LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V3 # CH 300 NERO


__ADS_3

“Selamat akhirnya kau berhasil menyerap semua kekuatan energi kegelapan yang ada di dalam bola inti energi kegelapan yang diberikan oleh Dao Xue Lian. Mulai sekarang kau bisa menyerap energi kegelapan yang berasal dari alam yang ada di sekitarmu, dengan begitu kau akan memiliki energi kegelapan yang cukup untuk melatih jurus-jurus elemen kegelapan yang akan aku ajarkan padamu,” ucap Divine Beast Lambda menatap Xin Ye.


“Terimakasih Guru, ini semua berkat bimbingan dari Guru. Jika guru tidak memberiku instruksi selama proses penyerapan bola inti energi kegelapan itu, mungkin saja saat ini seluruh titik-titik meridian yang ada di tubuhku sudah hancur,” jawab Xin Ye.


“Kau tidak perlu sungkan, keberhasilanmu itu juga berkat pemahamanmu yang cukup bagus. Jika kau memiliki pemahaman yang lemah, maka semua instruksi yang aku berikan tadi tidak akan membuatmu berhasil dalam sekali percobaan. Dengan keberhasilan ini, kau juga telah menunjukkan padaku seberapa tinggi tingkat pemahaman energi kegelapan yang kau miliki,” balas Divine Beast Lambda.


“Guru terlalu memuji,” ucap Xin Ye tersenyum lalu dia melanjutkan kata-katanya. “Apakah kita bisa memulai latihan berikutnya sekarang?”


“Istirahat'lah sebentar. Seluruh titik-titik meridian yang ada di tubuhmu baru saja terlahir kembali jika kau memaksanya untuk berlatih sekarang, aku takut titik-titik meridian itu tidak akan bisa memulihkan diri jika terjadi kecelakaan sehingga mengbuat luka yang cukup parah,” jawab Divine Beast Lambda.


“Saya mengerti Guru, saya akan duduk di sini sebentar untuk beristirahat dan memberikan kesempatan pada tubuhku agar terbiasa dengan titik-titik meridian barunya sesuai dengan perkataan Guru,” balas Xin Ye.


Xin Ye kemudian duduk di depan Divine Beast Lambda dengan posisi seperti orang yang akan melakukan meditasi.


“Guru, kira-kira latihan seperti apa yang akan guru berikan padaku setelah ini? Apakah Guru akan langsung memberiku jurus-jurus ilmu beladiri yang sangat kuat sehingga aku bisa segera kembali ke Planet Dreamland setelah aku menguasai jurus itu,” tanya Xin Ye penasaran.


“Tentu saja tidak, semua itu butuh proses apalagi elemen kegelapan adalah salah satu elemen dengan tingkatan yang paling tinggi di antara elemen yang lain dan setara dengan kekuatan elemen cahaya. Aku tidak bisa langsung memberimu jurus-jurus elemen kegelapan dengan tingkat yang tinggi karena itu akan membebani dantianmu sehingga dantianmu akan langsung hancur begitu kau memulai latihan jurus itu. Akan akan memberimu jurus-jurus tingkat dasar akan tubuh dan dantianmu terbiasa dulu dengan kekuatan elemen kegelapan, setelah itu baru aku akan memberimu jurus dengan tingkatan yang lebih tinggi secara bertahap,” jelas Divine Beast Lambda.


“Jadi berapa lama aku harus beristirahat rahat?” tanya Xin Ye tidak sabar.


“Sampai murid pertamaku datang ke sini. Dia'lah yang akan melatihmu dasar-dasar dari kekuatan elemen kegelapan sebelum aku memberimu jurus-jurus elemen kegelapan. Jika aku merasa tubuh dan dantianmu sudah cukup kuat, barulah aku akan melatihmu sendiri dan memberimu jurus-jurus yang sudah aku janjikan,” jawab Divine Beast Lambda.


“Murid?! Jadi Guru memiliki murid lain selain aku. Aku kira hanya aku sendiri yang saat ini belajar di tempat ini,” ucap Xin Ye terkejut.

__ADS_1


“Memang hanya kamu sendiri yang akan belajar di tempat ini karena muridku ini sudah lama menyelesaikan semua pendidikannya dan sekarang dia sudah menjadi penguasa dari Pagoda Raja Api. Aku sengaja memintanya datang kemari karena aku fikir dia'lah orang yang paling cocok untuk memberikan latihan dan pemahaman tentang dasar kekuatan elemen kegelapan ini padamu,” jawab Divine Beast Lambda.


“Kenapa bukan Guru saja yang melatihku? Aku akan merasa lebih nyaman jika dilatih oleh seorang guru perempuan,” balas Xin Ye mencoba menolak karena dia merasa murid lain Gurunya ini adalah seorang laki-laki.


“Aku harus meninggalkanmu selama beberapa hari untuk membuat senjata pusaka untukmu. Aku membawamu ke tempat ini dengan terburu-buru jadi aku belum membuatkan senjata pusaka yang cocok untukmu sedangkan jurus-jurus yang akan aku ajarkan padamu membutuhkan sebuah senjata untuk penggunaannya,” jawab Divine Beast Lambda memberi pengertian.


“Aku mengerti. Apakah Guru bisa menceritakan sedikit tentang murid pertama Guru ini agar aku bisa lebih mudah untuk berkomunikasi dengannya nanti,” pinta Xin Ye.


“Muridku pertamaku itu bernama Nero, dia tidak sepandai dirimu karena dia harus mengulang sampai empat kali ketika dia melakukan proses penyerapan bola inti energi kegelapan yang ada di dalam tubuhnya. Tapi dia sangat tekun dan rajin karena itu aku masih mau mengajarinya meskipun dia tidak begitu pintar dalam hal kultivasi,” jawab Divine Beast Lambda.


