LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V3 # CH 422 KITAB ITU MULAI BERSINAR KEMBALI


__ADS_3

“Minggir kau Patriarch Klan Iblis jangan menggangguku,” seru Heilong kesal sambil terus menyerang Ignis yang terbang di sebelahnya.


“Kau pikir aku akan membiarkanmu menyelamatkan roh itu dan membawanya pergi. Jangan bermimpi! Roh itu sangat penting bagi kami karena dia akan menjadi kunci dari rencana kami yang selanjutnya,” balas Ignis.


“Rencana?!”


Heilong menjadi sangat penasaran dengan rencana yang dimiliki oleh Bangsa Iblis. Kenapa mereka harus mengambil Roh Long Bai untuk bisa menjalankan rencana yang telah mereka susun. Padahal mereka tahu dengan sangat jelas bahwa mengambil Roh seseorang itu bukanlah hal yang mudah, apalagi orang itu adalah seorang kultivator.


Namun, Heilong tidak bisa bertanya pada Ignis karena dia pasti tidak akan menjawab pertanyaan itu. Sebab, rencana yang sedang mereka susun pasti berhubungan dengan tujuan mereka untuk merebut kekuasaan Planet Dreamland ini dari tangan Bangsa Manusia.


Yang bisa dilakukan Heilong sekarang adalah segera menyelamatkan roh Long Bai dan mengembalikan roh itu ke dalam tubuhnya agar Bangsa Iblis tidak bisa lagi mengambil Roh itu.


“Whosh …”


Heilong lalu menambahkan energi angin ke dalam kedua sayap Galene yang ada di punggungnya. Kecepatannya saat terbang menjadi bertambah hingga bisa menyaingi kecepatan terbang Ignis.


“Ternyata kau bisa juga menambah kecepatanmu saat terbang. Tapi, hal itu tidak akan berlangsung lama,” ucap Ignis menyeringai.


Ignis kemudian menggerakkan Golok Elang Neraka ke depan dan langsung menebaskan Golok pusaka itu ke arah punggung Heilong. Dia sengaja mengincar kedua sayap yang ada di punggung Heilong agar Heilong langsung terjatuh dari ketinggian dan mati.


“Tebasan Api Hitam Membelah Laut.”


Api hitam berbentuk bulan sabit yang memancar hawa panas yang sangat mengerikan langsung muncul dari Golok Elang Neraka dan menghantam sayap sebelah kiri Heilong.


“Boom …”


Sayap sebelah kiri Heilong langsung terbakar dan keseimbangannya saat terbang menjadi goyah. Dia langsung terbang berputar-putar dan menukik tajam ke arah bawah seperti sebuah pesawat yang kehilangan kendali.


Heilong tidak ingin menyerah karena hanya tinggal sedikit lagi, dia akan bisa meraih roh Long Bai dan bisa menyelamatkannya.


“Bagaimanapun caranya aku harus bisa memadamkan api hitam yang membakar sayapku dan mengembalikan keseimbanganku saat terbang. Hanya tinggal sedikit lagi maka aku bisa menyelamatkan Long Bai. Aku tidak bisa menyerah di sini. Sebab, jika mereka sampai berhasil menjalankan rencana maka Planet ini akan berada dalam bahaya,” ucap Heilong sambil merentangkan tangan kirinya.


Heilong kembali mengeluarkan Pedang Penguasa Laut di tangan kirinya dan mengarahkan pedang pusaka itu ke belakang hingga berhasil menempel di atas sayap sebelah kirinya.

__ADS_1


Energi air yang memancar dari Pedang Penguasa Laut langsung memadamkan api hitam yang membakar sayap itu. Namun, sayap itu tetap tidak bisa digunakan karena sebagian besar bulunya sudah habis terbakar.


Heilong akhirnya bisa menyumbangkan kembali tubuhnya. Namun, dia terpaksa harus terbang dengan menggunakan satu sayap. Hal ini menyebabkan kecepatannya saat terbang menjadi jauh lebih lambat dari sebelumnya.


“Whost …”


Ignis terbang dengan kecepatan sangat tinggi dan akhirnya bisa melewati Heilong yang baru saja bisa menyeimbangkan tubuhnya.


Ignis lalu menoleh kebelakang dan mengejek Heilong. “Kecepatan terbangmu sekarang menjadi semakin lambat seperti seekor siput. Lupakanlah untuk menyelamatkan roh ini karena kau tidak akan pernah bisa menyusulku. Sepertinya keberuntunganmu telah hilang. Haha …”


Heilong tetap terbang dengan sekuat tenaga untuk mengejar Ignis menuju ke tempat Long Bai terjatuh yang sebentar lagi hampir menghantam tanah. Tapi, perbedaan jarak mereka berdua menjadi semakin jauh.


