LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V1 # CH 110 CAKRA API DELAPAN RAJA ( Part 1 )


__ADS_3

Tangan kanan Xue Xiang yang di letakan di atas dada Luo Yi secara perlahan mengeluarkan sinar berwarna putih, itu adalah warna dari energi murni seorang manusia dan biasanya di gunakan untuk keperluan medis atau untuk berlatih ilmu yang berhubungan dengan jiwa.


Perlahan-lahan warna pucat di wajah Luo Yi mulai memudar dan wajahnya menjadi semakin cerah. Akhirnya Luo Yi mulai membuka matanya secara perlahan dan menatap Xue Xiang dengan perasaan yang campur aduk antara perasaan bersalah, terimakasih dan hormat.


"Kenapa kamu menolongku? Padahal kedua lenganmu sendiri sedang terluka," ucap Luo Yi sambil melihat luka-luka di kedua lengan Xue Xiang akibat terkena goresan pisau es miliknya.


"Ini sudah menjadi tugasku untuk menolong murid perguruan yang sedang terluka karena aku adalah bagian dari anggota medis di sekte ini," jawab Xue Xiang.


"Tugas!? Meskipun itu adalah tugasmu, tapi seharusnya kamu menyembuhkan luka di kedua lenganmu terlebih dahulu sebelum kamu menolongku. Luka di kedua lenganmu bisa saja bertambah parah jika tidak segera diobati," ucap Luo Yi yang tidak mengerti dengan jalan pemikiran Xue Xiang.


"Luka di kedua lenganku ini tidak parah,ini hanya luka goresan saja dan darah di luka ini juga sudah berhenti mengalir. Justru keadaanmu yang pingsan itulah yang harus segera di beri pertolongan lebih dulu karena orang yang pingsan itu kondisinya belum jelas,dia bisa saja tiba-tiba jatuh kedalam keadaan koma atau bahkan lebih buruk," jawab Xue Xiang.


"Baiklah, sekarang aku akan membantumu pergi ke bagian medis untuk menyembuhkan luka di kedua lenganmu," ucap Luo Yi.


"Itu tidak perlu, aku bisa menyembuhkan luka ini sendiri dengan kemampuan medisku," jawab Xue Xiang menolak secara halus.


"Aku harap kamu tidak menolak karena aku ingin membalas kebaikanmu dan kamu juga harus menyimpan tenagamu untuk pertandingan selanjutnya, jangan menghabiskan terlalu banyak energi murnimu di sini," ucap Luo Yi.


"Baiklah," jawab Xue Xiang pasrah karena sudah kehilangan kata-kata untuk bisa menolak.

__ADS_1


Luo Yi mengulurkan tangan kanannya untuk membantu Xue Xiang berdiri dan mengantarnya ke bagian medis yang ada di sisi barat panggung.


Guru Shi Hui dan guru-guru yang lain hanya melihat kedua murid mereka sambil tersenyum di tempat mereka masing-masing. Mereka semua menjadi kagum dengan sikap Xue Xiang yang lebih memilih untuk menolong orang yang telah membuatnya terluka tanpa menyembuhkan luka-luka yang ada di tubuhnya sendiri terlebih dahulu.


Semua yang dilakukan Xue Xiang adalah peraturan utama dari kelas medis yang berbunyi seorang tenaga medis wajib menolong orang yang terluka tanpa membeda-bedakan status mereka dan mereka juga harus mengesampingkan masalah pribadi masing-masing.


Setelah Xue Xiang dan Luo Yi meninggalkan panggung,guru Shi Hui kembali membacakan pengumuman. “Pertandingan kedua antara Wang Yi dan Yi Xiao akan dilakukan setelah kita istirahat selama dua puluh menit."


**


Pavilliun Akasia, Benua Selatan.


Kaisar Feng Cheng yang sedang menikmati teh yang dibuat oleh putrinya,meletakkan cangkir tehnya di atas meja dan mulai membuka obrolan dengan Long Bai.


"Kakek dalam keadaan baik-baik saja. Beliau sekarang sedang menjalani latihan tertutup dan untuk sementara segala urusan mengenai Kerajaan Blue Dragon diserahkan ke ibuku," Heilong berusaha mengingat kembali ingatan yang di tinggalkan oleh Long Bai.


