
“Haha … Dengan diagram penempaan sekecil itu kau tidak akan bisa menempa sebuah senjata. Diagram penempaan sekecil itu hanya bisa di gunakan untuk membakar ikan saja.”
Dao Xue Lian langsung tertawa terbahak-bahak saat melihat diagram penempaan yang di buat Heilong hanya berbentuk lingkaran dengan diameter 30 cm saja, itu jauh dari kata cukup untuk menempa sebuah pisau yang membutuhkan diagram penempaan dengan diameter minimal 100 cm.
“Aku hanya ingin membuat sebuah pisau dapur sepanjang 15 cm saja. Harusnya diagram ini sudah cukup,” ucap Heilong membela diri karena tidak ingin terlihat lemah.
“Jika kau ingin menempa sebuah senjata, maka kau membutuhkan diagram penempaan yang memiliki ukuran sepuluh kali lipat dari senjata yang akan kau buat. Itu karena senjata yang kau buat akan membutuhkan ruang yang sangat besar untuk bergerak saat proses pengasahan senjata dan proses penyempurnaan senjata. Sekarang kau bisa membayangkan sendiri seberapa besar diagram penempaan yang harus kau buat,” jelas Dao Xue Lian.
“Baik, aku akan mencoba kembali membuat diagram penempaan yang sesuai,” ucap Heilong penuh tekad.
Heilong kembali memusatkan konsentrasinya untuk membuat diagram penempaan yang baru. Kali ini dia menambahkan energi elemen apinya lebih besar sedikit daripada saat dia menggambar diagram penempaan yang pertama. Percobaan membuat diagram penempaan yang kedua akhirnya selesai setelah dia menggambar selama dua puluh menit.
Dao Xue Lian kembali mengejek diagram penempaan yang di buat Heilong. “Diagram penempaan itu masih terlalu kecil untuk bisa digunakan membuat sebuah pisau. Kau ingin membuat sebuah pisau atau membuat sebuah jarum? Jika kau benar-benar ingin membuat sebuah pisau maka kau harus mengulangi menggambar diagram penempaan itu sampai berhasil. Tingkatkan lagi konsentrasimu saat menggambarkan diagram penempaan itu. Kau juga harus mengatur energi api yang kau gunakan saat menggambar diagram penempaan itu agar jangan terlalu kecil atau terlalu besar. Jika kau juga menggunakan energi api yang terlalu besar saat menggambar diagram penempaan itu maka diagram penempaan yang kau buat akan langsung meledak.”
Heilong menghapus gambar diagram penempaan yang baru saja di buatnya dan membuat diagram penempaan yang baru. Dia sudah bertekad bahwa dirinya harus bisa menguasai diagram penempaan ini secepat mungkin agar dia juga bisa membuat senjatanya sendiri tanpa meminta bantuan pada seorang penempa senjata.
Dao Xue Lian terus memperhatikan usaha keras yang di lakukan Heilong dari tempatnya berdiri. Dia sama sekali tidak memberi instruksi lagi karena ingin melihat sampai sejauh mana Heilong pemahaman Heilong tentang diagram penempaan ini.
Dao Xue Lian akhirnya menghubungi Li Ziqi yang ada di luar dinding pelindung cahaya dengan menggunakan telepatinya.
“Kakak, apakah kau bisa membuat dinding pelindung cahaya ini agar tetap bertahan sedikit lebih lama lagi?”
“Memangnya ada apa? Apakah kau mengalami masalah saat menempa sarung pedang itu?”
__ADS_1
“Tidak sama sekali. Kedua sarung pedang itu sudah selesai aku buat dan sekarang sudah ada di punggung Heilong.”
“Lalu apa yang membuatmu meminta tambahan waktu?”
“Heilong sepertinya tertarik dengan teknik penempaan senjata ini. Dan dia ingin mempelajari teknik penempaan senjata ini dengan membuat sebuah pisau.”
“Berapa lama waktu yang kau butuhkan untuk mengajarinya teknik penempaan senjata itu?”
“Saat ini, dia sudah memahami semua tentang diagram penempaan. Yang dibutuhkan dia saat ini hanya mengatur jumlah energi saat dia akan membuat gambar diagram penempaan senjata. Aku rasa kami butuh waktu sekitar empat sampai lima jam lagi.”
“Baik. Aku akan memberimu tambahan waktu selama lima jam. Jika waktu itu telah habis maka dinding pelindung cahaya ini akan langsung menghilang. Karena kita harus kembali melanjutkan perjalanan kita menuju ke Benua Timur.”