Dia lalu berhenti sejenak dan memasukkan rohnya ke dalam Dunia Jiwanya untuk melihat keadaan di dalam sana, mungkin saja ada sesuatu di sana yang bisa membantunya saat ini.


Di dalam Dunia Jiwanya, Heilong bisa melihat Gremlin yang sedang tertidur di dalam gelembung air dengan tubuh yang dipenuhi luka.


Gelembung air ini adalah bentuk dari teknik restorasi jiwa yang ada di dalam Dunia Jiwa Heilong. Gelembung air ini bisa menyembuhkan luka siapapun yang berada di dalam gelembung itu. Namun, rentang waktu pemilihannya tergantung dari seberapa parah luka yang dia dapat.


Heilong terus melihat ke dalam Dunia Jiwanya, dia bisa melihat semua roh senjata miliknya tepi roh senjata itu tidak bisa membantunya saat ini.


Akhirnya Heilong bisa melihat Li Ziqi, Dao Xue Lian dan Galene di puncak Gunung Es yang ada di dalam Dunia Jiwanya.


Li Ziqi yang merasakan kehadiran Heilong langsung melirik ke atas.


“Ada apa kamu datang kemari? Bukankah kamu seharusnya masih berada di dalam pertarungan melawan Ignis,” tanya Li Ziqi dingin.


“Aku kesulitan untuk mengejar Ignis karena salah satu sayap yang diberikan berhasil di bakar oleh jurus api hitam milik Ignis,” jawab Heilong.


Li Ziqi mengerutkan keningnya seperti sedang berpikir. “Lalu apa yang kau lakukan di sini! Tidak ada di antara kami yang bisa membantumu saat ini karena kau tahu dengan sangat jelas bahwa kami hanya bisa keluar di tempat-tempat tertentu saja.”


Heilong akhirnya ingat dengan ucapan Li Ziqi saat mereka berdua baru saja bertemu. Dan Dao Xue Lian pun juga mengatakan hal yang sama.


Heilong akhirnya teringat dengan pesawat Max Lightning. “Guru, apakah aku bisa menggunakan pesawat Max Lightning dalam sebuah pertarungan?”

__ADS_1


“Tidak,” jawab Li Ziqi.


“Kenapa?” lanjut Heilong bertanya.


“Sebenarnya pesawat itu aku fokuskan untuk melatih kultivasimu. Di dalam pesawat itu ada banyak sekali kitab ilmu beladiri dari Alam Dewa. Di sana juga ada banyak sekali benda pusaka yang mungkin akan berguna bagi dirimu. Lagipula kemampuan yang kau miliki sekarang belum cukup untuk melindungi pesawat itu. Coba kau bayangkan bagaimana jadinya jika Dark Etheroz tiba-tiba muncul saat kau menggunakan pesawat itu dan merebut pesawat itu dari tanganmu.”


Penjelasan dari Li Ziqi ini langsung membuka pikiran Heilong bahwa dia tidak bisa menggunakan pesawat ini sembarangan karena di dalam pesawat itu banyak sekali benda-benda pusaka yang berasal dari Alam Dewa.


Heilong langsung keluar dan menghentikan pengamatannya di dalam Dunia Jiwa miliknya.


Galene langsung bersuara setelah merasakan bahwa Heilong sudah benar-benar tidak lagi mengamati Dunia Jiwa ini.


“Putri, kenapa kau berbohong pada pemuda itu. Sebenarnya kau bisa keluar di manapun kau mau karena segel yang digunakan Dewa Tertinggi untuk menghukummu tidak memiliki kutukan seperti itu.”


“Aku harus melakukan hal itu agar dia tidak selalu bergantung pada kekuatanku ketika sedang bertarung,. Karena hal itu bisa memperlambat jalannya untuk kembali menjadi seorang Dewa,” jawab Li Ziqi.


Galene bisa mengerti dan tidak bertanya lebih jauh lagi.


**


Heilong yang keluar dari Dunia Jiwa miliknya dengan tangan hampa akhirnya berpikir keras untuk dapat menyusul Ignis. Karena jarak antara Ignis dan roh Long Bai sudah semakin dekat.


“Tinggal dua puluh meter lagi dia sampai ke tempat Long Bai. Aku harus cepat menemukan cara untuk menyusulnya. Jika tidak maka dia akan berhasil membawa roh Long Bai pergi dari tempat ini.”


Tiba-tiba Heilong merasakan kitab pedang tubuh bintang yang ada di dalam Dunia Pikirannya bergetar dengan sangat kuat dan kembali memancarkan sinar berwarna emas.


Heilong langsung tersenyum karena ini adalah pertanda yang sangat baik. “Apakah Kitab Pedang Tujuh Bintang akan menunjukkan jurus pedang yang keempat padaku.”


*****


...Yang mau lanjut mana suaranya?...


Terima Kasih sudah setia membaca novel ini. 🙏

__ADS_1


__ADS_2