
VOL 2. MAKAM KUNO
--------------------------------------
Dua minggu sudah berlalu sejak pertempuran besar yang mengakibatkan snow moon palace hancur menjadi rata dengan tanah.
Pendekar pisau langit Shi Tian memutuskan kembali ke Klan Shi seminggu yang lalu setelah luka-lukanya pulih.Namun sebelum dia pergi dia sempat menemui Xue Xian Hou dan meminta ijin untuk membawa Luo Yan kembali ke Klan Shi karena dia telah mengetahui bahwa Klan Luo tidak memperlakukan cucunya dengan baik dan juga dia ingin melatih Luo Yan secara Khusus untuk di jadikan penerusnya setelah melihat bakatnya. Xue Xian Hou menyetujui permintaan Shi Tian dengan syarat Luo Yan setahun sekali harus datang ke Sekte Snow Moon karena dia masih bagian dari sekte.
Jendral Lian Zhou dan Kapten Zong Feng membawa pasukan berkuda kembali ke kota kekaisaran lima hari yang lalu untuk menjemput para guru dan murid dari sekte snow moon yang mengungsi ke kota kekaisaran.
Sementara Heilong tetap tinggal di Istana Suci Giok Salju bersama dengan kapten Feng Yan dan pasukan penunggang singa untuk menjaga Xue Xian Hou atas permintaan Jendral Lian Zhou sampai dia kembali ke sini dengan para guru dan murid Sekte Snow Moon yang mengungsi di Kota Kekaisaran.
Jendral Lian Zhou merasa tidak nyaman jika harus meninggalkan Xue Xian Hou sendirian, dia takut jika komplotan iblis itu datang kembali untuk balas dendam. Tentu saja dia meminta Heilong tetap tinggal di sini setelah melihat kehebatannya yang mampu membunuh Frankover dengan sekali serangan dan berhasil membunuh Nash, meskipun dia gagal membunuh Last karena tiba-tiba ada orang tak dikenal yang datang untuk menolongnya dan membantunya kabur.
Istana Suci Giok Salju berbeda dengan Snow Moon Place yang mempunyai lima istana yang terpisah. Istana Suci Giok Salju merupakan istana dengan empat lantai yang sangat besar, luasnya sama dengan seluruh bangunan Snow Moon Palace.
Untuk saat ini, lantai pertama dan kedua digunakan untuk keperluan prajurit kekaisaran dan Heilong yang membantu menjaga istana ini sampai para guru dan murid yang sedang mengungsi di kota kekaisaran kembali ke sekte.
Lantai pertama digunakan sebagai tempat tinggal para prajurit dari pasukan penunggang singa, Kapten Feng Yan dan Heilong. Lantai pertama ini nantinya akan di gunakan sebagai aula luar dan aula dalam sekte.
__ADS_1
Lantai ke dua digunakan sebagai dapur umum untuk para prajurit, kedepannya lantai ini akan di gunakan sebagai tempat latihan bagi para anggota sekte dan juga dapur umum karena di tempat ini ada seratus ruang khusus untuk kultivasi dan tiga buah lapangan yang sangat luas yang bisa di gunakan untuk latih tanding serta satu buah dapur yang cukup luas.
Lantai ke tiga akan digunakan sebagai tempat tinggal bagi para anggota sekte dan gudang penyimpanan bahan makanan dan obat-obatan karena di lantai ini terdapat enam ratus kamar dan sebuah ruangan kosong yang sangat luas.
Lantai ke empat dibagi menjadi empat ruangan yaitu Tempat Tinggal Master Sekte, Perpustakaan Sekte, Tempat Penyimpanan Senjata dan Ruang Pengobatan.
Beberapa hari ini, Xue Xian Hou selalu menghabiskan waktunya sendirian di kamar pribadinya untuk berkultivasi. Ia merasa kekuatannya yang sekarang masih kurang untuk melakukan balas dendam pada Klan Iblis yang telah menghancurkan Sektenya. Karena itu, Ia harus berlatih dengan sangat keras. Semua yang dilakukan Minmei masih terukir jelas dalam ingatannya, ini membuat dendamnya menjadi semakin dalam pada Klan Iblis.
Sedangkan Heilong banyak menghabiskan waktunya di lantai dua, dia membantu beberapa koki kerajaan yang ikut dalam rombongan prajurit kekaisaran untuk memasak di lantai dua.
“Long Bai, Apakah kau punya menu masakan yang baru lagi untuk hari ini?” tanya Hua Tuo yang merupakan wakil kepala koki di Kerajaan Green Tortoise.