“Guru bilang dia tidak begitu pintar dalam hal kultivasi berarti dia memiliki kelebihan dalam hal lain,” tebak Xin Ye.


“Benar. Dia memiliki bakat dalam ilmu pengetahuan dan sains karena itu setelah menyelesaikan latihan kultivasinya di tempatku, dia langsung pergi ke belahan semesta bagian barat untuk bertemu dengan Dewa Qing Bao. Saat dia datang ke sini kau pasti akan melihat salah satu hasil penemuannya karena meskipun tingkat kultivasi tergolong sangat tinggi tapi dia lebih suka menggunakan benda-benda penemuannya itu untuk bepergian ke tempat lain daripada harus terbang menggunakan kekuatannya atau menggunakan Beast kontrak,” ucap Divine Beast Lambda.


“Tidak. Murid keduaku adalah adik dari Nero yang bernama Zero atau sekarang lebih di kenal dengan sebutan Dark Etheroz,” jawab Divine Beast Lambda dingin.


“Dark Etheroz, murid anda?!” ucap Xin Ye terkejut.


“Meskipun aku tidak mau mengakui dia sebagai muridku lagi tapi dia adalah muridku. Dia'lah yang menjadi penyebab kenapa aku tidak pernah mengangkat murid lagi setelah dia lulus karena aku merasa telah gagal menjadi seorang guru sehingga menciptakan sebuah makhluk yang akan mengancam kedamaian seluruh alam semesta. Sampai akhirnya aku melihatmu karena energi kegelapan yang diberikan Dao Xue Lian kepadamu itu sangat kuat, jika kau tidak di bimbing dengan benar maka kau akan menjadi Dark Etheroz yang kedua,” jawab Divine Beast Lambda.


“Aku akan selalu mematuhi semua perintah Guru dan aku pastikan pada Guru bahwa aku tidak akan menjadi seperti murid kedua Guru,” ucap Xin Ye.


Tiba-tiba Xin Ye mendengar suara benda yang sangat familiar mendekat, suara itu adalah suara sebuah mobil. Dia menjadi bingung dan bertanya pada Divine Beast Lambda. “Guru, suara apa itu?”

__ADS_1


“Itu adalah suara tunggangan milik Nero yang di buat dari tumpukan besi rongsokan,” jawab Divine Beast Lambda dengan suara sedikit geram karena dia sangat tidak suka dengan benda yang berhubungan dengan Dewa Qing Bao.


Lubang yang menjadi tempat masuk ke dalam Istana Divine Beast Lambda kembali terbuka dan anak tangga mutiara hitam kembali berbaris menuju ke arah lubang itu tapi sebelum anak tangga itu berhasil menuju ke lubang itu, sebuah mobil yang sangat mewah dan dilengkapi dengan empat buat mesin jet turbo terbang menuju ke istana Divine Beast Lambda seperti sebuah pesawat.


Mobil itu akhirnya mendarat lima meter di depan tempat Divine Beast Lambda berdiri dan seorang pria tampan berambut hitam berkilau mirip seperti warna rambut Divine Beast Lambda, keluar dari mobil itu dan langsung memberi hormat.


“Salam Guru, akhirnya aku bisa bertemu lagi dengan Guru. Maafkan aku karena aku jarang berkunjung ke tempat Guru akhir-akhir ini.”


Divine Beast Lambda tidak segera menjawab salam dari Nero tapi dia berjalan menghampirinya dengan raut wajah yang dingin.


Nero merasa sedikit ketakutan karena hal seperti ini sering terjadi saat dia berkunjung. Dia langsung menatap ke arah Gurunya sambil berkata dengan suara gugup.“Guru, jangan hancurkan mobil Lambda 999x ku ini. Ini adalah penemuan terbaruku.”


Divine Beast Lambda tidak mau mendengarkan perkataan Nero. Dia langsung menedang mobil mewah milik Nero ke luar Istananya dengan sangat kuat sampai mobil itu meledak saat menabrak dinding Goa.


“Sudah aku katakan berkali-kali, aku tidak ingin besi rongsokan seperti ini masuk ke dalam Istanaku karena benda ini hanya membuat kotor lantai Istanaku saja,” ucap Divine Beast Lambda menatap Nero.


“Tapi itu adalah mobil keseribu yang Guru hancurkan dan itu adalah mobil penemuanku yang paling baru. Aku bahkan belum sempat menunjukkannya kepada orang lain,” balas Nero sedikit jengkel.


“Siapa suruh kau menggunakan nama Gurumu untuk menamai benda penemuanmu. Lagipula kemampuan ilmu beladirimu sangat hebat, kenapa kau tidak mencari Beast kontrak saja untuk di jadikan tunggangan. Jadi kau tidak perlu ksgi repot-repot membuat sebuah tunggangan dari besi rongsokan seperti itu,” jawab Divine Beast Lambda sinis.


“Aku adalah bagian dari Bangsa Beast jadi mana mungkin aku tega menjadikan Beast lain sebagai tungganganku. Kecuali …” Nero tiba-tiba menghentikan ucapannya karena malu.


“Hmm … Aku baru tahu alasanmu kenapa tidak mau mencari Beast sebagai tungganganmu. Kalau begitu aku minta maaf, anggap saja aku tadi sedang menguji kekuatan dari besi rongsokanmu,” jawab Divine Beast Lambda santai sambil tersenyum seperti orang yang tidak bersalah.

__ADS_1


Xin Ye hanya tertawa kecil saat melihat obrolan mereka berdua, sedangkan Nero masih melihat ke arah mobilnya yang sudah hancur menjadi besi-besi rongsokan.


__ADS_2