LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V3 # CH 370 MENCARI JALAN RAHASIA


__ADS_3

Long Bai lalu meminta peta itu dari tangan Heilong dan melihat setiap gambar yang ada di dalam peta itu dengan teliti. Dia juga menjadi terkejut setelah tahu, bahwa ada sebuah jalan rahasia yang menghubungkan antara Sekte Awan Biru dan Istana Giok Biru.


“Apa mungkin iblis penyamar itu menjadikan Sekte Awan Biru ini sebagai markas mereka karena ada jalan rahasia ini?”


“Aku rasa itu tidak mungkin. Jika mereka sudah mengetahui jalan rahasia ini, seharusnya sudah ada banyak sekali iblis yang datang ke tempat ini dan mengepung kita saat kita berdua membunuh para iblis itu. Sepertinya mereka juga sedang mencari jalan rahasia ini.”


Long Bai merasa aneh dengan jawaban Heilong. Diapun meminta Heilong untuk menjelaskan alasan dibalik jawabannya itu sambil memberikan kembali peta yang ada di tangannya.


Heilong lalu menunjuk sebuah gambar pintu gerbang berwarna hitam yang ada di dalam peta ini dengan jari telunjuknya dan mulai menjelaskan.


“Kau lihatlah gambar pintu gerbang ini. Seharusnya itu adalah pintu masuk menuju ke jalan rahasia yang menuju ke Istana Giok Biru. Jika aku tidak salah baca, seharusnya pintu gerbang itu berada di tengah-tengah lorong rahasia yang dijadikan jalan oleh para prajurit mata-mata untuk masuk ke dalam Sekte ini.”


Long Bai tidak tahu saat Heilong melewati lorong rahasia ini karena saat itu tubuh ini berada di bawah kendali Heilong sepenuhnya. Long Bai yang masih sangat penasaran, kembali mengajukan pertanyaan.


“Lalu apa yang membuatmu yakin bahwa iblis itu belum menemukan jalan rahasia ini? Penjelasan kau baru saja kau katakan, itu belum cukup untuk menghilangkan rasa penasaranku.”


Heilong menggelengkan kepalanya. “Jika mereka menemukan jalan rahasia ini, sudah pasti aku akan melihat pintu itu saat aku melewati lorong rahasia yang digunakan oleh prajurit mata-mata sebagai jalan memasuki Sekte ini.”


“Bisa saja mereka telah menutup pintu jalan rahasia itu untuk sementara agar tidak ada orang yang tahu. Dan mereka hanya akan membuka penutup pintu yang menuju ke jalan rahasia itu di waktu-waktu tertentu saja,” bantah Long Bai.


Heilong langsung mematahkan bantahan Long Bai itu dengan jawabannya. “Itu lebih tidak mungkin lagi. Jika mereka menutup pintu rahasia itu, pasti akan ada bekas galian di sekitar sana. Tapi saat aku melewati lantai lorong rahasia itu, lantai dan dinding di dalam lorong itu sangat halus. Dan jika mereka menggunakan sebuah segel khusus, aku pasti akan melihat segel itu dengan kemampuan mata dewa milikku karena aku juga sempat menggunakan jurus ini saat berada di sana.”

__ADS_1


Long Bai sudah sudah kehabisan kata-kata dan dia akhirnya menyerah. “Kalau begitu, bagaimana jika sekarang kita pergi ke lorong rahasia itu dan melihat kondisi yang sebenarnya dari tempat itu.”


“Boleh juga.”


Heilong dan Long Bai segera kembali ke Sekte Awan Biru dan langsung menuju ke lorong rahasia yang ada di halaman belakang kediaman Master Sekte. Tentu saja tempat ini sangat sepi karena semua iblis penyamar yang ada di sini sudah mereka bunuh dan para manusia yang menjadi murid asli Sekte ini, saat ini berada di Kerajaan Blue Dragon untuk mengikuti kompetisi Kerajaan.


Setelah berjalan selama lima menit, mereka berdua akhirnya tiba di depan pintu masuk lorong rahasia yang berada di belakang kediaman Master Sekte.


“Sepertinya aku harus kembali ke dalam Dunia Pikiran. Terlalu lama berada di dunia luar dengan tubuh yang terbuat energi elemen air ini membuatku sangat lelah karena aku harus menggunakan Qi milikku untuk mempertahankan wujud manusia ini. Aku akan muncul kembali jika kau memanggilku. Aku ingin istirahat sebentar untuk memulihkan energiku karena sebentar lagi kita akan melakukan pertarungan besar dengan bangsa Iblis.”


