LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V2 # CH 234 BERTEMU KEMBALI ( PART 2 )


__ADS_3

“Tenangkanlah dirimu Xin Feng. Sebenarnya ini semua bukanlah kesalahan pemuda bernama Long Bai. Tapi ini adalah kesalahan kami para Divine Beast,” ucap Divine Beast Byako.


“Apa maksud anda Dewa?” Kaisar Xin Feng langsung menatap ke Divine Beast Byako dengan tetapan sedikit kebingungan.


“Kami para Divine Beast terus melatihnya dan memberinya berbagai misi penting untuk menyelamatkan Planet Dreamland ini dari ancaman para Iblis sehingga membuat dia tidak sempat kembali ke Kerajaan Blue Dragon. Sampai saat ini kemungkinan besar dia belum mengetahui tentang rencana pernikahan antara dirinya dengan putrimu, yang telah kau rencanakan bersama dengan Kaisar Long Jin dua tahun yang lalu,” jawab Divine Beast Byako.


“Aku tidak mengerti apa maksud anda,” jawab Kaisar Xin Feng.


“Selama beberapa bulan ini kau terus menghabiskan waktu di tempatku untuk melihat kondisi putrimu jadi wajar saja kau tidak mengetahui keadaan di dunia luar. Kau Tidak tahu bahwa baru-baru ini, Benua Utara telah di serangan oleh pasukan dari Kerajaan Klan Iblis di bawah pimpinan Jenderal Iblis Last dan sekarang nama Long Bai menjadi sangat terkenal di semua Benua. Baiklah aku akan menceritakan padamu kejadian yang ada di dunia luar beberapa bulan ini, terutama yang menyangkut dengan Long Bai,” ucap Divine Beast Byako.


Divine Beast Byako mulai menceritakan dengan detail setiap kejadian yang terjadi di dunia luar baru-baru ini pada Kaisar Xin Feng. Divine Beast Byako mengawali ceritanya dengan menceritakan saat Heilong dijadikan pewaris kekuatan dari Divine Beast Genbu sampai saat Heilong berhasil mengalahkan para pasukan iblis yang menyerang Benua Utara dan Jenderal Iblis Last. Divine Beast Byako juga tidak lupa menceritakan misi baru Heilong kepada Kaisar Xin Feng yaitu pergi ke Benua Atlantis dan mendapatkan warisan kekuatan dari para Divine Beast yang lainnya.


“Tidak kusangka selama aku menghabiskan waktu untuk mengurung diri di tempat ini, ternyata pasukan iblis telah melakukan serangan secara besar-besaran ke Benua Utara. Sebagai Kaisar dari Kerajaan White Tiger aku merasa sangat tidak berguna karena tidak bisa membantu melindungi Kerajaan yang ada di dekatku,” ucap Kaisar Xin Feng merenung.

__ADS_1


“Bagaimana sekarang pendapatmu tentang Long Bai? dan apakah kau masih tetap ingin menyerang ke Kerajaan Blue Dragon?” tanya Divine Beast Byako.


“Tidak. Aku sudah mengurungkan niatku untuk menyerang ke Kerajaan Blue Dragon karena dia sebenarnya tidak berniat untuk menghindari pernikahan ini tapi tugas-tugas penting untuk melindungi Planet inilah yang telah membuatnya tidak bisa menikah dengan putriku. Tugas melindungi Planet ini sebenarnya adalah tugas kami para Kaisar dari lima Kerajaan besar tapi dia bisa melakukannya seorang diri. Aku menjadi semakin bangga pada Long Bai, tidak salah jika para Divine Beast menjadi dia pewaris dari kekuatannya.” jawab Kaisar Xin Feng.


“Aku senang akhirnya kamu bisa mengerti dan mengurungkan niatmu untuk menyerang ke Kerajaan Blue Dragon. Jika sampai kamu melakukan penyerangan ke Kerajaan Blue Dragon maka mungkin saja aku yang akan membunuhmu terlebih dahulu karena tugas kami para Divine Beast adalah melindungi Planet ini dari peperangan. Kami tidak akan segan-segan untuk menghancurkan pihak manapun yang berusaha untuk merusak kedamaian di planet ini termasuk kamu sendiri,” seru Divine Beast Byako dengan nada sedikit mengancam dan menatap tajam ke arah Kaisar Xin Feng.


“Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang untuk bisa menyelamatkan putriku dari bongkahan es yang mengurungnya?” tanya Kaisar Xin Feng dengan penuh harapan.