Sebenarnya Heilong ingin membangunkan jiwa Long Bai saat ini dan meminta dia untuk menggantikan dirinya mengobrol dengan Kaisar Feng Cheng karena dia tidak mengetahui dengan jelas tentang keadaan Kaisar Long Jin. Tapi, hal itu tidak mungkin terjadi karena jiwa Long Bai saat ini sedang tertidur di dunia pikirannya sejak pertarungannya dengan Buaya Iblis Darah selesai.


"Apakah ibumu adalah putri Long Yuyin?" tanya Kaisar Feng Cheng.

__ADS_1


"Benar, ibuku adalah Putri Long Yuyin," jawab Heilong.


"Haha ...Ternyata gadis kecil itu sekarang sudah mempunyai anak sebesar ini.” Kaisar Feng Cheng tertawa karena dia teringat bahwa sekarang dia sudah semakin bertambah tua.


"Apakah paman pernah bertemu dengan ibuku?" tanya Heilong dengan perasaan sedikit aneh setelah melihat Kaisar Feng Cheng sepertinya mengenal ibunya dengan sangat dekat.


"Aku pernah bertemu dengan ibumu satu kali dua puluh lima tahun yang lalu saat aku mengunjungi Kerajaan Blue Dragon untuk menjalin kerjasama dalam bidang pangan. Seperti yang kamu ketahui di Benua Selatan ini tanahnya di dominasi oleh padang pasir sehingga membuat kami sangat sulit untuk bercocok tanam. Hal ini membuat kami sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan karena tanaman yang bisa bertahan di daerah padang pasir sangat sedikit. Tapi di Benua Selatan ini kaya akan batu bara, hewan ternak dan juga buah kurma yang sangat digemari oleh orang dari Benua Timur. Pada akhirnya aku memutusnya untuk menjalin kerjasama dengan Kerajaan Blue Dragon dan saat aku tinggal beberapa hari di Kerajaan Blue Dragon sebagai tamu, saat itulah aku bertemu dengan ibumu. Saat itu dia hanyalah seorang gadis berumur delapan tahun. Tapi dia memiliki kecerdasan yang sangat luar biasa. Aku sempat mengajukan beberapa pertanyaan yang sulit tapi dia bisa menjawabnya dengan mudah. Dari sana aku bisa menebak bahwa di masa depan depan nanti dia akan menjadi seorang wanita yang hebat dan sepertinya tebakanku itu benar," jawab Kaisar Feng Cheng sambil tersenyum.


"Jadi ibuku rupanya sudah sangat pandai sejak kecil, aku baru tahu hal ini," ucap Heilong.


"Hehe … Itu sudah sewajarnya karena kakekmu adalah seorang Kaisar yang sangat hebat. Seperti pepatah buah tidak akan jatuh terlalu jauh dari pohonnya," ucap Kaisar Feng Chen.


"Benar. Tapi, aku juga mendengar dari kakek bahwa Kaisar Feng Cheng mempunyai sebuah senjata pusaka berbentuk Cakram dan kekuatan cakram paman juga sangat hebat. Bisakah aku melihatnya hari ini," ucap Heilong.


Sebenarnya kakeknya tidak pernah bercerita dengan Long Bai tentang hal ini. Tapi, Heilong telah melihat kekuatan cakram pusaka Kaisar Feng Cheng saat dia melihat vidio pertarungan lima kaisar melawan Dark Etheroz yang di putar di dalam pesawat Max Lightning.


Kaisar Feng Cheng berpikir sejenak dan menyetujui permintaan Heilongi. "Benar,aku memang mempunyai sebuah senjata cakram pusaka dan senjata itu bernama cakra api delapan raja. Tapi aku tidak bisa menunjukkan kekuatan cakram apiku di sini karena tempat ini bisa saja hancur. Mari kita pergi ke laut selatan karena tempat itu sangat luas dan sama sekali tidak ada perkampungan penduduk di sekitar sana.”


Kaisar Feng Cheng, Heilong dan Feng Tzuyu segera menghabiskan tehnya dan mereka segera bergegas pergi meninggalkan pavilliun akasia dan bergerak menuju ke selatan dimana terdapat laut yang saat luas di sana,laut ini adalah ujung batas dari benua selatan.

__ADS_1


*****


Cakram adalah sebuah senjata berbentuk lingkaran seperti sebuah roda yang sisi bagian luarnya sangat tajam


__ADS_2