LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V2 # CH 228 KAKEK


__ADS_3

“Pak tua, aku lihat kemampuan gadis kecil ini telah meningkat dengan sangat tajam. Apakah aku boleh menguji kemampuan bertarungnya?” tanya Harimau putih.


“Boleh, aku rasa itu ide yang sangat bagus. Memang sudah waktunya dia berlatih untuk melindungi dirinya saat berada di dunia luar,” jawab Lin Chong Wei kemudian dia memanggil putrinya.


“Meylin”


Lin Meylin langsung berhenti bermain-main dengan Heilong dan pergi menghampiri ayahnya saat mendengar panggilan ayahnya.


“Ada apa ayah? apakah ayah membutuhkan bantuanku?” tanya Lin Meylin.


“Tidak. Raja Harimau Salju hanya ingin menguji sempai sejauh mana kemampuan bertarungmu saat ini. Aku rasa itu juga hal yang sangat bagus karena kamu juga harus berlatih untuk mempertahankan diri saat di serang oleh para Beast,” jawab Lin Chong Wei.


“Baik, aku setuju,” jawab Lin Meylin kemudian dia menolak ke Raja Harimau Salju, “Paman Harimau Salju, panggil semua anak buahmu. Aku ingin menghadapi kalian semua dalam sebuah pertarungan yang nyata.”


“Itu sangat berbahaya gadis kecil. Tujuanku adalah hanya untuk menguji kemampuan bertarungmu saja, jadi aku sendiri saja rasanya sudah cukup karena aku tidak bisa selalu bisa mengawasi setiap gerakan yang di lakukan oleh anak buahku ketika dalam pertarungan,” jawab Harimau Salju.


“Jangan khawatir. Aku tidak akan meminta hal ini jika aku tidak benar-benar yakin bahwa aku bisa melindungi diriku. Bukankah kebiasaan para Beast adalah menyerah secara berkelompok jadi agar pertarungan ini terlihat seperti benar-benar nyata maka Paman Harimau Salju harus memanggil semua anak buahmu dan menyerangku secara bersama,” ucap Lin Meylin.


Raja Harimau Salju yang kebingungan menolak ke arah Lin Chong Wei untuk meminta pendapatnya. “Bagaimana ini Pak Tua. Apakah aku boleh memenuhi permintaan anakmu?”


Lin Chong Wei menjawab dengan anggukan kepala pertanda dia setuju meskipun dia merasa sedikit khawatir karena ini adalah pertarungan pertama putrinya melawan para Beast. Tapi demi perkembangan putrinya, dia terpaksa harus menyetujuinya. Lagipula Lin Chong Wei sangat percaya bahwa para Harimau Salju ini tidak akan pernah menyakiti putrinya.


Setelah mendapat persetujuan dari Lin Chong Wei, Raja Harimau Salju segera memanggil anak buahnya untuk berkumpul dan memberi perintah untuk menyerang Lin Meylin. Tapi, tanpa sepengetahuan siapapun, ternyata Raja Harimau Salju memberi isyarat pada anak buahnya agar jangan sampai melukai Lin Meylin.

__ADS_1


Sesuai perintah dari pimpinannya, para Harimau Salju itu langsung mengepung tempat Lin Meylin berdiri.


Lin Meylin menjadi waspada di tengah kepungan para Harimau Salju, lalu dia mengeluarkan senjatanya yaitu Tongkat Sihir Cahaya Surga.


“Rawr ...”


Para Harimau Salju yang mengepung Lin Meylin langsung melompat ke arah Lin Meylin sambil mengarahkan cakarnya yang tajam untuk menyerang.


Lin Meylin dengan dengan tenang langsung mengangkat Tongkat Sihir Cahaya Surga yang ada ditangan kanannya dan memutar-mutarkan tongkat itu di sekitar tubuhnya lalu melemparkan tongkat itu ke atas.


“Perisai Cahaya Matahari,”


Tongkat sihir itu langsung mengeluarkan sebuah bola cahaya yang sangat menyilaukan mata seperti sebuah matahari yang terbang di langit dan membuat perisai dari cahaya di sekitar tempat dia berdiri.


Cakar Harimau Salju yang sekuat besi dan setajam pisau itu tidak mampu untuk menggores perisai cahaya yang dibuat Lin Meylin. Mereka semua itu langsung terpental saat cakar mereka menyentuh perisai cahaya yang di buat oleh Lin Meylin karena serangan balik dari perisai cahaya.


