
“Apakah maksud anda bahwa Xin Ye akan menjadi seorang Iblis jika energi Yin yang ada di tidak segera di kendalikan?” tanya Heilong.
“Benar. Saat bagian putih pada bola matanya berubah warna menjadi hitam sepenuhnya, itu artinya kita sudah terlambat karena pada saat itu seluruh jiwanya telah dikuasai sepenuhnya oleh energi kegelapan. Itu tandanya dia telah menjadi seorang Iblis yang sempurna sama seperti apa yang telah terjadi pada Pendeta Kegelapan Xue Lian,” jawab Kaisar Xuan De tegas menatap mata Heilong.
“Itu artinya aku harus segera mendapat tongkat pusaka itu secepat mungkin karena saat ini aura energi kegelapan sudah mulai memancar dari Xin Ye meskipun hanya samar-samar saja,” ucap Heilong.
“Itu memang benar, tapi tidak akan semudah itu untuk mengambil Tongkat Phoenix Angin. Lebih baik sekarang kita pergi ke tempat mereka dulu dan bertanya pada Xin Wu bagaimana kondisi Cucunya sekarang mungkin saja saat ini kondisi Cucunya tidak separah seperti yang kita bayangkan sehingga kita bisa lebih mudah untuk mengendalikan energi Yin yang ada di dalam tubuhnya dengan gabungan kekuatan kita,” ajak Kaisar Xuan De.
“Baik,” jawab Heilong menganggukkan kepalanya.
Setelah itu mereka bertiga langsung terbang menuju ke pulau kecil tempat Kaisar Xin Wu, Kaisar Xin Feng dan Xin Ye berada.
**
Kaisar Xin Wu sedang menggunakan jurus mata Harimau Putih yang di ajarkan oleh Divine Beast Byako untuk memeriksa kondisi Putri Xin Ye. Dia bisa melihat bahwa energi Yin yang ada di tubuh Cucunya, saat ini sudah memenuhi Dantian Cucunya dan siap menyebar ke seluruh titik-titik meridian Cucunya. Untung saja ada sebuah lapisan es tebal di Dantian Cucunya yang menghambat proses penyebaran energi Yin itu.
Kaisar Xin Wu menoleh pada Kaisar Xin Feng. “Xin Feng, sejak kapan energi Yin dalam tubuh Xin Ye ini menjadi tak terkendali?”
__ADS_1
“Su … Sudah sejak tiga bulan yang lalu, Ayah,” jawab Kaisar Xin Feng sedikit gugup.
“Jadi sudah selama itu. Untung ada orang yang bisa membantu menolong dia untung menghambat proses penyebaran energi Yin yang ada di dalam tubuhnya jadi kita masih memiliki sedikit waktu,” ucap Kaisar Xin Wu.
“Ayah, apakah Ayah memiliki cara untuk menolong putriku?” tanya Kaisar Xin Feng.
“Sudah sangat terlambat untuk mengendalikan energi Yin yang ada di dalam tubuh Xin Ye dengan menggunakan tenaga dalam kita karena keadaannya sudah sangat parah seperti ini. Aku rasa Divine Beast Byako juga sudah memberi tahu padamu jika saat ini yang bisa menolong putrimu hanya Batu Permata Phoenix,” jawab Kaisar Xin Wu sedikit gelisah sambil menggekan kepalanya.
“Tapi Batu Permata Phoenix itu sekarang sudah di tempa menjadi sebuah tongkat pusaka dan berada di dalam pulau yang diselimuti dengan medan pelindung seperti kabut itu. Aku rasa medan pelindung itu juga buatan Ayah, boleh aku tahu kenapa Ayah menutupi pulau itu dengan medan pelindung yang begitu kuat? Medan pelindung itu telah menghambat perjalanan kami untuk mengambil Tongkat Phoenix Angin,” tanya Kaisar Xin Feng.
“Akan aku jelaskan padamu apa sebenarnya yang ada di dalam pulau yang aku tutupi dengan medan pelindung itu dan kenapa aku harus terpaksa menutupi pulau itu dengan medan pelindung saat semuanya sudah berkumpul di sini.”
