
“Bagus. Aku pegang kata-katamu itu, jika suatu saat kamu melanggar janjimu itu maka aku tidak akan segan-segan untuk membunuhmu,” seru Li Ziqi.
“Baik Guru, akan selalu aku ingat janjiku itu,” jawab Heilong.
“Sekarang kamu bisa lanjutkan memasak, aku akan menunggumu di sini.” ucap Li Ziqi.
“Cuma menunggu?! Kenapa Guru tidak sekalian saja membantuku memasak, dengan begitu Guru bisa mencicipi rasa dari masakanku,” sindir Heilong.
“Aku tidak tertarik. Lebih baik aku menunggu sambil bermeditasi seperti biasanya,” balas Li Ziqi karena dia sama sekali tidak tahu cara memasak.
Sebagai seorang Dewi yang sangat hebat di alam dewa, sekaligus putri dari Dewa Tertinggi. Kehidupan Li Ziqi di alam dewa, jauh lebih baik dari kehidupan para Putri Raja. Setiap keinginannya selalu di siapkan oleh para Pelayan Istana, jadi wajar jika dia tidak bisa memasak. Jika para pelayan tidak mampu untuk memenuhi keinginannya maka dia bisa menciptakan benda itu dengan kekuatan dewinya.
Li Ziqi kemudian pergi di sudut dapur dan duduk bermeditasi dengan tenang di sana sambil menutup kedua matanya.
Heilong segera mengeluarkan pisau taring singa miliknya dan meletakkan satu set pisau itu di atas meja, kemudian dia mengambil sebuah pisau elemen angin yang memiliki ukuran terpanjang. Bentuk dan panjang pisau ini hampir mirip dengan panjang sebuah Kodachi.
“Pisau ini rasanya sangat cocok untuk digunakan memotong dengan cepat dalam jumlah yang besar.”
Heilong kemudian melemparkan ke atas beberapa buah-buahan segar yang bisa mengembalikan energi para kultivator setelah melakukan latihan kultivasi yang sangat keras seperti Apel Raja Emas, Nanas Seratus Duri, Melon Anggur Hijau, Semangka Dewi Bulan, Buah Naga Dewa dan Strawberry Es Seribu Tahun.
Dia langsung menyabetkan pisaunya dengan sangat cepat untuk memotong buah-buahan itu saat masih berada di udara. Hanya dengan empat kali ayunan pisaunya saja, buah-buahan itu sudah terpotong-potong dengan rapi menjadi kotak kecil-kecil.
Heilong kemudian mengambil sedikit potongan dari masing-masing buah dan meletakkannya pada sebuah mangkuk kecil. Kemudian dia menambahkan sedikit susu kuda hitam dan madu lebah bunga mawar ke dalam mangkuk itu.
Sebelum dia memberikan mangkuk itu pada Li Ziqi, terlebih dahulu Heilong menggunakan energi es nya untuk membuat isi yang ada di dalam mangkuk ini menjadi dingin. Agar buah-buahan itu menjadi lebih segar saat dimakan.
__ADS_1
“Guru makanlah ini terlebih dahulu sambil menunggu hidangan utama selesai aku masak,” ucap Heilong sambil memberikan sebuah mangkok yang berisi potongan buah-buahan segar yang menggugah selera makan pada Li Ziqi.
Li Ziqi langsung membuka matanya saat mendengar suara Heilong dan mencium aroma buah-buahan segar yang membangkitkan selera makannya.
“Apa itu?” tanya Li Ziqi menatap mangkok yang ada di tangan Heilong.
“Ini adalah Es Buah Dewa,” jawab Heilong.
Tapi basa-basi lagi Li Ziqi langsung mengambil mangkuk yang ada di tangan Heilong karena dia tahu setiap masakan yang di buat Heilong rasanya pasti akan sangat enak. Li Ziqi mulai mencicipi potongan-potongan buah yang ada di dalam mangkuk itu satu-persatu.
“Hmm … Enak sekali dan sangat menyegarkan. Apakah kau mendapat resep membuat makanan ini Buku Resep Masakan Kerajaan Langit?” tanya Li Ziqi sambil terus memakan es buah dewa.
"Ya,” jawab Heilong singkat sambil menganggukkan kepalanya kemudian dia kembali lagi ke meja untuk melanjutkan memasak hidangan utama.
**
Kaisar Xuan Wu dan Kaisar Fu Hao duduk di sebuah Pavilliun yang ada di taman bagian belakang Istana sambil minum teh dan mengobrol santai.
“Apa yang ingin kau bicara padaku? Saat kita berada di perbatasan tadi, kau mengatakan ingin membicarakan suatu hal yang sangat penting denganku, ” tanya Kaisar Fu Hao membuka obrolan.
