
Heilong langsung mengeluarkan Pedang Taring Putih dan menebang pohon yang sangat besar itu menjadi beberapa bagian kecil agar lebih mudah saat dibawa.
“Kenapa kau tidak menggunakan kekuatan apimu untuk menebang pohon itu? Bukankah akan lebih mudah jika kau menggunakan kekuatan api saat menyingkirkan pohon itu. Dalam sekejap, pohon itu pasti akan langsung berubah menjadi abu.” Dao Xue Lian merasa aneh dengan tindakan Heilong.
“Kalau aku menggunakan kekuatan apiku, bukan hanya pohon ini saja yang akan menjadi abu. Tapi seluruh hutan ini juga akan habis terbakar. Dan jika semua kayu-kayu ini berubah menjadi abu, bagaimana aku akan membuat rumah untuk tempat tinggal sementara seperti apa yang telah aku ucapkan pada Lin Chong Wei beberapa saat yang lalu,” balas Heilong dingin.
“Tujuanku yang sebenarnya memang untuk menghancurkan hutan itu. Aku ingin semua pohon yang ada di dekat kita hilang karena aku membutuhkan tempat yang cukup luas saat melakukan penempatan senjata. Pohon-pohon ini hanya akan menjadi pengganggu saja karena ketika proses penempaan senjata sedang dilakukan, semua pohon ini pasti akan terbakar saat terkena api yang muncul dari proses penempaan,” ucap Dao Xue Lian menjelaskan.
“Apakah kau lupa bahwa di hutan ini juga ada sebuah padang rumput yang sangat luas. Bagaimana jika kita pergi ke sana dan melakukan proses penempaan senjata di tempat itu. Dengan begitu kita tidak perlu merusak hutan ini karena hutan itu adalah tempat mencari makan bagi para makhluk hidup yang tinggal di sekitar sini,” tawar Heilong sambil menatap mata Dao Xue Lian tajam.
Dao Xue Lian langsung teringat degan pulau bagian dalam Hutan Northland, memang jarak tempat itu dengan tempatnya sekarang sangat dekat. Jika berjalan mungkin hanya butuh waktu lima belas menit saja.
“Aku hampir melupakan tempat Itu. Untung saja kau mengingatkanku. Baiklah mari kita pergi kesana dan segera memulai menempa batu itu menjadi senjata,” jawab Dao Xue Lian.
“Batu yang mana maksudmu. Aku sama sekali belum mengambil batu itu,” ucap Heilong polos.
“Lalu apa yang kau lakukan dari tadi … !! Kau membuatku kesal saja. Dasar B*doh!” umpat Dao Xue Lian.
__ADS_1
“Kau yang terus mengajakku mengobrol dari tadi dan belum memberi tahuku posisi di mana batu itu berada. Bagaimana aku bisa mengambil batu itu jika posisi dan bentuk dari batu itu saja aku tidak tahu. Jangan seenaknya saja memarahiku. Dasar wanita iblis,” balas Heilong geram.
“Kau …” ucap Dao Xue Lian dingin sambil menggertakkan giginya, terlihat sekali bahwa dia sedang menahan amarahnya.
“Berhentilah bertengkar. Saat ini kita tidak memiliki banyak waktu karena Divine Beast Seiryu sudah menunggu kedatangan kita di Benua Timur. Karena itu kita harus segera menyelesaikan proses penempaan batu itu secepat mungkin dan segera melanjutkan perjalanan kita. Dan khusus untukmu Heilong, mulai sekarang kau harus bicara sedikit lebih sopan saat berhadapan dengan Dao Xue Lian karena dia juga telah mengajarimu beberapa ilmu miliknya.”
Li Ziqi langsung berbicara dari dalam dunia jiwa Heilong untuk melerai pertengkaran mereka saat dia merasakan hawa membunuh yang muncul secara samar dari tubuh Dao Xue Lian.
Bangsa Iblis sangat terkenal dengan sifat mereka yang tidak bisa menahan amarahnya. Dan apa yang sudah di lakukan oleh Dao Xue Lian ini, bisa di bilang sebagai sebuah kemajuan yang sangat besar karena dia berusaha keras untuk menahan amarahnya meskipun ada sedikit hawa membunuh yang memancar dari tubuhnya, tapi dia terus menekan hawa membunuhnya itu agar tidak berubah kembali menjadi hawa iblis.
