
Jarak antara laut selatan dengan Pavilliun Akasia cukup jauh, mereka membutuhkan waktu tiga puluh menit untuk bisa sampai ke sana dengan mengendarai Beast burung rajawali api milik Kaisar Feng Cheng.
Setelah sampai di pantai laut selatan mereka tidak segera turun ke darat, tapi mereka terbang dengan rendah di ketinggian kurang lebih dua puluh meter di atas pantai karena kaisar Feng Cheng ingin memberi kesempatan pada Heilong untuk melihat keindahan laut selatan.
Heilong hanya melihat hamparan laut berwarna biru yang sangat luas yang dibatasi oleh pantai pasir putih yang sangat indah.
Di pantai ini terdapat banyak pohon kelapa yang tumbuh dan juga ada hamparan hutan bakau yang luas di sisi kiri dan kanan pantai ini.
Kaisar Feng Cheng sengaja meminta prajuritnya untuk membuat hutan bakau di sekitar pantai laut selatan dengan tujuan agar daratan di pantai selatan ini tidak habis terkikis oleh erosi, karena laut selatan memiliki arus yang deras dan ombak yang sangat tinggi juga sering muncul di sini.
Akan tetap, Heilong merasa sedikit aneh. Kenapa di pantai yang seindah ini sama sekali tidak terdapat pemukiman penduduk di sekitar sini. Padahal jika dijadikan tempat wisata, tempat ini sangat berpotensi untuk bisa menstabilkan perekonomian di Benua Selatan.
Heilong akhirnya memberanikan diri untuk bertanya. "Paman, kenapa aku sama sekali tidak melihat pemukiman penduduk di sekitar sini?"
"Aku melarang penduduk mendekati pantai ini sampai jarak radius lima puluh kilo meter," jawab Kaisar Feng Cheng.
"Kenapa paman? apakah paman memiliki sebuah alasan Khusus?" lanjut Heilong bertanya karena penasaran.
"Aku rasa kamu harus melihatnya sendiri, nanti kamu akan paham. Rajawali api bawa kami terbang lebih tinggi lagi," seru Kaisar Feng Cheng memerintahkan burung rajawali api untuk terbang lebih tinggi.
Setelah mencapai ketinggian seratus lima puluh meter Heilong dapat melihat sebuah lubang yang sangat besar dan dalam di tengah laut selatan. Lubang ini membentuk air terjun yang mengarah ke dalam sehingga menyebabkan arus air yang sangat kuat mengarah kedalam lubang dan di tengah Lubang itu terdapat pusaran air yang tidak tahu menuju kemana.
Kaisar Feng Cheng menunjuk lubang di tengah laut itu dan mulai menjelaskan. "Coba kamu perhatikan baik-baik. Di tengah laut ini terdapat sebuah lubang dasar laut dengan diameter lima ratus meter dan lubang ini membentuk air terjun dasar laut yang sangat indah. Ini bisa menarik perhatian penduduk untuk mendekatinya, tapi mereka tidak mengetahui bahwa di tengah air terjun itu terdapat sebuah pusaran air yang sangat besar dan aku sendiri tidak tahu pusaran air itu menuju kemana. Jika ada penduduk yang mendekati pusaran air itu, sudah bisa dipastikan dia tidak akan bisa kembali karena arus air yang mengarah ke sana sangat kuat. Selain itu, dari pusaran itu sering muncul monster-monster laut yang setara dengan Beast lapis grand Emperor tingkat satu. Tidak banyak dari prajuritku yang bisa melawan monster laut ini jika mereka muncul karena itu biasanya aku sendiri yang datang untuk melawan mereka dan untuk mengurangi korban jiwa yang lebih banyak maka aku memutuskan untuk melarang penduduk mendekati pantai ini."
Heilong hanya mengangguk kepalanya setelah mendengar penjelasan Kaisar Feng Cheng karena dia bisa memahami keputusan Kaisar Feng Cheng yang melarang penduduk mendekati tempat ini setelah dia menyaksikan sendiri arus air laut yang sangat kuat mengarah ke lubang di tengah laut.
