
Nero dengan berat hati harus merelakan mobilnya karena mobil itu memang sudah benar-benar hancur dan tidak bisa di perbaiki lagi. Dia kemudian teringat dengan tujuannya datang ke tempat ini.
“Apakah ada sesuatu yang sangat penting sehingga Guru memanggilku untuk datang kemari? Selama ini, Guru sama sekali tidak pernah memanggilku untuk datang ke tempat ini karena itu aku langsung datang kemari dan meninggalkan semua pekerjaanku saat aku mendengar panggilan Guru,” tanya Nero.
“Aku ingin kamu mengajari gadis itu tentang dasar-dasar energi kegelapan serta menstabilkan aura energi kegelapan yang ada di dalam tubuhnya. Setelah dia bisa mengendalikan aura kegelapannya, maka aku sendiri yang akan melatihnya,” jawab Divine Beast Lambda.
“Apakah Guru akan pergi ke suatu tempat selama beberapa hari kedepan?” balas Nero karena dia sangat mengerti sifat Gurunya yang tidak pernah suka jika muridnya di ajari oleh orang lain kecuali ada urusan yang sangat penting sehingga dia tidak bisa mengajari muridnya sendiri.
“Benar, aku akan pergi ke Alam Dewa selama beberapa untuk membuat sebuah senjata pusaka yang akan aku berikan pada gadis itu. Di Benua Atlantis ini, sama sekali tidak ada bahan yang bisa di gunakan untuk membuat sebuah senjata pusaka yang cocok dengan energi kegelapan karena Benua ini di dominasi dengan kekuatan energi cahaya,” jawab Divine Beast Lambda.
Nero menganggukkan kepalanya. “Yang Guru katakan memang benar sebab di Benua ini memang hanya ada inti energi cahaya saja. Baiklah aku akan mengajari gadis itu dasar-dasar energi kegelapan seperti yang Guru perintahkan. Tapi sebelum Guru pergi, Guru harus mengganti pakaian gadis itu dengan pakaian yang tahan dengan api milikku,” ucap Nero sambil menatap Xin Ye.
“Kau jangan khawatir karena aku memang sudah menyiapkan sebuah baju pelindung untuk dia gunakan saat berlatih. Kalau begitu ayo kita pergi ke tempat gadis itu, akan aku mengenalkanmu dengan Gadis itu agar lebih memudahkanmu saat mengajarinya. Tapi kau tidak boleh jatuh cinta padanya karena dia sudah memiliki calon suami,” jawab Divine Beast Lambda lalu dia mengajak Nero menghampiri Xin Ye.
“Guru, apakah pria yang ada di belakang anda itu adalah murid pertama anda yang baru saja Guru ceritakan padaku?” tanya Xin Ye sambil menatap pria yang ada di belakang Divine Beast Lambda.
“Benar. Dia adalah Nero, murid pertamaku yang baru saja aku ceritakan padamu. Mulai hari ini, dia yang akan melatihmu selama beberapa hari kedepan karena aku harus pergi ke Alam Dewa untuk membuatkan sebuah senjata pusaka untukmu,” jawab Divine Beast Lambda.
“Alam Dewa Guru?!” ucap Xin Ye terkejut.
__ADS_1
“Benar, aku akan pergi ke Alam Dewa karena batu yang akan aku tempa menjadi senjatamu ini adalah batu yang sangat langka dan istimewa. Batu ini hanya ada di Alam Dewa dan Dunia Bawah,” jawab Divine Beast Lambda.
“Baik, aku mengerti. Selama Guru pergi aku akan berlatih dengan tekun di bawah bimbingan kakak seperguruan, sehingga saat Guru kembali aku sudah menguasai dasar-dasar energi kegelapan itu,” ucap Xin Ye sambil.
“Bagus, kau memang murid yang sangat baik,” ucap Divine Beast Lambda menatap Xin Ye, lalu dia memberi perintah. “Xin Ye kamu berdirilah tepat di depanku. Aku akan memberimu sebuah baju pelindung khusus yang akan melindungi tubuhmu selama kamu latihan.”
