LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V3 # CH 377 BADAI SALJU


__ADS_3

“Tenangkan dulu dirimu lalu ceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi. Dan ke mana kamu menghilang beberapa minggu ini?” ucap Long Bao sambil meletakkan tangan kanannya di atas kepala Shen Yu seperti orang tua yang sedang menenangkan anaknya.


Shen Ye mengatur nafas dan pikirannya agar menjadi lebih tenang sebelum dia mulai bercerita. Dia mulai menceritakan pada Long Bao saat dirinya di culik oleh bangsa Iblis ketika melakukan tugas di sekitar wilayah perbatasan bagian utara, lalu dia di kurung di ruang bawah tanah yang ada di Sekte Awan Biru.


Amarah yang sangat besar mulai terlihat pada wajah Long Bao saat Shen Yu menceritakan semua kejadian ini karena dia sudah menganggap Shen Yu seperti Putrinya sendiri. Amarahnya sedikit mereda setelah Shen Yu menceritakan bahwa yang menyelamatkan dirinya adalah Guru Yi Shu dan juga Long Bai.


“Rupanya Long Chen telah kembali ke Benua ini dan membuat keributan di Sekte Awan Biru. Untung saja dia sudah mati, kalau tidak aku sendiri yang akan pergi ke Sekte Awan Biru dan membunuhnya karena itu juga merupakan tanggung jawabku sebab dia pernah menjadi bagian dari keluarga ini,” ucap Long Bao geram.


“Bai gege telah membunuh Long Chen sampai tidak ada yang tersisa dari tubuhnya karena Long Chen sudah menjadi manusia setengah iblis,” ucap Shen Yu.


“Lalu di mana Putraku sekarang? Kenapa dia tidak ikut mengantarmu ke sini? Apakah dia sedang membantu Guru Yi Shu untuk melawan prajurit mata-mata yang mengikuti kalian?” lanjut Long Bao bertanya.


“Bai gege sudah pergi menuju ke Istana Giok Biru karena Putri Long Yuyin juga ada di sana untuk menjaga ibuku. Tapi Patriarch jangan khawatir karena aku sudah memberikan peta Istana Giok Biru sebelum Bai gege pergi, jadi dia pasti akan sampai ke itu dengan selamat. Yang sekarang berada dalam bahaya adalah Guru Yi Shu karena orang yang mengikuti kita memiliki tingkat kultivasi yang sangat kuat. Tingkat kultivasi orang itu hampir sama dengan tingkat kultivasi yang dimiliki patriarch,” jawab Shen Yu.


Long Bao menjadi semakin khawatir setelah mendengar bahwa istrinya sudah berada ke Istana Giok Biru dan anaknya juga sedang pergi menuju ke sana. Dia lalu menatap Lin Chong Wei dan berkata.


“Saudara Lin, sepertinya aku membutuhkan bantuanmu untuk menjaga Mansion Keluarga Long karena aku harus pergi ke Hutan Naga Biru untuk menolong Guru Yi Shu. Setelah itu aku akan langsung pergi menuju ke Istana Giok Biru untuk membantu Istri dan anakku menyelamatkan Tetua Shen Ai Zhi.”


“Anda jangan khawatir. Aku pasti akan menjaga tempat ini dengan taruhan nyawaku. Lagipula di sini ada Tuan Yang Shuo dan para penempa dari Pavilliun Saung Bambu. Tingkat kultivasi yang mereka miliki juga tidak terlalu rendah, jadi mereka bisa membantuku untuk menjaga Mansion ini,” jawab Lin Chong Wei dan yang langsung membuat pikiran Long Bao menjadi sedikit lebih tenang.


Long Bao langsung memanggil Beast Elang Petir miliknya karena dia harus sampai ke tempat Guru Yi Shu lebih cepat.


Shen Yu tiba-tiba menghentikan Long Bao saat dia akan menaikki Beast miliknya. “Tunggu Patriarch, apakah aku boleh ikut?karena aku ingin bertemu kembali dengan ibuku.”


“Tidak. Kau tidak tidak boleh ikut karena ini terlalu berbahaya untukmu. Aku juga tidak yakin jika aku bisa melindungimu karena aku juga belum tahu siapa lawan yang akan aku hadapi.”


Long Bao segera naik ke punggung Beast miliknya dan terbang meninggalkan Mansion Keluarga Long setelah dia menolak permintaan Shen Yu.

__ADS_1


**


Guru Yi Shu dan Pria bertopeng itu sama-sama mengalami luka yang cukup parah di sekujur tubuhnya, tapi Pria bertopeng ini memiliki sedikit keuntungan karena dia masih memiliki beberapa pil penyembuh di dalam botol obat yang ada di balik bajunya.


Pria bertopeng itu langsung mengeluarkan botol obat itu dan segera meminum beberapa butir pil penyembuh. Semua luka-luka yang ada di tubuhnya langsung sembuh saat aura energi kegelapan yang sangat kuat tiba-tiba memancar dari tubuhnya.


“Kau memang lawan yang sangat kuat tapi keberuntungan yang kau miliki tidak sebagus keberuntunganku. Sekarang terimalah kematianmu.”


