
“Itu adalah rencana yang sangat bagus tapi tidak akan semudah itu untuk memindahkan Makam Es Seribu Pedang yang wilayahnya sangat luas,” jawab Xue Xian Hou
“Benar, bagaimana cara memindahkan tempat seluas itu dalam sekejap? Luas Makam Es Seribu Pedang itu luasnya hampir empat kali dari luas wilayah Sekte Giok Salju ini. Pasti dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk memindahkan tempat seluas itu dan orang yang mengerjakannya juga tidak mungkin sedikit. Bisa-bisa sebelum Makam Es Seribu Pedang berhasil dipindahkan ke sini, Bangsa Iblis sudah menyerang duluan,” sahut Heilong.
“Menurut perkiraanku, dibutuhkan waktu kurang lebih satu tahun untuk memindahkan wilayah yang seluas itu jika dikerjakan oleh dua ratus orang. Itu'pun aku tidak yakin bahwa wilayah itu akan bisa benar-benar pindah seratus persen karena kita tidak mungkin ada manusia yang bisa memindahkan sebuah danau yang ada di dalam Makam Es Seribu Pedang padahal danau itu adalah inti dari Makam Es Seribu Pedang,” ucap Xue Xian Hou mendukung ucapan Heilong.
Xue Xian Hou dan Heilong terus menyerang Li Ziqi dengan pendapat mereka karena mereka berdua masih tidak bisa percaya bahwa ada orang yang mampu memindahkan Makam Es Seribu Pedang yang wilayahnya sangat luas dan di jaga oleh seorang Divine Beast.
“Bagaimana jika aku mengatakan bahwa aku bisa memindahkan istana itu, apakah kalian masih tidak akan percaya?” ucap Li Ziqi dingin.
“Aku percaya karena anda memiliki kemampuan dan kekuatan seorang Dewi tapi tidak ada tempat yang bisa menampung wilayah seluas itu di sini. Jika di paksakan pindah maka kemungkinan akan mengenai pemukiman penduduk yang ada di sekitar sini,” jawab Xue Xian Hou.
Heilong langsung teringat dengan kota Waerebo saat Xue Xian Hou mengatakan bahwa Makam Es Seribu Pedang akan menutupi pemukiman penduduk jika di pindahkan ke tempat ini.
Kota Waerebo memang kota terdekat dari Sekte Giok Salju dan untuk sampai di kota itu cukup mudah yaitu hanya perlu melewati jalan setapak yang ada di dalam Hutan Jati Bersalju. Jika Makam Es Seribu Pedang memang benar-benar di pindahan ke sini maka seluruh wilayah hutan jati bersalju dan kota Waerebo akan menghilang karena tertimpa Makam Es Seribu Pedang.
__ADS_1
“Kalian jangan terlalu khawatir karena aku memiliki cara untuk membuat Makam Es Seribu Pedang itu terbang di langit. Jadi Makam Es Seribu Pedang ini tidak akan menimpa ke dua tempat yang kamu sebutkan tadi,” jawab Li Ziqi menatap Xue Xian Hou.
“Lalu bagaimana dengan sinar matahari? Meskipun wilayah ini selalu tertutup es namun tumbuhan dan penduduk yang ada di sini tetap membutuhkan sinar matahari. Jika Makam Es Seribu Pedang benar-benar berada berada di atas kedua tempat itu bagaimana mungkin cahaya matahari bisa menyinari kedua tempat itu,” ucap Heilong mengerutkan kening.
“Sepertinya aku harus memisahkan antara Istana Es Seribu Pedang dengan Danau Es Seribu Pedang agar ukuran kedua tempat itu menjadi lebih kecil,” ucap Li Ziqi menatap Heilong dan Xue Xian Hou.
“Itu ide yang sangat bagus. Sepertinya aku juga memiliki sebuah tempat yang cocok untuk di jadikan tempat Danau Es Seribu Pedang. Coba anda lihat gletser es yang ada di balik bukit ini,” ucap Xue Xian Hou.
Li Ziqi langsung terbang ke atas dan melihat Gletser yang ada di belakang bukit itu untuk memastikan apakah luas gletser itu benar-benar cocok untuk di jadikan tempat baru Danau Es Seribu Pedang karena hanya dia yang benar-benar mengetahui luas dari Danau Es Seribu Pedang.
“Kalau begitu apakah Guru bisa memindahkan Makam Es Seribu Pedang pedang itu sekarang?” tanya Heilong.
“Aku akan menghubungi Divine Beast Genbu dulu. Dia harus di beritahu tentang hal ini karena dia tinggal di dalam Istana Es Seribu Pedang,” jawab Li Ziqi.
Li Ziqi kemudian menggunakan jurus telepati tingkat tinggi yang mampu menjangkau jarak ribuan kilometer untuk menghubungi Divine Beast Genbu. Dan Divine Beast Genbu menyetujui rencana kepindahan kediamannya ini karena sebenarnya dia juga sangat khawatir dengan inti energi es yang ada di bawah Sekte Giok Salju. Jika dia berada di dekat sana maka dia akan bisa menggunakan cangkang kura-kura emasnya untuk melindungi seluruh wilayah Sekte Giok Salju saat bangsa iblis mencoba menyerang kembali.
__ADS_1
“Divine Beast Genbu sudah setuju. Saat ini dia sedang menyimpan semua benda pusaka yang ada di Makam Es Seribu Pedang dan membelah menjadi dua antara Istana Es Seribu Pedang dan Danau Es Seribu Pedang,” ucap Li Ziqi setelah dia mengakhiri telepatinya dengan Divine Beast Genbu.
“Jadi apakah kita bisa mulai memindahkan Makam Es Seribu Pedang itu sekarang?” tanya Heilong semangat.
“Tunggu sebentar,” jawab Li Ziqi. Li Ziqi lalu menatap Xue Xian Hou. “Aku minta kau memerintahkan semua orang yang ada di dalam Istanamu untuk keluar dan beritahukan pada mereka agar jangan panik karena saat proses pemindahan ini berlangsung akan ada getaran yang sangat kuat di dalam Istana Suci Giok Salju. Tapi kamu jangan khawatir, getaran ini tidak akan sanggup untuk menghancurkan istanamu.”
“Aku mengerti. Aku mohon izin dulu untuk menemui anggota sekteku, setelah itu aku akan langsung kembali ke tempat ini,”, jawab Xue Xian Hou.
Xue Xian Hou langsung pergi meninggalkan bukit itu dan kembali ke Istana Suci Giok Salju. Setelah sampai di Istana Suci Giok Salju, dia langsung memerintahkan semua Guru pembimbing untuk berkumpul di lantai dua.
“Aku ingin memberitahukan pada kalian semua untuk membawa para murid keluar dari Istana ini dengan tertib dan katakan pada mereka semua agar tidak panik jika terjadi gempa,” seru Xue Xian Hou di depan semua guru pembimbing.
Wajah semua Guru pembimbing langsung berubah menjadi cemas dan akhirnya Guru Xue Lian memberanikan dirinya untuk bertanya. “Apakah bangsa iblis itu telah kembali lagi untuk menyerang?”
Xue Xian Hou tersenyum. “Tidak. Divine Beast Genbu akan memindahkan kediamannya ke belakang istana kita untuk membantu kita melawan para iblis itu jika mereka berani datang kembali untuk menyerang sekte kita lagi.”
__ADS_1
Wajah semua Guru pembimbing langsung berubah menjadi bahagia saat mendengar berita ini.