Tepat seperti perkiraan Kaisar Xin Wu, lima menit kemudian Kaisar Xuan De, Heilong dan Xue Xian Hou sudah sampai di pulau kecil tempat tempat dirinya berada. Mereka bertiga langsung mendekat untuk menanyakan bagaimana kondisi Putri Xin Ye saat ini.
“Bagaimana kondisi Cucumu saat ini?” tanya Kaisar Xuan De.
“Sangat buruk. Energi Yin yang ada di dalam tubuhnya sudah tidak bisa dikendalikan dengan bantuan tenaga dalam kita. Sepertinya kita harus mengambil Tongkat Phoenix Angin itu,” jawab Kaisar Xin Wu gusar.
__ADS_1
“Baiklah, kalau begitu aku akan membantumu untuk mengalihkan perhatian Naga api itu agar kau bisa menyelinap untuk mengambil Tongkat Phoenix Angin,” ucap Kaisar Xuan De.
“Tunggu dulu, sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan tentang naga api itu karena aku melihat bahwa naga itu bukanlah seekor Beast tapi dia adalah sebuah roh senjata. Apakah naga api itu adalah Roh senjata dari Tongkat Phoenix Angin?” tanya Heilong menyelidik.
“Bukan. Naga Api Sayap Amas itu sebenarnya adalah roh senjata dari sebuah pedang yang dibuat dari gabungan antara pecahan Batu Permata Phoenix dan Batu Angin Barat,” jawab Kaisar Xin Wu.
“Jika pedang itu dibuat dari Batu Permata Phoenix kenapa roh senjata itu memiliki sifat yang jahat?” tanya Heilong penasaran.
“Roh senjata itu sebenarnya tidak jahat tapi dia masih anak-anak. Kau tahu sendirian sifat polos dari anak-anak adalah mereka suka bermain dan belum bisa membedakan mana yang baik dan mana yang jahat. Naga itu melihat nyala api adalah sesuatu yang sangat indah karena itu dia membakar apa'pun yang ada di depan matanya. Jika ada seseorang yang mampu menundukkan naga api dan menjaga Tuannya kemungkinan sifat naga itu akan bisa berubah,” jawab Kaisar Xin Feng.
“Ceritakan padaku asal-usul kelahiran naga itu. Mungkin saja itu bisa membantu untuk bisa menundukkannya,” pinta Heilong.
“Apakah kau benar-benar ingin menundukkan naga itu? Aku ingatkan padamu, meskipun dia masih bayi tapi kekuatan dari naga itu sangat menakutkan. Gabungan kekuatan kami berdua saja pernah di kalahkan oleh semburan api yang keluar dari mulut naga itu,” seru Kaisar Xin Wu untuk memastikan niat Heilong.
“Aku ingin menundukkan naga itu dan menjadikan pedang pusaka itu menjadi milikku karena saat ini aku sangat membutuhkan sebuah pedang berelemen api yang sangat kuat agar aku bisa menggunakan jurus-jurus elemen api milikku,” jawab Heilong yakin.
“Baiklah, akan aku cerita padaku tentang asal-usul dari pembuatan pedang pusaka itu sampai tercipta sebuah roh senjata yang tidak bisa aku kendalikan,”
__ADS_1
Kaisar Xin Wu menarik nafas panjang untuk mengingat kembali kejadian ratusan tahun yang lalu.
“Seratus lima puluh tahun yang lalu demi untuk menolong Cucuku maka aku pergi ke Benua Selatan untuk mencari seorang penempa senjata yang sangat hebat untuk menempa Batu Permata Phoenix agar menjadi sebuah senjata pusaka karena Divine Beast Suzaku mengatakan padaku bahwa kekuatan dari Batu Permata Phoenix akan semakin berlipat ganda jika sudah ditempa menjadi sebuah senjata pusaka. Tapi saat aku baru tiba di perbatasan antara Benua Tengah dan Benua Selatan, aku menemukan seorang penempa senjata yang sangat hebat yang berasal dari Guild Heroes. Penempa itulah yang menjadi sumber dari bencana ini.”