kaisar Xin Feng dengan nada memburu.


“Makam itu berada di dalam sebuah Goa yang ada di Hutan Northland.” jawab Heilong.


__ADS_2