
“Kenapa susah sekali membuka kotak ini. Apakah Divine Beast Byako memberitahukan pada anda bagaimana cara membuka kotak ini?” tanya Heilong pada Kaisar Xin Feng karena dialah yang memberikan kotak ini padanya.
“Tidak, Divine Beast Byako sama sekali tidak mengatakan padaku cara membuka kotak ini. Tapi beberapa saat yang lalu aku telah mencoba memeriksa kotak ini dengan Jurus Mata Harimau Putih milikku dan aku melihat bahwa kotak ini dilindungi oleh sebuah pelindung elemen angin yang sangat kuat. Mungkin saja Divine Beast Byako ingin mengujimu dengan kotak ini, jika kau bisa membuka kotak ini maka kau akan lulus ujian darinya dan berhak mendapatkan hadiah yang telah dia siapkan di dalam kotak itu,” jawab Kaisar Xin Feng.
“Mungkin saja yang anda katakan itu benar. Sepertinya Divine Beast Byako memang ingin menguji sebesar apa kekuatan yang aku miliki saat ini. Baiklah aku akan menggunakan jurus terkuatku untuk menghancurkan kotak ini.”
Heilong tahu bahwa lawan dari elemen angin adalah elemen api dan elemen es karena itu dia langsung mengeluarkan Pedang Baja Hitam miliknya. Heilong ingin menggunakan jurus-jurus elemen apinya untuk menghancurkan pelindung elemen angin yang melindungi kotak putih itu, sebab jurus-jurus elemen es yang dia dapatkan dari Divine Beast Byako semuanya adalah jurus tipe bertahan.
Heilong berjalan sedikit menjauh karena dia tidak ingin mereka terkena dampak dari jurus yang akan dia keluarkan. Dia kemudian meletakkan kotak itu di atas tanah yang ada didepannya.
Heilong menggerakkan pedangnya secara horizontal di depan dadanya dan mulai mengalir energi apinya ke dalam Pedang Baja Hitam. Seluruh bagian bilah pedang itu secara perlahan mulai terendam dalam kobaran api berwarna putih yang membara seperti sinar matahari.
,
Xue Xian Hou mengeryitkan dahinya ketika melihat api milik Heilong. “Sejak kapan dia memiliki kekuatan api! Apalagi kekuatan apinya ini sangat kuat.”
Kaisar Xin Feng yang berdiri di samping Xue Xian Hou menjadi terkejut saat mendengar ucapan Xue Xian Hou. “Apa maksudmu? Apakah sebelum Long Bai sama sekali tidak memiliki kekuatan elemen api?”
“Tidak. Selama aku mengenalnya beberapa bulan ini, dia hanya mempergunakan elemen es, angin, air dan petir saja,” jawab Xue Xian Hou.
“Mungkin saja sebenarnya dia sudah memiliki elemen api itu tapi dia sengaja menyembunyikannya dan hanya digunakan dalam keadaan terdesak saja,” balas Kaisar Xin Feng.
“Itu malah terdengar semakin aneh buatku. Jika dia memiliki elemen api dan sengaja menyembunyikan elemen api itu untuk digunakan dalam keadaan terdesak dan sangat berbahaya saja, kenapa dia tidak mengeluarkan elemen apinya itu saat melawan salah satu Jenderal Iblis. Apakah menurut anda melawan salah satu Jenderal Iblis itu bukan keadaan yang cukup berbahaya? Padahal dia hampir mati saat melawan Jenderal Iblis Last tapi dia tetap tidak menggunakan kekuatan elemen apinya,” bantah Xue Xian Hou.
“...” Kaisar Xin Feng tidak bisa berkata-kata apa, dia sudah kehabisan ide untuk berdebat dengan Xue Xian Hou.
“Seperti dia mendapatkan kekuatan elemen ini saat dia berada di makam es seribu pedang karena saat aku tiba di Hutan Jati Bersalju itu aku sudah melihat jejak-jejak dari kekuatan elemen api ini, sayang sekali saat itu aku terlambat datang di Hutan Jati Bersalju karena aku harus kembali dulu ke Sekte untuk menyelesaikan beberapa masalah. Andai saja aku tidak kembali maka aku pasti akan lebih cepat mengetahui tentang hal ini dan bisa menanyakan langsung padanya darimana asal kekuatan apinya itu,” gumam Xue Xian Hou dalam hati sambil menatap Heilong.
Kaisar Xin Feng merasa aneh ketika melihat Xue Xian Hou melamun sambil menatap Heilong. “Kenapa anda melamun saat menatap Long Bai? Apakah anda suka dengan anak itu?”
“Aku hanya sedang memikirkan dari mana dia mendapatkan kekuatan elemen api itu. Selama beberapa minggu ini dia hanya menghabiskan waktunya di makam es seribu pedang dan di sana hanya ada Divine Beast Genbu yang sama sekali tidak memiliki kekuatan elemen api jadi sangat mustahil jika dia mendapat kekuatan elemen api itu dari Divine Beast Genbu,” elak Xue Xian Hou karena dia masih canggung jika hubungan dengan Heilong diketahui oleh banyak orang.
__ADS_1
“Apa mungkin selama ini Long Bai memiliki seorang guru tapi dia selalu menyembunyikan identitas dari gurunya itu?” tanya Kaisar Xin Feng yang masih terlihat penasaran.
“Aku tidak tahu karena dia tidak pernah mengatakan padaku jika dia memiliki seorang guru,” jawab Xue Xian Hou.