Waktu pertama kali Heilong menawarkan diri untuk membantu menyiapkan makanan, Hua Tuo sempat meragukan kemampuan memasak Heilong karena dia belum pernah mendengar seorang pendekar bisa memasak. Kalau cuma seorang pendekar yang memahami kemampuan di Bidang Alkemis, dia banyak menemuinya di Lima Benua. Tapi, semua pemikirannya itu dipatahkan saat pertama kali dia mencoba hasil masakan Heilong. Kini pemikirannya telah berubah dan dia semakin segan pada Heilong, dia sadar bahwa setiap orang bisa dan harus belajar memasak karena semua manusia butuh makan.
Kemarin Heilong sengaja pergi ke Gudang Penyimpanan Bahan Makanan dan melihat stok sayuran dan buah masih sangat banyak karena beberapa hari ini para koki hanya memasakkan menu yang berbahan dasar daging dan ikan.
“Gado-gado dan rujak?! Apakah itu nama makanan?” ucap Hua Tuo dan para koki lain terkejut karena mereka belum pernah mendengar nama makanan ini meskipun mereka semua sudah sering berkeliling di beberapa Benua yang ada di planet Dreamland untuk mengikuti lomba memasak.
“Tentu saja ini nama makanan. Aku akan membuat saus untuk rujak dan gado-gadonya, kalian semua cukup potong-potong sayuran dan buah-buahan di sebelah sana. Lalu siapkan juga beberapa telur rebus, kentang rebus, tahu dan tempe goreng serta lontong untuk pengganti nasi,” ucap Heilong sambil tangannya menunjuk beberapa buah keranjang sayuran dan buah-buahan.
__ADS_1
“Baik! akan segera kami siapkan,” jawab para koki kompak sekaligus bahagia. Sebab, mereka akan mendapatkan pengalaman baru tentang makanan yang belum ada di Planet ini.
Setelah memasak kurang lebih satu jam, tiga ratus porsi gado-gado dan rujak telah berhasil disiapkan.
“Aku akan mengantarkan makanan ini ke lantai empat, kalian semua makanlah dulu. Jangan menunggu aku. Sebab, aku mungkin akan sedikit lebih lama berada di sana,” ucap Heilong yang sudah siap membawa nampan makanan dengan dua porsi makanan di atasnya.
Setelah selesai memasak, Heilong selalu mengantarkan makanan ke tempat Xue Xian Hou terlebih dulu, baru setelah itu dia kembali turun ke lantai dua dan makan bersama para prajurit. Dia selalu meletakkan makanan itu di depan pintu kamarnya, tapi beberapa hari ini Xue Xian Hou sama sekali tidak menyentuh makanan itu.
“Sampai kapan wanita ini akan terus bermeditasi?” gumam Heilong lirih sambil menatap pintu kamar Xue Xian Hou yang masih tertutup rapat.
Tanpa basa-basi, Heilong segera mengambil makanan yang ia letakkan kemarin dan menggantinya dengan makanan yang baru. Setelah itu, dia berbalik kembali turun ke lantai dua untuk makan bersama para prajurit dan Kapten Feng Yan.
Krekkk ....
Tiba-tiba pintu kamar Xue Xian Hou terbuka saat Heilong berbalik dan akan melangkah turun ke lantai dua.
Langkah Heilong pun terhenti dan dia segera berbalik untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Saat dia membalikkan tubuhnya, dia dibuat terpana ketika melihat Xue Xian Hou sudah berdiri di depan pintu kamarnya dengan mengenakan pakaian berwarna putih yang cantik.
“Apa yang kamu lihat? Masuklah dan temani aku makan! Makanan itu terlalu banyak jika harus aku habiskan sendiri. Selain itu, ada beberapa hal penting yang harus aku bicarakan padamu,” ucap Xue Xian Hou.
__ADS_1
*****
Mulai Vol 2 ini untuk memudahkan kalian mengetahui jiwa siapa yang muncul di tubuh Long Bai, Maka aku memutuskan untuk sedikit merubah cara penyebutan. Jika yang muncul adalah Heilong maka aku akan menyebutnya Heilong begitu juga sebaliknya. Tapi, lawan bicara mereka akan tetap menyebut Long Bai kecuali beberapa orang yang tau tentang jati diri mereka berdua. Sebenarnya aku sudah mulai merubah penyebutan mereka di beberapa chapter terakhir di Vol 1.