“Baik Guru, aku mengerti,” jawab Heilong lalu dia langsung menatap Dao Xue Lian. “Aku minta maaf atas ucapanku barusan.”
Heilong berjalan mendekati batang pohon yang saat ini hanya setinggi setengah meter karena sebagian besar sudah di potong menjadi bahan untuk membuat rumah. Dia kemudian membungkukkan badannya dan memegang batang kayu itu erat-erat menggunakan kedua tangannya lalu menariknya dengan sangat kuat sampai tanah yang menutupi akan pohon itu juga ikut terangkat.
Sekarang Heilong bisa melihat bahwa semua akar dari pohon itu. Ternyata akar pohon itu berasal dari sebuah Batu Kristal berwarna hitam yang ada di bawah akar itu. Mirip seperti apa yang dikatakan Dao Xue Lian bahwa batu ini adalah sumber kehidupan dari pohon ini.
Batu ini sangat unik karena selain suhu batu ini yang sedikit es, Heilong juga bisa melihat ada aliran energi seperti angin tornado yang berwarna hitam terus bergerak di dalam Batu Kristal berwarna hitam itu. Tapi aliran energi itu terlihat sangat stabil karena di dalam batu itu seperti ada sebuah jalur khusus yang mengatur pergerakan aliran energi angin ini sehingga energi ini menjadi sangat stabil dan tidak pernah keluar dari jalurnya.
__ADS_1
“Apakah batu itu adalah Batu Es Angin Kegelapan yang kamu maksud?” tanya Heilong sambil menunjuk batu itu dengan tangan kirinya.
“Benar. Simpan dulu batu dan bagian batang pohon itu di dalam gelang galaxymu. Aku akan menunjukkanmu cara mengambil batu itu saat kita sampai di pulau bagian dalam. Aku tahu bahwa Pedang Taring Putih milikmu itu tidak mampu untuk memotong bagian batang pohon yang hanya tersisa setengah meter itu karena itu kau sengaja menyisakan bagian itu,” ucap Dao Xue Lian yang langsung membuat Heilong menjadi sedikit malu.
Heilong langsung memasukkan batang pohon setinggi sepanjang setengah meter itu ke dalam gelang galaxynya, lalu berteriak memanggil Lu Zhan dan Lin Chong Wei agar datang mendekat.
Lu Zhan dan Lin Chong Wei langsung berlari menghampiri Heilong saat mendengar suara panggilan dari Heilong karena mereka berdua sebenarnya dari tadi hanya duduk santai sambil menunggu makanan yang di masak Lu Zhan matang.
“Apakah Tuan butuh bantuan kami?” tanya Lin Chong Wei saat sampai di sana.
“Kalian berdua tolong buatkan rumah dari bahan kayu ini. Aku akan pergi sebentar untuk mencari tempat yang cocok untuk dijadikan sebagai tempat menempa senjata. Aku akan menjadikan rumah ini sebagai tempat singgah sementara saat aku berkunjung kembali ke Hutan ini karena hutan ini menyimpan banyak sekali misteri yang belum aku temukan,” perintah Heilong.
Heilong langsung pergi meninggalkan mereka berdua dan berlari menuju ke pulau bagian dalam Hutan Northland.
Hanya dalam waktu sepuluh menit, Heilong sudah sampai di pulau bagian dalam ini dan berhenti di sebuah padang rumput yang sangat luas.
Li Ziqi dan Dao Xue Lian langsung keluar dari Dunia Jiwa Heilong tapi wajah Dao Xue Lian terlihat sangat terkejut.
__ADS_1
“Kakak, kenapa kau bisa keluar di tempat ini?Bukankah kau mengatakan padaku bahwa kau hanya bisa keluar di tempat-tempat khusus yang mengandung energi alam yang sangat besar seperti kediaman para Divine Beast atau tempat yang memiliki inti energi planet.”
“Aku juga tidak mengerti kenapa aku bisa keluar dengan bebas saat berada di pulau bagian dalam ini. Waktu itu, aku berpikir bahwa aku bisa keluar dengan bebas di tempat ini karena di tempat ini ada Batu Permata Phonix. Tapi sekarang, batu itu sudah tidak ada lagi di tempat ini,” jawab Li Ziqi bingung.