Tapi pikiran Xue Xian Hou berkata lain. Dia langsung teringat dengan seorang wanita cantik yang kecantikan seperti seorang dewi. Wanita itu selalu muncul tiba-tiba di dekat Heilong. Beberapa kali Xue Xian Hou melihat wanita itu di dalam Istana Suci Giok Suci miliknya tapi dia tidak berani menanyakan hal itu pada Heilong karena cuma dia sendiri yang bisa melihat kehadiran wanita itu. Sebab waktu dia bertanya pada seorang murid sekte yang saat itu kebetulan ada di sampingnya mengaku bahwa dia sama sekali tidak melihat ada wanita yang sedang berdiri di samping Heilong. Akhirnya Xue Xian Hou mengambil sebuah kesimpulan, mungkin saja dia bisa melihat semua ini karena kemampuan matanya yang sudah diperkuat oleh Mahkota Dewi Es.
Setelah api yang menyelimuti pedangnya mulai memadat hingga membentuk sebuah lapisan tebal seperti sebuah sarung pedang, Heilong kemudian mengangkat pedangnya ke atas secara vertikal sambil menyalurkan energi angin yang sangat kuat.
“Whooost ….”
Api yang menyelimuti Pedang Baja Hitam kembali berkobar dan semakin membesar akibat hembusan energi angin yang sangat kuat.
“Pedang Api Membelah Angkasa”
“Boom …”
Heilong menghantamkan pedangnya dengan sangat keras ke kotak putih itu sambil menimbulkan suara ledakan dan hembusan angin yang sangat kuat hingga membuat pohon-pohon yang ada di sekitarnya tumbang. Tanah yang ada di bawah kotak itu juga mengalami retakan yang sangat banyak. Tapi kotak putih itu masih utuh dan tidak mengalami kerusakan sedikit'pun.
Kaisar Xin Feng dan Xue Xian Hou sedikit terkejut melihat kotak itu masih utuh setelah dihantam kekuatan pedang api Heilong yang sangat kuat tapi mereka berdua memilih untuk diam karena mereka melihat Heilong sedang berkonsentrasi untuk mencari cara lain agar dia bisa membuka kotak itu.
“Jurus terbaru belum tentu jurus terhebat yang kau miliki. Gunakanlah Jurus Pedang Racun Api dengan kekuatan penuh tapi kau harus membayar itu dengan kehancuran pedangmu.”
“Apakah maksud guru, Pedang Baja Hitam akan hancur jika aku menggunakan Jurus Racun Api dengan kekuatan penuh?”
“Benar. Pedang itu akan hancur berkeping-keping sama seperti pedangmu yang sebelumnya.”
Tiba-tiba suara Li Ziqi muncul dari dunia jiwa Heilong dan memberinya petunjuk untuk menghancurkan kotak itu.
Suara Li Ziqi ini ternyata juga bisa di dengar oleh Xue Xian Hou yang berada tidak jauh dari sana. Kali ini Xue Xian Hou bisa mendengar Heilong memanggil wanita itu dengan sebutan guru.
“Ternyata benar dugaanku selama ini. Wanita yang sering muncul di dekat Long Bai itu adalah gurunya,” gumam Xue Xian Hou dalam hati.
__ADS_1
“Baiklah karena sudah tidak ada cara yang lain lagi maka aku harus rela mengorbankan Pedang Baja Hitam milikku ini untuk menggunakan Jurus Racun Api dengan kekuatan penuh,” ucap Heilong penuh tekad dengan mata berapi-api.
Heilong mengangkat Pedang Baja Hitam ke atas dengan ujung pedangnya menghadap ke langit dan meledakkan semua kekuatan energi api yang ada di dalam tubuhnya.
“Whooost …”
Api berwarna putih yang sangat dahsyat segera memancar dari tubuh Heilong dan menuju Pedang Baja Hitam. Tubuh Heilong seakan-akan tergelam dalam kobaran api bersama dengan pedangnya.
“Gawat! Ini sangat berbahaya, aku harus menggunakan kekuatanku untuk membuat sebuah pelindung agar tidak terkena dampak dari jurus api Long Bai,” ucap Xue Xian Hou saat melihat kobaran api yang sangat menakutkan memancar dari tubuh Heilong.
Xue Xian Hou lalu melemparkan selendangnya ke tanah dan mengalirkan energi es dalam jumlah besar ke dalam selendangnya.
“Formasi Pelindung Bulan Beku”
Selendang itu langsung membentuk sebuah formasi pelindung yang berbentuk bulan purnama dan memunculkan perisai dari es yang sangat tebal. Perisai es itu menyelimuti area tempat mereka berdiri hingga radius satu meter.
Ribuan jarum pedang api mulai terbentuk dari kobaran api yang menyelimuti tubuh Heilong. Jarum-jarum pedang api itu terus mengitari tubuh Heilong seperti ribuan pasukan yang sedang menunggu perintah untuk menyerang.
Heilong kemudian menebaskan pedangnya dengan kuat ke kotak berwarna putih itu.
“Boom … Boom … Boom …”
Suara ledakan yang sangat dahsyat terdengar saling bersahut-sahutan. Setiap kali jarum pedang api itu menghantam dengan keras ke kotak berwarna putih yang ada di tanah maka akan muncul suara ledakan yang bisa membuat tanah menjadi bergetar. Suara ledakan ini juga menyebabkan hembusan angin yang sangat kencang di sekitar tempat Heilong berdiri dan melemparkan batu-batuan yang ada di sekitarnya.
“Crack ….”
Pedang Baja Hitam milik Heilong akhir hancur berkeping-keping bersamaan dengan hancurnya kotak berwarna putih pemberian dari Divine Beast Byako.
“Roar ....”
Suara auman Harimau yang sangat menakutkan muncul dari dalam kotak pemberian Divine Beast Byako diikuti dengan munculnya bayangan dari Divine Beast Byako.
__ADS_1