
Heilong dan Kapten Feng Yan segera turun ke lantai satu setelah prajurit yang memberitahukan kedatangan Yang Shuo tadi meninggalkan ruangan ini dan menjemput Yang Shuo yang sedang menunggu di depan pintu gerbang.
Tidak lama kemudian, prajurit itu telah kembali bersama dengan Yang Shuo dan seekor gajah yang menarik sebuah gerobak berukuran besar. Di atas gerobak itu terdapat sebuah box yang memiliki sebuah pintu di belakangnya.
Heilong segera pergi menghampiri Yang Shuo dan berjabat tangan. “Saudara Yang Shuo sepertinya aku sudah banyak merepotkanmu sampai kamu harus datang sendiri untuk mengantar barang pesananku ini.”
“Tidak usah sungkan, ini semua adalah bisnis. Aku sama sekali tidak merasa direpotkan, lagipula aku juga penasaran benda yang kamu pesan ini akan kamu gunakan untuk apa. Semua barang pesananmu sudah aku taruh di dalam box ini,” ucap Yang Shuo sambil menunjuk box di atas gerombak kayu yang ada di sampingnya.
“Benda apa saja yang kamu beli? Sepertinya kamu membeli barang itu dalam jumlah yang sangat besar,” tanya kapten Feng Yan penasaran karena dia melihat isi gerobak itu kelihatan begitu berat.
“Tentu saja. Kau bukanlah orang lain di tempat ini, jadi tidak akan ada masalah untuk memberitahumu,” jawab Heilong sedikit tersenyum.
Heilong berjalan ke belakang gerobak, dengan bantuan Yang Shou mereka berdua membuka pintu belakang box yang sudah ada di hadapan mereka semua.
Begitu box itu dibuka, Kapten Feng Yan bisa melihat bahwa bagian dalam dari box itu telah dibagi menjadi dua. Ruang sebelah kiri di penuhi bola kaca berwarna-warni seukuran kepala manusia dan di ruang sebelah kanan di penuhi dengan kotak-kotak berukuran 20 cm x 20 cm dengan tinggi 5 cm yang berwarna ungu.
Kotak-kotak berwarna ungu itu adalah batu kecubung ungu, Heilong sengaja meminta Yang Shuo untuk mengubah bentuk batu itu menjadi kotak agar lebih mudah di simpan dan tidak menghabiskan banyak tempat.
__ADS_1
“Benda apa ini dan apa fungsinya? Aku belum pernah melihat benda yang seperti ini,” tanya Kapten Feng Yan penasaran.
“Benda ini namanya bocah dan yang ini kolis. Aku akan menunjukkan kegunaan kedua benda ini,” jawab Heilong sambil memengang kedua benda itu di tangannya.
“Nama kedua benda itu terdengar sedikit aneh,” ucap Kapten Feng Yan tanpa sadar dan Heilong hanya menanggapinya dengan tersenyum.
Heilong membawa kedua benda itu ke sebuah meja yang ada di sampingnya. Pertama-tama dia meletakkan kotak berwarna ungu itu di atas meja. Ia melihat di atas kotak ungu itu terdapat sebuah cekungan, ia lalu meletakkan bola kaca itu di atas kotak ungu tadi.
Bola kaca itu langsung bercahaya saat di letakkan Heilong di atas kotak ungu.
“Wow ... sangat menakjubkan, aku tidak menyangka bola kaca itu bisa mengeluarkan sinar yang hampir sama dengan jurus bola cahaya para kultivator cahaya di benua tengah,” ucap Kapten Feng Yan terkejut karena kagum.
Kapten Feng Yan mengangguk kepalanya mendengar penjelasan Heilong, setelah itu dia menatap Yang Shuo dan bertanya. “Dari mana kamu mendapat ide untuk membuat benda ini? jika kami bisa menyediakan kedua benda ini dalam jumlah besar, aku rasa Kaisar Xuan Wu pasti akan membelinya dalam jumlah banyak.”
“Sebenarnya bukan aku yang menemukan ide membuat benda ini, tapi Tuan Long Bai lah yang berhasil menemukan ide untuk membuat benda ini saat dia menemukan logam sampah yang tergeletak di gudang penyimpananku sebulan yang lalu saat dia mengunjungi pavilliun saung bambu milikku untuk menjalin hubungan kerja sama. Aku hanya membuat benda ini sesuai dengan gambar dan catatan yang telah di buatkan oleh Tuan Long Bai,” jawab Yang Shuo yang sedikit membungkuk sambil menunjuk ke arah Heilong menggunakan ibu jarinya.