Pria bertopeng itu langsung mengangkat golok pusaka yang ada di tangannya dan menebaskan ke tubuh Guru Yi Shu.


“Clang …”


Guru Yi Shu menggunakan semua tenaga yang tersisa di dalam tubuhnya untuk meraih tombak pusaka miliknya dan menggunakannya untuk menangkis serangan golok milik Pria bertopeng.


“Kau tidak akan pernah bisa membunuhku selama tombak pusakaku ini berada di sampingku karena tombak ini akan selalu melindungiku,” ucap Guru Yi Shu dengan mulut sedikit bergetar karena semua tenaganya sudah mulai habis.


Tombak pusaka yang ada di tangan Guru Yi Shu tiba-tiba bersinar dan memancar aura energi petir yang sangat kuat dan membuat tubuh Pria bertopeng itu tersungkur beberapa meter ke belakang.


“Kau rupanya memiliki sebuah senjata pusaka yang sangat bagus. Bahkan roh senjata itu sampai keluar dari tempatnya hanya untuk melindungimu. Aku jadi tertarik dengan senjata ini.”


Pria bertopeng itu kemudian menyerang roh senjata yang berdiri di depannya karena dia ingin merebut senjata pusaka itu dari tangan Guru Yi Shu.


Tapi roh elang petir itu terus melakukan perlawanan dan sama sekali tidak membiarkan pria bertopeng itu mendekat. Pria bertopeng itu mulai kehabisan kesabarannya karena roh elang petir itu terus membuat tubuhnya terpental dengan menggunakan sambaran petir yang keluar dari kedua sayapnya.


“Benar-benar senjata yang sangat bagus. Dari mana kau mendapatkan senjata itu? Senjata pusaka dengan roh senjata sekuat itu pasti bukan senjata yang berasal dari Sekte Awan Biru karena senjata pusaka yang ada di sana tidak ada yang memiliki roh senjata yang sekuat itu,” tanya pria bertopeng itu karena tertarik dengan roh senjata yang muncul dari Tombak Elang Petir.


“Kenapa aku harus menjawab pertanyaan yang keluar dari mulut seorang pengkhianat,” jawab Guru Yi Shu mengejek.

__ADS_1


“Kurang ajar! Ternyata kau benar-benar ingin mati. Akan aku kabulkan keinginanmu itu,” seru Pria bertopeng geram.


Pria bertopeng kembali mengangkat Golok pusaka miliknya yang sudah di selimuti dengan aura energi api dan kegelapan yang sangat kuat.


“Tebasan Elang Neraka.”


Serangan tebas Golok berbentuk burung elang api berwarna hitam langsung keluar dari Golok pusaka itu dan menuju ke arah Guru Yi Shu.


“Boom … ”


Roh burung elang petir itu kembali menahan serangan yang dilakukan oleh pria bertopeng saat serangan itu mulai mendekati Guru Yi Shu. Sebuah ledakan besar kembali terjadi di udara saat kedua kekuatan besar ini saling berbenturan.


Sayap sebelah kanan milik roh burung elang petir itu akhirnya patah setelah di hantam oleh burung elang api yang muncul dari tebasan Golok milik pria bertopeng.


“Sepertinya roh senjata yang ada di dalam tombak pusakamu itu telah mengakuimu menjadi Tuannya. Sehingga dia tidak lagi memperdulikan keselamatannya ketika dia melindungimu,” ucap pria bertopeng itu melihat roh burung elang petir yang saat ini hanya memiliki sebuah sayap.


“Itu karena aku selalu merawat senjataku ini dengan baik. Sebuah senjata pusaka hampir mirip dengan manusia. Jika kau merawat senjata pusaka itu dengan baik, maka roh senjata yang ada di dalamnya pasti akan menjagamu. Tidak seperti kau yang hanya memanfaatkan senjata pusaka milikmu,” balas Guru Yi Shu.


“Tapi roh senjatamu sekarang sudah sekarat. Karena aku tidak akan mungkin mendapatkan senjata itu, lebih baik aku hancurkan saja senjata itu bersama dengan tubuhmu.”


Pria bertopeng itu kembali menggunakan Jurus Elang Neraka Menembus Bara Api untuk menyerang Guru Yi Shu.


Bayangan seekor elang api raksasa berwarna hitam pekat langsung muncul dan menyerang roh senjata yang melindungi Guru Yi Shu.


Tapi suhu udara di tempat ini tiba-tiba turun dengan sangat drastis dan membuat badai salju yang sangat lebat.


Delapan rantai es tiba-tiba muncul saat bayangan burung elang api raksasa berwarna hitam pekat itu akan menyentuh roh senjata milik Guru Yi Shu.

__ADS_1


Rantai-rantai es itu langsung membelenggu bayangan elang api raksasa berwarna hitam pekat dan mulai membekukannya. Bayangan elang api raksasa itu akhirnya menghilang saat api yang menyelimuti tubuhnya padam.


“Siapa itu? Tunjukkan wajahmu! jangan menyerang secara tiba-tiba di balik badai salju ini,” teriak pria bertopeng itu geram karena jurus miliknya bisa dipatahkan dengan sangat mudah.


__ADS_2