“Hujan Seribu Naga Penghancur Benua.”


Tiba-tiba terdengar suara dari langit namun suara itu terdengar sangat akrab di telinga Lin Meylin dan Lin Chong Wei. Sesaat kemudian sebuah simbol sihir berbentuk Hexagram raksasa muncul di langit dan langsung menghujani sekumpulan Harimau Salju yang sedang mengepung tempat Lin Meylin berdiri, dengan ribuan anak panah cahaya yang memancarkan aura cahaya berbentuk naga.


Saat sampai di Hutan Jati Bersalju, Kaisar Fu Hao langsung dikejutkan dengan pemandangan yang sangat mengerikan. Dia melihat segerombolan Harimau Salju sedang mengepung seorang Wanita dan siap untuk menyerangnya karena itu dia langsung mengeluarkan busur panahnya dan menyerang sekelompok Harimau Salju itu.


Lin Meylin yang khawatir dengan keselamatan para Harimau Salju, langsung menghentakkan Tongkat Sihirnya ke tanah dan memperluas jangkauan perisai cahayanya untuk melindungi para Harimau Salju itu dari serangan anak panah cahaya yang turun dari langit.

__ADS_1


“Kakek, jangan serang para Harimau Salju ini. Mereka semua tidak ingin menyakitiku, saat ini kami sedang melakukan latihan bertarung,” seru Lin Meylin sambil melihat Kaisar Fu Hao yang masih terbang di langit sambil mengendarai Beastnya ditemani dengan Kaisar Xuan Wu yang ada di sampingnya.


Kaisar Fu Hao menjadi terkejut saat mendengar Lin Meylin memanggilnya Kakek karena Kaisar Fu Hao merasa ini adalah pertama kalinya dia bertemu dengan wanita itu. Kaisar Fu Hao langsung turun dari Beastnya dan berdiri di depan Lin Meylin.


“Kenapa kau memanggilku Kakek wahai gadis muda? Ini adalah pertama kalinya kita bertemu dan kita sama sekali tidak saling kenal,” tanya Kaisar Fu Hao sambil menatap Lin Meylin dan memandangi setiap bagian wajahnya dengan teliti untuk memastikan bahwa dia sama sekali tidak mengenal Lin Meylin.


Lin Meylin lalu menunjukkan lengan kirinya pada Kaisar Fu Hao dan saat dia mengalirkan energi cahayanya, sebuah simbol bergambar naga cahaya langsung muncul di lengan kiri Lin Meylin.


Kaisar Fu Hao menjadi semakin terkejut sampai menutup mulutnya. “Kau, kenapa kau bisa memiliki tanda itu. Tanda itu hanya dimiliki oleh keturunanku saja.”


“Karena dia adalah cucumu, ayah. Dia adalah Lin Meylin putri dari Fu Mey.”


Tiba-tiba Lin Chong Wei muncul dan langsung berdiri di samping Lin Meylin. Kaisar Fu Hao langsung mengenali bahwa itu adalah suara Lin Chong Wei dan memperhatikan tubuh Lin Chong Wei dengan teliti karena dia merasa ada yang salah dengan tubuh Lin Chong Wei.


“Menantu, apa yang terjadi denganmu kenapa tingkat kultivasimu menjadi menurun,” tanya Kaisar Fu Hao.


“Ceritanya sangat panjang ayah. Mari duduk disini sebentar, aku akan menceritakan semuanya,”


Lin Chong Wei mengajak Kaisar Fu Hao untuk duduk di atas sebuah batu besar yang ada di samping mereka. Setelah sampai di sana, Lin Chong Wei langsung menceritakan semua kejadian yang menimpa dirinya saat dia baru meninggalkan Kerajaan Sky Empire. Mulai dari serangan Jendral Iblis Jiro yang membuatnya terluka parah dan kehilangan kultivasinya sampai saat dia bertemu dengan Heilong yang berhasil menyembuhkan Dantiannya sehingga kultivasinya bisa kembali walaupun dia harus mulai berlatih kultivasi lagi awal.


“Dasar Kerajaan Klan Iblis kurang ajar. Berani sekali mereka berusaha untuk membunuh cucuku secara Diam-diam.” ucap Kaisar Fu Hao marah sambil mengepalkan tangannya.


“Boom ...”

__ADS_1


Kaisar Fu Hao langsung melampiaskan amarahnya pada batu besar yang ada di sampingnya dan memukul batu besar itu sampai hancur berkeping-keping.


__ADS_2