“Baik Guru,” jawab Xin Ye.
Xin Ye langsung berjalan ke depan Divine Beast Lambda dan berhenti tepat di depannya. Divine Beast Lambda lalu mengulurkan tangan kanannya dan aura energi kegelapan yang memancar dari tangan kanan Divine Beast Lambda langsung menyelimuti tubuh Xin Ye. Aura energi kegelapan itu kemudian berubah menjadi sebuah jubah berwarna hitam yang menutupi pakaian yang di gunakan Xin Ye.
“Waw … Jubah yang sangat indah, sayang sekali jika jubah ini harus di gunakan untuk latihan,” ucap Xin Ye saat melihat warna jubah yang menempel di tubuhnya. “Guru sebenarnya aku sedikit bingung, kenapa aku harus menggunakan jubah ini untuk melindungi tubuhku selama latihan. Bukankah akan lebih bagus jika aku bisa menahan serangan api dari Nero dengan kekuatanku sendiri.”
“Ras Naga seperti apa itu, Guru? Aku baru pertama kali mendengar ada ras Naga seperti itu,” balas Xin Ye mengerutkan keningnya.
“Berbeda dengan Dunia Bawah yang memiliki empat jenis Ras Naga tingkat tinggi yang biasa disebut sebagai golongan dari Ras Divine Devil, di Alam Dewa hanya terdapat dua jenis Ras Naga tingkat tinggi. Ras naga itu adalah Ras Naga Cahaya Surga dan Ras Naga Cahaya Kegelapan. Shen Long yang pernah kau lihat di Planet Dreamland, termasuk dalam Ras Naga Cahaya Surga,” jelas Divine Beast Lambda.
“Aku mengerti sekarang. Itu artinya kekuatan api yang dimiliki oleh kakak seperguruan sangat kuat,” ucap Xin Ye.
“Api'ku ini dapat menghancurkan tebing yang ada di depanmu dalam sekejap,” sahut Nero, kemudian dia meminta izin pada Divine Beast Lambda. “Guru, apakah boleh menghancurkan tebing melayang itu untuk menunjukkan pada Xin Ye sekuat apa kekuatan dari api yang aku miliki.”
__ADS_1
“Lakukan saja apa maumu asal kau bisa menjamin bahwa apimu itu tidak akan mengenai Istanaku,” jawab Divine Beast Lambda.
Nero langsung mengulurkan tangan kanannya ke arah sebuah tebing melayang yang ada di depannya. Tebing ini terpisah dari Istana Divine Beast Lambda sehingga meskipun tebing ini hancur, tidak akan berdampak apa-apa pada Istana Divine Beast Lambda.
“Whost … ”
Kobaran api berwarna hitam langsung muncul dan menyelimuti tangan kanannya saat Nero mulai mengalirkan energi kegelapan dan energi apinya ke dalam tangan kanannya itu.
Kobaran api berwarna hitam itu semakin lama semakin membesar lalu berubah menjadi sebuah bola api berwarna hitam yang melayang di depan tangan kanannya.
“Api Hitam Penghancur Matahari,”
“Boom … ”
Nero langsung melemparkan bola api hitam itu dan tebing itu langsung meledak menjadi debu dalam sekejap sama seperti apa yang dia katakan sebelumnya bahwa dia bisa menghancurkan tebing melayang itu dalam sekejap.
Xin Ye mengangkat alisnya saat melihat semua ini. “Jadi rupanya dia serius dengan perkataannya tadi. Aku kira dia cuma main-main saja.”
“Sekarang kau sudah melihat sendiri'kan, bagaimana kuatnya api yang aku miliki. Coba kau bayangkan apa yang terjadi dengan tubuhmu saat api'ku ini menghantam tubuhmu,” ucap Nero dingin.
__ADS_1