“Sekarang hanya ada satu benda yang bisa digunakan untuk menyelamatkan putrimu.” ucap Divine Beast Byako.


“Batu Permata Phoenix. Batu permata Phoenix bisa memancarkan sinar yang mengandung hawa energi Yang yang sangat besar. Aku rasa itu cukup untuk melelehkan bongkahan es yang mengurung tubuh putrimu. Setelah bongkahan es yang mengurung tubuh putrimu itu meleleh maka putrimu harus segera menelan batu permata itu dan menyerap semua energi yang ada di dalam batu permata itu ke dalam tubuhnya. Hanya dengan cara itu maka energi Yin yang ada di dalam tubuhnya bisa dikendalikan,” jawab Divine Beast Byako.


“Beritahu aku, dimana aku bisa menemukan Batu Permata Phoenix itu dewa? Aku pasti akan mendapatkan Batu Permata Phoenix itu sampai dapat meskipun aku harus mengelilingi Planet ini ataupun pergi ke markas Klan Iblis,” ucap Kaisar Xin Feng dengan nada memohon karena ini adalah satu-satunya harapan agar nyawa putrinya bisa diselamatkan.

__ADS_1


“Batu Permata Phoenix sebenarnya dimiliki oleh Divine Beast Suzaku karena itu beberapa bulan yang lalu aku telah menghubungi Divine Beast Suzaku untuk menanyakan hal ini padanya, tapi ternyata Batu Permata Phoenix itu sudah tidak ada lagi di tangannya. Divine Beast Suzaku telah memberikan Batu Permata Phoenix itu kepada Kakekmu yaitu Kaisar Xin Wu sebagai hadiah karena Kakekmu telah membantu penduduk Benua Selatan ketika sedang dilanda bencana kelaparan yang sangat panjang,” jawab Divine Beast Byako.


“Kakek?! Kakek sama sekali tidak pernah mengatakan padaku tentang Batu Permata Phoenix,” ucap Kaisar Xin Feng terkejut. Kemudian dia teringat sesuatu. “Benar juga mungkin di tempat itu ada catatan yang ditinggalkan Kakek tentang Batu Permata Phoenix sebelum Kakek meninggalkan Kerajaan White Tiger untuk mengasingkan diri mencari pencerahan.”


Kaisar Xin Feng langsung teringat pada sebuah ruangan khusus yang selalu di gunakan oleh kakeknya untuk bermeditasi. Kaisar Xin Wu memberi nama ruangan itu dengan nama Ruangan Kesadaran Jiwa. Setiap hari Kaisar Xin Wu selalu menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam ruang itu untuk bermeditasi demi mencari jawaban bagaimana caranya seorang manusia bisa naik ke alam para dewa. Namun dia tidak pernah mendapatkan jawaban itu sampai dia akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Kerajaan White Tiger untuk mencari pencerahan setelah dia mewariskan tahtanya pada Kaisar Xin Wang yang merupakan ayah dari Kaisar Xin Feng.


Kaisar Xin Feng langsung bergegas pergi ke ruangan yang di tinggalkan Kakeknya itu. Sejak ditinggal oleh Kakeknya, ruangan itu selalu disegel dan siapapun tidak diizinkan untuk memasuki ruangan itu. Bahkan Kaisar Xin Feng biasanya membersihkan ruangan itu sendiri karena dia juga tidak mengizinkan pelayan istana untuk memasuki ruangan itu.


Sesampainya di ruangan itu, Kaisar Xin Feng langsung memeriksa satiap bagian ruangan dengan harapan dia bisa mendapatkan sedikit petunjuk tentang keberadaan dari Batu Permata Phoenix.


Dia terus membaca setiap buku yang ada di sebuah rak yang ada di sudut bagian kiri ruangan. Sudah hampir dua puluh buku dia baca tapi dia sama sekali belum mendapatkan petunjuk di mana Kakeknya menyimpan Batu Permata Phoenix itu. Sampai Akhir dia melihat bekas tambalan di dinding yang ada di belakang rak buku itu.


Kaisar Xin Feng langsung mengeser rak buku itu kesamping dan memukul dinding itu dengan sangat keras.

__ADS_1


“Boom …”


Dinding itu langsung hancur dan memancarkan cahaya yang menyilaukan mata sampai Kaisar Xin Feng terpaksa harus menutupi matanya dengan tangannya karena tidak kuat menahan kilauan cahaya dari ruangan itu.


__ADS_2