“Baik, aku mengerti. Aku akan membantu dia agar dia cepat menguasai teknik penempaan senjata ini.”
**
Li Ziqi langsung membuat sebuah gambar sihir berbentuk sebuah jam dinding yang sangat besar di permukaan dinding pelindung cahaya itu setelah mendengar permintaan dari Dao Xue Lian.
Dia kemudian mengatur salah satu jarum yang ada pada jam itu berhenti tepat di angka lima. “Sudah selesai. Setelah lima jam, dinding pelindung cahaya ini akan hancur dengan sendirinya. Sekarang aku bisa dengan bebas mencari tahu rahasia yang ada di tempat ini.”
Rupanya Li Ziqi sejak tadi masih sangat penasaran tentang rahasia yang ada di tempat ini.
Saat sedang bersama Heilong dan Dao Xue Lian, dia sengaja berpura-pura tak berminat untuk mencaritahu tentang rahasia yang ada di tempat ini karena dia tidak ingin menghambat proses penempaan senjata yang akan mereka lakukan.
__ADS_1
Sekarang dia sudah sendirian dan bebas. Li Ziqi langsung menggunakan teknik mata untuk mengamati setiap bagian yang ada di pulau bagian dalam ini dengan sangat teliti sampai ke bagian yang paling kecil termasuk batu-batuan yang ada di tempat ini.
Setelah kurang lebih mencari selama lima belas menit, dia memutuskan untuk menghentikan pencariannya dengan menggunakan jurus mata dewa karena dia sama sekali tidak menemukan keanehan sedikitpun pada benda yang ada di sekitar tempat ini.
“Aneh sekali. Dari mana sebenarnya energi alam yang sangat besar ini berasal. Aku sama sekali tidak menemukan inti energi planet ataupun tanda-tanda sebuah benda yang berasal dari alam dewa di tempat ini,” gumam Li Ziqi sambil berpikir keras.
Li Ziqi kemudian menutup kedua matanya dan berkonsentrasi penuh untuk meningkat semua kemampuan panca indranya yang lain selain indra penglihatannya. Dia berusaha untuk menemukan asal dari energi alam tempat ini dengan cara merasakan energi alam ini dengan tubuhnya.
Aliran energi alam ini terus mengalir di sekitar Li Ziqi. Dengan penuh konsentrasi, akhirnya Li Ziqi bisa menemukan bahwa aliran energi alam ini berasal dari sebuah sumur tua yang ada di sebuah pulau kecil di dekatnya.
Li Ziqi langsung membuka matanya dan terbang menuju ke pulau kecil itu. Begitu sampai di pulau kecil itu, Li Ziqi langsung melompat ke dalam sumur itu untuk mencari tahu.
Namun saat akan mencapai bagian dasar sumur, tubuh Li Ziqi di hentikan oleh semua medan pelindung yang sangat kuat.
“Aneh sekali. Medan pelindung sekuat ini harusnya hanya bisa di buat oleh seorang Dewa. Apakah pulau bagian dalam ini dulunya adalah tempat tinggal seorang Dewa yang sangat kuat?!”
Saat ini pikiran Li Ziqi di penuhi dengan berbagai macam pertanyaan yang sangat aneh karena medan pelindung yang menahannya ini bukanlah medan pelindung sembarangan karena medan pelindung ini bisa menahan sebuah roh pedang yang tidak memiliki tubuh fana.
Li Ziqi memasukkan kekuatan cahaya bintang miliknya ke tangan kanannya. “Tidak ada cara lain untuk menghancurkan medan pelindung ini selain menggunakan Jurus Tapak Cahaya Bintang Penghancur.”
Li Ziqi langsung menghantamkan jurus itu ke medan pelindung yang ada di bawah kakinya dengan kekuatan penuh.
Awalnya, medan pelindung ini berusaha untuk menyerap kekuatan cahaya bintang yang ada di pukulan telapak tangan Li Ziqi dan membuat kekuatan dari pukulan telapak tangan itu semakin melemah. Tapi Li Ziqi yang tidak mau menyerah, dia terus menambahkan kekuatan cahaya bintang miliknya ke dalam telapak tangan kanannya.
__ADS_1
Medan pelindung itu akhir retak dan hancur karena tidak mampu lagi menampung kekuatan cahaya bintang yang ada di tangan kanan Li Ziqi.
Li Ziqi akhirnya bisa sampai di dasar sumur itu dan menemukan sebuah papan roh berukuran kecil, kira-kira hanya sepanjang 20 cm tergeletak di atas sebuah batu kristal es yang sangat dingin.