“Selain hebat dalam ilmu bela diri dan memasak ternyata kamu juga orang yang sangat pandai, Apa kamu bisa menjelaskan padaku cara kerja dari kedua benda ini. kenapa bola kaca itu bisa bersinar saat diletakkan di atas kotak berwarna ungu itu,” tanya Kapten Feng Yan dengan nada sedikit memohon.
__ADS_1
“Akan kumulai dari benda ini,” ucap Heilong sambil memegang kotak ungu tadi, “Kotak ini terbuat dari batu kecubung ungu yang bisa menyimpan kekuatan energi petir yang cukup besar lalu diubah ke bentuk energi listrik yang lebih kecil sebelum di gunakan untuk menyalakan bola kaca ini,” Heilong meletakkan kotak ungu tadi dan ganti mengambil bola kaca. “Selanjutnya bola kaca ini. Di dalam bola kaca ini terdapat sebuah logam yang bernama Wolfram yang telah ditempa menjadi sangat tipis seperti sebuah benang. Logam itu kemudian dijapit oleh dua buah kawat yang terbuat dari besi. Kedua kawat besi inilah yang nantinya akan menghubungkan bola kaca ini dengan kotak ungu tadi. Saat kedua benda ini dihubungkan maka aliran listrik dari kotak ungu tadi akan memanaskan Logam Wolfram dan secara perlahan membakarnya namun pembakaran ini tidak akan merusak logam Wolfram ini karena logam ini memiliki sifat yang sangat keras. Cahaya dari bola kaca itu sebenarnya muncul dari hasil pembakaran ini.”
“Jika logam ini sangat keras dan berguna kenapa Yang Shou menyebut logam ini logam sampah?” tanya Kapten Feng Yan penasaran.
Kapten Feng Yan dan Yang Shuo sebenarnya saling mengenal karena mereka berdua berasal dari benua selatan, jadi dia tahu bahwa Yang Shuo bukanlah orang yang bodoh yang tidak bisa membedakan mana barang yang bagus dan mana barang yang sampah.
Dengan perasaan malu Yang Shuo mulai berbicara. “Sebenarnya kami tidak tahu cara mengolah logam ini sampai tuan Long Bai datang dan memberitahu kami cara yang tepat untum mengolah logam ini. Dulu setiap kali kami mengolah logam ini maka logam ini akan kehilangan kekerasannya dan berubah menjadi rapuh karena itulah kami menyebut logam ini logam sampah.”
“Hmm ... Jadi apakah kamu bisa menyediakan kedua benda ini dalam jumlah banyak?” lanjut kapten Feng Yan bertanya.
“.... ” Yang Shuo tidak bisa menjawab karena bahan untuk membuat kotak ungu itu selama ini di sediakan oleh Heilong. Jika tanpa kotak ungu itu maka bola kaca itu tidak akan bisa menyala.
Melihat Yang Shuo diam, Heilong akhirnya angkat bicara. “Untuk sementara kami hanya akan membuat dalam jumlah terbatas karena kami masih kekurangan stok bahan baku. Selain itu, jika kami menyediakan kedua barang ini dengan stok yang berlimpah maka kedua barang ini akan kehilangan nilainya. Namun kamu tidak usah khawatir dalam waktu dekat kami akan mengadakan pelelangan besar untuk menjual kedua benda ini.”
“Itu berita yang sangat bagus. Aku rasa Kaisar Xuan Wu akan ikut serta dalam pelelangan ini setelah dia melihat kedua benda ini. Jika dugaanku benar, sebenarnya kamu sengaja menaruh kedua benda ini di istana ini untuk promosi sebelum kamu membuat acara pelelangan,” tebak Kapten Feng Yan.
“Benar sekali. Istana ini sangat indah dan berbeda dari istana yang lain. Jika ditambah kehadiran bola cahaya ini di malam hari maka keindahannya akan semakin terlihat. Ini akan sangat bagus jika di buat promosi,” jawab Heilong dengan nada serius.
__ADS_1
“Tapi aku rasa kamu harus minta ijin dulu pada Tuan Putri karena dia adalah pemilik istana ini,” ucap Kapten Feng Yan.
“Benar, aku hampir lupa. Baiklah aku akan naik ke lantai empat sebentar. Kapten Feng Yan kamu temani saudara Yang Shuo sebentar," ucap Heilong yang bersemangat naik ke lantai empat sambil membawa kedua barang itu di tangannya.