Long Bai langsung kembali ke dalam Dunia Pikirannya karena dia sudah sangat lelah. Semua energinya sudah hampir habis saat dia bertarung melawan Long Chen dan membunuh semua prajurit mata-mata milik Jenderal Long Yun.


Heilong menyusuri lorong rahasia itu sendirian sambil memegang peta itu dengan kedua tangannya. Dia terus berjalan sesuai dengan petunjuk yang ada di dalam peta itu dan akhirnya berhenti saat berada di tengah-tengah lorong rahasia.


Heilong melihat daerah di sekitarnya dengan menggunakan kemampuan jurus mata dewa miliknya, tapi dia sama sekali tidak menemukan petunjuk apapun di sekitar sini.


“Apakah di Planet ini ada sebuah segel pelindung yang memiliki kemampuan lebih kuat dari pada kemampuan yang dimiliki oleh jurus mata dewa milikku?”


Mulai timbul keraguan dalam diri Heilong tentang Jurus Mata Dewa yang selama beberapa minggu ini selalu menjadi jurus andalan untuk mencari sesuatu yang tidak bisa dia lihat dengan menggunakan mata fisiknya.


“Tidak ada segel di Planet ini yang bisa melebihi kemampuan dari jurus mata dewa milikmu kecuali jurus segel itu adalah jurus segel yang berasal dari alam dewa atau sebuah dinding pelindung yang melindungi Dunia eksternal. Kau hanya kurang teliti saja jadi kau tidak bisa menemukan pintu rahasia itu. Coba kau periksa lubang-lubang kecil yang ada di sekitar kakimu.”

__ADS_1


Suara Dao Xue Lian tiba-tiba muncul untuk menghilangkan keraguan Heilong karena dialah yang mengajarkan jurus ini pada Heilong.


Heilong langsung melihat lubang-lubang kecil yang ada di bagian kanan dan kiri lorong rahasia ini. Lubang-lubang kecil itu adalah jalan yang digunakan Kepiting Cahaya Pelangi untuk memasuki lorong rahasia ini sehingga mereka bisa menerangi lorong rahasia yang sangat gelap ini.


“Apa mungkin jalan rahasia itu adalah sungai kecil yang ada di bawah lorong rahasia ini. Ternyata sungai itu memang menyimpan suatu rahasia. Sekarang adalah kesempatanku untuk menguak rahasia yang ada di balik sungai itu.”


Heilong menjadi semakin semangat untuk mencari pintu rahasia itu karena dia sangat yakin bahwa putu itu akan membawanya menuju ke sungai misterius itu terlebih dahulu sebelum dia sampai ke Istana Giok Biru.


Dia membungkukkan tubuhnya dan melihat setiap lubang yang ada di bawah dengan teliti namun dia sama sekali tidak menemukan tanda-tanda keberadaan pintu rahasia itu. Yang dia lihat hanyalah sebuah simbol berbentuk bintang yang hanya ada pada beberapa lubang tertentu.


“Apa yang kau lihat di dalam lubang-lubang itu?” tanya Li Ziqi yang bisa merasakan bahwa Heilong sedang kebingungan.


“Aku hanya melihat beberapa simbol berbentuk bintang dengan warna yang berbeda-beda,” jawab Heilong.


“Itu adalah Segel Bintang Pelangi. Jurus itu adalah sebuah segel yang biasa digunakan untuk menyembunyikan sebuah dunia eksternal. Pantas saja kemampuan jurus mata dewa milikmu tidak bisa menemukan pintu rahasia itu. Sepertinya sungai itu adalah sungai yang berada di dalam dunia eksternal,” ucap Li Ziqi.


“Bagaimana cara membuka segel itu?” tanya Heilong.


“Kau harus menggunakan Teknik Tombak Aura. Apakah kau masih ingat dengan teknik itu?” jawab Li Ziqi sekaligus bertanya balik.


“Aku ingat. Aku menggunakan teknik ini untuk menghancurkan delapan buah rantai api yang membelenggu Pedang Bintang Api,” jawab Heilong.

__ADS_1


“Tapi Segel Bintang Pelangi ini adalah segel yang sangat rumit. Teknik segel ini sepuluh kali lebih rumit dari segel yang membelenggu Pedang Bintang Api. Kau harus menggunakan cara yang sedikit lebih sulit untuk membuka segel ini,” jawab Li Ziqi.


__ADS_2