“Sebenarnya aku ingin menanyakan tentang Fenomena aneh yang terjadi di Benua Tengah beberapa hari yang lalu,” jawab Kaisar Xuan Wu.
“Katakan saja fenomena seperti apa itu. Aku akan menjawabnya jika aku tahu,” jawab Kaisar Fu Hao.
“Fenomena awan berwarna hitam. Aku merasa bahwa awan itu mengandung energi kegelapan yang sangat kuat,” ucap Kaisar Xuan Wu.
__ADS_1
“Awan itu ya. Sebenarnya aku juga ingin mengatakan sesuatu tentang awan itu agar kamu menjadi lebih waspada dan memperketat penjagaanmu,” ucap Kaisar Fu Hao sambil meletakkan cangkir tehnya.
“Apakah awan itu menandakan akan datangnya suatu bahaya,” sahut Kaisar Xuan Wu menatap Kaisar Fu Hao.
Kaisar Fu Hao menganggukkan kepalanya. “Benar sekali. Awan berwarna hitam itu muncul karena kebangkitan salah satu jendral iblis. Kau juga tahu bagaimana kekuatan dari kelima Jendral Iblis sebelumnya, dengan ditambah kebangkitan seorang Jenderal Iblis yang baru berarti jumlah mereka sekarang menjadi enam. Itu menandakan bahwa saat ini kekuatan dari Kerajaan Klan Iblis semakin bertambah kuat.”
“Dari mana kau mendapatkan informasi ini?” tanya Kaisar Xuan Wu dengan wajah penasaran.
“Dari Divine Beast Shen Long. Beberapa hari yang lalu Divine Beast Shen Long muncul kembali ke Benua Tengah untuk memberi tahuku tentang hal ini dan memperkuat Benteng Ardent,” jawab Kaisar Fu Hao.
“Pantas saja setelah awan hitam itu menghilang, aku melihat cahaya yang sangat terang di langit Benua Tengah ternyata Divine Beast Shen Long muncul kembali di sana,” ucap Kaisar Xuan Wu.
“Aku juga ingin menanyakan sesuatu hal padamu,” ucap Kaisar Fu Hao.
“Beberapa minggu yang lalu aku mendengar kabar bahwa Benua Utara telah diserang oleh pasukan dan salah satu Jendral Iblis dari Kerajaan Klan Iblis. Namun yang membuatku terkejut adalah berita bahwa yang mengalahkan semua pasukan iblis itu adalah seorang pemuda. Apakah kau tahu tentang pemuda itu?” tanya Kaisar Fu Hao penasaran karena dia sudah sangat lama ingin mengetahui siapa pemuda yang berhasil mengalahkan salah satu Jendral Iblis.
Semua Kaisar di Lima Kerajaan Besar yang ada di lima Benua mengetahui dengan sangat jelas seperti apa kekuatan dari masing-masing Jendral Iblis karena Kelima Jendral Iblis ini juga ikut membantu Dark Etheroz dalam pertempuran besar sembilan belas tahun yang lalu. Jadi mereka tidak akan begitu mudahnya percaya jika orang yang telah mengalahkan salah satu Jendral Iblis itu adalah seorang pemuda.
“Pemuda itu adalah penerima warisan sekaligus murid dari Divine Beast Genbu. Namun latar belakangnya ternyata juga sangat istimewa karena dia adalah cucu dari Kaisar Long Jin sekaligus putra mahkota dari Kerajaan Blue Dragon,” jawab Kaisar Xuan Wu.
Kaisar Fu Hao menjadi tertawa gembira mendengar berita ini. “Haha ... Syukurlah karena pemuda itu ternyata bukan musuh kita. Aku tidak menyangka saudara Long Jin memiliki cucu yang sangat hebat.”
“Benar sekali. Cucu dari saudara Long Jin ini memang sangat hebat bahkan dia bisa mencairkan hati adikku yang sudah bertahun-tahun membeku seperti es,” seru Kaisar Xuan Wu.
“Apa yang kau maksud adalah Xue Xian Hou. Apakah dia benar-benar jatuh cinta pada seorang pemuda?” tanya Kaisar Fu Hao terkejut karena dia pernah mendengar bahwa Xue Xian Hou telah menutup pintu hatinya pada semua pria dan fokus untuk berkultivasi.
__ADS_1
“Benar. Kenapa kau terlihat kecewa? Apa jangan-jangan kau ingin menjodohkan cucumu yang masih berusia sepuluh tahun itu dengan pemuda ini?” tebak Kaisar Xuan Wu.