__ADS_1
"Duarr …. "
Tiba-tiba suara ledakan muncul dari lubang di tengah laut dan di ikuti dengan air laut yang menyembur keatas.Suara ledakan ini mengejutkan mereka bertiga.
"Ssssssttttttt …. " suara desisan seekor ular.
Seekor monster ular king cobra raksasa dengan ukuran lima puluh meter muncul dari lubang di tengah laut dan menatap mereka bertiga dengan tatapan penuh amarah dan dingin sambil terus menjulurkan lidahnya beberapa kali.
"Sepertinya kamu sangat beruntung bisa melihatku menggunakan senjata cakram milikku karena aku tidak bisa menggunakan senjata ini sembarangan," ucap Kaisar Feng Cheng, dia lalu menoleh ke arah Heilong. "Kamu tetaplah di sini dan lindungi putriku. Aku akan melawan monster ular itu sendiri."
Kaisar Feng Cheng melompat turun dari punggung burung rajawali api dan bergerak menuju ke tepi pantai untuk mendekati monster ular itu.
Monster ular itu menatap Kaisar Feng Cheng dingin dan berkata dengan nada sinis. "Kau manusia lemah beraninya kalian mendekati tempat tinggal kami."
"Siapa kamu?" tanya Kaisar Feng Cheng.
Kaisar Feng Cheng bergerak menghindari bisa ular itu dengan mudah.Dia bisa melihat bisa ular yang mengenai pohon kelapa di dekatnya dan pohon itu langsung terbakar dan mati.
"Kau!!! Dasar ular kurang ajar. Berani sekali kau menyerangku, akan aku buat kamu menjadi sate," teriak Kaisar Feng Cheng marah.
Kaisar Feng Cheng mengangkat kedua tangannya ke atas dan merentangkannya ke arah langit. Tiba-tiba sebuah cahaya muncul dari langit dan menyinari tubuh Kaisar Feng Cheng.
Perlahan-lahan cahaya itu mulai turun dan Long Bai bisa melihat bahwa cahaya itu berasal dari sebuah cakram emas berukuran satu meter dengan delapan gerigi tajam yang menghadap delapan arah mata angin. Cakram itu berhenti dan terus berputar di atas Kaisar Feng Cheng.
"Apakah itu adalah senjata pusaka cakra api delapan raja?" ucap Heilong lirih.
__ADS_1
"Benar. itu adalah senjata cakram pusaka milik ayah," jawab Feng Tzuyu yang secara tidak sengaja mendengar bisikan Long Bai.
Kaisar Feng Cheng memancarkan energi api yang sangat kuat dari tubuhnya dan dalam sekejap tubuhnya tenggelam dalam aura berwarna merah. Kemudian dia mulai mengucapkan delapan mantra untuk memanggil delapan raja api.
"Aka." Api berwarna merah muncul dari salah satu gerigi cakram.
"Ao." Api kedua berwarna biru muncul.
"Lilla." Api ketiga berwarna ungu muncul.
"Arancione." Api keempat berwarna jingga muncul.
"Giallo." Api kelima berwarna kuning muncul.
"Verde." Api keenam berwarna hijau muncul.
"Bianca." Api ketujuh berwarna putih muncul.
"Nero." dan yang terakhir yaitu api kedelapan adalah api berwarna hitam.
Sekarang di masing-masing gerigi cakram cakra api delapan raja telah muncul delapan api yang berbeda. Api ini bukanlah api sembarangan, melainkan raja dari masing-masing jenis api.
"Api ini?! Apakah ayah benar-benar serius mau menggunakan jurus itu," ucap Feng Tzuyu terkejut.
"Memangnya jurus apa itu? " tanya Heilong penasaran.
__ADS_1
"Ini adalah jurus terkuat yang dimiliki ayah, nama jurus ini adalah......